NovelToon NovelToon
Selingkuh Demi Keturunan, Suamiku Akhirnya Menyesal

Selingkuh Demi Keturunan, Suamiku Akhirnya Menyesal

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mandul / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: zenun smith

Rumah tangga Xena dan Reyhan terlihat sempurna, penuh cinta dan kesetiaan. Apalagi dari dulu hingga sekarang, Reyhan selalu memperlakukan Xena dengan baik. Malah cenderung meratukan istrinya tersebut.

Tapi semuanya hancur ketika terdengar kabar bahwa Reyhan diam-diam menikahi wanita lain demi mendapatkan keturunan karena Xena tak kunjung hamil. Lebih menyakitkan lagi, wanita itu adalah tetangga mereka sendiri yang selama ini terlihat baik di depan Xena.

Dikhianati setelah semua pengorbanannya, Xena memilih pergi. Tapi sebelum itu, ia membongkar identitas dan rahasia besar yang selama ini ia sembunyikan dari suaminya. Saat kebenaran terungkap, Reyhan baru sadar bahwa wanita yang ia sia-siakan ternyata bukan wanita biasa, dan penyesalannya datang ketika semuanya telah terlambat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zenun smith, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bu Mertua Datang

Ibu mertua mengajak ngobrol Nadine. Mereka membahas apa saja, mengalir begitu saja dengan suasana yang terasa sangat hangat, benar-benar seperti interaksi antara ibu mertua dan menantu idaman. Padahal kenyataannya memang iya, mereka adalah ibu mertua dan menantu, hanya saja status pernikahan itu masih disembunyikan dari dunia.

Di tengah obrolan seru itu, Xena datang membawa nampan berisi minuman untuk kedua orang tersebut. Secangkir jus buah segar diletakkannya di depan Nadine, sementara segelas air putih hangat disodorkannya untuk sang ibu mertua.

Tapi begitu melihat gelasnya, Bu Mirna langsung mengernyitkan dahi. "Xena, Ibu lagi kepengin minum kopi. Coba tolong ganti dengan kopi saja ya," pintanya.

Xena tidak segera beranjak. Dia justru menjawab, "Bu, sebaiknya hindari kafein dulu soalnya Ibu kan masih dalam masa berobat jalan. Dokter bilang makanan dan minumannya harus benar-benar dijaga."

"Halah, sesekali mah enggak apa-apa, Xena. Lagian kalau kamu memang enggak mau bikinin, ya sudah, Ibu bisa bikin sendiri ke dapur."

"Oh, ya sudah kalau begitu. Nanti kalau ada apa-apa sama kondisi Ibu, aku tinggal bilang saja ke Reyhan kalau Ibu yang bikin kopinya sendiri, bukan aku ya."

Mendengar ancaman halus itu, Bu Mirna hanya bisa mendengus kesal karena skakmat. Sedangkan Nadine diam-diam merogoh ponselnya. Ia langsung mengirimkan pesan singkat kepada Reyhan.

Mas, ada Ibu datang ke rumah. Dan sepertinya Ibu sama Mbak Xena sedang berbeda pendapat.

Tidak butuh waktu lama, sebuah pesan balasan dari Reyhan masuk.

Tolong kamu bikin situasi di sana kondusif ya, Ndin. Jangan sampai Xena tersakiti.

Nadine membalas, Iya, Mas.

Habis berkirim pesan, Nadine menarik napas dalam-dalam. Namanya juga manusia biasa, pasti ada rasa nyes dan sesak di dalam dadanya saat mendapati laki-laki yang sangat ia sayangi justru menyuruhnya untuk menjaga perasaan perempuan lain agar tidak tersakiti. Ada rasa cemburu yang mengiris tipis hatinya.

Alih-alih mengikuti saran Reyhan untuk meredam suasana dengan adil, ego Nadine justru menuntunnya untuk melakukan hal sebaliknya. Ia memilih untuk membuat Xena semakin terpojok di depan ibu mertuanya.

"Bu, biar Nadine saja yang buatkan kopinya untuk Ibu. Kalau cuma sesekali dan takarannya dikurangi, mungkin hanya satu atau dua sendok kecil, rasanya tidak apa-apa Bu. Sekadar untuk menghilangkan rasa ingin saja."

Ujar Nadine sembari mengulurkan Aksara kepada Xena.

Melihat tindakan Nadine, Bu Mirna justru langsung mencegahnya. Sikapnya mendadak berubah manis kepada Nadine.

"Eh, jangan, Nadine. Mau minum air putih saja kalau begitu. Ibu enggak mau bikin tamu repot pakai bikinin minum segala. Masa tamu yang harus menjamu tuan rumah, ada-ada saja, hehe."

Pada akhirnya Bu Mirna meraih gelasnya dan meneguk air putih yang disuguhkan oleh Xena tadi. Dalam hati, Xena hanya bisa mendengus akhirnya minum juga yang dia bawakan.

Tepat saat itu Aksara yang berada di gendongan Xena tiba-tiba mulai gelisah dan menangis kencang. Situasi ini langsung menjadi celah baru bagi sang ibu mertua untuk kembali mengolok-olok Xena.

"Waduh, waduh...Tadi waktu digendong sama Anteu Nadine kok anteng banget, tapi pas sama Mamanya sendiri malah nangis begitu."

Xena tetap tenang dan berusaha menenangkan Aksara yang semakin rewel. Sedangkan Nadine bergerak cepat menunjukkan perhatiannya. Ia membantu meraih bayi mungil itu kembali ke dalam dekapannya, dan Xena bergegas menyiapkan susu formula. Begitu botol susu diberikan, tangis Aksara langsung reda dan bayinya kembali diam.

Bu Mirna sudah ngoceh lagi. Kali ini topiknya beralih. "Gimana kalau kita adakan saja acara syukuran akikah buat Aksara? Biar afdal semuanya."

"Siapa tahu sebenarnya sudah dilaksanakan, Bu." Xena memberi tanggapan.

Bu Mirna tetap kekeuh, "Ya harus tetap diadakan secara resmi, dong! Biar semua orang tahu." Mata Bu Mirna kemudian melirik ke arah Nadine. Yang dilirik hanya diam menyimak.

Merasa malas berdebat panjang, Xena akhirnya melemparkan keputusan itu. "Ya sudah, gimana kalau hal ini didiskusikan dengan Reyhan saja nanti, Bu."

Dengar nama Reyhan, tiba-tiba saja Bu Mirna dapat ide briliant.

"Nadine, kamu menginap di sini saja malam ini, jangan pulang dulu ya."

"Aduh, gimana ya Bu... Nadine merasa enggak enak. Lagian Nadine juga enggak ada bawa baju ganti ke sini."

Tapi Bu Mirna tetap memaksa dan tidak menerima penolakan.

"Alasan saja kamu ini. Kamu nanti bisa pakai baju Xena dulu buat sementara. Badan kalian kan ukurannya tak berbeda jauh, Ibu lihat pasti akan muat di tubuhmu."

"...Atau begini saja, kalau kamu memang enggak biasa pakai baju milik orang lain karena khawatir gatal-gatal atau bagaimana, hayuk sekarang juga kita ke butik. Ibu belikan baju baru buat kamu."

Nadine tersenyum tipis, "Bagaimana nanti saja ya, Bu."

"Iya Bu, lihat nanti bagaimana keputusan dari Reyhan saja. Mau atau tidaknya diadakan acara syukuran untuk Aksara ini." Xena menyela.

"Ya jangan bilang terserah gitu dong, Xena. Ibu aja yakin pasti Reyhan mau. Apa pun yang Ibu inginkan dan demi kebaikan keluarga ini, Reyhan pasti selalu setuju dan menurut. Iya kan, Ndin?"

Bu Mirna sengaja meminta validasi kepada Nadine, seolah-olah ucapan itu sedang menyindir fakta bahwa pernikahan rahasia antara Reyhan dengan Nadine pun bisa terlaksana dengan diam-diam atas restu dan keinginannya.

Nadine tidak memberikan jawaban apapun. Ia hanya terdiam sambil mengulas senyum tipis, menunjukkan gestur bahwa ia memilih aman dan tidak mau ikut campur dalam perdebatan itu.

Karena jam sudah menunjukkan waktu janji temunya dan Xena memang ada urusan mendesak yang harus diselesaikan di luar, ia pun bersiap-siap untuk pamit pergi. Xena terpaksa meninggalkan Nadine dan Bu Mirna di rumah, sekaligus menitipkan Aksara yang sudah tenang kepada mereka.

Melihat Xena rapi-rapi dan pamitan pergi, Bu Mirna berkomentar.

"Waduh, ada tamu kok malah ditinggal pergi sendirian. Tidak sopan namanya itu, Xena. Di mana tata kramamu?"

"Maaf Bu, tapi aku memang ada urusan yang sangat penting dan tidak bisa ditunda."

"Sepenting apa sih memang urusanmu?"

"Adalah bu pokoknya, proyek milyaran."

"Buahahahaha! Ngayal. Siang-siang kebanyakan mimpi. Kerjaan di rumah saja pakai bahas uang milyaran."

Xena sebodo amat, dia ketawa dalam hati.

Tampaknya kepergian Xena ini langsung diadukan oleh Ibu mertuanya kepada Reyhan. Tebakan Xena terbukti benar karena tidak lama setelah ia melangkah keluar dari pagar rumah, ponselnya berdering nyaring. Layarnya menampilkan nama suaminya.

📞"Kamu mau kemana, Xena? Sama siapa? Urusan apa sebenarnya? Apa urusan itu tidak bisa ditunda dulu? Biar nanti saja perginya bareng aku. Kamu jangan pergi-pergi sendirian seperti ini."

Xena menjelaskan secara runtut dan panjang lebar bahwa ia hanya memiliki urusan penting yang sebentar saja dengan salah seorang temannya.

Reyhan tetap keras kepala.

📞"Ya sudah, aku mau izin pulang cepat sekarang dari kantor. Kamu tunggu aku sebentar di rumah, jangan jalan dulu. Biar kamu perginya bareng sama aku aja."

Xena kembali menghela napas pasrah. Mau tidak mau, ia harus menunda pertemuan rahasia yang sudah dijadwalkan hari ini. Jika ia nekat pergi sekarang, Reyhan pasti tidak akan tinggal diam dan bakal mengejarnya. Kalau sampai itu terjadi, rencana besarnya untuk membatalkan semua saham atas nama Reyhan bisa berantakan dan runyam seketika.

Sabar sebentar dulu, Xena. Kamu harus tunggu momen yang paling tepat.

Dan mengingat obrolan di dalam rumah tadi mengenai wacana Nadine yang dipaksa menginap di sini oleh Bu Mirna, sebuah ide brilian tiba-tiba melintas di kepala Xena.

Bersambung.

1
rain✨
Tjih
rain✨
Bebek kali ah netes
MULIANA 💦
aku juga gak sabar 🤭
MULIANA 💦
gak usah membandingkan bu. lah, ini pilihan ibu sendiri /Proud/
MULIANA 💦
mending jangan deh, jangan /Facepalm//Facepalm/
MULIANA 💦
heleh, kok mainnya dukun sih bang /Facepalm//Facepalm/
MULIANA 💦
tapi sayang, kamu cari muka dengan orang yang salah 🤭
〈⎳ FT. Zira
jangan menyesal loh ya Xena🤣🤣
〈⎳ FT. Zira
berpikirkan mak...🤧🤧 masih nanya🤧🤧
〈⎳ FT. Zira: astaga... typo... berpikirlah maksudnya
total 1 replies
sunaryati jarum
Bener tebakan emak, semoga proses cerai langsung putus.Setelah masa Iddah habis langsung nikah
sunaryati jarum
Dokter Ibra,ya
sunaryati jarum
Baru ditinggal Xena beberapa hari di rumah Rayhan kacau keadaan rumah dan keuangan.Bu Mirna langsung merasa kecewa
Teteh Lia
mulai kelihatan perbandingan na
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
PD amat
Zenun: ehehehe
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
nama Grup nya kayak nama bus lintas sumut-jakarta, ALS
Zenun: oh iya kah😁
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
sesama makhluk menjijikkan ga usah saling ngatainlah
〈⎳ FT. Zira
tamparan keras buat ibu mertua kalo suara hati Nadine terdengar
Zenun: lama-lama kedengeran juga
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
astaga Reyy...pikiranmu ini perlu di reset kyknya
〈⎳ FT. Zira: /Facepalm//Facepalm/
total 2 replies
sunaryati jarum
Yang minum benda pelet dari dukun Nadine,dia jadi gila karena makin terpesona dengan Reyhan.🤣🤣🤣
Zenun: ehehehe iya ya
total 1 replies
MULIANA 💦
eh, sampai kayak gini
Zenun: ya begitulah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!