NovelToon NovelToon
Kekasih Kontrak Ceo

Kekasih Kontrak Ceo

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:738
Nilai: 5
Nama Author:

Bianca berjalan seorang diri menyusuri taman yang mulai sepi pengunjung. Taman yang biasanya ramai lalu lalang orang-orang berolahraga lari ataupun jalan santai. Suasana dingin mulai menusuk kedalam jiwanya, Ia menengadahkan wajahnya ke langit yang terdapat beberapa bintang. Sesekali ia mengasihani dirinya sendiri, "Pekerjaan bagus,pendidikan bagus semua berjalan sesuai keinginan,tapi entah kenapa rasanya semua hampa.." gumamnya. "Bugh bugh bugh.." Terdengar suara pukulan tak jauh dari tempatnya berdiri,ia segera berlari sembunyi di salah satu pohon besar. "Aku ga salah denger kan,kaya ada yang sedang dihajar.." bathinnya dengan perasaan was-was. Hampir 10 menit ia duduk bersandar dibawah pohon tersebut,merasa aman dengan keadaan ia berjalan keluar sedikit berlari. "Tolonggg aakuuu.." Ucap seseorang dibalik semak-semak tak jauh dari tempat ia bersembunyi. "Astaagaaa.." "Kenapa ini..apa yang terjadii.." ucap bianca meraih tangan seseorang pemuda yang berjalan gontai menghampirinya. Pria tersebut langsung jatuh kepelukan bianca, Darah yang menetes dari sudut bibirnya menetes mengenai sisi bahu bianca.

Bab 35

Malam yang sangat panjang seperti dua manusia yang tidak mempunyai rasa lelah,

Meskipun jam sudah menunjukkan pukul 3 pagi jonathan dan bianca masih terus berpacu mencari kepuasan.

Tidak terhitung berapa kali bianca akhirnya kalah dengan permainannya sendiri.

"Cukup jo..aku sudah tidak kuat..aahhkk.."

"Kamu harus membayarnya baby.."

"Aahhkk..aku suka ekspresi wajahmu itu sayang.." jonathan kembali menggoyangkan pinggulnya ke atas dan kebawah semakin membuat mimik wajah bianca merem melek.

Jonathan memutar tubuhnya kembali,kali ini dia dibawah dan membiarkan bianca untuk melakukannya.

"Terus baby...aku suka.."

"Kamu bergerak seperti kuda liar.."

"Aahhkk.." erang jonathan.

Bianca semakin cepat bergerak,ia ingin semuanya selesai secepat mungkin,tubuhnya yang sudah sangat lemas karna meladeni setiap gaya yang jonathan buat.

Beberapa kali ia terhenti karna merasakan getaran dalam dirinya,lalu sesaat mulai bergerak lagi di tengah nafasnya yang sudah mulai habis.

"Aah.." pekik bianca ketika jonathan memutar kembali tubuhnya tanpa pelepasan terlebih dahulu.

"Aku sudah tidak tahan.." jonathan bergerak kencang sehingga membuat bianca semakin menjerit.

"Aaa aaah aaah.."

"Sedikit lagi sayang..sedikit lagii.."

"Aaahhh aku keluar baby.."

Jonathan menjatuhkan tubuhnya diatas bianca,keduanya sama-sama terengah-engah.

Setelah dirasa jonathan yang sudah terlelap,Dengan susah payah bianca menyingkirkan tubuh suaminya dari atas tubuhnya.

"Heeek.."

"Heeemm.." bianca menghela nafas berat.

Sejenak ia memandangi tubuh suaminya yang bertelanjang dada menutup mata dengan nafas yang mulai teratur,

Baru lah Ia masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dari keringat.

Bianca menatap jam di meja yang sudah pukul 04:30,

Ingin sekali ia merebahkan tubuhnya di sebelah suaminya,tapi ia urungkan niatnya karna harus bekerja.

Bianca pun memilih untuk merapihkan pakaian yang berserakan,setelah itu ia keluar kamar untuk membuat sarapan.

Ia membuat dua sandwich berisi ikan tuna untuknya dan jonathan.

Namun karna rasa lelah yang mulai muncul ia pun memutuskan untuk sarapan terlebih dahulu di depan televisi,

Dan tak berapa lama kemudian akhirnya ia tertidur di atas sofa.

Pagi harinya jonathan sudah terlihat rapi di depan cermin,ia memilih jam tangan berbahan metal warna silver.

"Kayanya aku harus mulai olahraga lagi.."

"Aku hampir kalah pertempuran tadi malam dengan bianca.."

Jonathan terkekeh sendiri mengingat tingkahnya tadi malam yang sangat terbakar oleh gairah.

"Lohh ternyata dia tidur disini.."

Gumam jonathan setelah melihat bianca ternyata masih di apartemen dan ketiduran di sofa.

Tubuhnya yang hanya berbalut setelan piyama pendek,dengan rambut yang tak terikat karna masih basah.

Terlihat sekali kalau dia sangat lelah.

******

"Selamat pagi pak jo.." sapa reno yang kini terlihat di pantry sedang membuat kopi,sedangkan jonathan sendiri sedang menikmati kopi miliknya.

"Pagi ren.."

"Tumben sekali pak jo minum kopi disini.."

Reno hampir mengetahui semua sisi dari atasannya tersebut.

"Hmm lagi pengen aja.."

"Oh iyaa ren..nanti kamu yang ngerjain kerjaan bianca,baru saja dia menghubungiku untuk minta cuti dadakan.."

"Menghubungi pak jo?.."

"Ah maksud saya biasanya bianca akan mengajukan cuti lewat riana.."

reno mulai mengernyitkan dahinya.

"Hmm..ia menghubungiku karna katanya nomor riana tidak bisa dihubungi.." ucap jonathan asal,lalu meninggalkan reno seorang diri.

"Saya duluan..masih banyak kerjaan yang harus dikerjakan daripada bersantai sambil ngopi seperti ini!..."

"Haaahhh..dia duluan yang disini tapi dia sendiri berbicara seperti itu tanpa ada rasa bersalah.."

"Barusan dia juga bersantai,sambil main ponsel,sambil cengar-cengir.."

"Hayolohh..ngomong sama siapa si.." riana mengagetkan reno yang tengah mengoceh seorang diri.

"Astaga riana!.."

"Kaget tau.."

"Bapak lu tuh..dia sendiri yang terlihat santai tapi dia weweweweee.." kini reno terlihat kesal.

"Hahaha moodnya lagi ga bagus kali.."

Tebak riana.

"Mana ada,orang dia cengengesan kok tadi aku liat.."

"Bianca cuti,katanya dia telfon kamu tapi nomernya ga aktif.."

"Bianca.." riana meraih ponsel dari kantongnya.

"Aktif kok,tadi pagi aku baru saja komunikasi juga dengan fahmi.."

"Sama mengajukan cuti juga.."

"Kok aneh,katanya bianca telfon kamu terus ga nyambung,jadinya telfon pak jo.."

"Hmm mulai curiga nih aku.."

"Curiga kenapa?.."

"Jangan gosip yang engga-engga deh.."

"Nih dengerin,bianca tuh sering banget dipanggil pak jo keruangannya.."

"Terus pasti dia keluar dengan wajah merah dan lumayn berkeringat.."

"Apa karna setiap hari di panggil dan di omelin makanya bianca sekarang ga masuk kerja.."

"Dan ijinnya langsung ke pak jo.."

"Apa iyaa begitu yaa.."

"Jadinya bianca nekat menghubunginya supaya pak jo langsung tau dan tidak mencari-cari dia.."

"Ehem.."

Seorang perempuan muncul di hadapan bianca dan reno.

Gubrak,

Kursi yang diduduki reno pun sampai terpental karna reno sontak berdiri dari duduknya.

"Bib bib bianca.."

"Sejak kapan kamu disini.."

"Kata pak jo cuti.."

"Kamu sakit.."

kini riana menghampiri bianca lalu memegang kepala bianca untuk mengecek suhunya.

"Oh tidak jadi.."

"aku gapapa kok,sebenarnya tadi memang ada urusan tapi ga jadi.."

"Masih bisa di tundak kok urusannya.."

"Gapapa bi,cuti ajaa.."

"Jangan terus menerus menjadi pegawai teladan.." ucap reno asal.

"Kalian abis ngomongin aku kan? Ayo ngaku.."

"Sejak kapan kita ngomongin orang yang ga ada di depan mata kita,iya kan ri.."

"Eh iyaa.."

"Yaudah yaa,aku duluan.." riana pun langsung lari buru-buru meninggalkan reno dan bianca.

Bianca menatap sinis kearah reno,ia tau betul apa yang baru saja reno lakukan,

Bianca sudah dari tadi sekali berada di depan pintu,

Awalnya ia ingin memanggil riana yang masuk kedalam pantry,tapi karna jarak terlalu jauh ia enggan untuk berteriak.

"Hehehe yuk mulai kerja lagi..nanti siang aku traktir makan,bebas deh makan apa aja.."

"Tapi jangan pilih yang mahal-mahal yaa.."

"Aku abis ada keperluan mendesak untuk orang tua,dan juga adek yang mulai kuliah.."

"Terus..."

"Udah ah..emang ga ada niat buat bayarin makan sih kamu.."

"Awas yaa sampai ketahuan lagi.." ancam bianca.

Reno pun mematung mendengar ucapan bianca tersebut,

Ia menyadari sudah beberapa kali ini memang dia suka mengusik jonathan dengan ocehan-ocehannya itu.

Bianca yang kini melihat reno sedikit murung akhirnya mengurungkan niatnya untuk memarahinya lebih lama,

"Yaudah ayok kerja.."

"Tapi inget ini terakhir kalinya.."

"Janji.."

Hai readers..

Selamat datang di karya pertamaku.

Aku sangat berantusias untuk menyelesaikan ceritaku ini..

Aku berharap dukungan dari kalian yang sebesar-besarnya agar aku semangat terus.

Jangan lupa like dan komen ya gaess.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!