NovelToon NovelToon
Cinta Yang Tidak Memaksa: Di Balik Wajah Yang Kupilih

Cinta Yang Tidak Memaksa: Di Balik Wajah Yang Kupilih

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: NisfiDA

Ada nama yang tak pernah disebut.
Ada kebenaran yang selalu disembunyikan di balik senyuman.
Dan ada cinta yang tumbuh… tanpa benar-benar tahu siapa yang dicintai.

Dhea hanya ingin mencintai dengan sederhana.
Namun semakin dekat, ia justru menyadari—
tidak semua yang terlihat, adalah yang sebenarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NisfiDA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Awal Pertemuan

"Hallo, selamat datang. Ada yang bisa saya bantu, Mbak?" tanya Dhea dengan nada lembutnya.

Dhea seorang wanita yang berusia 24 tahun, kini dia sedang membuka toko bunga karena hobinya senang menanam bunga.

Dia hidup bersama ibunya, setelah ayahnya meninggal. Dhea memutuskan untuk membuka toko bunga agar bisa memenuhi kebutuhan sehari-harinya.Dhea juga memiliki dua kakak laki-laki.

"Maaf, ini bunga apa ya?" tanya wanita di depannya.

"Itu bunga mawar, Mbak," jawab Dhea.

"Dia sangat cantik ya."

"Benar, dia sangat cantik sekali. Itu paling populer di kalangan ini."

Wanita di depannya sangat cantik. Dhea tersenyum kecil menatapnya.

Lalu, wanita itu kembali melihat-lihat ke arah rak bunga lainnya dan berhenti di salah satu rak bunga yang menurut Dhea jarang dibeli oleh orang-orang. Ia tampak memperhatikan bunga tersebut cukup lama, seolah sedang mempertimbangkan sesuatu.

Dhea yang memperhatikan dari kejauhan hanya diam, menunggu tanpa ingin mengganggu. Sesekali ia merapikan bunga di meja kasir sambil tetap mengamati gerak-gerik wanita itu dengan rasa penasaran.

“Ini bunga apa?” tanyanya.

Dhea yang berdiri di dekat rak itu segera mendekat sambil tersenyum kecil. Ia memperhatikan bunga yang dimaksud sebelum menjawab dengan nada lembut.

“Itu bunga lili, Mbak. Bunga ini memang tidak terlalu sering dibeli karena perawatannya sedikit lebih rumit dibandingkan bunga lainnya. Namun, aromanya sangat khas dan banyak orang menyukainya karena keindahannya yang sederhana.” jelas Dhea dengan wajah senyumnya.

“Oh, saya mau ini ya. Tolong dibungkus,” ucap wanita itu sambil tersenyum.

“Baik, Mbak. Atas nama siapa?” tanya Dhea sambil tersenyum.

“Arelia Seraphine,” jawab wanita itu.

“Tunggu sebentar ya,” ucap Dhea sambil berjalan menuju bunga itu.

Ia mengambil bunga tersebut dan membawanya ke meja kasir. Wanita itu menatap ke arah Dhea yang sedang membungkus bunganya.

“Siapa namamu?” tanya wanita itu.

“Oh, saya Dhea, Mbak,” jawab Dhea dengan cepat.

“Nama yang cantik seperti orangnya.”

Dhea tersenyum malu sambil tetap membungkus bunga tersebut. Lalu, wanita itu kembali berbicara.

“Saya Arelia Seraphine,” ucapnya, membuat Dhea menoleh.

“Eh, jadi tadi nama Mbak ya?”

Arelia menganggukkan kepalanya.

Dhea sedikit terkejut, namun ia segera kembali melanjutkan pekerjaannya sambil tetap berusaha tenang. Sesekali ia mencuri pandang ke arah Arelia yang masih berdiri di depan meja kasir.

Arelia memperhatikan Dhea dengan tatapan yang sulit ditebak, lalu kembali mengalihkan pandangannya ke bunga yang sudah dibungkus rapi.

Suasana di toko bunga itu menjadi sedikit hening, hanya terdengar suara kertas pembungkus yang disentuh oleh tangan Dhea.

Setelah selesai, Dhea meletakkan bunga tersebut di atas meja kasir dan menyerahkannya dengan hati-hati.

“Ini, Mbak. Sudah selesai dibungkus,” ucap Dhea lembut.

Arelia menerima bunga itu sambil tersenyum tipis.

“Terima kasih.”

Dhea mengangguk pelan dan membalas senyumnya, meski masih ada rasa canggung yang tersisa di antara mereka berdua.

“Berapa totalnya ini?” tanya Arelia kepada Dhea.

Dhea melihat catatan harga di dekat meja kasir, lalu menyebutkan jumlahnya dengan suara lembut.

“Seratus lima puluh ribu, Mbak.”

Arelia mengangguk kecil tanpa banyak bicara. Ia segera membuka dompetnya dan mengeluarkan uang sesuai dengan jumlah tersebut, lalu menyerahkannya kepada Dhea.

Dhea menerima uang itu dengan hati-hati, kemudian mengeceknya sebentar sebelum menyimpannya ke dalam laci kasir.

“Tidak perlu kembalian,” ucap Arelia singkat.

Dhea terdiam sejenak, lalu mengangguk pelan.

“Terima kasih, Mbak.”

Arelia hanya tersenyum tipis, kemudian membawa bunga lili itu dan melangkah keluar dari toko bunga tersebut.

**

Hari berganti sore. Sudah waktunya bagi Dhea untuk menutup tokonya. Ia mulai bersiap-siap membereskan barang-barang di toko tersebut.

Ia menyapu sisa kotoran yang berada di lantai.

Lalu, saat ia tiba di depan tokonya, ada seorang ibu yang biasanya mampir saat pulang dari berjualan.

“Selamat sore, Dhea,” ucap seorang wanita paruh baya itu.

“Sore juga, Bu. Baru pulang jualan, Bu?” tanya Dhea kepada wanita itu.

“Ya, ini Ibu baru saja pulang berjualan. Gimana toko kamu hari ini? Apa ramai?” tanya wanita paruh baya yang bernama Ibu Ratna.

“Alhamdulillah, Bu, sangat ramai hari ini dibandingkan kemarin,” jawab Dhea.

“Syukur alhamdulillah ya,” ucap Ibu Ratna dengan wajah senang.

“Bagaimana dengan dagangan Ibu?” tanya Dhea kembali.

“Alhamdulillah semuanya habis, Nak,” jawab Ibu Ratna.

Dhea tersenyum mendengar itu. Ia ikut merasa senang melihat dagangan Ibu Ratna selalu habis terjual.

“Alhamdulillah, berarti rezeki kita sama-sama lancar hari ini, Bu,” ucap Dhea lembut.

Ibu Ratna mengangguk pelan sambil tersenyum hangat. Ia lalu melihat ke arah toko bunga Dhea yang mulai tampak sepi karena hampir tutup.

“Dhea sudah mau tutup toko ya?” tanyanya kemudian.

“Iya, Bu. Ini tinggal beres-beres sedikit saja,” jawab

Dhea sambil merapikan beberapa pot bunga di dekat pintu.

“Kalau begitu, Ibu tidak ganggu dulu ya. Hati-hati kamu di jalan nanti,” kata Ibu Ratna sambil bersiap melanjutkan langkahnya.

“Iya, Bu. Terima kasih,” balas Dhea sambil tersenyum.

Dhea melanjutkan kembali bersih-bersihnya. Ia merapikan pot bunga yang tersisa, lalu memastikan seluruh rak tertata rapi seperti semula. Sesekali ia berhenti sejenak untuk melihat sekeliling toko, memastikan tidak ada yang terlewat.

Setelah semua terasa cukup rapi, Dhea kembali ke meja kasir dan membersihkan permukaannya dengan kain lembap. Ia menarik napas pelan, merasa lega karena hari itu berjalan cukup baik.

Ia kemudian menatap ke arah pintu toko yang mulai ia tutup perlahan, bersiap untuk mengakhiri aktivitas hari itu dan pulang ke rumah.

Pukul enam sore tepat, toko Dhea sudah tutup. Ia memastikan semua pintu dan jendela terkunci dengan baik sebelum merapikan kembali bagian dalam toko yang masih sedikit berantakan.

Setelah semuanya selesai, Dhea mematikan lampu utama toko dan hanya menyisakan cahaya kecil di dekat pintu. Suasana toko menjadi lebih tenang dan sunyi.

Saat Dhea berada di luar toko setelah selesai menguncinya, tiba-tiba seseorang memanggilnya.

“Dhea,” panggil seorang pria membuatnya menoleh.

“Kakak,” ucap Dhea dengan terkejut.

Pria itu berjalan mendekat dengan langkah pelan, menatap Dhea dengan sorot mata yang sulit ditebak. Dhea sempat terdiam sejenak, tidak menyangka akan bertemu dengannya di depan toko pada jam seperti ini.

“Kamu baru selesai tutup toko?” tanya pria itu akhirnya.

“Iya, Kak,” jawab Dhea pelan sambil menunduk sedikit.

Pria itu mengangguk kecil, lalu mengalihkan pandangannya ke arah toko bunga yang sudah tertutup rapat. Suasana di antara mereka terasa canggung, namun ada sesuatu yang lama terpendam di balik pertemuan itu.

“Berapa hari ini pendapatanmu?” tanya pria itu, membuat Dhea langsung memeluk tasnya erat.

“S-sedikit saja, Kak,” jawab Dhea dengan gugup.

Rafalendra Ardiansyah menatapnya cukup lama, seolah mencoba memastikan kebenaran dari jawaban itu. Wajahnya terlihat tenang, namun sorot matanya tetap serius.

“Jangan bohong,” ucap Rafalendra pelan.

Dhea semakin menunduk, jemarinya mencengkeram tali tasnya erat-erat. Ia tidak berani menatap kakaknya, sementara suasana sore di depan toko itu terasa semakin sunyi dan menegang.

1
Dinda Putri
lanjut semangat thooorrr love sekebon deh
Dinda Putri
lanjut thoor 💪💪💪
Dinda Putri
nexs
Dinda Putri
up lagi thoorr jangan lama
Dinda Putri
up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!