Guntur Abimanyu, seorang CEO muda yang hampir berumur 30 tahun dipaksa untuk menikah tapi tidak ingin menikah.
"JIKA AKU MENIKAH HANYA UNTUK MENGHASILKAN ANAK, AKU BISA LAKUKAN SEKALI TEMBAK KEPADA WANITA MANAPUN! JADI TIDAK PERLU MENIKAH" serunya kepada kakek serta ayah ibunya.
Rustam sang kakek yang memegang kendali perusahaan ingin cucu laki laki satu satunya ini segera menikah. Begitupun Randi dan Ela, orang tua Guntur juga ingin segera menikahkan putra sulungnya itu.
"Baiklah kalau begitu, buktikan kemampuan menembak benihmu kepada wanita yang kakek dan orang tuamu pilih" ucap sang kakek.
"OKE SIAPA TAKUT!!" seru Guntur menerima tantangan.
Tapi ternyata takdir berkata lain, setelah kesepakatan ini dibuat, Guntur bertemu dengan wanita yang meninggalkannya dengan cinta terdalam.
Jadi siapa yang menang dalam taruhan keluarga ini? Apakah wanita yang kembali datang atau wanita yang dipilihkan kakek serta orang tuanya, mampu membuat Guntur membuktikan keperkasaannya? Baca novel ini dan dukung terus yaa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SariRani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TERDESAK
Dirumah kontrak itu ada 1 temannya dan yang lain adalah teman dari temannya.
Ratih dan Ningsih dipersilahkan bermalam di rumah kontrakan milik teman Ratih yang bernama Agustin.
Tepat sekali Agustin bekerja sebagai pegawai managemen sebuah yayasan sosial untuk orang tua lansia alian panti jompo atau panti werdha.
Keesokan harinya, Agustin membawa Ratih dan Ningsih ke Panti Werdha bernama Setyojayu Jakarta. Yayasannya dimiliki oleh keluarga Argomuro, pengusaha tekstil di Ibukota Jakarta.
Ratih pun mendaftarkan sang ibu untuk dirawat di panti ini. Ia juga sedang mencari pekerjaan untuk kehidupannya dan sang ibu di Jakarta.
Agustin menawarkan pekerjaan untuk Ratih sebagai pegawai panti Setyojayu juga menemaninya di bagian managemen.
Ratih sangat berterima kasih pada temannya itu. Setelah Agustin mengenalkan Ratih kepada pimpinan yayasan tak lain adalah Bu Dora, istri Tuan Besar Argomuro alias Nyonya Besar Argomuro, akhirnya Ratih diterima.
Hidup Ratih dan Ningsing berjalan lancar sampai 2 tahun lebih tinggal di panti ini. Namun, tiba tiba di suatu sore hari Darto dan Reno datang membuat keributan bersama orang orang yang mengejar mereka.
"KELUAR KAMU, RATIH!! AYAH TAU KAMU DISINI!! TOLONG AYAAH!!" teriak Darto didepan gerbang.
"KELUARLAH, TIH. AKU SAMA AYAH BAKAL MATI KALAU KAMU GAK KELUAR!!!" tambah Reno.
Penjaga keamanan yayasa Setyojayu langsung masuk ke dalam panti dan mencari keberadaan Ratih.
Mendengar ada yang mengaku ngaku sebagai ayah dan kakak laki lakinya, Ratih pun keluar gerbang.
Melihat putrinya keluar, Darto langsung bertekuk lutut di aspal depan Ratih diikuti oleh sang kakak.
"Maafkan, ayah...ayah salah lagi..sekarang butuh bantuanmu" ujar Darto.
"SUDAH KETEMU ANAK MU YANG KATANYA BAKAL BAYAR UTANG!! AYO SINI BAYAR!!" seru seseorang berpakaian serba hitam dan menakutkan yaitu debt collector.
Ratih sudah menduga jika ayah dan kakak laki lakinya melakukan hal yang sama berulang yaitu judi lalu hutang dan dikejar renternir.
"Berapa utang mereka?" tanyanya.
"200 juta sudah sama bunganya" jawab si renternir.
Deg.
Ratih sangat terkejut dengan nominal fantastic tersebut.
"Mana ada saya uang segitu. Kalau pun ada mana mungkin saya tinggal atau bekerja disini" sahutnyaz
"POKOKNYA GAK MAU TAU!! KALIAN HARUS BAYAR UTANG!!" teriak si renternir.
Agustin yang menemani Ratih jadi ketakutan.
"Tih, mending kamu urus mereka secepatnya. Takut Nyonya dan orang orang panti tau hal ini. Kamunya bisa bahaya" bisiknya.
"Aku harus gimana?" balas Ratih sambil berbisik.
"Sepertinya aku ada orang yang bisa bantu, tapi ya begitu. Kalau kamu mau, aku bisa kenalin kamu sama dia. Bilang aja sama mereka, besok bakal kamu urus" bisik Agustin lagi.
Sudah mulai banyak orang berkumpul didepan panti dari security, tetangga, dan orang yang lewat membuat Ratih semakin malu.
"Baiklah, beri saya waktu sampai besok malam" ucap Ratih.
"Kamu beneran, Nak, bisa bayar sebanyak itu?" tanya Darto sok kasihan.
Ratih terlihat sangat muak melihat ayah dan kakaknya.
"Aku ingin ayah dan Mas Reno, pergi dari sini atau aku tidak akan bayar besok" ancamnya.
"Baik baik..kita akan pergi dari sini. Ayah minta maaf ya" sahut Darto lalu berdiri diikuti oleh putranya.
"Oke, aku pegang kata katamu wanita cantik. Jika kamu berbohong, lihat saja tempat ini akan ramai seramai ramainya. Sampai besok ayah dan kakakmu akan kamu bawa" ujar si renternir lalu pergi.
Darto dan Reno pun dibawa mereka.
Ratih bernafas lega namun tidak lama kemudian perasaan buruk akan seseorang yang akan dikenalkan Agustin mulai menyeruak.
"Ikut aku. Aku akan mengenalkanmu dengan Nyonya Cluby, selepas pulang kerja" ajak Agustin.
"Hmm baiklah" sahut Ratih ragu tapi ya gimana.
Mereka pun masuk lagi ke dalam panti dan melanjutkan pekerjaan hingga selesai.
Selepas pulang kerja, Ratih izin kepada ibunya untuk keluar bersama Agustin. Tanpa curiga, Ningsih pun mengangguk saja.
Ratih dan Agustin pergi menggunakan motor.
Sekitar 30 menitan menyusuri jalanan ibukota, akhirnya mereka berhenti di sebuah club besar.
"Ini club" lirih Ratih tak percaya.
"Iya, hanya ini yang bisa membuatmu mendapatkan uang sebanyak itu dengan cepat, Tih. Kamu nanti bisa ngobrol sama Nyobya Cluby dan bernegosiasi" ujar Agustin.
"Sebelumnya aku sangat minta maaf jika memberikan solusi seperti ini karena aku pun juga terkadang meminta bantuan Nyobya Cluby" lanjutnya.
Ratih bisa melihat wajah penyesalan sahabatnya itu, ia paham dan mengerti bahwa Agustin hanya ingin menolongnya.
Puk!
Ratih menepuk pundak Agustin dengan senyum sumringah.
"Gapapa, aku yang butuh hal ini. Terima kasih kamu sudah membantuku, Tin" sahutnya.
Agustin pun sedikit lega dengan tanggapan Ratih.
Keduanya pun masuk club.
Didalam sana, mereka bertemu Nyonya Cluby pemilik club.
"Hai Agustin, mau ngejob lagi?" tanya wanita pemilik club tersebut.
"Halo Nyonya, masih belum hehe. Ini aku datang untuk memperkenalkan temanku, namanya Ratih. Dia memerlukan bantuan dana dari Nyonya" jawab Agustin lalu Cluby memandang Ratih.
"Kamu masih perawan?" tanya to the point Nyonya Cluby.
"Kok wanita ini tau hal privasi ku? Apa hanya menebak?" batin Ratih.
"Iya, Nyonya. Saya masih belum pernah" jawab Ratih malu malu.
Nyonya Cluby pun tersenyum.
"Memang kamu butuh bantuan berapa banyak?" tanyanya.
"200 juta, Nyonya" jawab jujur Ratih.
"Buat kapan?" tanya Cluby lagi.
"Buat besok malam, Nyonya" jawab Ratih.
"Apa yang bisa kamu beri untuk saya dengan uang sebanyak itu?" pancing Cluby.
Ratih menoleh kearah Agustin disampingnya karena bingung harus jawab apa. Apakah harus jual diri?
"Apa yang bisa saya berikan untuk bisa mendapatkan pinjaman uang sebanyak itu dari Nyonya?" tanyanya balik.
"Hahahhahahaa..polos juga ya kamu..siapa namamu? Ratih ya?" tanya Nyonya Cluby.
"Iya benar, Nyonya" jawab Ratih.
"Dengan 200 juta kamu bisa jadi menu utama pada suatu malam alias artis semalam club ini. Perawanmu akan dilelang dan siapa yang memberikan penawaran terbesar maka dia pemenangnya. Jadi kamu harus bisa dapetin lebih dari 250 juta jika kamu ingin dapet bagian juga karena aku ingin fee 50 juta saja deh. Sehingga kamu harus bisa dapetin penawaran dari pria minimal 250 juta" jelas Nyonya Cluby.
Tersyook dong Ratih dan Agustin mendengarnya.
Siapa akan membeli keperawanan dengan harga 350 juta? Apalagi jika tau status Ratih adalah janda?
Ratih diam dan meremat kedua tangannya.
"Jika kamu setuju, aku akan langsunh berikan uang 200 juta kepadamu. Aku akan menghubungi ketika jadwal untuk mementaskanmu jadi menu utama club ini keluar. Aku ingatkan jangan kabur" ujar Nyonya Cluby.
Ratih merasa tidak ada pilihan dengan situasi menekan dirinya seperti ini. Lagi lagi dirinya seperti menjual diri hanya karena hutang ayah dan kakak laki lakinya.
"Baiklah, Nyonya. Saya bersedia" ucap Ratih.
"Namun apakah daya boleh meminta bantuan lainnya? Kali ini bukan soal uang" lanjutnya.
"Ya katakan saja" minta Cluby.
"Saya memohon izin dari Nyonya untuk bisa memberikan saya 1 atau 2 bodyguard ketika saya melunasi hutang ayah dan kakak laki laki saya. Saya butuh perlindungan dari renternir jahat itu" ujar Ratih.
Nyonya Cluby tersenyum.
"Oke. Aku akan memberikan penjagaan tersebut padamu. Besok sore mereka akan datang dilokasi yang kamu tentukan" ucapnya.
"Terima kasih, Nyonya" ucap Ratih.
"Uangnya mau sekarang apa besok? Apa transfer aja?" tanya Cluby.
"Jika bisa transfer, lebih baik menggunakan metode ini saja Nyonya, lebih aman" jawab Ratih.
Nyonya Cluby setuju saja.
Ratih memberikan nomor rekeningnya, tak lama kemudian ada notifasi dana masuk sebesar 200 juta.
Mak nyeeeek!!!
Tiba tiba rekening Ratih berisi ratusan juta.
"Sudah masuk ya, ingat, jangan kabur dan tunggu panggilan dari club ini" ingat Cluby.
"Tidak akan kabur, Nyonya" sahut Ratih.
Setelah kesepakatan diantara mereka selesai, Ratih dan Agustin kembali pulang bersama.