NovelToon NovelToon
Dunia Akan Hancur Lagi Dan Aku Sudah Pernah Mati

Dunia Akan Hancur Lagi Dan Aku Sudah Pernah Mati

Status: sedang berlangsung
Genre:Hari Kiamat / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Ruang Ajaib
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: DRR_LOVE

Aku sudah mati sekali di hari kiamat.

Sekarang aku kembali—3 hari sebelum semuanya dimulai.

Aku tahu siapa yang akan mati.
Aku tahu monster apa yang akan muncul.
Aku tahu dunia ini tidak bisa diselamatkan.

Jadi kali ini…
aku akan mengubah semuanya.

Atau menghancurkannya dengan caraku sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DRR_LOVE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perubahan tahap awal sebelum kiamat

19 Juni 2030. Hari ketika dunia mulai berubah.

Angin dingin bertiup kencang di antara gedung-gedung kota. Salju turun tanpa henti selama berhari-hari hingga jalanan berubah putih sepenuhnya.

Lampu kota berkedip tidak stabil. Sirene darurat terdengar dari kejauhan. Orang-orang mulai berebut makanan. Dan ketakutan perlahan menyebar ke seluruh dunia.

Di tengah kota, sebuah layar televisi raksasa masih menyala meski badai terus menghantam. “Pemirsa di seluruh wilayah diminta tetap berada di dalam rumah.”

“Badai salju kini resmi dinaikkan ke status Siaga Satu.”

“Para ahli menemukan fenomena aneh di berbagai wilayah dunia, namun penyebab pastinya masih belum diketahui.” Suara penyiar wanita terdengar tegang.

“Pemerintah juga melaporkan adanya mutasi tumbuhan dan perubahan suhu ekstrem di beberapa area—”

BRZZTTT!!

Layar televisi tiba-tiba terganggu. Namun tak banyak orang memedulikannya lagi. Karena saat ini… bertahan hidup lebih penting dibanding berita.

Di sudut gang sempit dekat gedung apartemen tinggi, seorang gadis terjatuh di atas salju.

Napasnya kacau. Kepalanya terasa seperti dihantam ribuan jarum. “Ugh… kepalaku…” Reina perlahan membuka matanya. Angin dingin langsung menerpa wajahnya.

Ia terdiam.

Matanya menyapu jalanan bersalju, gedung-gedung tinggi, dan lampu kota yang redup.

Pemandangan itu… sangat familiar. “Ini…”

Sebelum Reina sempat berpikir seorang pria besar bertato tertawa sambil membawa kantong plastik makanan di tangannya. “Hei, nona!”

Pria itu menyeringai lebar, memperlihatkan bekas jahitan panjang di wajahnya. “Kalau bawa makanan saat keadaan begini, setidaknya pakai pengawal! Hahaha!” Pria itu pergi begitu saja meninggalkan Reina di tengah dingin.

Sementara Reina membeku di tempatnya. Tangannya perlahan menyentuh salju. Dingin. Terlalu nyata untuk mimpi.

Matanya sedikit membesar. “…Aku belum mati?” Jantungnya berdetak keras.

Reina langsung berdiri sambil melihat kedua tangannya sendiri. Tubuhnya kembali muda. Tidak ada luka. Tidak ada darah. Dan yang paling mustahil dirinya kembali ke hari ini.

Hari ketika semuanya dimulai. “Aku… hidup kembali?”

Suara Reina bergetar kecil. Ingatan kehidupan sebelumnya langsung memenuhi kepalanya:

monster, darah, pengkhianatan, dan kematian.

Tubuhnya langsung menegang. “19 Juni 2030…”Tatapannya berubah perlahan. “Hari sebelum kiamat.”

Angin dingin berhembus semakin kuat. Dan untuk pertama kalinya Reina merasakan sesuatu mengalir di dalam tubuhnya. Hangat. Tipis. Namun nyata. Energi spiritual.

Mata Reina langsung membesar.

“Kekuatanku ikut terbawa?” Meski sangat lemah, Reina yakin ia tidak salah merasakan.

Di kehidupan sebelumnya, manusia baru mendapatkan energi spiritual beberapa bulan setelah dunia hancur.

Namun sekarang kekuatan itu sudah ada di tubuhnya sejak awal. Tiba-tiba wajah Reina berubah dingin. Ia mengingat sesuatu. “Perampok…”

Hari ini adalah hari dirinya hampir mati demi mempertahankan makanan untuk seseorang. Dan orang itu… tidak pernah peduli padanya.

Reina langsung berjalan cepat menuju apartemennya.

BRAKK!!

Pintu apartemen terbuka kasar. Ruangan hangat langsung menyambutnya. Namun ekspresi Reina justru berubah suram. Karena dua orang yang paling ia benci sedang berdiri di sana.

Dio Santoso.

Dan Sarah Denada.

Dio berdiri sambil menyilangkan tangan dengan wajah kesal. Sedangkan Sarah berdiri di belakangnya dengan ekspresi khawatir palsu.b“Reina, kamu akhirnya pulang juga,” ucap Sarah lembut.“Tapi… makanannya mana?”

Reina menatap mereka tanpa bicara. Dulu ia rela melakukan apa saja demi Dio. Bahkan menggunakan koneksi keluarganya agar pria itu bisa masuk militer. Namun balasan yang ia terima hanyalah pengkhianatan.

Dio mendecih kesal. “Kami menunggumu lama sekali.”

Tatapannya langsung menuju tangan kosong Reina. “Kamu gagal bawa makanan?”

Reina menjawab datar. “Ada perampok di jalan.”

“Alasan.”

PLAK!!

Tamparan keras mendarat di pipi Reina. Ruangan langsung hening. Namun kali ini Reina tidak menunjukkan wajah sedih seperti dulu.

Ia hanya perlahan menyentuh pipinya yang panas. Tatapannya justru terasa dingin.

Karena rasa sakit ini… tidak ada apa-apanya dibanding rasa sakit yang pernah ia alami di kehidupan sebelumnya.

Dio mengerutkan dahi melihat reaksi Reina. Biasanya gadis itu akan langsung meminta maaf. Namun sekarang berbeda.

Reina perlahan mengangkat kepalanya. Tatapannya membuat Dio merasa tidak nyaman. “Mulai hari ini…” Suara Reina tenang.

“Kita putus.”

Dio sempat terpaku. Lalu tertawa mengejek. “Putus?”

“Bukannya selama ini kamu yang terus mengejarku?”

Sarah juga terlihat sedikit terkejut. Namun berbeda dengan Dio tatapan Sarah justru dipenuhi kewaspadaan.

Karena ada sesuatu yang berubah dari Reina. Sesuatu yang tidak seharusnya ada. Reina tidak ingin memperpanjang percakapan.

“Keluar dari apartemenku.”

Dio mendecih kesal. “Huh, paling besok juga kamu nangis minta balikan lagi.”

Ia langsung menggandeng Sarah keluar dari apartemen. Namun saat melewati Reina Sarah berhenti sesaat. Tatapan mereka bertemu. Dan untuk sepersekian detik Reina melihat sesuatu di mata Sarah.

Kepanikan.

Seolah wanita itu takut dirinya mengetahui sesuatu.

Jantung Reina langsung berdetak keras. “Tidak mungkin…”

Ingatan kehidupan sebelumnya mulai terhubung satu demi satu. Sarah selalu tahu tempat munculnya kekuatan spiritual.

Sarah selalu selangkah lebih cepat. Dan yang paling penting wanita itu sangat menginginkan liontin merah milik Reina.

Tatapan Reina perlahan berubah tajam. “Jangan-jangan…”

Di luar apartemen suara sirene tiba-tiba berhenti. Keheningan aneh menyelimuti kota.

Lalu—

CRAAAKKK…

Suara retakan terdengar dari langit. Reina perlahan menoleh ke arah jendela. Dan matanya langsung membesar. Karena langit merah di atas kota… perlahan retak seperti kaca.

1
Ririn Nuriyanti
lemahnya reina ini
Ibu Rasyidd: kemampuannya naik secara pelan kak, kalau langsung tinggi kaya ga nyambung
total 1 replies
EN (Hater No1 Maple)
Semangat ibukk!
EN (Hater No1 Maple)
NOOOO 4 TAHUN LAGI/Scare/
Ibu Rasyidd
Keren loh, wajib dibaca..
Ellasama
cari referensi Thor supaya tau dan bisa bikin novel yang bagus apalagi reader gak suka type karakter yang lemah apalagi untuk si fl
Ibu Rasyidd: tentu kak, terimakasih
total 1 replies
Ellasama
gak heran makin dikit yg kasih like
Ellasama
alah ternyata type fl menyek-menye please paling gak suka kalau karakter ny gitu, katanya terlahir kembali dan sudah pernah ngalamin gitu aja gak bisa ngatasin
Ibu Rasyidd: halo kak, maaf kalau tidak sesuai dengan pemikiran kakak ya.. karena murni hasil dari imajinasi 🙏🙏
total 1 replies
Ellasama
kukira ada zombie ny ternyata dewa-dewi alurnya,,,, agak aneh tp suka kalau ada space entah seterusnya kek mana/NosePick/
Ellasama
Dewi Sinta? film India kah,,,, ada ada aja ni author. pasti ni ada benang merahnya ni🤭
Anime aikō-kā
.
ᵏᵘᶜᶦⁿᵍ 𝓈𝒶𝓂𝑔𝑒
semngat💪
Ibu Rasyidd: terimakasih suportnya kak😍💪🙏
total 1 replies
ᵏᵘᶜᶦⁿᵍ 𝓈𝒶𝓂𝑔𝑒
hus sana pergi
ᵏᵘᶜᶦⁿᵍ 𝓈𝒶𝓂𝑔𝑒
hmm
Ibu Rasyidd: halo kak, terimakasih sudah suport😍🙏
total 1 replies
Andira Rahmawati
lanjuttt trusss semangat💪💪💪
Ibu Rasyidd: terimakasih sudah support kak🙏😍
total 1 replies
Andira Rahmawati
hadir thorrr
Ibu Rasyidd: Terimakasih kak 😍😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!