NovelToon NovelToon
Menikahi Kakak Pacarku

Menikahi Kakak Pacarku

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: tayanlee

Salam dari author untuk pembaca 😊✨🙏

Putri Adelia yang biasa di panggil adel, usianya kini menginjak 24 tahun. Dia menjalani kisah cinta yang romantis dan begitu membuat iri orang-orang.

Kisah cintanya dengan devan alvano begitu indah dan tampak sempurna di mata siapa pun yang melihatnya.

Devan adalah sosok pria yang hampir tidak memiliki celah—tampan, mapan, dan selalu bersikap lembut pada Adel. Di hadapannya, Devan seperti pria yang hanya hidup untuk mencintai satu wanita.

Tapi tiba-tiba semuanya runtuh ayah adel memutuskan untuk menjodohkan nya dengan kakak Devan, yaitu Lucas yang usianya sudah 36 tahun terpaut jauh dari usia adel.

HEHEH SEMOGA SUKA YA SAMA NOVEL AKU 🙏😁✨

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tayanlee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 19.

Lucas menoleh, melihat Adel yang baru saja keluar dari kamar mandi, Ia pun melambaikan tangannya beberapa kali, meminta Adel untuk mendekat.

Adel menekuk wajahnya, Ia tidak langsung mendekat Adel masih terdiam sebentar.

Lalu akhirnya Ia terpaksa berjalan mendekat ke arah Lucas, Ia berhenti tepat di samping Lucas.

" apa " ketus Adel.

Lucas terlihat membuka dompetnya, Ia mengeluarkan sebuah kartu hitam, dan memberikannya pada Adel.

" ambil...beli semua keperluanmu dengan kartu ini " ucap Lucas datar.

" Untuk apa?"

" Mulai sekarang semua kebutuhan mu adalah tanggung jawabku, ambil ini dan gunakan saja "

Adel menatap kartu hitam tanpa batas itu, tanpa langsung mengambilnya, alisnya sedikit berkerut tatapannya beralih dari kartu itu pada Lucas.

" aku tidak butuh " ucap Adel singkat, nadanya datar tapi jelas dia menolak.

tangan Lucas masih terulur di udara.

" ini bukan soal butuh atau tidak " ucap Lucas.

Adel menarik nafas panjang, lalu menyenangkan kedua tangannya di bawah dada.

" aku masih bisa memenuhi kebutuhan ku sendiri" ucap Adel sedikit ketus.

Lucas menatapnya beberapa detik, lalu menurunkan tangannya, Ia menaruh kartu itu di meja.

" aku tahu " ucap Lucas.

" tapi sekarang status mu berubah, dan itu berarti tanggung jawabmu juga berubah "lanjut Lucas.

Adel mengerutkan keningnya, Ia sedikit bingung dengan ucapan Lucas.

" jadi aku hari bergantung sama kamu gitu? " tanya Adel.

" tidak,... aku tidak bilang kamu harus bergantung, aku hanya menjalankan sebagian tanggung jawabku "

Adel terdiam, tidak di sangka Lucas akan berbicara seperti itu, ucapannya sederhana tapi jelas dia juga tidak memaksa.

Adel kembali menatap kartu yang ada di meja.

" aku tidak ingin berhutang " ucap Adel lagi.

" anggap saja ini bukan hutang "

" lalu apa? "

" hal mu, "

" mau pakai atau tidak itu terserah kamu, ini milikmu sekarang "lanjut Lucas datar.

Akhirnya Adel mengambil kartu itu, lalu menggenggamnya.

" terimakasih " ucap Adel pelan, hampir tidak ingin terdengar.

Lucas hanya mengangguk kecil, tidak ada senyum, tidak ada komentar, namun cara dia tidak memperbesar momen itu justru membuat Adel merasa nyaman.

" aku menyewa seseorang untuk membersihkan apartemen, dia juga akan memasak untuk mu, jadi katakan saja kamu mau makan apa, dia yang akan melakukan nya untuk mu " jelas Lucas.

"aku mungkin akan pulang larut malam jadi jangan menunggu ku " lanjut Lucas.

" Ih... siapa juga yang mau menunggu " ketus Adel.

Lucas melirik ke arah Adel, ekspresinya datar dan dingin seperti biasa.

" bagus " jawabnya singkat.

Adel langsung menoleh dengan kesal.

" maksud kamu apa? " tanya Adel sedikit kesal.

" berarti kamu tidak akan menyia-nyiakan waktu mu haya untuk menunggu sesuatu yang tidak pasti " jawab Lucas datar, Ia merapikan jam tangannya dengan tenang.

Ucapan itu terdengar biasa, namun itu cukup untuk membuat Adel terdiam.

" kamu... ngomongnya selalu aneh " gumam Adel pelan.

Lucas tidak menanggapinya, Ia memakai jasnya dan sedikit merapikannya.

" jika butuh sesuatu, hubungi saja nomor yang sudah aku simpan di ponselmu " ucap Lucas, tanpa menunggu jawaban dari Adel, Ia berjalan keluar dari kamar.

" Tunggu....? " gumam Adel pelan, lalu Ia mengekor di belakang Lucas.

" sejak kapan kamu?___"

" semalam " potong Lucas.

Adel berhenti saat Lucas berhenti, Ia menatap Lucas dengan kesal sekaligus tidak percaya.

" Kamu benar-benar....!!" Adel menggelengkan kepalanya pelan, Ia hendak melanjutkan kata-katanya namun terdengar suara bell pintu yang berbunyi.

Pandangan mereka tertuju pada pintu depan, Lucas pun segera membuka pintu untuk melihat siapa yang datang.

Adel tentu saja dia mengekor dengan kelas di belakang Lucas.

Lucas memegang gagang pintu lalu membukanya, Ia bisa melihat siapa yang datang.

" Pagi tuan " sapa seorang pria dengan nada maskulin dan berat.

" Ya " jawab singkat Lucas.

Adel yang penasaran dengan suara tersebut, Ia memiringkan tubuhnya ke samping untuk mengintip nya.

Seorang pria berdiri di depan pintu, berpakaian rapi dengan setelah formal.

" Selamat pagi nona " sapanya lembut, tidak ada senyum formal hanya sapaan kaku.

Adel mengangguk kecil, lalu membalikkan tubuhnya, Ia duduk di sofa.

" Aku pergi " ucap Lucas.

" ya... " jawab Adel dengan nada yang malas.

" pagi jm 8:00 rena akan datang ke sini, dia adalah orang yang aku sewa " ucap Lucas menjelaskan.

" iya " jawab Adel.

" jangan keluar sendiri kalau belum terbiasa dengan lingkungan di sini, minta temani rena jika ingin keluar "

Adel menoleh, Ia melirik tajam Lucas.

" aku bukan anak kecil " ucap Adel ketus.

" aku juga tidak menganggap mu seperti itu "

" aku hanya tidak ingin kamu kesulitan dengan lingkungan yang baru "

" satu lagi jika ingin pergi kesuatu tempat sebisa mungkin hubungi aku " ucap Lucas.

" iya... iya.. bawel, udah sana pergi "

Lucas menatap Adel beberapa detik, seolah ingin memastikan sesuatu, lalu menghela nafas pelan.

" baik " ucapnya singkat, Lucas berbalik melangkah keluar bersama pria tadi, pintu tertutup dengan bunyi pelan.

Adel duduk diam di sofa, menatap kosong ke arah pintu yang baru saja tertutup.

"ha....akhirnya " gumamnya pelan.

Adel berdiri beranjak dari sofa, Ia kembali ke kamar, Adel membongkar kopernya Ia mulai merapikan barang-barang nya, dia juga menyusun pakaian-pakaian di lemari.

" Untung aja ada yang masih kosong " gumam Adel.

Ia melihat-lihat baju-baju Lucas yang tergantung rapi di sana, semua warna pakaiannya hampir sama, berwarna gelap dan abu.

Itu tergantung rapi di sana, jas dan kemeja yang berwarna gelap.

" apa dia itu malaikat maut?... bisa-bisanya semua pakaiannya hitam begini " gerutu Adel.

Adel memiliki ide jahil, Ia mengecek semua laci lemari berharap menemukan sesuatu di sana, namun setelah beberapa menit Ia tidak menemukan apa-apa selain berkas-berkas dan file.

Akhirnya Adel menyerah, Ia memutuskan untuk mengelilingi apartemen itu, ruangannya luas, rapi bahkan tidak seperti benar-benar di tingali, tidak ada foto keluarga atau foto Lucas di sana.

Adel berhenti di depan jendela besar, menatap kota yang mulai sibuk di bawah sana, terlihat mobil berlalu-lalang, orang-orang berjalan dengan tujuannya masing-masing.

semuanya terlihat hidup, berbeda dengannya yang merasa terjebak.

" bagaimana kehidupanku, jika aku menikah dengan orang yang kucintai " gumamnya.

Adel menghembuskan nafas panjang.

" aku mungkin tidak akan merasa tertekan dan tersaingi seperti ini!!... aku juga tidak akan merasakan kesepian jika aku menikah dengan pria yang aku cintai " lirih Adel, seperti berbicara pada dirinya sendiri.

\~~~

Pukul 08:00

Adel tampak keluar dari kamar mandi dengan pakaian santai, kaos putih dan celana pendek seatas lutut, memperlihatkan pahanya yang putih dan cantik.

Ting...Tong....

Terdengar suara bel pintu, Adel menoleh sebentar dan akhirnya Ia berjalan menuju pintu.

Adel membuka pintu, untuk melihat siapa yang bertamu di pagi hari.

Ia melihat seorang wanita berdiri tepat di depan pintu, dengan senyum tipis yang di tunjukkannya pada Adel.

1
KIM TAMIE
Sosor dia Lucas........sosor Adel .
Lu doyan ma perempuan kaga sih 🙄🙄🙄🙄
a elaaaaaaah lu lambat banget jadi cwo.
Readers kecewa nih 😒😒😒
Estella🍂: sabar" baru sebulan main sosor aje😭😭
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut lanjut makin seru thor
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Sals
lanjutt kak, bikin adel sadar dan suka ke lucas
KIM TAMIE
Lucas : gilaaaaaaaa...jadi begini bentukan bini gue, sexi parah woy 🤩🤩

Reader : elu nyesel khan Cas, yg begitu lu anggurin.
Udeh buruan lu tubruk deh...udah halal juga khan
lov_e: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up thor , sepertinya lucas itu suka adel tp demi sebuah sesuatu yg akan dicapai jadi dia ambai pd adel
KIM TAMIE
Lucaskah yg datang ???
Reni Anjarwani
suka bgt sama jln ceritanya
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up thor
Reni Anjarwani
bagus bgt jln ceritanya doubel up trs thor
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up trs thor
KIM TAMIE
Aelaaaah Lucas..... dedeg gue ma elu 🙄🙄🙄.
Lu gimana sih Lucaaaaaasss, masa iya lu diem aja dibilang laki ga normal.
Harusnya tuh lu tunjukin ke Adel...kasih paham ke Adel, kl lu laki tulen
Estella🍂: 🤣🤣🤣🤣😭
total 1 replies
Reni Anjarwani
doubel up trs thor
Reni Anjarwani
semanggat doubel up
KIM TAMIE
daaaaan apakah yg akan terjadi selanjutnya ?????
Hanya Othorlah pemegang kendali atas segalanya
Estella🍂: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Reni Anjarwani
bagus adel hempaskan pelakor
KIM TAMIE
good Adel 👍🏻👍🏻
Tunjukkan kl kamu ga terpengaruh ocehan Karina, biar Karina tidak memandangmu remeh.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!