"Legend of kultivator" Bangkitnya tujuh penguasa langit.
"Satu dendam menyatukan mereka.Tujuh kekuatan akan mengguncang semesta".
Dunia kultivator sedang diambang perubahan besar.Pejabat korup yang dulu menghancurkan keluarga Lin mungkin merasa aman diatas singgasananya,namun mereka tidak menyadari bahwa badai sedang datang ke arah mereka.Bukan cuma satu,melainkan tujuh sosok legendaris yang dipersatukan takdir dan persahabatan.
Dipimpin oleh dua saudara sepupu yang berwajah identik,faksi baru ini muncul untuk menghakimi ketidakadilan :
• Jian Feng : Sang reinkarnasi seorang Kaisar dengan Darah Naga Dan Tinju Naga yang mampu menghancurkan langit.
•Ling Chen : Pemilik tubuh surgawi sang maestro pedang yang membelah kegelapan dengan cahaya suci.
Dibelakang mereka berdiri Lima sekutu yang tak kalah mengerikan :
• Zi Yan (Sang penawar maut)
• Xue Li & Mei'er (Duo Kegelapan)
• Shen Long & Qing Long (Naga hitam & Naga Air)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah Nation29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bayang-Bayang Cemburu Sang Qilin
Langit di atas taman Ibu Kota mulai berubah warna menjadi jingga keemasan. Suasananya begitu tenang, kontras dengan badai emosi yang baru saja mereka lalui. Di bawah pohon sakura yang mulai berguguran, Jian Feng dan Mei’er duduk berdampingan. Untuk pertama kalinya, tidak ada kerupuk di tangan Jian Feng, hanya ada jemari Mei’er yang ia genggam erat.
"Mei’er," panggil Jian Feng pelan, suaranya tidak sekonyol biasanya. "Kenapa... kenapa kamu pilih aku? Padahal ada Ling Chen yang punya Tubuh Surgawi, atau Duan Zhixing yang—yah, meski gila—dia punya sejarah panjang sama kamu."
Mei’er tersenyum, menyandarkan kepalanya di bahu Jian Feng. "Karena kamu selalu ada tanpa aku minta, Jian Feng. Kamu melihatku sebagai Mei’er, bukan sebagai alat kekuasaan atau obsesi. Kamu melengkapiku dengan cara yang paling sederhana."
Jian Feng tersenyum lebar, wajahnya sedikit memerah. "Lengkapin ya? Aku suka kata itu. Rasanya lebih enak daripada sate kambing paling mahal sekalipun."
Godaan Sahabat dan Tawa di Tengah Damai
Namun, momen romantis itu tidak bertahan lama. Dari balik semak-semak, muncul kepala Zi Yan dengan cengiran nakalnya. "Wah, wah! Lihat ini! Ada pasangan baru yang sedang asyik menghitung semut di taman!"
"Zi Yan! Kamu mengintip ya?!" teriak Mei’er sambil berusaha melepaskan pegangan tangannya karena malu.
"Haha! Nggak cuma aku kok!" Zi Yan tertawa terbahak-bahak sambil berguling di rumput. "Tuh, Ling Chen juga lihat! Siap-siap saja ya, sepertinya kita harus segera menyiapkan pelaminan untuk 'Suami Mei’er' kita ini!"
Ling Chen yang lewat sambil membawa pedangnya hanya bisa geleng-geleng kepala. "Oke, semuanya, kasih ruang sedikit buat pasangan muda ini. Jangan diganggu, nanti Jian Feng mogok makan kalau pacarannya diganggu."
Tawa pecah di taman itu. Di permukaan, semuanya tampak bahagia. Namun, mereka tidak menyadari bahwa di sebuah gua yang gelap dan lembap di pinggiran kota, ada hati yang sedang hancur dan terbakar oleh api kebencian.
Tangisan di Balik Kegelapan
Di dalam gua yang pengap, Duan Zhixing memukul dinding batu hingga tangannya berdarah. Air mata kemarahan mengalir di pipinya. "Kenapa... kenapa harus Jian Feng?! Kenapa bukan aku?!"
Setiap kali ia memejamkan mata, memori masa kecil saat ia memberikan boneka pada Mei’er selalu muncul, lalu hancur digantikan bayangan Mei’er yang tersenyum di pelukan Jian Feng. Rasa sakit itu memicu energi Qilin Api Hitam di dalam tubuhnya untuk bangkit lebih liar.
"HAHAHA! Jika kau tidak bisa menjadi milikku dengan cinta, maka kau akan menjadi milikku dalam kehancuran!" raung Duan Zhixing. Aura jahat menyelimuti gua tersebut, membuat hewan-hewan di sekitarnya mati seketika.
Serangan Mendadak: Dendam yang Tak Padam
TAP!
Tanpa peringatan, bayangan hitam melesat di tengah taman yang tenang. Duan Zhixing muncul dengan mata merah menyala, dikelilingi oleh api hitam yang membara. "Kalian tidak akan pernah bahagia!"
Jian Feng langsung berdiri di depan Mei’er, melindungi gadis itu. "Duan Zhixing! Nggak ada tempat buat pengecut kayak lo di sini! Ganggu orang pacaran itu dosa besar, tau!"
"Mati kau, Jian Feng!" Duan Zhixing melepaskan manifestasi Qilin Api Hitam yang mengerikan. Api hitam itu melahap rumput taman dalam sekejap.
"SHEN LONG, SEKARANG!" teriak Jian Feng.
Dari udara, muncul naga biru agung, Shen Long, dengan raungan yang menggetarkan jiwa. Aura biru murninya langsung berbenturan dengan api hitam Duan Zhixing. Pertarungan sengit kembali pecah. Shen Long bergerak lincah, mencakar dan menyemburkan energi air suci untuk memadamkan api terlarang tersebut.
Duan Zhixing yang sudah dirasuki kegelapan semakin terdesak. "Belum... ini belum berakhir! Aku akan kembali dengan kekuatan yang lebih besar! Tunggu pembalasanku!"
Dengan satu ledakan asap hitam, Duan Zhixing kembali menghilang, meninggalkan taman yang kini rusak sebagian. Jian Feng mengatur napasnya, menoleh ke arah Mei’er yang tampak khawatir.
"Dia nggak akan berhenti, kan?" bisik Mei’er pelan.
Jian Feng menggenggam tangan Mei’er lagi, kali ini lebih erat. "Biarin aja dia balik seribu kali pun. Aku bakal tetap di sini, di depan kamu. Nggak akan aku kasih satu api pun nyentuh ujung rambutmu."
Di kejauhan, Ling Chen menatap langit yang mulai gelap. Ia tahu, Duan Zhixing bukan lagi sekadar mantan teman, melainkan ancaman nyata yang harus segera mereka akhiri sebelum segalanya terlambat.
BERSAMBUNG...
Lanjjjjooootttt