NovelToon NovelToon
Father'S Beloved Adopted Daughter

Father'S Beloved Adopted Daughter

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Roh Supernatural / Fantasi
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: sky tulip

Ada yang bilang anak perempuan itu kesayangan ayahnya
tapi, Anisa bukan putri kandung keluarga ini
Ia anak adopsi yang kebetulan bertemu dengan James Arthur didepan panti asuhannya.
Pertama kali melihat Anisa James langsung membawanya.
Anisa menjadi kesayangan James saja nyawanya hampir dalam bahaya.
Karena Anisa sadar ia kesayangan pria yang dianggapnya ayah sekarang semua bahaya itu ia tantang seperti masalah kecil.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sky tulip, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Naik kuda

Acara Sabtu Minggu yang belum berakhir dan ini hari Minggu pagi dimana semua sudah bangun dan siap untuk berkeliling area luas di tempat belajar.

"Kukira dia hanya anak yang sengaja di adopsi karena tidak bisa menikah keturunan Oceanus. "

Anisa mendengar obrolan antara wali laki-laki yang tidak disengaja.

"Anisa kamu tidak apa-apa buat lanjut lagi?"

Anila menghampirinya dan berjalan bersama dengan bersandingan keduanya mengobrol santai.

"Aku tidak apa-apa Anila hanya masalah kecil.

Dari kejauhan Zacky memperhatikan Anisa diam-diam dan James jauh didepannya.

Anak perempuan yang tiba-tiba datang ke dalam kehidupan seorang James yang terkenal sombong dan gila kerja. Zacky tahu siapa James dari rumor yang menyebar dengan banyak versi, lalu muncul rumor lainnya sampai akhirnya acara ini Zacky mengajukan diri sebagai om dari Anila yang sebenarnya ia juga tidak minat ada di tempat ramai tapi, keponakan cantiknya ini memang kesayangannya dari pada itu Zacky melihat beberapa hal walau hanya dalam hitungan jam.

Tujuan nya sebagai wali Anila dalam kegiatan ini adalah untuk melihat sendiri bagaimana putri haram James Arthur.

Anisa Arthur Oceanus putri angkat dari James Arthur Oceanus adalah anak yang memang bisa di sebut anak haramnya atau anak di luar nikah, mereka benar-benar mirip dari ujung rambut sampai ujung kaki.

Rumor bilang dia anak Rosa Alba yang meninggal dan fisik juga paras yang sempurna begitu mirip dengan James dan Rosa.

Tidak ada yang tidak mirip. Zacky mencari hal yang mungkin akan mengatakan kalo ia bukan anak kandung James.

Bahkan malam itu saat kejadian Tresan, Zacky bisa lihat bagimana paniknya wajah James dan saat kembalinya Anisa bergabung dalam kegiatan itu benar-benar menakjubkan.

Jika itu anak biasa mereka akan merengek minta pulang dan tak mau melanjutkan kegiatan apapun karena takut.

Percakapan yang benar-benar unik antara ayah dan anak.

James Arthur memang terkenal dengan rumor kalo menyeramkan dan juga wajahnya yang serius dan menarik hati para wanita.

"Anda paman dari anak perempuan yang dekat dengan putri Tuan James ?"

Zacky berhenti menoleh menatap tajam.

"Ah maaf saya hanya ingin mengajak anda bicara santai saja, maaf kalo mengganggu. "

Zacky pergi begitu saja ia malah bicara dengan mereka yang sudah pasti akan menariknya dalam kubu yang akan membuatnya dalam masalah dengan Tuan James.

Anila melambai kearah Om nya dan di saat bersama Anisa menatapnya lalu tatapannya terputus dengan Anisa yang membuang wajahnya duluan karena di panggil untuk menaiki kuda.

"Naik kuda?" Tanya nya.

Anisa menoleh kearah dimana James jelas melihat kerahnya.

Melambai Anisa saat diatas kuda.

Tiba-tiba kuda tak terkendali.

Tertawa keras Anisa sampai pengawas panik dan bingung. James hanya diam memperhatikan di tempatnya sampai kuda kembali tenang dan tangan kecil Anisa mengusap rambut kudanya.

"Kuda pintar." Tawa polos dan seolah ini benar-benar tidak bahaya untuknya sama sekali tidak takut di wajahnya sekalipun.

Theo yang berdiri di sebelah James menghela nafasnya.

"Ayah aku naik kuda." Teriakannya diatas kuda sambil melambaikan tangan.

Senyuman James jelas Anisa lihat.

Theo membeku di tempatnya.

Ekspresinya nona benar-benar tidak takut apapun walaupun antara hidup dan mati.

Theo kira Tuannya kan meminta acara di hentikan segera karena Nona hampir celaka tapi, malah diam saja.

Selesai dari berkeliling naik kuda. Waktunya bergantian dengan yang lain.

"Hiyaaa!"

Anisa membuat kuda terkejut sampai berdiri tinggi dengan kedua kaki, beberapa anak didekat kuda membuat kuda lain panik dan ikut berteriak kaget.

James menutup wajahnya malu.

"Putriku. " Wajah James sudah bukan untuk beramah tamah lagi.

Turun dari kuda dengan santai tanpa rasa bersalahnya.

"Bagaimana ayah, aku keren bukan?"

"Kau di larang makan camilan dan harus makan sayur selama seminggu. "

"Tidakkkk!"

*****

Hari berlalu dengan banyak lagi ulah Anisa yang tak sengaja membuat kandang kelinci terbuka lalu tiba-tiba memetik buah bersama dengan para pengawas kebun lalu mengajak anak-anak lainnya menari.

Acara perkemahan ini benar-benar berbeda dari biasa karena semuanya terjadi hanya dengan suara dan tingkah dari putri James.

Sampai dirumah energinya terkuras habis bahkan tak kuat berjalan. Di gendong James di belakang seperti membawa beban.

"Ayah tidak ikhlas menggendongku di belakang punggung ya."

"Aku seperti membawa karung gandum beras dan bau."

Di jambaknya rambut James saking kesalnya sampai Silva dan Theo panik hingga Sol langsung menyentuh Anisa.

"Aku di katai bau Nenek sol!"

Menghela nafasnya.

"Nona, Tuan harus istirahat juga seperti anda mari kita bersihkan badan dulu dan tidur nona pasti sulit tidur kan?"

Mengangguk turun dari gendongan James berjalan lebih dulu meninggalkan Sol tapi, Mina dan Nena segera menyampaikan langkahnya di belakang Anisa.

"Tuan, selamat datang." Sambutan Sol.

"Yaa, aku lelah." Sambil melepaskan jam tangan dan juga mengganti sepatu dan juga memberikan mantelnya.

"Aku ingin kalian membuatnya tidur sekarang tidak ada alasan bermain apapun hari ini, dan diam-diam tanyakan apapun yang di rasakan, perasaan apapun itu."

Sambil melangkah kedalam kamar mandi di perhatikan Sol dan Silva.

"Apa terjadi sesuatu,Tuan?" Silva penasaran dengan ekspresi kesal James saat memasuki kamar mandi yang hanya di batasi bilik karena memang kamar mandi di ruangan ini di buat hanya tertutup bilik lipat tinggi terbuat dari ukiran klasik dan nyamanan bahkan mirip tembok yang bisa di pindahkan atau di geser.

Keduanya masih berdiri disana saat James sudah masuk kedalam bak mandi besar dengan suara air tumpah dari bak mandi yang penuh.

"Tresan Serpens hampir membunuhnya, jika aku terlambat mungkin acara perkemahan di tempat belajar akan jadi kuburan masal para anak petinggi dan orang tuanya."

Terdiam Silva mendengarnya. Sol bahkan tak bisa membayangkan apa yang barusan James katakan.

"Bagaimana bisa Serpens terang-terangan mencari masalah dengan nona, apa dia membuat masalah dengan Tresan duluan?"

Hanya suara helaan nafas James jelas terdengar di balik pembatas.

"Ah itulah yang aku khawatirkan, anak itu menganggap semua ancaman mematikan hal sepele karena tahu aku ayahnya yang sangat menyayanginya, bahkan ia datang menghampiriku yang sedang bicara dengan Tresan, terang-terangan membalas perbuatan Putri Tresan yang mengganggu temannya."

Keduanya diam.

"Tapi, itu bagus karena putriku tidak terlalu lemah lembut dan mudah menangis, putri Tresan juga terus mengatakannya anak haram."

Menelan ludah keduanya karena secara ada tekanan yang membuat jantung mereka berdebar, gelisah rasanya.

"Lalu kejadian mencekam selanjut adalah saat ia membuat kuda bergerak tak terkendali sampai semuanya panik, untung aku bisa menahannya, aku tau ia sengaja membuat kudanya mengamuk karena memikirkan kejadiannya dengan Tresan."

Kasihan sekali kuda yang di tunggangi nona Anisa, ia pasti langsung sakit dan di rawat benar saja kuda yang di naikin Anisa sesaat setelah acara di tutup kuda itu pingsan dan di bawa ke kelinik hewan.

1
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
jangan kasih ampun
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
hajarrr
Jijah Atul
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!