NovelToon NovelToon
Abiyan; TUAN MUDA Terbuang

Abiyan; TUAN MUDA Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Kebangkitan pecundang / Persahabatan / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:28.5k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Hidup bergelimang harta, tetapi tanpa kasih sayang seorang ibu, membuat Abiyan tumbuh menjadi sosok pemuda yang keras kepala dan pembangkang. Suatu hari dia melakukan kesalahan fatal dengan terlibat balapan liar yang mengakibatkan dirinya tertangkap polisi.

Akibat perbuatannya, Bastian sang ayah murka dan Abiyan harus menerima hukuman terberat: dia terbuang dari rumah yang selama ini menjadi istananya. Tanpa kemewahan, tanpa perlindungan, Abiyan terpaksa harus menghadapi dunia yang keras dan penuh tantangan seorang diri.

Mampukah Abiyan sang tuan muda yang terbuang, bertahan hidup dan belajar menjadi pribadi yang bertanggungjawab? Atau justru dia akan semakin terpuruk dalam kesengsaraan?

Ikuti kisahnya hanya di sini:

"Abiyan, Tuan Muda Terbuang" karya Moms TZ, bukan yang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35.

Setelah kepergian Ranti dan Martin, Naraya langsung lemas, tubuhnya hampir luruh ke lantai andai Abiyan tak segera menangkapnya.

"Kamu...apa yang kamu rasakan?"

Naraya menggelengkan kepalanya pelan. Ia merasakan nyeri di hatinya, kenyataan bahwa sang ibu lebih mementingkan orang lain yang bukan darah dagingnya daripada dirinya yang merupakan anak kandungnya. Apakah tak ada cinta sama sekali untuknya. Atau mungkin ia memang tak layak dicintai?

Abiyan membantu Naraya duduk di kasur busa tipis. Kemudian dia mengambil air minum lalu memberikannya pada Naraya.

"Minumlah, supaya hatimu lebih tenang," ucapnya seraya mengambil tempat duduk di sisi Naraya.

"Terima kasih." Naraya menerima gelas berisi air putih itu lalu meneguknya. Perlahan air itu membasahi kerongkongannya yang terasa kering beberapa saat lalu.

"Bi, apakah kamu benar-benar mencintaiku?" tanyanya seraya menatap Abiyan dengan pandangan sendu

Abiyan tersenyum. "Aku mencintaimu juga anak ini."

"Berjanjilah padaku, Bi. Bahwa kamu nggak akan meninggalkan aku dalam keadaan apapun." Naraya menggenggam tangan Abiyan dan menatap netra hitam kecoklatan milik pemuda itu mencari kesungguhan di sana.

"Tanpa kamu minta pun, nggak ada terbesit dalam pikiranku untuk meninggalkanmu. Aku sungguh-sungguh mencintaimu, Ra."

"Ya sudah, aku pulang, ya," kata Abiyan. "Lebih baik bersihkan dirimu, setelah itu kita pergi makan malam."

Naraya mengangguk. "Baiklah."

.

"Tuan, sore tadi Martin dan Nyonya Ranti mendatangi Kafe Impian. Mereka mencari Tuan Muda dan Naraya," lapor Tara pada Bastian.

Pria kharismatik itu masih terdiam seraya menautkan jemari tangannya di atas meja. Dia menatap Tara dengan serius.

"Untuk apa mereka mencari putraku?" tanyanya tanpa ekspresi sama sekali.

"Mungkin untuk meminta maaf, Tuan," jawab Tara.

"Dan setelah mendapatkan maaf mungkin Tuan Gonzalez akan kembali mengajukan kerjasama," sambungnya kemudian.

"Setelah apa yang putranya lakukan, apa dia masih punya nyali?"

Bastian lantas berdiri dari kursi kebesarannya. Dia melangkah menuju jendela kaca, berdiri tegak dengan kedua tangan terselip di saku celananya. Netranya menatap pemandangan kota yang mulai diterangi oleh lampu-lampu jalanan.

Helaan napas panjang terdengar mengisi keheningan. "Aku tidak akan memberikan kemudahan baginya. Mereka harus belajar bagaimana caranya menghargai orang lain."

Hening kembali menyapa. Tara tidak menyahut, dia hanya menjadi pendengar tanpa menyela ucapan atasannya.

"Kapan mereka akan menikah?" tanyanya kemudian.

"Mungkin dalam waktu dekat, Tuan. Setelah berakhirnya masa idah," jawab Tara.

"Apakah Tuan akan datang ke pernikahan mereka?" lanjutnya bertanya.

"Menurutmu...?" Bastian membalik badannya, dan menatap asistennya itu dengan pandangan tak terbaca.

Tara meneguk liurnya dengan susah payah. "Astaga... salah omong lagi," batinnya. Dia menepuk mulutnya sendiri menyadari kesalahannya.

"Maafkan saya, Tuan." Tara menundukkan kepala.

"Cari tahu mereka akan menikah di mana dan pastikan semuanya berjalan lancar," titah Bastian.

"Siap, Tuan. Kalau begitu saya permisi." Tara pun bergegas keluar dari ruangan atasannya tersebut.

Setelah kepergian Tara, Bastian kembali ke tempat duduknya. Diraihnya figura foto, lalu menatap gambar dirinya bersama putra-putrinya, Zeya dan Abiyan saat mereka kanak-kanak. Seutas senyum terbit di bibir pria kharismatik itu. Netranya berkaca-kaca, jemarinya mengusap lembut wajah putra-putrinya yang terhalang kaca figura.

"Kalian sudah dewasa. Maafkan ayah yang tidak selalu membersamai tumbuh kembang kalian. Tapi percayalah, ayah selalu menyayangi kalian, lebih dari apapun."

Bastian meletakkan kembali figura foto itu ke tempat semula, kemudian beranjak dari tempat duduknya dan berniat untuk pulang.

.

Di dalam mobil Martin terus menggerutu karena sikap yang ditunjukkan Naraya. "Dasar wanita nggak tahu diri. Emang dia itu siapa? Cuma orang miskin aja, belagu!"

"Tahu gitu, ogah gue harus datang jauh-jauh kalau akhirnya cuma diusir kaya gitu!"

Ranti hanya diam, ingin hati ia mengatakan bahwa wanita yang sedang dibicarakan adalah putri kandungnya, alias saudara tirinya. Namun, kata-kata itu tak terucap seolah nyangkut di kerongkongan. Atau mungkin wanita itu memang tak memiliki keberanian mengungkapkan yang sebenarnya. Entahlah, hanya dirinya yang tahu dan mau sampai kapan ia akan terus menutupinya.

Akhirnya mobil yang membawa mereka, memasuki pintu gerbang kediaman mewah keluarga Andreas Gonzalez. Martin langsung membuka pintu dan keluar, setelah mobil berhenti di halaman rumah itu.

Di teras tampak Tuan Gonzalez sudah menunggu kedatangannya. Wajahnya menunjukkan rasa penasaran tingkat tinggi. Begitu Martin mendekat, dia langsung menyambutnya dengannya pertanyaan.

"Bagaimana... Apa kalian berhasil meminta maaf pada mereka?"

"Tanya saja sama, Mami," jawab Martin sembari mengangkat bahunya cuek, seolah tak peduli. Pemuda itu terus melangkah memasuki rumahnya.

"Martin...!" teriaknya, merasa marah karena sikap putranya yang seakan tak menggubrisnya.

Sementara Ranti, wanita itu sibuk menata hati dan perasaannya. Haruskah ini saatnya ia mengungkapkan semuanya. Namun, ia juga takut jika keberadaan Naraya sebagai putri kandungnya justru akan dimanfaatkan oleh suaminya untuk keuntungan semata.

Tuan Gonzalez menoleh ke arah Ranti-istrinya. "Bagaimana, Mi? Apa kamu berhasil meminta maaf pada mereka?" tanyanya penuh harapan.

"Kita bicara di dalam ya, Pi," jawab Ranti.

Tuan Gonzalez mengalah, dia pun menuruti permintaan istrinya.

Begitu mereka berada di dalam kamar, Tuan Gonzalez mengulangi pertanyaan yang sama.

Ranti menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan dirinya.

"Mereka memaafkan, Pi. Tapi...."

"Tapi apa?" sambar Tuan Gonzalez dengan tidak sabar.

"Tapi apa itu cukup untuk membuat Tuan Bastian masih berkenan kembali berinvestasi pada perusahaan Papi," ucap Ranti, kata-katanya sangat pelan di akhir kalimat.

Tuan Gonzalez tampak frustasi. Pria itu mencengkeram kepalanya kasar. "Mami tahu nggak sih, nasib perusahaan sekarang sedang dipertaruhkan? Jadi, buatlah dirimu berguna jika tidak mau menjadi gembel!"

Selesai berkata, Tuan Gonzalez keluar dari kamar, dan membanting pintu dengan keras membuat Ranti berjingkat. Wanita itu menekan dadanya kuat-kuat berusaha menormalkan irama detak jantungnya yang tak beraturan.

"Apa yang harus aku lakukan sekarang? Haruskah aku bilang bahwa Naraya adalah putriku?"

Ranti menggeleng lemah, ia berada dalam dilema.

.

Beberapa hari telah berlalu sejak hari itu, Naraya dan Abiyan menjalani rutinitasnya seperti biasa. Masih berangkat dan pulang kerja bersama, tetapi Abiyan lebih protektif.

"Ra, sebaiknya kamu resign aja, deh," kata Abiyan. "Aku nggak tega lihat perutmu yang mulai membesar itu masih bekerja."

"Aku ingin bekerja sampai waktunya cuti, Bi. Kan, lumayan dapat uang cuti." Naraya memberikan jawaban yang masuk akal.

"Berapa lama lagi masa idahmu?" tanya Abiyan. "Rasanya aku sudah nggak sabar ingin segera menikahimu. Dengan begitu aku bisa lebih memperhatikanmu, punya hak untuk memaksamu resign agar kamu mau di rumah saja."

"Aku yang akan mengambil alih bertanggungjawab itu dan memenuhi semua kebutuhanmu."

Naraya tersenyum penuh rasa haru, kehangatan menjalar ke lubuk hatinya yang terdalam. Ia menatap Abiyan dengan perasaan kagum...ataukah sesuatu yang mulai tumbuh dan bersemi tanpa ia sadari? Entahlah, ataukah mungkin itu -- cinta...?

.

.

.

Mohon maaf ya gaes🙏

Kemarin gak bisa update, mata, jari, dan pikiran gak bisa singkron, alhasil nulis pun berantakan. Mohon, kalian jangan kabur, ya 🙏

1
Cindy
lanjut
Aditya hp/ bunda Lia
sejak kamu selalu nongol kek jailangkung takut tuh Nara ... 😂
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: ya ampun typokuuuu🤭
total 3 replies
Esther
sejak lama lah😂😂.
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😂😂😂😂😂
total 1 replies
ora
Sakit nggak tuh hatinya, anaknya pindah dan nikah tapi nggak ngasih tahu kamu ....
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
vj'z tri
sejak kapan tahu /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Doubt//Doubt//Doubt//Doubt//Doubt/
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
kemarin lagi baca tapi ngegantung keburu ada kerjaan 🤭
Aditya hp/ bunda Lia: okey .. 👍
total 2 replies
ora
Kasihan banget jadi Naraya. Nggak di akui keluarga bapaknya, di buang ibunya. Bapaknya pun datang karena perjanjian kerja sama. Entah sekarang tulus atau enggak, tapi jadi Naraya sakit banget😭😭😭
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: begitulah
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
mempelai sama pengantin itu kan sama ibuu. pakai salah satu aja..
〈⎳ FT. Zira: /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 2 replies
〈⎳ FT. Zira
menatapnya mereka tak berkedip...
aku kok loading ya🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
〈⎳ FT. Zira: typo kan manusiawi ibuuu/Grin//Grin/
total 2 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
yabg
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: astaga, 😂
total 1 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
sana?
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😱😂😂😂😂😂
total 1 replies
Esther
semoga bapakmu benar2 tulus rindu kamu Nara, bukan hanya karena bisnis
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: semoga
total 1 replies
Tiara Bella
terhura aku Thor....btw nyonya Ranti kemana tuh dia gk dtng kah....
Tiara Bella: ehhhh ...🤭
total 2 replies
vj'z tri
sah 🎉🎉🎉🎉 Alhamdulillah 🤲🤲🤲🤲
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😍😍😍😍😍
total 1 replies
Nar Sih
semawa abyan naraya ,moga bahagia selalu ya 🙏
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terima kasih, mom🫰
total 1 replies
Patrick Khan
ahh bapak mu itu maaf nya tulus apa modos nara😂😂🔪
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: entahlah
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
Tunggu apalagi sih Moms iiih .. ganggu ajah pengen cepat halal katanya 😂
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😂😂😂😂😂 tunggu saahh
total 1 replies
Esther
Semoga yng datang ayah Abiyan dan Naraya
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: mungkin
total 1 replies
Patrick Khan
yeeee tunggu.... ganggu saja.. 😒😒😒🫩
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😂😂😂😂😂
total 4 replies
Tiara Bella
wah pak Bastian kah yg dtng....apa Bu Ranti
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: entahlah bisa jadi
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!