NovelToon NovelToon
Dua Mafia Bersaudara dalam Satu Takhta

Dua Mafia Bersaudara dalam Satu Takhta

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mafia / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Fantasi Wanita / Persaingan Mafia
Popularitas:20k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Kisah Shen Xiao Han dan Colly Shen adalah kelanjutan dari Luka dari Suami, Cinta dari Mafia, yang menyoroti perjalanan orang tua mereka, Holdes Shen dan Janetta Lee.

***

Shen Xiao Han dan Colly Shen, putra-putri Holdes Shen dan Janetta Lee, mewarisi dunia penuh kekuasaan dan bahaya dari orang tua mereka, Holdes dan Janetta.

Shen Xiao Han, alias Little Tiger, menjadi mafia termuda yang memimpin kelompok ayahnya yang sudah pensiun—keberanian dan kekejamannya melebihi siapa pun. Colly Shen, mahasiswi tangguh, terus menghadapi rintangan dengan keteguhan hati yang tak tergoyahkan.

Di dunia di mana kekuasaan, pengkhianatan, dan ancaman mengintai setiap langkah, apakah mereka akan bertahan atau terperangkap oleh bayangan keluarga mereka sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Para tetua kembali menggelengkan kepala. Kekecewaan jelas terpancar dari wajah mereka, namun di balik itu tersimpan pemahaman yang pahit—bahwa roda dunia mafia telah berputar ke arah yang tidak bisa lagi mereka kendalikan sepenuhnya.

Tetua Lin menghela napas pelan sebelum berbicara.

“Aku tahu ada di antara kalian yang tidak setuju dengan keputusan Xiao Han,” ucapnya sambil menatap satu per satu bos mafia yang hadir. “Namun apa yang terjadi hari ini adalah peringatan bagi yang lain.”

Nada suaranya mengeras.

“Siapa pun yang berani menjadi pengkhianat, harus siap menanggung akibatnya.”

Shen Xiao Han melangkah maju satu langkah. Wajahnya tetap tenang, namun sorot matanya penuh keyakinan. Ia menundukkan kepala sedikit ke arah Tetua Lin sebagai bentuk hormat.

“Paman Lin,” ucapnya, “terima kasih karena telah memahami keputusanku.”

Ia kemudian mengangkat kepalanya kembali, menatap seluruh aula dengan tatapan tajam.

“Aku, Shen Xiao Han, dibimbing untuk menjadi seseorang yang bertanggung jawab. Dan tentu saja, aku berharap semua yang duduk di sini juga memiliki prinsip yang sama. Paman-paman sekalian… kalian semua seumuran dengan ayahku. Nama Holdes Shen bukanlah nama asing di dunia mafia ini.”

Beberapa wajah terlihat menegang mendengar nama itu.

“Cara kerjanya,” lanjut Xiao Han dingin, “dan cara berpikirnya, telah mengalir dalam darahku.”

Ia mengepalkan tangannya pelan.

“Dan inilah prinsipku.”

Suasana aula terasa semakin berat.

“Membunuh pengkhianat,” ucapnya tegas, “atau siapa pun yang berniat melukai kami.”

“Aku tidak merasa bersalah atas tindakanku.”

Suara Shen Xiao Han terdengar tenang, “Kalau masih ada yang tidak setuju, itu hak kalian,” lanjutnya datar. “Tapi aku tidak akan memohon, dan aku tidak akan mengaku salah.”

Beberapa bos mafia tampak semakin tidak nyaman. Salah satu dari mereka akhirnya angkat bicara, suaranya tertahan emosi.

“Xiao Han, tindakanmu telah membuat banyak kalangan ragu,” katanya. “Setelah Yohanes tewas di tanganmu, jasadnya kau bakar begitu saja, seolah dia bukan manusia. Apa kau tahu bagaimana tanggapan mereka di luar sana?”

Xiao Han menyeringai tipis—senyum tanpa kehangatan.

“Aku tidak perlu tahu tanggapan mereka,” jawabnya dingin. “Saat adikku dalam bahaya, bukan mereka yang datang menyelamatkannya. Jadi aku tidak butuh pendapat siapa pun.”

Ruangan itu sunyi.

“Aku hanya melakukan hal yang benar,” lanjutnya. “Membakar jasadnya seperti sampah saja masih bisa dibilang beruntung.”

Beberapa orang terkejut, napas mereka tertahan.

“Daripada aku melemparkannya pada anjing liar,” tambah Xiao Han tanpa ekspresi. “Walaupun sebenarnya aku kasihan pada anjing liar. Tubuh pengkhianat bahkan tidak layak menjadi makanan mereka.”

“Kau—!” salah satu ketua mafia bangkit setengah berdiri, wajahnya memerah menahan amarah.

Namun Xiao Han sama sekali tidak menoleh.

“Pertemuan hari ini,” ucapnya santai, seolah baru saja membicarakan hal remeh, “aku sangat menghargainya.”

Ia menoleh sedikit, memberi anggukan singkat yang lebih mirip formalitas kosong.

“Terima kasih. Sampai jumpa.”

Tanpa menunggu jawaban, Shen Xiao Han berbalik dan melangkah pergi, diikuti Monica dan Roy. Langkahnya mantap, tidak tergesa, tidak ragu—seolah apa pun yang tertinggal di ruangan itu tidak lagi penting.

Pintu aula tertutup perlahan.

Di dalam ruangan, kegaduhan pun pecah. Suara protes, bisikan marah, dan desahan berat bercampur menjadi satu. Para bos mafia saling berpandangan, sebagian geram, sebagian cemas.

Salah satu bos mafia memecah keheningan dengan nada kesal.

“Kenapa di kubu kita ada ketua yang begitu keras kepala?” gerutunya. “Apa dia tidak sadar tindakannya sangat membahayakan posisinya sendiri?”

Beberapa orang mengangguk setuju.

“Aku tidak setuju Shen Xiao Han menjadi penerus Holdes Shen,” ujar yang lain tanpa ragu. “Dia terlalu ekstrem.”

“Aku juga,” sambung seorang bos mafia lain. “Tidak menghargai dan meremehkan para tetua adalah tindakan kurang ajar. Padahal dia adalah putra Holdes Shen.”

Nada suara mereka bercampur antara ketidakpuasan dan kecemasan. Jelas terlihat bahwa bukan hanya sikap Xiao Han yang mereka persoalkan—melainkan kekuatan yang berdiri di belakangnya.

Tetua Lu akhirnya angkat bicara. Suaranya tenang, namun mengandung peringatan keras.

“Kalau kalian berniat menantangnya,” ucapnya pelan, “kalian harus siap menerima konsekuensinya.”

Seorang bos mafia mendengus tidak terima.

“Dia memang punya banyak anak buah,” katanya. “Tapi kami juga tidak kalah dalam jumlah.”

Tetua Fu menyipitkan mata, lalu berbicara dengan nada berat,"Jangan lupa,” katanya,"walau Holdes Shen telah pensiun, dia masih memiliki anak buah lama dari ayah angkatnya dahulu.”

Beberapa wajah mulai berubah.

“Dan Janetta Lee,” lanjut Tetua Fu, “walau sekarang hanya dikenal sebagai ibu rumah tangga, dia memiliki pasukan rahasia.”

Ruangan kembali sunyi.

“Artinya,” Tetua Fu menegaskan, “Shen Xiao Han menguasai tiga pasukan yang solid dan terlatih.”

Ia berhenti sejenak, lalu menambahkan dengan suara rendah namun menusuk,

“Dan kalian semua… tentu masih ingat kejadian dua puluh tahun lalu.”

“Hingga sekarang tidak ada yang tahu dari mana Janetta Lee mendapatkan pasukan terlatih itu. Padahal dia bukan putri mafia—dia hanya istri Holdes Shen,” lanjut Tetua Lin dengan nada berat.

“Pada masa itu, mafia senior yang paling terkenal dan paling kejam adalah Jerry dan Jones. Keduanya telah mati. Mereka sama-sama memiliki jumlah anggota yang sangat besar. Anak buah Jerry jatuh ke tangan Holdes Shen. Sementara anak buah Jones—sebagian tewas, dan sisanya menghilang tanpa jejak,” ujar Tetua Fu.

“Jumlah yang tewas bahkan tidak seberapa jika dibandingkan dengan total pasukan Jones. Ada yang mengatakan jumlah mereka lebih dari seribu orang. Tapi hingga sekarang, tak satu pun pernah terlihat,” lanjutnya.

Tetua Lu menyipitkan mata.

“Apakah pasukan yang dimiliki Janetta Lee adalah sisa anak buah Jones?” tanyanya pelan namun tajam.

“Siapa yang tidak tahu? Pada saat itu, Janetta Lee sendiri yang menahan Jones Lin.”

"Tentu saja, tidak. Jones tidak mungkin memiliki banyak pasukan terlatih," jawab Tetua Lu.

"Bukankah ini sama saja mencurigakan? Andaikan Janetta Lee adalah seorang teroris, bukankah mereka sekeluarga adalah pengkhianat negara?" ucap mafia lainnya.

1
Maria Mariati
haduhhhh tua tua sudah bosan kali dia Ama nasi ,cari perkara aja 🤣🤣🤣🤣🤣
Ayla Anindiyafarisa
lanjut thor
Inez Putri
mantaap gak tanggung² micheal bw senjatanya good 👍👍😄😄
Ayla Anindiyafarisa
aduh Thor tadinya aku udh kesel loh aku kira beneran si holdes tidur beneran sama tu jalang
Ayla Anindiyafarisa
keren Thor..
Maria Mariati
haduhhhh tikus masuk kandang singa,hati2 yakk takut nya ga bisa keluar lagi
wie wie
apakah itu willy
Maria Mariati
iyaa padahal mereka saudara se kakek nenek 🤣🤣🤣🤣
Pikachu: gk asli punya 🤣
total 1 replies
Tiara Bella
plot twist bngt tdnya aku nyangka propesor itu yg lindungin Colly twnya kebalikannya....salah nebak aku
Maria Mariati
aku tak percaya Michael lin sudah meninggal pasti dia bisa lepas dari tali yang diikat oleh profesor gadungan itu 🤣🤣🤣
Maria Mariati: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 2 replies
Maria Mariati
kewaspadaan Colly menurun ga sadar ada musuh
Maria Mariati
belum tahu dia siapa Colly sebelum tangan mu sampe ,tangan mu dulu yang patah 🤣🤣🤣
Maria Mariati
bapak nya oon anak nya apa lagi,🤣🤣🤣
Maria Mariati
mafia ko tunggu rapat,keburu mati lahhh🤣🤣🤣
Bonny Liberty
alur cerita jelas
Maria Mariati
ganti judul ya thorrrr 😍😍😍
Pikachu: Iya kak🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Tiara Bella
wah penuh misteri ini propesor Zhou...
Tiara Bella
bagus ceritanya aku suka.....
Tiara Bella
bakalan pada kapok ini mah yg mengusik keluarga mafia satu ini.....
Tiara Bella
gk bisa berkata² aku....mafia dilawan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!