NovelToon NovelToon
Erick-Melina Dosen Dan Mahasiswinya

Erick-Melina Dosen Dan Mahasiswinya

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Dosen / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:8.4k
Nilai: 5
Nama Author: Greta Ela

Melina Lamthana tak pernah merencanakan untuk jatuh cinta ditahun pertamanya kuliah. Ia hanya seorang mahasiswi biasa yang mencoba banyak hal baru dikampus. Mulai mengenali lingkungan kampus yang baru, beradaptasi kepada teman baru dan dosen. Gadis ini berasal dari SMA Chaya jurusan IPA dan Ia memilih jurusan biologi murni sebagai program studi perkuliahannya dikarenakan juga dirinya menyatu dengan alam.

Sosok Melina selalu diperhatikan oleh Erick Frag seorang dosen biologi muda yang dikenal dingin, cerdas, dan nyaris tak tersentuh gosip. Mahasiswi berbondong-bondong ingin mendapatkan hati sang dosen termasuk dosen perempuan muda. Namun, dihati Erick hanya terpikat oleh mahasiswi baru itu. Apakah mereka akan bersama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Greta Ela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Libur semester membuat hari-hari terasa lebih panjang, tapi bukan kosong. Melina justru merasa waktu berjalan dengan cara yang berbeda. Lebih lambat, lebih tenang, tanpa suara alarm atau jadwal yang menuntut. Apartemen terasa seperti ruang aman, meski hanya sementara.

Sekitar tiga minggu selepas kencan romantis itu, keduanya semakin saling mengerti. Erick yang mulai belajar menahan rada cemburu dan posesif yang berlebihan.

Buket tulip itu masih berdiri di atas meja belajar Melina. Setiap pagi, Melina pasti meliriknya. Awalnya bunganya segar, kelopaknya tegak dan warnanya masih cerah. Tapi seiring hari berganti, perubahan kecil mulai terlihat. Ujung kelopak mengering. Warna pucat pelan-pelan muncul. Tulip itu tetap cantik, hanya tidak lagi sama.

Seperti perasaan manusia.

Hubungan Melina dan Erick selama libur berjalan lebih ringan. Tidak ada lagi nada menuntut. Erick sering menghubunginya, tapi dengan cara yang lebih santai.

Hingga suatu sore, Erick mengirim pesan

"Melina, kamu lagi ngapain?"

"Nonton film. Kamu?"

"Lagi nyetir. Nanti aku jemput, kita makan."

Tidak ada kecanggungan. Tidak ada jarak yang dibuat-buat.

Sore itu, Erick menjemput Melina untuk makan malam. Mereka memilih restoran sederhana, tidak ramai, tempat yang terasa netral. Melina duduk di kursi sebelah Erick.

"Hampir sebulan ini, kamu udah kelihatan segar," kata Erick sambil menyetir.

Melina menoleh.

"Masa sih?"

"Iya. Aku serius"

"Libur efeknya besar," jawab Melina sambil tersenyum.

Erick tertawa kecil.

"Atau karena aku tidak menyebalkan lagi?"

Melina meliriknya sambil tersenyum miring.

"Lumayan berpengaruh."

...****************...

Di restoran, mereka duduk berhadapan. Makanan datang cepat. Mereka berbicara tentang hal-hal kecil, tentang rencana libur, tentang film yang Melina tonton tadi.

"Mel, tadi kamu nonton film apa?" tanya Erick

"Tumben kamu nonton film" lanjutnya

"Anime, sih." jawab Melina

"Anime? Kamu suka anime?" tanya Erick meyakinkan

Melina mengangguk sambil meminum air putih

"Iya suka. Kalau kamu tahu aku nonton anime Tenki no Ko"

"Oh. Aku tahu." ujar Erick

"Ada ya dosen tahu tentang anime?" Melina mengejek

"Dosen juga memiliki selera tersendiri. Kalau kamu pikir aku tidak suka nonton, salah besar." ujar Erick

"Aku tidak tahu." balas Melina

Saat Melina sedang bercerita, ponselnya yang tergeletak di meja bergetar.

Satu pesan masuk.

Nama Devano muncul jelas di layar.

Isinya singkat.

@Devano12: "Mel, liburannya gimana? Aku cuma mau pastiin kamu baik-baik aja."

Melina refleks berhenti bicara. Erick juga melihat layar itu. Tidak lama, tapi cukup.

Erick tidak bereaksi berlebihan. Ia hanya mengangkat alis sedikit, lalu menatap Melina.

"Kamu baca aja," katanya santai.

"Aku tidak masalah." lanjutnya

Melina terkejut.

"Kamu yakin?"

"Iya," jawab Erick sambil menyuap makanannya.

"Aku tidak ingin menyakitimu lagi karena masalah sepele, Melina."

Melina tertawa kecil. Ketegangannya langsung turun.

Ia meletakkan ponsel kembali tanpa membalas.

"Nanti aja aku balas."

Erick mengangguk.

"Iya, itu hak kamu." jawabnya

Namun, meski wajah Erick tetap tenang, dadanya terasa sedikit sesak. Ia tidak ingin menunjukkan itu. Ia sudah janji pada dirinya sendiri untuk tidak meledak karena hal seperti ini.

"Kamu masih ada mau pesan makanan penutup?" tanya Erick

"Tidak. Ini aja udah lebih dari cukup." jawab Melina

Makan malam selesai dengan suasana tetap terjaga. Erick lalu membayar makanan itu dan memegang tangan Melina sambil mereka berjalan ke arah parkiran mobil.

"Erick, kamu tidak rugi mentraktir aku terus?" pertanyaan Melina yang tiba-tiba

Erick perlahan masuk ke dalam mobil dan menyalakan mesin.

"Rugi kenapa? Aku melakukan ini karena aku sangat mencintaimu, Melina. Ini yang aku mau. Kenapa kau tiba-tiba tanya seperti itu?"

"Aku hanya merasa tidak enak. Terkadang aku merasa hanya menguntungkan kamu. Kalau masalah uang, aku juga ada, tapi—"

"Tidak ada tapi. Aku melakukan ini semua karena aku ingin, Melina. Oke, aku tahu mungkin kamu merasa tidak enak atau hal lain. Tapi ini keinginanku, aku tahu kamu tidak pernah minta apa-apa"

Erick mulai menyetir, satu tangannya memegang tangan Melina

"Jangan berpikir seperti itu lagi" ujarnya

Melina lalu mengangguk dan mulai mengerti maksud Erick. Di mobil, perjalanan pulang terasa lebih sunyi, tapi bukan canggung. Lampu jalan berderet rapi. Melina menatap keluar jendela, lalu menghela napas pelan.

"Aku balas pesan Devano sekarang ya," katanya sambil mengangkat ponsel.

"Iya," jawab Erick tanpa menoleh.

"Nggak apa-apa."

Melina mengetik balasan.

@Melinaa_: "Aku baik. Lagi libur, jadi banyak istirahat. Makasih ya udah nanya."

Tidak lama, balasan masuk.

@Devano12: "Syukurlah. Kalau butuh apa-apa, kabarin aja."

@Melinaa_: "Iya. Makasih."

Melina membaca pesan itu, lalu mematikan ponselnya.

Erick melirik sekilas.

"Isinya normal?"

"Iya" Jawab Melina jujur.

"Dia cuman nanya kabar." lanjutnya

Erick mengangguk.

"Bagus"

Ia diam sejenak, lalu berkata pelan

"Jujur aja, aku masih cemburu. Tapi aku tidak mau itu jadi alasan buat nyakitin kamu lagi."

Melina menatapnya.

"Aku tahu, Erick. Aku menghargai itu." jawab Melina

Erick tersenyum kecil.

“Aku tidak mau kehilangan kamu, Mel.”

Kalimat itu tidak diucapkan dengan nada dramatis. Justru karena kesederhanaannya, Melina merasa dadanya hangat.

Satu setengah jam perjalanan ke apartemen terasa sangat singkat. Tidak banyak percakapan dimobil, bahkan Melina hampir tertidur.

"Erick, kamu tinggal sendiri?" tanya Melina memecah keheningan

"Iya. Aku membeli rumah sendiri semenjak aku mengajar dikampus kita. Dari pada sewa apartemen, aku lebih memilih membeli rumah untuk diriku sendiri. Dan siapa tau ada yang mau menginap boleh saja." ujar Erick

Melina mengangguk.

"Menarik." jawabnya.

Sesampainya di jalan belakang apartemen, Melina turun dari mobil

"Makasih banyak, Erick. Sebentar lagi kita akan masuk kuliah, tak terasa ya." ada nada sedih pada suara Melina.

"Sama-sama." jawab Erick

Melina masuk ke apartemennya dengan perasaan lebih ringan.

...****************...

Hingga satu bulan berlalu, Melina dan Erick sudah semakin membaik dalam hubungan mereka. Bisa mengontrol ego masing-masing terlebih sifat posesif Erick.

Seketika, Melina sedikit menoleh ke arah buket bunga tulip yang diberikan Erick padanya satu bulan yang lalu saat pertama kali mereka ciuman.

Ia mengingat semua adegan romantis itu didalam mobil. Sebuah pengingat bahwa hubungan mereka sudah mulai normal dari malam itu.

Kelopaknya kini sebagian besar mengering. Satu kelopak jatuh ke meja saat ia menyentuh bunga itu.

Melina terdiam lama.

Ia teringat malam lampu merah. Teringat senyum Erick saat menyerahkan bunga itu. Teringat betapa aman ia merasa malam itu.

Dengan napas pelan, ia mengangkat buket dan membawanya ke dapur. Ia mengeluarkan bunga itu perlahan. Batangnya rapuh. Kelopaknya mudah rontok.

Akhirnya, ia membuangnya ke tempat sampah.

Bukan karena ingin melupakan. Tapi karena ia tahu, kenangan tidak perlu disimpan dalam bentuk yang sama selamanya.

Ia kembali ke kamarnya, duduk di tepi ranjang, dan menatap meja kosong itu. Ada rasa kosong kecil, tapi tidak menyakitkan.

Pesan masuk dari Bunga

@Bunga7: "Mel, dua hari lagi aku pulang ke apartemen, ya. Aku mau menghabiskan sisa libur satu bulan sama kamu"

Seketika Melina langsung shock membaca pesan itu yang tiba-tiba dikirim Bunga.

1
d_midah (Hiatus)
Jarang banget temen kayak bunga.
Meskipun bunga punya niat, "Udang dibalik nasi🤭". Tetep aja niat dia tulus🥰🥰🥰
d_midah (Hiatus)
Ia cuma beda tipis, pada keren² 🤭🤭
d_midah (Hiatus)
Hebat banget 👍👍
d_midah (Hiatus)
Weheee, aku mau oleng, jadi fans Bunga aja🤭🤭🤭😘😘
d_midah (Hiatus)
Asli, baik banget kak Bunga ini🥰🥰🥰
d_midah (Hiatus)
Kapan yah, Bunga tau, kalo besty nya lagi pacaran sama pak Erick 🤭
d_midah (Hiatus)
Eeey, aku tau loooh, kamu barusan cet sama ayang dosen 🤣🤣🤣
d_midah (Hiatus)
bunga baik banget 🥰🥰
˚₊· ͟͟͞͞➳❥𝐋𝐢𝐥𝐲 𝐕𝐞𝐲༉‧₊⁴.
ya elah, erick, plis lah, yang sabar 🤭
Queen Naom
sabar pak Erick😭
Queen Naom
Devano lagi cari mati dia😭
Greta Ela🦋🌺: Dia kan ga tau😭
total 1 replies
Hans_Sejin13
di tunggu update terbarunya 🤣
Greta Ela🦋🌺: /Smile/
total 1 replies
Hans_Sejin13
kirain what the fu***
Hans_Sejin13
kepo banget tuh si bungaok🤣
Greta Ela🦋🌺: Kak Hans ga kepo jg kah?🤭
total 1 replies
kasychan❀ ⃟⃟ˢᵏ
tetap cakepan pak erick, aku lebih milih pak erick aja🤭
d_midah (Hiatus)
Woy bang, mau kamu bawa kemana anak orang 🤭🤭
d_midah (Hiatus)
Bang Erick ini tau aja🤭
d_midah (Hiatus): kalo Naruto seribu bayangan.
kalo babang Erick seribu pendengaran🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
d_midah (Hiatus)
Hayoloh, kamu nanti malah bikin tanda tanya besar, gara-gara kamu tiba-tiba marah.
padahal mereka niat baik.
maaf ya kakak bunga yang manis cantik dan baik hati.
kakak Mel nya lagi darting, tadi abis makan kambing guling🙏🏻🙏🏻
d_midah (Hiatus)
Hua, Dev, kamu gak di butuhin sama melina😭😭🤭
d_midah (Hiatus)
Aku wali ya Mel : Ia Dev, makasih banyak ya, buah dari kamu aku makan semua🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!