Seorang Dokter Jenius dari masa depan bereinkarnasi kembali ke dalam raga seorang putri bangsawan, yang menikah dengan pria yang sangat membenci dirinya. Hingga pada suatu hari yang nahas, dia pun diasingkan ke sebuah wilayah terkutuk bersama pelayannya, karena tuduhan.yang keji.
*
"Aku tidak akan menyerah! Sudah diberi kehidupan dan kesempatan kedua, masa harus aku sia-siakan?"
*
Jadilah saksinya, wahai langit! Jika aku, akan mengguncang dunia kuno ini dengan semua keahlianku!"
*
"Nona, tapi Anda tidak bisa apa-apa, loh!"
*
"Tenang saja ... Dewa memberkatiku dalam komaku kemarin, dan aku akan menunjukkan keahlianku!"
*
Bagaimana kisah si Dokter Jenius ini di dunia kuno yang tidak terdapat di dalam sejarah Kekaisaran?
*
Apakah dia mampu membangun kekuatannya sendiri di sana?
*
Ikuti kisah si Dokter Bar-bar hanya di sini ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 29: Warisan Sang Abadi!
***
Beberapa hari kemudian di desa Mingxien.
Di atas Paviliun Angin, Anlian sekeluarga sedang duduk menikmati pemandangan dari ketinggian.
Tiba-tiba Mingye berseru:
"Ayah, ayah! Lihatlah ke sisi bagian gunung itu!" ujar Mingye dengan suara susunya, sambil menunjuk ke arah pegunungan.
Shen Luo mengikuti arah jari mungil itu dengan mata menyipit.
"Sepertinya ada sebuah mata air yang sangat deras disana, aliran airnya sampai terdengar kesini ..." gumam Shen Luo.
"Sayang sekali ... jaraknya sangat jauh dan jalurnya sangat terjal. Jika dekat, kita bisa meminta penduduk untuk mengambil air disana ..." lanjut Shen Luo dengan wajah tidak berdaya.
Yuexin langsung menyela dengan suara susu yang riang.
"Itulah sebabnya, kita pellu membuat sebuah kincil angin, Ayah!' ujar Yuexin dengan mata berbinar.
"Haaah?! Kincir ... angin? Apakah bisa?" tanya Shen Luo dengan nada meragu.
"Ya! Tentu saja bisa!" sahut Yuexin sambil menganggukkan kepala mungilnya.
"Alilan ailnya sangat delas, dan angin diatas pegunungan itu belhembus sangat kencang dan konsisten! Kita bisa memakai daya itu untuk mengangkat ail ke salulan iligasi!" lanjut Yuexin menjelaskan.
Shen Luo tercengang saat mendengar jawaban putrinya, otak kecilnya ternyata sangat-sangat jenius!
Anlian hanya tersenyum tipis, saat mendengar perbincangan hangat Ayah dan anak itu.
"Benal kata adik! Kita bisa membuat kincil angin veltikal, yang dibuat beltingkat dari leleng atas, sampai ke ladang. Putalan anginnya bisa menggelakkan pompa airnya, dan tidak memellukan tenaga manusia ..." ujar Mingye dengan wajah serius.
Yaoyao dan Shen Luo semakin dibuat tercengang, saat mendengar ucapan balita itu.
Apakah ini masih balita usia satu tahun lebih?
Kenapa otaknya seperti otak monster tua yang bereinkarnasi?
"Apakah semua itu bisa diwujudkan, Tuan Muda?" tanya Yaoyao.
Namun, bukan kedua balita itu yang menjawab, melainkan Anlian.
"Bisa! Dan kita akan melakukannya!"
♨
Malam harinya di Balai Pertemuan warga, Anlian membentangkan cetak biru itu diatas meja.
Srak!
Lalu dia mulai menjelaskan semua detailnya kepada orang-orang yang akan bekerja dalam pembuatannya.
"Pembuatan kincir angin ini ada dua tahap. Yang pertama ditempatkan di atas lereng gunung, tempat mata air itu berada, dan yang kedua diletakkan ditengah-tengah jalur aliran air. Dan air akan dialirkan secara bertahap ..." ujar Anlian menjelaskan, sambil menunjuk denah lokasinya.
"Dan kita akan menggunakan banyak bambu sebagai salulan utamanya ..." sambung Yuexin.
"Kalena tipe bambu yang kuat dan lentul, sangat cocok untuk menahan tekanan ail ..." ujar Mingye.
Para Tetua desa dan warga menganggukkan kepalanya tanda setuju.
"Kita juga halus membuat pintu pengatul ailnya, agar sawah tidak kebanjilan!" ujar Yuexin mengingatkan.
Shen Luo, Anlian, para Tetua desa, dan warga langsung menghela napas pelan.
"Kadang kami lupa ... jika kalian berdua masih balita usia satu tahun, loh! Otak kalian sangat jenius, sampai bisa memikirkan semua hal ini ..." ujar Shen Luo, yang mewakili semua orang disana.
Yuexin mendengus kesal, saat mendengar ucapan Ayahnya itu.
"Hmph! Walaupun masih balita, kami adalah balita paling jenius di dunia ini!"
♨
Setelah mendapatkan kata sepakat, keesokan harinya para warga bersatu padu dalam membuat dua buah kincir angin di desa Mingxien.
Demi kenyamanan warganya, Anlian meminta Shen Luo untuk mengurus pembelian hak kepemilikan seluruh gunung tersebut atas nama desa Mingxien.
Anlian mengeluarkan sekitar 10 tael emas untuk mengurus semuanya.
Dia juga meminta Shen Luo untuk mengkoordinir bawahannya, guna membangun tembok tinggi pemisah di sekitar hutan tersebut, agar tidak dimasuki oleh orang dari desa disekitarnya.
Desa Mingxien adalah sebuah desa terbersih dan termewah sekarang, dimana penduduknya sudah merasakan manfaat nyata dari kepemimpinan Anlian.
Setelah kincir angin itu selesai dibangun, Anlian dan kedua anaknya secara perdana melihat cara kerja kincir angin itu, untuk melihat, apakah ada kekurangan di dalam pembuatannya.
Drrrt! Wussh! Wusssh!
"Wah! Berputar! Berputar! Berputar dengan baik!"
"Airnya mulai naik!"
"Benar-benar bekerja dengan baik!"
"Berhasil! Kita tidak perlu susah-susah lagi sekarang, untuk mengairi ladang!"
Sorak-sorai para warga terdengar, saat melihat kincir angin utama berputar kencang, membawa air naik ke atas saluran bambu yang telah dipasang.
"Hey, lihat! Airnya sudah mulai mengalir ke salurannya!" seru salah satu pemuda dengan antusias.
Anlian dan kedua anaknya berdiri diatas sebuah batu besar, jubahnya berkibar ringan tertiup angin, membuat sosoknya terlihat bagai seorang Dewi yang turun ke Bumi.
Mingye memperhatikan aliran air dengan seksama, wajahnya tampannya terlihat sangat serius.
"Efisiensinya sangat tinggi, kalena tekanan ailnya stabil ..." gumam Mingye.
Yuexin bertepuk tangan dengan riang, saat melihat kemajuan awal desa Mingxien.
"Holeee! Belhasil ... belhasil ... belhasil! Sawah dan ladang desa kita tidak akan kehausan lagi! Kakak dan aku memang jenius! Hahahahaha!"
♨
Malam harinya, Anlian membuat pesta untuk merayakan keberhasilan pembuatan kincir angin.
Anlian hanya melihat Mingye ditengah kesibukannya, dan Yuexin tidak ada disana.
"Xinxin? ... Xinxin?!" panggil Anlian.
Namun tidak ada jawaban.
"Dimana Xinxin?" tanya Anlian kepada salah satu pelayan.
"Tadi dia berjalan ke arah belakang gudang lama itu, Nyonya ..." jawab pelayan itu sambil menunjuk ke arah Yuexin berada.
Anlian bergegas berlari ke arah sana dengan wajah panik.
Sesampainya dilokasi, Anlian melihat Yuexin sedang berjongkok sambil menggali tanah dengan tangan kecilnya.
Anlian menghela napas lega.
"Xinxin sayang?" panggil Anlian dengan suara lembut.
Yuexin menoleh, lalu dia tersenyum ke arah Anlian.
"Bu ... tanah ini belkilau ..." ujar Yuexin dengan suara pelan.
Anlian bergegas ikut berjongkok disamping Yuexin, lalu suara T2 terdengar di dalam benaknya.
[Terdeteksi giok tingkat tinggi yang langka, sebuah harta karun yang tidak ternilai harganya!]
Shen Luo dan Mingye menyusul Anlian, saat mereka tiba, mereka melihat sebuah kotak yang terbuat dari Giok tingkat tinggi, masih tertutup rapat diatas tanah.
"Ibu ... ini bukan giok sembalangan!" bisik Mingye ditelinga Anlian.
"Ibu juga berpikiran begitu ..." sahut Anlian.
Anlian membersihkan kotak itu, sebelum dia membukanya dengan perlahan.
Ctak!
Di dalam kotak itu terdapat dua buah gelang giok dan dua buah cincin giok berukir bunga lotus, memancarkan sebuah Aura Abadi yang sangat pekat.
Di balik tutup kotak tersebut, terukir sebuah tulisan kaligrafi indah yang berbunyi:
"Teteskan darah kalian ke atas gelang dan cincin giok ini, maka kalian berhak mendapatkan warisan abadiku ..."
"Ini adalah peninggalan 'Sang Abadi', yang didalamnya pasti berisi hal-hal bermanfaat untuk kehidupan kita ..." ujar Anlian.
Anlian menyerahkan benda tersebut ke tangan Mingye dan Yuexin, karena dia tidak membutuhkannya.
"Ambil saja ... Ayah dan Ibu tidak memerlukannya,"
"Baik!"
♨
Yuexin memandang giok-giok tersebut dengan mata berbinar.
"Eh, Ibu! Giok itu panggil-panggil nama Xinxin! Apa dia mengenal Xinxin?" ujar Yuexin dengan wajah terkejut yang lucu.
"Bukan kamu saja, Dik! Giok ini juga panggil-panggil nama aku ..." sahut Mingye, tidak mau kalah.
Anlian menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
"Itu artinya giok-giok ini sudah memilih kalian sebagai pewarisnya. Ayo, Ibu bantu untuk meneteskan darah kalian diatas giok-giok ini, dan kalian akan menerima warisan yang ada di dalamnya!" ujar Anlian dengan suara pelan.
Anlian mengambil jarum perak dari dalam saku lengan bajunya, dan menusuk jari mungil Yuexin dan Mingye, agar bisa meneteskan darah mereka ke atas oksigen tersebut.
Clas!
Setetes darah mereka menetes ke atas gol-gol itu, dan keajaiban terjadi ...
Sebuah cahaya berwarna hijau lembut meledak, memenuhi area belakang gudang itu.
"Akh! Aku kaget, Bu!" seru Yuexin dengan wajah terkejut.
Giok-giok itu melayang perlahan, tersemat otomatis ke dalam tangan dan jemari mungil mereka, dan langsung menyesuaikan ukurannya.
Sebuah tulisan aneh, muncul diudara.
"Pewaris sudah terpilih! Warisan Jiwa, Tubuh, dan Jalan Langit akan terbuka secara bertahap!"
Mingye dan Yuexin memejamkan matanya, dan menerima cahaya itu tanpa ragu sedikitpun.
"Aku bisa merasakan sebuah alilan enelgi balu di dalam tubuhku ..." gumam Mingye.
"Ya! Hangat dan sangat nyaman! Hahahaha!" sahut Yuexin sambil tertawa.
Shen Luo dan Anlian mengepalkan tangannya dengan erat, lalu dia bergumam pelan.
"Sejak kalian lahir ... Aku tahu, jika takdir kalian memang tidak biasa ..."
Cahaya itu perlahan meredup ... lalu menghilang tanpa jejak.
Cincin dan gelang itu mulai terlihat seperti giok biasa, namun Aura yang tersembunyi di dalamnya terasa sempurna.
"Jangan pernah menunjukkan giok ini ke sembarang orang, paham?!" ujar Anlian dengan nada tegas.
"Kami mengelti, Bu!" jawab Mingye.
"Ini adalah lahasia kelualga ... " sahut Yuexin dengan wajah serius.
Shen Luo menatap kedua anak itu dengan perasaan yang campur aduk.
"Sepertinya, dunia ini akan menjadi jauh lebih sibuk kedepannya," ujar Shen Luo.
Anlian terkekeh pelan ...
"Bukan dunia yang menjadi sibuk, tapi kita yang semakin sibuk untuk merubahnya ..."
"Ya, itu pasti ... Hahahaha!
♨
Pembangunan rumah penduduk sudah hampir selesai, sawah dan ladang sudah mulai bekerja dengan baik, dan pembuatan kincir angin juga sudah selesai dengan sukses.
Anlian penasaran ...
Warisan apa yang diterima oleh kedua anaknya dari 'Sang Abadi'?
Apakah mereka bisa mewujudkan keinginannya di dunia kuno ini?
Apakah yang menanti mereka dimasa mendatang?
Anlian hanya menyimpan semua itu dalam hatinya, karena hanya jiwa mereka bertiga yang di datangkan dari masa depan dengan ingatan utuh, artinya ...
Akan ada sesuatu yang besar menanti mereka di dunia kuno ini.
Ditangan kedua anaknya, ada 'Takdir Abadi' yang mulai bergerak.
Dan Anlian hanya bisa menantikannya ...
♨♨♨