NovelToon NovelToon
Bos Hyper Itu Mantanku

Bos Hyper Itu Mantanku

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Kehidupan di Kantor / CEO / Romantis / Mantan
Popularitas:22.9k
Nilai: 5
Nama Author: Kinamira

"Jika Bos mengajak kamu berhubungan apa kamu bersedia?" "Berhubungan?""Berhubungan intim. Itu adalah salah satu syarat diterima kerja di sini.""Hah?" Lily Gabriella tak pernah menyangka tempat ia melamar pekerjaan karyawan kecil dan bergaji besar tak ada bedanya dengan orang-orang yang dibayar menyenangkan pelanggannya.
Meski tau persyaratan itu, mau tak mau ia harus menerima demi biaya pengobatan ibunya. Namun dalam sekejap ia langsung menyesal saat tau mantan kekasihnya Axton Fernando adalah bos Hyper itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kinamira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

"Kalian jaga di sini. Jangan biarkan satu orang pun masuk dalam rumah itu, malam ini!" sahut Axton memberikan perintah pada empat orang di depannya yang ditugaskan berjaga.

"Baik Pak," jaga keempatnya serentak.

"Ingat jangan sampai melakukan kesalahan," sahut Axton memperingati tegas.

"Baik Pak."

Axton mengangguk, ia lalu menoleh menatap ke arah rumah Lily yang tertutup rapat, namun ia melihat dari celah jendela di mana Lily sedang mengintip.

"Aku harus menjagamu Ly. Aku harus memastikan mu tidak ada yang menganggu," batin Axton kemudian berjalan ke arah mobilnya.

"Dan aku harus menyelesaikan semua masalah kita." Axton mencengkram kemudi mobil, sebelum ia menyalakannya dan pergi dari sana dengan penuh tekad.

Di dalam rumah Lily memperhatikan mobil Axton yang pergi, dan membuatnya heran melihat empat orang yang bersamanya tadi diam di tempatnya.

"Ada apa sih?" gumamnya.

"Lily," suara tiba-tiba itu membuat Lily tersentak kaget, dan langsung menoleh.

"Ibu, iya ada apa," sahut Lily mengusap dada yang berdetak cepat.

"Ibu boleh bertanya?" tanya Diah.

"Soal Axton?" tebak Lily yang membuat Diah diam dan hanya mengangguk kecil.

"Dia bosku di tempat kerja. Dia belum melupakanku, dan selalu membuatku kerepotan di sana. Dan dia baru tau, kalau aku pernah hamil anaknya," jelas Lily dengan singkat.

"Hm?" Diah mengerutkan kening bingung dan seolah meminta penjelasan lebih.

Lily yang peka dan menyadari pun melanjutkan. "Aku tidak tau pasti Bu, hanya saja awalnya Axton membenciku, dia salah paham kalau aku sudah mengkhianatinya dan memiliki Luna, tapi setelah tau yang sebenarnya dia terus minta maaf dan ingin bersama."

"Kamu mau dengannya lagi?" tanya Diah lembut dan mata yang menunjukkan sebuah harapan.

"Tidak Bu, dia sudah sangat buruk di mataku," jawab Lily cepat tanpa ragu, membuat Diah menunduk kecewa.

Diah menghela nafas panjang, lalu mengangkat kembali kepala menatap Lily sembari tersenyum. "Nak, Ibu ingin kamu bahagia. Apapun jalan yang kamu pilih, Ibu harap kamu tidak menyesal."

Lily mengerjapkan mata, jelas melihat gugat kecewa, harapan, dan khawatir di wajah tua ibunya.

Ia lalu mendekat, meraih jari keriput ibunya dan menggenggamnya dengan hangat.

"Ibu, jangan khawatir tentangku lagi. Aku akan baik-baik saja tanpa pria, tanpa menikah, dan aku akan membesarkan Luna sendirian."

Diah hanya tersenyum menatap Lily yang tak mengharapkan apapun lagi pada sosok laki-laki di hidupnya. Bagi Lily, semua laki-laki sama. Tidak ada yang bisa benar-benar diharapkan.

Tanpa ia tau, pria yang begitu mencintainya. Sedang berjuang sendirian, mencari setiap melalui celah, setiap apa yang dialaminya dulu.

Dan ingin memastikan setelah ini, kehidupannya akan sangat nyaman.

Axton sampai di rumahnya. Langkahnya yang cepat, menuju lantai dua di mana kamar ayahnya berada.

Tanpa basa-basi pria itu membuka pintu kamar yang tidak terkunci, dan melihat sebuah gundukan di dalam selimut. Serta suara dengkuran halus di sana.

Axton melirik sebuah remote kecil yang menempel di dinding, ia lalu menekan satu tombol yang membuat kamar gelap itu seketika menyala.

"Emm," mendengar lenguhan kasar itu Axton menoleh dan melihat ayahnya mulai terbangun, terganggu dengan cahaya terang itu.

"Axton, apa yang kamu lakukan!" sentak Roy dengan mata menyipit merasakan silau cahaya.

"Kenapa kamu ke rumah Lily tadi?" tanya Axton dengan penuh penekanan, berjalan perlahan ke arah ayahnya yang masih linglung.

Roy mengerutkan kening, perlahan menajamkan penglihatannya. Selama beberapa detik terdiam dengan mulut terkatup rapat.

Hingga ia menyahut, "apa maksudmu?"

"Jangan mengelak, aku sangat jelas melihat, mobilmu dan dirimu lewat di depan rumah Lily!" sahut Axton penuh penekanan.

Roy memejamkan mata beberapa saat dan berdecak pelan, merasa tak bisa menampik, ia lalu menyahut. "Apa yang salah? Itu jalan umum."

"Tapi itu bukan jalan utama," jawab Axton dengan cepat menyela, menegaskan kesalahan jawaban yang diberikan Roy.

Axton kemudian melanjutkan. "Jalan itu, hanya untuk penduduk di sana, dan kau bukan penduduk di sana!" Sahutnya tegas, dan terus mengintograsi.

Roy menghela nafas panjang, terdiam beberapa saat, lalu menatap putranya yang sangat sulit ia bohongi.

"Ya aku mau ke sana. Menemui Lily, karena aku dengar kalian kembali dekat, dan aku tidak suka itu!" sahut Roy dengan jelas membuat Axton menggeram dan tangannya mengepal kuat.

"Aku tidak butuh persetujuanmu untuk hubunganku!" sahut Axton penuh penekanan.

Roy menyinggung senyumnya santai, menatap putranya tajam. "Bukannya kau ingin memberikan segalanya, dan menghidupinya dengan baik? Jika kau bersamanya maka kau tidak akan mewariskan apapun milikku! Cukup posisi direktur yang kamu miliki dengan gaji yang tidak seberapa itu yang kamu miliki."

Axton berdecak kemudian tersenyum sinis. "Kau bicara seperti orang bodoh saja!"

Roy mengerutkan kening, matanya menajam tak suka, tapi ia menunggu Axton melanjutkan ucapannya.

"Jika tidak bersama Lily, apa gunanya aku mewarisi perusahaan itu. Atau ... Kau mau aku menikah dengan yang lain, lalu menjadikan Lily wanita simpanan ku," sahutnya sinis membuat Roy terdiam merasa kalah telak dengan kalimat itu.

"Maaf Lily ku terlalu sempurna. Dia tidak pantas menyandang wanita simpanan. Dialah satu-satunya wanitaku, ratuku!" sahut Axton penuh penekanan.

"Dan yang milikki akan jadi milikku. Jika pun kau menolak, aku akan menghancurkan perusahaan itu. Dan aku cukup menghidupi Lily dengan deviden dari saham luar ku," sahutnya dengan jelas seolah ia tidak takut dengan ancaman Roy.

Axton menunjuk ayahnya. "Jadi kau pak tua. Jika ingin tetap hidup nyaman, jangan pernah membuatku membunuhmu dengan tanganku sendiri jika kau berani menganggu Lily ku!"

"Wanita itu benar-benar membuatmu gila. Sudah sepuluh tahun tapi kau masih menggilainya," sahut Roy dengan ketus dan tajam.

Mendengar itu membuat Axton tersenyum sinis kemudian menyahut. "Kau sendiri sudah 35 tahun mengenal wanita itu masih saja tidak bisa melupakannya, sampai-sampai kau begitu tenang berpisah dengan ibuku," balasnya menyudutkan membuat Roy menatapnya tajam tanpa mampu menyahut apapun.

Axton menghela nafas panjang. Lalu menatap ayahnya dengan mata lebar dan jelas. "Ayah," sahutnya membuat Roy menatapnya dengan dada berdebar cepat, mengingat sudah lama Axton tidak memanggilnya seperti itu.

"Aku harap, kau tidak terlibat apapun atas apa yang dialami Lily dulu ..., karena jika ia aku akan sangat membencimu."

Mendengar penuturan itu membuat Roy langsung mengalihkan pandangan, merasa salah tingkah bersitatap dengan putranya itu.

"Aku akan terus menyelidiki sampai tuntas. Hingga mengetahui bagaimana anakku dan Lily meninggal, dan alasan kenapa kau menutup akses ku menghubungi Lily ataupun pulang ke sini!" ucapnya menekan setiap katanya seolah menunjukkan kecurigaannya yang sudah sangat jelas menuju pada Roy.

Roy menatap Axton kembali dan menyahut. "Aku tidak suka kau dan Lily bersama. Dia tidak pantas!"

Axton menatapnya dingin, tanpa mengatakan apapun ia berbalik dan pergi dari sana.

"Aku harap hanya sekedar tidak suka. Tanpa ada campur tanganmu dengan masalah ini. Sedikitpun!" batinnya dalam setiap langkahnya keluar dari kamar itu.

Sampai di luar langkahnya terhenti melihat gadis kecil yang diam menempel dinding seolah ia sedang menguping.

Gadis kecil tak lain adalah Alin tersentak melihat Axton di depannya. Ia melangkah mundur dengan ekspresi ketakutan.

Axton menarik pintu dan menutupnya rapat, lalu berjalan perlahan mendekati Alin.

"Anak kecil yang menguping pembicaraan orang dewasa. Apa itu pantas?" sahutnya penuh penekanan.

Alin langsung menggeleng, dan terus mundur memeluk boneka kelinci yang sudah yang pernah Axton bakar sebelumnya. Sisa-sisa bakarannya masih tampak begitu jelas.

Setelah cukup jauh dari kamar Roy. Axton lalu mendorong tubuh Alin ke dinding, lalu berlutut menyamai tinggi gadis itu, membuat Alin semakin ketakutan.

"Aaa," ucapnya sembari menggelengkan kepala.

Axton menyinggung senyumnya. "Dasar anak cacat. Wanita seperti apa yang sudah melahirkanmu, hingga punya anak memalukan sepertimu," hinanya membuat bola mata Alin berkaca-kaca, seolah paham apa yang dikatakan Axton.

"Anak haram, dan cacat sepertimu tidak pantas memengang apapun yang dimiliki pak tua itu. Aku akan memastikan semuanya jadi milikku, dan kau hanya akan hidup mengemis padaku!" ucap Axton penuh penekanan membuat Alin tak mampu menahan untuk tidak menangis, dan merasakan sakit hati atas ucapan Axton.

1
Rika Adja
ceritanya bagus Thor, aku maraton bacanya kemarin.
semangat up ya Thor💪💪💪
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
oohhh lily, balaskan perbuatan c ulat bulu liana tendra itu ly, demi anak mu😒
kalea rizuky
tp acton bercinta ma jalang depan lily itu fatal bgt menjijikkan
Gaga
suka cerita nya/Heart/
Sarinah Quinn
apakah Alin anak axton dan Lily yah thor🤔
kalea rizuky
andai Acton g celup. celup q rela. lily balik. tp liat dia nganu tresome jijik q Thor mual. perut ku
kalea rizuky
mual bgt baca klo. lily balikan berati wanita bodoh bekas pelacur aja doyan najis sumpah astaga
kalea rizuky
entah jijik liat Aston nganu lili yg harus liat
kalea rizuky
anjing bgt kelakuan
kalea rizuky
jijik bgt g rela lily dpet laki. gini
kalea rizuky
najis amat ne laki
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
kereennn lily 👏👏👏👏
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
hayooo aki2 licik.. hadapi anak mu dlm versi iblis nya.. jgn cuma bisa mancing gara-gara nya aja😒
Happy Kids
sadis sii manusia macam axton. regulasi emosi yg labil. gampang meletup2. dia jg tipe yg ga mikir jernih dan bijak.
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
kejar axton ly.. kamu akan dpt jawaban nya
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
kaaannnn🤔
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
luna🤔
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
hati-hati mulut mu ax.. mana tau alin itu anak mu n lily yg di culik ayah mu c bandot tua itu😒
Happy Kids
lagian najong bgt axton uda celapcelup kmana manaa
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
pindahin ke apartemen ax.. bahaya klo bapak mu masih mantau lily terus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!