NovelToon NovelToon
JAM PELINTAS ZAMAN

JAM PELINTAS ZAMAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Sistem / Mengubah Takdir / Perperangan / Fantasi / Harem
Popularitas:26.6k
Nilai: 5
Nama Author: RIZQI ZEBRA

seorang pemuda bernama Yuda Gusti yang miskin dan sebatang kara di dunia mendapatkan keberuntungan yang sangat di inginkan oleh orang lain, yaitu di mana saat mulung rongsokan tidak sengaja menemukan jam tua, yang tidak di sangka jam itu mengubah Nasib nya!! di tambah sistem tiba-tiba aktif yang memberitahukan jam yang di temukan adlah jam Sakti yang bisa melintasi zaman, dari zaman modren ke zaman Dulu, zaman sebelum ada dunia modren... bagaimana keseruan Yuda yang terlempar ke masa lalu karena menemukan jam Sakti... Terus ikuti keseruan dan kisah yang mengasikan.. cusss..!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RIZQI ZEBRA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35. Mendapat Zonk

           Namun bukan nya langsung ke tempat pak Nando, Yuda malah tertarik melihat sebuah brosur di hp nya, di mana ada seorang pengusaha properti yang sedang mencari orang untuk membeli Mansion mewah milik nya.

            Tapi saat mengecek saldo rekening nya, kini hanya tinggal beberapa puluh juta saja, Yuda ingin sekali membeli Mansion itu karena di zaman modern Yuda belum punya tempat tinggal, untuk ia hidup.

                      “Lupakan saja, lebih baik aku cepat ke tempat bos Nando,” akhirnya Yuda tidak melihat rumah megah itu lagi, dan memilih untuk segera menjual barang yang ia punya.

              Setibanya di tempat menjual rongsokan Yuda langsung masuk dan duduk di sofa usang, biasanya kalau Yuda selesai mulung akan beristirahat di sana bersama dengan para pemulung lain nya.

                  Pada saat berbarengan Nando yang baru selesai menimbang barang keluar, dan terkejut melihat kedatangan Yuda yang menurut nya sangat tiba-tiba.

                “Yuda! Kapan kamu datang?” tanya, nya dengan heran.

             Yuda hanya terkekeh kecil lalu berdiri. “Baru aja pak, tadinya mau nungguin kamu, udah selesai belum?”

               “Su-sudah, ayo masuk...! Kamu mau menjual barang bagus lagi kan,” tebak pak Nando dan kali ini Yuda di buat kagum, karena pak Nando bisa langsung maksud kedatangannya.

                  “Hebat! sekarang anda sudah bisa melihat orang dari jarak jauh pak?” tanya Yuda bercanda.

                      Namun pak Nando hanya tertawa dan segera menutup toko nya, seperti biasa! kalau ada urusan dengan Yuda yang sama seperti sebelum nya, maka ia tak boleh membiarkan ada orang luar melihat nya.

                        “Ohya pak, ini aku belikan arak buat mu, tidak mahal..!” ujar Yuda menyodorkan Tote bag yang di bawa nya dari tadi.

                Nando geleng-geleng kepala, itu jelas arak jutaan yang diproduksi oleh negara sembarang. “Kamu ini.. Sekarang belum barang sudah tidak melihat label harga ya.”

         entah memuji atau mengejek, yang pasti Nando hanya menyindir Yuda yang sekarang sudah memiliki sifat yang berbeda.

                      “Aku sudah menelepon Tuan Muda Lukas, sebentar lagi dia akan datang, kamu bisa langsung saja mengobrol..! Jangan sungkan lagi, Tuan Muda Lukas itu orang terkenal di kota, kamu mengenal nya bahkan boleh memanggil nama nya secara langsung, kalau orang-orang tahu kamu pasti di segani..!” Terang Pak Nando panjang lebar, ia ingin Yuda menjalin hubungan baik dengan pria terkaya di kota.

                Yuda mengangguk mengerti, dari cara bersikap dan bertindak Yuda sudah bisa membaca identitas pria itu. “Baik pak..!”

                 “Hari ini aku mau menjual Jamur Ulat...! Kira-kira mahal gak?” tanya Yuda, ingin tahu dulu, sebenarnya Jamur Ulat ini akan mahal atau tidak kalau di jual nanti.

                      “Ja-jamur ulat katamu..!” pak Nando hampir saja kehilangan kesadarannya, karena Yuda mengatakan bahan langka nan mahal itu dengan begitu mudah.

                  “He'em, kamu mau lihat?” tanya Yuda santai, lalu hendak mengeluarkan sesuatu dari belakang tubuh nya.

                            “Tidak..! Tidak usah, lebih baik jangan keluar kan di depan ku...!” pak Nando langsung menggeleng cepat, ia merasa tak mampu dan tak layak untuk melihat bahan obat langka di bidang pembuahan obat tradisional, dan membuat tertarik para penelitian pembuatan obat modern.

                    “baiklah, kalau gitu kita tunggu saja pak Lukas, aku heran kenapa kamu sepetinya kaget banget..!” Yuda tahu bahwa bahan obat ini memang langka dan mahal, tapi menurut nya biasa saja.

                          tiga puluh menit berlalu akhirnya Tuan Muda Lukas seperti biasa di temani oleh asisten nya, tuan Helmi yang memang pakar dalam bidang bahan obat-obatan langka.

          “Selamat siang Yuda, maaf menunggu lama! tadi aku ada urusan dengan pak Helmi sebentar..!” Lukas bersalaman dengan Yuda layak nya rekan bisnis yang siap untuk memulai proyek besar mereka.

                          Yuda menyambut dengan ramah dan senyum hangat. “Hanya beberapa menit saja, tidak apa..!”

            Lagi pula dirinya santai, tidak tahu harus kemana lagi setelah ini, karena rencana Yuda..! setelah ini paling ia hanya ke tempat hiburan untuk menenangkan pikiran nya, sekalian mengenang masa pahit nya di zaman ini.

                     “Oke, langsung saja pak Lukas, saya ada bahan obat langka dan berkualitas tinggi...!” Ujar Yuda mulai berbicara tentang bahan obat yang di bawa nya, hari ini.

                   Pak Helmi yang mendengar itu tidak bisa, untuk berdecak kagum dengan kemampuan anak muda di depan nya. “pemuda ini, baru kemarin membawa gingseng umur ratusan tahun, dan kali ini membawa bahan obat langka lagi,” gumam nya dalam hati, tak mengerti orang seperti Yuda sebenarnya.

                       “Wah.!! Serius boleh aku tahu bahan obat apa, kebetulan kami memang sedang mencari-cari lagi untuk membuat obat..!” Lukas tersenyum cerah, walau sebelum nya sudah tahu dari Nando, tapi hanya sekilas saja.

                 “Jamur ulat, apa anda tertarik....!”

              “Jamur ulat!” Helmi langsung mendekat ke arah Yuda, jamur ulat sudah di anggap musnah sama seperti gingseng akibat pemanenan yang berlebihan kini dia bahan obat itu sangat langka, dan bahan obat lain nya juga.

                     “Kamu punya jamur ulat?” tanya pak Helmi.

           Yuda mengangguk singkat, lalu mengeluarkan kotak yang berwarna silver. “Aku hanya punya ini.”

Melihat kalau hanya ada satu jamur ulat Helmi menunjukkan wajah kecewa, ia kira jamur ulat yang di maksud Yuda ada banyak sekitar puluhan kilo. “Apa hanya ini saja..!?”

“Iya,,” jawab Yuda sedikit gugup, harga jamur ini lebih mahal dari gingseng kemarin saat ia beli, harusnya juga lebih mahal di jual di zaman modern.

“Walau hanya satu, tapi itu wajar, Jamur Ulat sangat langka dan hampir tidak ada lagi di dunia, bahkan di lelang saja banyak orang ingin memiliki satu biji hanya untuk mencium aroma nya...!” ucap pak Nando membela Yuda.

“Benar pak Helmi, ini juga keberuntungan kita bisa menemukan satu buat meneliti dan mencoba mengembangkan obat gagal ginjal terbaru...!” Ucap Lukas justru berbinar.

“Ehehe!! Benar-benar, aku terlalu serakah mohon di maklum..!” ujar Helmi memang selalu semangat kalau menyangkut bahan obat-obatan.

“oke Yuda, karena di lelang kemarin juga harga nya hanya mencapai 15 juta, gimana kalau aku beli 20 juta..!” ucap Lukas langsung, ia tak mau menyia-nyiakan usaha Yuda, dan membuat pemuda itu tak puas dengan harga nya, bisa-bisa ia kehilangan penjual bahan obat-obatan langka.

“O-oke boleh, transfer saja ke rekening ku,” ucap Yuda tersenyum kecil.

Tapi dalam senyuman itu menyimpan rasa kesal dan marah di dalam hati nya. “Arghh!, kohar sialan, bukan nya mendapatkan jackpot!!, jamur ini ini nggak ada setengah harga dari gingseng kemarin...!”

“Aku sudah transfer, coba di cek..!”

Yuda melihat dan ternyata benar, saldo nya bertambah 20 juta. “Baik ini barang nya, nanti kalau ada yang lebih bagus aku kabari..!”

Setelah urusan selesai Yuda pamit lalu pergi ke restoran untuk makan siang.

“Jangan lupa Yuda, tujuan mu mau beli beras,, mungkin ini cuman zonk karena aku tidak periksa dulu..!” Yuda duduk di meja restoran sambil melamun.

“Silahkan pak, mau pesan apa?” tiba-tiba pelayan datang sambil membawa buku menu.

Yuda melihat buku menu itu lalu memilih steak dan es jeruk untuk makan siang nya.

Tak berselang lama makanan Yuda sudah di hidangkan. “Silahkan di nikmati..!”

Yuda yang tak mau memikirkan lagi dengan sial hari ini memotong steak dan memasukkan potongan steak itu ke dalam mulut nya.

“**Misi terpicu..! Beli giok dapatkan giok Dengan kualitas tinggi, Hadiah.......**

~~

**Double up gak nih? 5 komen malem up lagi**

1
payiss
hi
Jujun Adnin
yang banyak
Jujun Adnin
good
S Cipto
lanjut tooor🙏
S Cipto
terusin dong , lgi asik nii
xiaoyu
👍👍
Jujun Adnin
yang banyak
Jujun Adnin
lanjutkan
Jujun Adnin
lagi
Wahyu awieng
gaskeunnn
Jujun Adnin
ok
Jaromw
mantab MC GK naif
Jujun Adnin
lannjut
Bagonk
upnya mana nih
RIZQI ZEBRA: mohon di tunggu ya kak, pasti up kok, cuma agak malem dikit🙏
total 1 replies
REBECCA
up yg banyak thor biar gak kabur pembacanya
Äï
klo cuma 1 di dunia berarti orang² gk tau tentang giok itu dong karna giok itu gk pernah muncul jadi dalam catatan sejarah jg gk ada
Äï: maksudnya tu gini klo misal itu cuma 1 di dunia berarti kan gk ada sejarahnya tu dan giok itu baru pertama kali muncul jadi di next eps harus nya org² pada bingung karna mereka gk tau itu giok apa dan mc gk bisa asal nyebutin nama dari sistem gitu bg, soalnya klo gk gitu cerita nya gk nyambung jadi anggep aja itu pengingat
total 2 replies
Äï
up lah
RIZQI ZEBRA
kalau ⭐ 5 sampe 10 sebelum jam 9, janji up lagi, sebelum jam 12 malem ini😁
REBECCA
gasken lah thor
xiaoyu
gass thoor
RIZQI ZEBRA: dua komen lagi, author pantau kok.🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!