NovelToon NovelToon
Dari Musuh Jadi Candu

Dari Musuh Jadi Candu

Status: sedang berlangsung
Genre:Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Martha ayunda

Clara Adelin, seorang gadis bar bar yang tidak bisa tunduk begitu saja terhadap siapapun kecuali kedua orangtuanya, harus menerima pinangan dari rekan kerja papanya.
Bastian putra Wijaya nama anak dari rekan sang papa, yang tak lain adalah musuh bebuyutannya sewaktu sama sama masih kuliah dulu.
akankah Clara dan Bastian bisa bersatu dalam satu atap? yuk simak alur ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Martha ayunda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

berantas pengerat

Bima kembali membuka video yang ia dapat tadi sore, jari jemarinya mengetuk meja sambil berpikir keras, ia pause video tersebut lalu di zoom.

"dimana ya aku pernah melihat wanita itu?." gumamnya sambil memijat pelipisnya.

"ah entahlah!." Bima pusing sendiri memikirkannya.

pria itu bangkit berdiri lalu berjalan keluar kamar, dari bawa terdengar suara percakapan Marina dan Sofyan serta Alisa, sesekali terdengar tawa mereka bertiga.

"mama, bagaimana bisa beliau di peralat oleh orang orang serakah seperti mereka?." gumam Bima sambil memperhatikan dari lantai atas.

"uhuk! Uhuk!."

Bima terbatuk batuk sambil menuruni anak tangga.

Alisa yang tadinya bersemangat sekali berbicara langsung terdiam, ketiganya saling pandang sesaat lalu memperhatikan Bima yang sedang berdiri di tangga terakhir bagian bawah.

"Bima, kamu sakit?." sapa Marina sembari meletakkan map yang dari tadi ia pegang.

"gak apa apa ma, sepertinya cuma batuk biasa." jawab Bima sambil berlalu menuju dapur untuk berpura pura mengambil minum.

"ma!." panggil Alisa pelan namun masih bisa di dengar oleh Bima yang bersembunyi di balik tembok.

"sepertinya rencana kita akan berhasil sayang, anakmu sudah mulai menunjukkan tanda awal seperti Handoko waktu itu." ujar Sofyan dengan ekspresi licik.

"iya pa, aduh aku sudah gak sabar nih!." seru Alisa.

"jangan berisik disini, nanti terdengar oleh Bima." serga Marina.

"iya ma iya!." jawab Alisa. balas Alisa dengan wajah berseri seri karena sebentar lagi akan mendapatkan apa yang ia inginkan.

Marina kembali memegangi map yang tadi ia letakkan, wanita itu tersenyum tipis ke suami dan anak tirinya.

"jadi mama bisa kan menyediakan uang untuk finishing pembangunan rumah makan kita? Kita masih perlu biaya yang cukup banyak ma, belum lagi nanti modal usahanya dan juga kebutuhan lainnya." ujar Sofyan mengalihkan pembicaraan.

"nanti mama coba bicara sama Bima dulu ya pa, uang mama sudah terlanjur mama berikan ke Alisa, di rekening mama bahkan tinggal 10 jutaan saja.."

"oke ma nggak apa apa, yang terlanjur dipakai sama Alisa ya sudah biarkan saja, toh dia juga anak mama kan." Sofyan berkata sambil merangkul pundak Marina.

"iya pa, mama nggak mempermasalahkan soal itu kok, cuma ini butuh waktu untuk berbicara dengan si Bima." sahut Marina.

"dia kan udah mulai sakit sakitan ma, berikan saja racun itu dengan dosis agak banyak!." usul Alisa.

Bima tersenyum miring di balik tembok, tentu saja pria itu menguping sambil memikirkan bagaimana caranya sang mama dan antek anteknya percaya kalau dia sedang sakit, agar harapan mereka melambung tinggi untuk berkuasa.

"kita lihat saja, siapa yang bakalan nangis darah!." gumam Bima yang langsung beranjak ke arah kulkas.

Keesokan harinya terjadi keributan di kantor Bima, pasalnya pihak HRD memutuskan untuk mengeluarkan Bagas dari perusahaan tersebut karena dinilai semena mena dalam bekerja.

Bagas sering datang di jam jam yang tidak wajar, pekerjaannya pun ia limpahkan ke asisten manajer yang selama ini menjadi budaknya, Bima pun hanya tersenyum melihat ketegasan sang bawahan agar tidak ada yang mencontoh perilaku Bagas.

"he, kamu tidak bisa seenaknya memecat aku! kamu pikir kamu itu siapa ha!." bentak Bagas yang sudah berada di ruangan Bima.

"uhuk! Uhuk!." Bima bangkit berdiri sambil berpura pura batuk sebelum meladeni Bagas.

"aku tidak tahu menahu masalah kamu! Mereka hanya menjalankan perintah ku, siapapun yang bertindak semena mena dan tidak disiplin, aku pastikan akan lengser dari jabatannya! Termasuk istri kamu!." balas Bima sambil tersenyum miring.

"apa? Alisa juga kamu pecat!?." mata Bagas melotot tajam.

"bukan aku! Tapi peraturan baru yang membuat kalian lengser, lihat! Ini sudah pukul 9 pagi, apa istrimu sudah datang?."

"kalian pikir perusahaan ini milik kakek moyang Kalian ya! Bawahan ku memecat sudah sesuai prosedur perusahaan, kamu dan Alisa bukan satu atau dua kali datang di jam yang tidak sewajarnya!." imbuh Bima.

"tapi kamu tidak bisa seenaknya begini dong!." protes Bagas dengan nada tinggi.

"tidak ada yang bertindak seenaknya kecuali kalian berdua! Sebelum pihak perusahaan memutuskan untuk mengecat kalian berdua, sudah ada surat peringatan sebanyak tiga kali tapi tak kalian hiraukan!."

"matamu buta ya! Kami ini keluarga pemilik perusahaan ini! Bahkan Alisa kandidat terkuat calon pemimpin di perusahaan ini, jangan semena mena kamu Bima!."

"keluarga dari pemilik perusahaan ini? Keluarga darimana? apa kamu ada hubungan darah dengan tuan Handoko?." ujar pak Adam yang sudah geram melihat sikap Bagas.

"diam kamu orang tua!." bentak Bagas tanpa ada rasa sopan sedikitpun.

"jaga sikap dan perilaku kamu Bagas! Pak Adam ini orang yang paling aku hormati di perusahaan ini!." bentak Bima yang mulai geram juga.

"hahahaha.... Dasar lemah! kalian ini adalah dua pecundang yang mencoba bertahan di tempat yang salah! Kau sadarlah, sebentar lagi kau akan menyusul papamu yang bodoh itu!." ucap Bagas dengan jumawa.

"Bug! Bug!."

Dua bogem mentah Bima melayang ke rahang Bagas yang baru saja menertawakan kemalangan sang papa.

"jangan coba coba menghina almarhum papaku kalau kamu masih sayang dengan ragamu!." gertak Bima seraya membetulkan jasnya.

"ka-kamu! Berani memukulku!." Bagas memegangi rahangnya dengan badan terhuyung.

"kenapa tidak ha! Kamu pikir kamu siapa?! Kamu hanya sampah yang kebetulan nyangkut di kehidupan Alisa si benalu itu!." balas Bima.

Sekarang keluar dari kantor ini atau aku suruh security menyeret mu!." imbuh Bima mengancam.

"brak!."

"Bima, apa yang kamu lakukan! Kenapa ruanganku terkunci? Ba-bagas? Apa yang terjadi?."

Alisa yang tadinya hendak melabrak Bima karena tidak bisa masuk ke ruang kerjanya, justru di kejutkan oleh keberadaan Bagas yang sepertinya sedang menahan sakit.

"aku melakukan yang seharusnya aku lakukan! Di perusahaan ini tidak membutuhkan benalu yang hanya kerja ongkang ongkang kaki dan memperbudak karyawan lain! Kedudukan semua sama, tidak ada yang boleh merasa di istimewakan!."

"ma-maksud kamu apa?." Alisa terlihat tegang dan bingung.

"mulai hari ini, kalian berdua resmi kami keluarkan dari perusahaan ini!." tegas Bima dengan suara datar.

"a-apa? Berani kamu memecat ku?!." Alisa tersentak kaget seketika.

"ya, kenapa tidak?." balas Bima dengan senyum menyeringai.

"Bima! Aku ini kakakmu, anak tiri mamamu! Aku berhak masuk kapan saja di perusahaan ini sesuka hatiku!."

"itu menurutmu kan?." lagi lagi Bima tersenyum miring sambil menatap sinis kearah mereka berdua.

"pak Adam, tolong panggilkan security untuk membereskan mereka berdua, kita masih banyak kerjaan lain!." titahnya seraya hendak duduk di kursinya namun Alisa dengan kurang ajarnya menarik lengan Bima cukup kuat.

"kau sebentar lagi mati! Aku yang berkuasa di perusahaan ini!."

"jangan sekali kali kau sentuh aku dengan tangan kotormu itu! Dasar jalang murahan!." Bima menepis kasar tangan Alisa.

"kurang ajar kamu!." teriak Alisa seraya hendak menampar Bima.

"jangan membuat onar disini!." dua orang berpakaian serba hitam masuk ke dalam ruangan Bima.

Bima sendiri langsung menoleh kearah pak Adam saat ada dua pria berbadan tegap siap melindungi dirinya.

"saya yang memperkerjakan mereka berdua mas, maaf kalau belum sempat memberitahu anda." ucap pak Adam yang paham akan ekspresi bosnya.

"oh bagus! suruh mereka menyeret pengerat itu keluar dari kantor ini!." titah Bima.

"lepaskan! Aku bisa pergi sendiri sialan!." teriak Bagas sambil memberontak saat salah satu dari pria itu menyeretnya keluar.

"kurang ajar kamu Bima! Kita lihat saja nanti siapa yang akan berkuasa!." teriak Alisa.

Bima dan pak Adam tak menanggapi umpatan mereka, keduanya hanya bisa menggeleng gelengkan kepala melihat dua orang yang sudah dibutakan oleh keserakahan tersebut.

Sementara itu Marina yang belum tahu kejadian yang menimpa anak tiri kesayangannya, kini tengah mengendarai mobil menuju kantor Bima, wanita itu hendak meminta sejumlah uang untuk memenuhi permintaan Sofyan.

Marina sampai di kantor tersebut dalam keadaan sudah kondusif karena Bagas dan Alisa sudah pulang sebelum dia tiba.

Dengan percaya diri Marina berjalan menuju lantai atas, dimana letak ruang kerja Bima berada, para karyawan yang berpapasan pun enggan untuk menyapa karena sudah beredar gosip tentang Marina dan keluarga barunya.

"tok tok tok!." marina mengetuk pintu ruang kerja Bima.

"masuk!." ucap Bima dari dalam.

Pintu pun terbuka, Marina masuk lalu melepaskan kacamata hitamnya.

"mama?." Bima langsung menoleh kearah Marina yang berjalan mendekat.

"kenapa kamu terkejut begitu?." tanya Marina heran.

"nggak ma, Bima cuma kaget saja melihat mama yang datang." sahut Bima berusaha tetap tenang dan berbicara selayaknya seorang anak menghormati orangtuanya.

"oh, mama datang kesini ada perlu sama kamu, mama nggak bisa berlama lama." ujar Marina dengan suara datar.

"perlu apa ma, silahkan duduk dulu."

"mama kekurangan dana pembangunan rumah makan milik mama, jadi tolong berikan mama yang 500 juta untuk menyelesaikan pembangunan tempat tersebut, sekaligus untuk modalnya." ucap Marina tanpa basa basi.

"500 juta?." Bima mengernyitkan keningnya.

"ya, sekarang juga!." desak Marina.

"oke nanti bima kasih ke mama, tapi Bima ingin tahu terlebih dahulu dimana mama membangun rumah makan tersebut, dan Bima ingin mengecek ke lokasinya."

"ini tidak ada sangkut pautnya dengan urusanmu Bima! Mama membuka usaha untuk masa tua mama nanti!." bentak Marina.

"justru itu ma, Bima akan memastikan terlebih dahulu, nanti setelah Bima cek ke lokasi, berapa pun yang mama minta akan Bima berikan." kilah Bima yang sudah curiga bahwa ini hanya akal akalan si Sofyan saja untuk mengeruk kekayaan miliknya.

"tidak usah bertele tele Bim, mama juga berhak atas harta kekayaan peninggalan papamu!."

"iya ma, Bima tahu itu! Sekarang berikan alamat rumah makan itu, Bima janji setelah itu langsung Bima transfer uangnya." balas Bima yang tidak mau gegabah menggelontorkan dana untuk hal yang belum pasti.

Dengan wajah masam Marina menulis sebuah alamat di secarik kertas, lalu memberikan ke Bima.

"mama tunggu sampai sore nanti, sekarang mama mau menemui Alisa di ruangannya!." ucapnya ketus.

"boleh ma, silahkan!." sahut Bima sambil tersenyum penuh arti.

"semoga saja mama tidak jantungan, hahahaha..." gumam Bima setelah mamanya berlalu meninggalkan ruang kerjanya.

1
Nur Halida
cinta pertama yg buat marina merana dan bisa membunuh orang mencintainya.. makan tu cinta pertama😄😄😄
Martha ayunda: cinta yang menyesatkan ya kak 🤭
total 1 replies
Nur Halida
setelah sekian lama baru sadar kau marina..
Martha ayunda
masa harus sama Eria sih kak, bisa bisa perang tiap hari 😄
Nur Halida
buatlah marina sadar thor dan si sofyan dan keluarganya minggat dari kehidupan bima . biar bima bisa bahagia dg eria juga gak apa🤭
Nur Halida
bener eria
Nur Halida
mampus kau marina .. awas aja kamu kalo masih percaya dan belain si sofyan..
Martha ayunda: 😄 kebangetan kan
total 1 replies
Nur Halida
kan bener kan marina gak percaya sama bima... kasian banget bima
Martha ayunda: 🤭 kk paling bisa deh
total 1 replies
Nur Halida
pasti si sfyan bisa ngeles dan marina makin benci bima...
Nur Halida
next thor..
Martha ayunda: siap kk
total 1 replies
Martha ayunda
iyankak iya 😄
Nur Halida
jangan salah ya bas .. bimaku itu ceo tauuuuu mungkin fia lebih kaya dari kamu
Nur Halida
bima emang keren eria... aku fansnya bima 😄
Nur Halida
udah gak apa2 clara sama bastian .. bima sama eria aja yg imut2😄😄
Martha ayunda: kak nur ame siape dong? 🤭
total 1 replies
Nur Halida
udah ada calon pelakor rupanya. ...
Martha ayunda: apakah benar begitu? 🤭
total 1 replies
Nur Halida
ehhh siapa nih yg sensi??
Martha ayunda: siapa ya? 🤔🤭
total 1 replies
Nur Halida
yaaaahh akhirnya clara sama bastian juga nikahnya ... semoga bima dapet jodoh yg lebih baik dan lebih s3galanya dari clara ...
Nur Halida
aku selalu mendukungmu bima..😍
Martha ayunda: kirain dukung authornya 😄
total 1 replies
Nur Halida
pokoknya aku tetap dukung bima dan clara ... gak suka banget sama bastian
Martha ayunda: 😭 kak
total 1 replies
Nur Halida
kok bisa sih ada ibu kayak gitu .. jahat banget.. apa di dunia nyata juga ada ya ibu kayak gitu?
Martha ayunda: ada kak di daerah othor, anaknya jadi gila.
total 1 replies
Nur Halida
bagus bima .. kamu harus bertindak tapi maennya yg cantik ntar nenek sihirnya gak percaya sama kamu ... buat mama kamu menyesal bim karena udah nyakitin kamu dari dulu
Martha ayunda: siap kk 😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!