NovelToon NovelToon
TERJERAT ASMARA MANTAN IPAR

TERJERAT ASMARA MANTAN IPAR

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:93.7k
Nilai: 5
Nama Author: REZ Zha

Citra tak pernah menduga akan terjerat asmara dengan mantan kakak iparnya, Bima. Bima adalah kakak tiri Bayu, mantan suami Citra.

Rumah tangga Citra dan Bayu hanya bertahan selama dua tahun. Campur tangan Arini, ibu kandung Bayu membuat keharmonisan rumah tangga mereka kandas di tengah jalan.

Akankah Citra menerima Bima dan kembali masuk dalam lingkungan keluarga mantan suaminya dulu? Bagaimana juga reaksi Bayu juga Arini ketika mengetahui Bima menjalin asmara dengan Citra?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon REZ Zha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Naik Ojek

Citra merasa lebih tenang setelah pulang dari rumah keluarga Bima. Walau awalnya sama-sama ramah, namun, Citra merasa Om Aries dan Tante Lena lebih tulus jika dibandingkan dengan Arini.

Sambutan keluarga Bima terasa hangat hingga ia merasa betah berinteraksi dengan mereka meskipun mulanya merasa canggung. Yang paling disyukuri Citra adalah sikap Om Aries dan Tante Lena yang tak mempermasalahkan statusnya sebagai janda dan mantan istri Bayu.

Entah, apa yang dikatakan Bima untuk meyakinkan keluarganya sehingga mereka sangat welcome terhadapnya. Yang pasti Citra merasa sangat bersyukur tak mengalami rintangan dengan keluarga Bima.

"Bagaimana sekarang? Sudah lebih tenang?" tanya Bima saat mengantar pulang Citra.

Citra menoleh Bima yang berada di belakang kemudi. Senyumnya sedikit mengembang menandakan jika apa yang ditanya Bima memang benar yang ia rasakan saat ini.

"Artinya kamu tidak akan menghindar dari saya lagi, kan?" tanya Bima kemudian.

"Saya menghindar juga Mas selalu punya cara untuk memaksa saya bertemu sama Mas," keluh Citra dengan mencebikkan bibirnya.

Bima terkekeh mendengar keluhan Citra yang berupa kritikan kepadanya.

"Itu namanya usaha. Kalau saya menginginkan sesuatu, semaksimal mungkin saya akan berusaha mendapatkannya. Lagi pula itu semua untuk kebahagiaan kita ke depannya." Bima menyebut alasan dirinya selalu nekat ingin berjumpa dengan Citra meskipun wanita itu enggan menemuinya.

Citra menghela nafas dalam-dalam. Bima memang tipikal pria yang punya prinsip dan teguh pada pendirian. Apalagi menurut Om Aries dan Tante Lena, Bima belum pernah membawa wanita untuk diperkenalkan pada mereka. Artinya Bima memang sungguh-sungguh kepadanya. Sayangnya rintangan masih menghadang, restu dari sang ibu belum mereka dapatkan.

"Mas, aku turun di sini saja!" Tiba-tiba Citra teringat jika ibunya akan marah jika tahu Bima mengantarkan pulang. Padahal saat izin pergi keluar, Vera dan Fian yang menjemputnya ke rumah.

Bima menolehkan pandangan ke arah Citra dengan kening berkerut, Bima bertanya heran karena Citra minta diturunkan di tengah jalan.

"Kenapa?" Bima menuntut jawaban dari Citra.

"Tadi saya pergi dengan Vera dan Fian. Kalau nanti Mas mengantar ke rumah, ibu pasti curiga. Saya nggak enak ke Vera, Mas. Khawatir ibu nggak percaya lagi sama mereka, padahal selama ini ibu tahu kalau mereka orang yang bisa dipercaya." Citra beralasan agar Bima mengerti dan tak memaksa ingin mengantarnya sampai rumah.

"Saya tidak mungkin menurunkan kamu di tengah jalan seperti ini. Biar nanti saya jelaskan ke ibu, supaya Ibu mengerti. Kita bisa cerita yang sejujurnya ke ibu soal ke mana kita pergi, saya yakin ibu tidak akan marah." Mana mungkin Bima akan membiarkan Citra sendirian di luaran malam-malam seperti ini.

"Jangan sekarang, Mas. Biar saya nanti naik ojek saja!" Citra tak ingin ibunya menyalahkan Vera karena terlibat membawa dirinya keluar dari rumah, apalagi untuk bertemu dengan Bima yang sudah jelas-jelas dilarang.

"Saya tidak akan membiarkan kamu pulang ke rumah sendirian!" tegas Bima, menunjukkan rasa khawatirnya, apalagi membiarkan Citra pulang dengan pria lain, karena kebanyakan driver ojek adalah laki-laki.

"Saya biasa pakai ojol kalau nggak bawa motor, Mas. Ini bukan pertama kalinya buat saya dan selama ini aman-aman saja, kok." Citra mencoba meyakinkan Bima, kalau tak masalah menggunakan jasa ojek online untuk pulang ke rumah.

"Saya tidak suka kamu bersama pria lain, apalagi naik motor. Bagaimana kalau dapat driver yang tidak baik!?" Bima bersikap posesif.

Citra terdiam sambil berpikir, bagaimana dia bisa pulang ke rumah tanpa harus ketahuan ibunya kalau ia pergi dengan Bima.

"Ummm, kalau Mas khawatir, Mas bisa ikut di belakang ojol sampai depan komplek." Citra mendapatkan ide, karena Bima terkesan tak ingin meninggalkannya sendirian.

Bima menoleh sepintas kemudian kembali fokus dengan jalanan di depannya. Kali ini dia sedang berpikir, mempertimbangkan saran Citra tadi.

Beberapa menit Bima berpikir, akhirnya dia menyetujui permintaan Citra. "Baiklah, kamu boleh pakai ojek."

Citra agak terkejut, ternyata Bima menyetujui permintaannya untuk pulang menggunakan ojek online, karena ia menduga akan sulit mendapatkan persetujuan pria itu. Namun, ia bersyukur, tak terus berdebat dengan Bima soal ini.

***

Motor ojek online yang membawa Citra akhirnya sampai di depan rumah. Citra turun dan melepas helm milik driver ojek dan menyerahkan pada pengendara motor.

"Terima kasih ya, Mas," ucap Citra yang hanya dibalas dengan anggukan kepala pengendara motor yang menggunakan helm menutupi wajahnya.

Citra lalu masuk ke dalam rumahnya, kebetulan pagar rumah dan pintu depan tak terkunci dari dalam.

"Assalamualaikum ..." Citra mengucap salam ketika membuka pintu dan melangkah masuk ke rumah.

"Waalaikumsalam ..." Ternyata Ibu Nurul telah menunggu anaknya di ruang tamu. "Kamu pulang dengan siapa, Citra?" tanya Ibu Nurul menyelidik.

"Ummm, tadi aku pulang pakai ojol, Bu," sahut Citra, berusaha untuk tetap tenang agar ibunya tak curiga.

"Nggak diantar Fian sama Vera?" Karena sewaktu pergi Citra dijemput Fian dan Vera, Ibu Nurul menanyakan alasan putrinya tak diantar kembali oleh sahabat Citra itu. Biasanya jika mereka menjemput ke rumah, Fian dan Vera selalu membawanya kembali ke rumah, tidak membiarkan Citra pulang sendiri, apalagi malam hari.

"Ummm, tadi itu Citra sama Vera ditinggal sama Fian, karena ada urusan mendadak, Bu. Jadi aku sama Vera pulang masing-masing pakai ojol." Citra terpaksa berbohong pada sang ibu. "Maafkan Citra, Bu. Citra harus berbohong sama Ibu." Batin Citra merasa bersalah karena sudah membohongi orang tuanya.

"Ya sudah, kamu sudah makan belum? Mau Ibu hangatkan makanannya?" Beruntung Ibu Nurul tak memperpanjang dan percaya alasan yang diberi oleh Citra.

"Tadi sudah makan sama Vera, Bu," jawab Citra.

"Ya sudah, pintu gerbangnya sekalian dikunci! Ibu mau sholat Isya." Setelah memberi perintah, Ibu Nurul pun meninggalkan Citra menuju kamarnya.

Citra menarik nafas lega. Tapi, tetap rasa bersalah itu menghinggapi hatinya. Dia merasa berdosa karena tak bersikap jujur pada ibunya.

Sementara itu di seberang jalan gerbang komplek perumahan Citra. Bima membuka helm dan jaket berwarna hijau yang ia sewa dari driver ojek online yang ia temui dekat gerbang komplek rumah Citra.

Bima tak membiarkan Citra berduaan dengan driver ojek, sehingga dia sengaja memberi uang lima ratus ribu dan menitipkan mobilnya pada driver ojek online. Dia meminjam jaket dan helm driver ojol untuk mengantar Citra ke rumah wanita itu dengan aman.

"Terima kasih untuk kerjasamanya." Bima menepuk pundak driver ojek online setelah menyerahkan atribut driver itu.

"Sama-sama, Mas. Ini uangnya gimana, Mas?" tanya driver ojol menyerahkan uang yang ia anggap cukup banyak untuk membayar sewa motornya.

"Ambil saja untuk kamu semua," jawab Bima karena driver itu masih muda.

"Makasih banyak ya, Mas. Semoga selalu lancar rezekinya." Driver yang menyewakan motornya itu berterima kasih dan tak lupa mendoakan Bima karena telah memberikan rezeki tak terduga kepadanya.

❤️❤️❤️

1
Juwitae
Anaknya belum lahir Mak Zha.. kok udah tamat aja
🍎Billaacha⁹⁰/Rahma 🍎
tuh kan readers mam pada tanya, bahkan aku ikut bertanya-tanya🤭
🍎Billaacha⁹⁰/Rahma 🍎
Wah Mam ini beneran tamat kah, Citra belum lahiran lho mam🤭
🍎Billaacha⁹⁰/Rahma 🍎
Wah Bima hebat banget dia, demi kebahagiaan Citra dia sudah memikirkan sejauh ini
🍎Billaacha⁹⁰/Rahma 🍎
hahaha CEO kalau udah ketemu pawang nya gitu yo🤣🤣🤭
Dest Cookies
alhamdulillah.. mam zha udah up lg... tp kok kisah nya ending sampe sini?.. masih penasaran sama reaksi bayu sama ibunya ngelihat kehidupannya citra sama bima ...kisahnya rico..ambar sama laras..
terimakasih mam zha sudah menghadirkan kisah yg menghibur.. ditunggu kisah2 berikutnya.. sukses selalu...
Indriani Kartini
ko dah tamtvaja lgi Thor, kan blom melahirkan, ada boncapnya Thor, pingin tau anknya mereka
Esther
Yah...bary juga update sudah tamat saja.

Happy ending....
ρυтяσ kang'typo✨
happy ending 🥰🥰🥰g terasa ya teryata sudah di penghujung cerita... Alhamdulillah walau badai yang di lalui begitu nano" tapi Citra sudah bahagia dengan bertemu'y sama maz'Bima
Titik Subekti
Alhamdulillah akhir yg bahagia
ditunggu cerita yg baru 💪💪
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR💘𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
bikin haru..setelah melewati badai dalam hidupnya,Citra mendapatkan kebahagiaan dengan dicintai sepenuh hati oleh Bima.bahkan keluarga Citra tak luput mendapat kebahagiaan dan dicintai menantunya.
tapi sedih,kenapa tau2 udah tamat aja.berpisah sama kisah mereka.
sryharty
tau2 tamat mam
popon susana
Lah kok langsung tamat sih mba😥
Ummu Shafira
kok blm up² ya... semoga sehat selalu ya thor
Titik Subekti
waduh lama banget thor gak up
selalu ku tunggu up nya
ρυтяσ kang'typo✨
jangan" nanti Rico justru berjodoh sama Laras🤣🤣🤣tapi jangan lah yaaa...
Ernalita Sitompul
makanya laras jgn lihat luarnya sj,yg ganteng belum jaminan itu org baik
🍎Billaacha⁹⁰/Rahma 🍎
Wah Bima langsung jujur ini. tidak kayak Citra selalu di tutupin😁
sryharty
kira2 siapa ya yang bakalan bisa meluluh lantah kan dunia Rico,,Ambar kah atau Laras
Dest Cookies
awas richo... kamu sombong pastikan bakalan jatuh cinta pada ambar atau laras..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!