NovelToon NovelToon
TERJERAT ASMARA MANTAN IPAR

TERJERAT ASMARA MANTAN IPAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:35.7k
Nilai: 5
Nama Author: REZ Zha

Citra tak pernah menduga akan terjerat asmara dengan mantan kakak iparnya, Bima. Bima adalah kakak tiri Bayu, mantan suami Citra.

Rumah tangga Citra dan Bayu hanya bertahan selama dua tahun. Campur tangan Arini, ibu kandung Bayu membuat keharmonisan rumah tangga mereka kandas di tengah jalan.

Akankah Citra menerima Bima dan kembali masuk dalam lingkungan keluarga mantan suaminya dulu? Bagaimana juga reaksi Bayu juga Arini ketika mengetahui Bima menjalin asmara dengan Citra?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon REZ Zha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Naik Ojek

Citra merasa lebih tenang setelah pulang dari rumah keluarga Bima. Walau awalnya sama-sama ramah, namun, Citra merasa Om Aries dan Tante Lena lebih tulus jika dibandingkan dengan Arini.

Sambutan keluarga Bima terasa hangat hingga ia merasa betah berinteraksi dengan mereka meskipun mulanya merasa canggung. Yang paling disyukuri Citra adalah sikap Om Aries dan Tante Lena yang tak mempermasalahkan statusnya sebagai janda dan mantan istri Bayu.

Entah, apa yang dikatakan Bima untuk meyakinkan keluarganya sehingga mereka sangat welcome terhadapnya. Yang pasti Citra merasa sangat bersyukur tak mengalami rintangan dengan keluarga Bima.

"Bagaimana sekarang? Sudah lebih tenang?" tanya Bima saat mengantar pulang Citra.

Citra menoleh Bima yang berada di belakang kemudi. Senyumnya sedikit mengembang menandakan jika apa yang ditanya Bima memang benar yang ia rasakan saat ini.

"Artinya kamu tidak akan menghindar dari saya lagi, kan?" tanya Bima kemudian.

"Saya menghindar juga Mas selalu punya cara untuk memaksa saya bertemu sama Mas," keluh Citra dengan mencebikkan bibirnya.

Bima terkekeh mendengar keluhan Citra yang berupa kritikan kepadanya.

"Itu namanya usaha. Kalau saya menginginkan sesuatu, semaksimal mungkin saya akan berusaha mendapatkannya. Lagi pula itu semua untuk kebahagiaan kita ke depannya." Bima menyebut alasan dirinya selalu nekat ingin berjumpa dengan Citra meskipun wanita itu enggan menemuinya.

Citra menghela nafas dalam-dalam. Bima memang tipikal pria yang punya prinsip dan teguh pada pendirian. Apalagi menurut Om Aries dan Tante Lena, Bima belum pernah membawa wanita untuk diperkenalkan pada mereka. Artinya Bima memang sungguh-sungguh kepadanya. Sayangnya rintangan masih menghadang, restu dari sang ibu belum mereka dapatkan.

"Mas, aku turun di sini saja!" Tiba-tiba Citra teringat jika ibunya akan marah jika tahu Bima mengantarkan pulang. Padahal saat izin pergi keluar, Vera dan Fian yang menjemputnya ke rumah.

Bima menolehkan pandangan ke arah Citra dengan kening berkerut, Bima bertanya heran karena Citra minta diturunkan di tengah jalan.

"Kenapa?" Bima menuntut jawaban dari Citra.

"Tadi saya pergi dengan Vera dan Fian. Kalau nanti Mas mengantar ke rumah, ibu pasti curiga. Saya nggak enak ke Vera, Mas. Khawatir ibu nggak percaya lagi sama mereka, padahal selama ini ibu tahu kalau mereka orang yang bisa dipercaya." Citra beralasan agar Bima mengerti dan tak memaksa ingin mengantarnya sampai rumah.

"Saya tidak mungkin menurunkan kamu di tengah jalan seperti ini. Biar nanti saya jelaskan ke ibu, supaya Ibu mengerti. Kita bisa cerita yang sejujurnya ke ibu soal ke mana kita pergi, saya yakin ibu tidak akan marah." Mana mungkin Bima akan membiarkan Citra sendirian di luaran malam-malam seperti ini.

"Jangan sekarang, Mas. Biar saya nanti naik ojek saja!" Citra tak ingin ibunya menyalahkan Vera karena terlibat membawa dirinya keluar dari rumah, apalagi untuk bertemu dengan Bima yang sudah jelas-jelas dilarang.

"Saya tidak akan membiarkan kamu pulang ke rumah sendirian!" tegas Bima, menunjukkan rasa khawatirnya, apalagi membiarkan Citra pulang dengan pria lain, karena kebanyakan driver ojek adalah laki-laki.

"Saya biasa pakai ojol kalau nggak bawa motor, Mas. Ini bukan pertama kalinya buat saya dan selama ini aman-aman saja, kok." Citra mencoba meyakinkan Bima, kalau tak masalah menggunakan jasa ojek online untuk pulang ke rumah.

"Saya tidak suka kamu bersama pria lain, apalagi naik motor. Bagaimana kalau dapat driver yang tidak baik!?" Bima bersikap posesif.

Citra terdiam sambil berpikir, bagaimana dia bisa pulang ke rumah tanpa harus ketahuan ibunya kalau ia pergi dengan Bima.

"Ummm, kalau Mas khawatir, Mas bisa ikut di belakang ojol sampai depan komplek." Citra mendapatkan ide, karena Bima terkesan tak ingin meninggalkannya sendirian.

Bima menoleh sepintas kemudian kembali fokus dengan jalanan di depannya. Kali ini dia sedang berpikir, mempertimbangkan saran Citra tadi.

Beberapa menit Bima berpikir, akhirnya dia menyetujui permintaan Citra. "Baiklah, kamu boleh pakai ojek."

Citra agak terkejut, ternyata Bima menyetujui permintaannya untuk pulang menggunakan ojek online, karena ia menduga akan sulit mendapatkan persetujuan pria itu. Namun, ia bersyukur, tak terus berdebat dengan Bima soal ini.

***

Motor ojek online yang membawa Citra akhirnya sampai di depan rumah. Citra turun dan melepas helm milik driver ojek dan menyerahkan pada pengendara motor.

"Terima kasih ya, Mas," ucap Citra yang hanya dibalas dengan anggukan kepala pengendara motor yang menggunakan helm menutupi wajahnya.

Citra lalu masuk ke dalam rumahnya, kebetulan pagar rumah dan pintu depan tak terkunci dari dalam.

"Assalamualaikum ..." Citra mengucap salam ketika membuka pintu dan melangkah masuk ke rumah.

"Waalaikumsalam ..." Ternyata Ibu Nurul telah menunggu anaknya di ruang tamu. "Kamu pulang dengan siapa, Citra?" tanya Ibu Nurul menyelidik.

"Ummm, tadi aku pulang pakai ojol, Bu," sahut Citra, berusaha untuk tetap tenang agar ibunya tak curiga.

"Nggak diantar Fian sama Vera?" Karena sewaktu pergi Citra dijemput Fian dan Vera, Ibu Nurul menanyakan alasan putrinya tak diantar kembali oleh sahabat Citra itu. Biasanya jika mereka menjemput ke rumah, Fian dan Vera selalu membawanya kembali ke rumah, tidak membiarkan Citra pulang sendiri, apalagi malam hari.

"Ummm, tadi itu Citra sama Vera ditinggal sama Fian, karena ada urusan mendadak, Bu. Jadi aku sama Vera pulang masing-masing pakai ojol." Citra terpaksa berbohong pada sang ibu. "Maafkan Citra, Bu. Citra harus berbohong sama Ibu." Batin Citra merasa bersalah karena sudah membohongi orang tuanya.

"Ya sudah, kamu sudah makan belum? Mau Ibu hangatkan makanannya?" Beruntung Ibu Nurul tak memperpanjang dan percaya alasan yang diberi oleh Citra.

"Tadi sudah makan sama Vera, Bu," jawab Citra.

"Ya sudah, pintu gerbangnya sekalian dikunci! Ibu mau sholat Isya." Setelah memberi perintah, Ibu Nurul pun meninggalkan Citra menuju kamarnya.

Citra menarik nafas lega. Tapi, tetap rasa bersalah itu menghinggapi hatinya. Dia merasa berdosa karena tak bersikap jujur pada ibunya.

Sementara itu di seberang jalan gerbang komplek perumahan Citra. Bima membuka helm dan jaket berwarna hijau yang ia sewa dari driver ojek online yang ia temui dekat gerbang komplek rumah Citra.

Bima tak membiarkan Citra berduaan dengan driver ojek, sehingga dia sengaja memberi uang lima ratus ribu dan menitipkan mobilnya pada driver ojek online. Dia meminjam jaket dan helm driver ojol untuk mengantar Citra ke rumah wanita itu dengan aman.

"Terima kasih untuk kerjasamanya." Bima menepuk pundak driver ojek online setelah menyerahkan atribut driver itu.

"Sama-sama, Mas. Ini uangnya gimana, Mas?" tanya driver ojol menyerahkan uang yang ia anggap cukup banyak untuk membayar sewa motornya.

"Ambil saja untuk kamu semua," jawab Bima karena driver itu masih muda.

"Makasih banyak ya, Mas. Semoga selalu lancar rezekinya." Driver yang menyewakan motornya itu berterima kasih dan tak lupa mendoakan Bima karena telah memberikan rezeki tak terduga kepadanya.

❤️❤️❤️

1
Esther Lestari
Sah juga akhirnya.
Dibisikin apa sama Cicil tadi Citra....penasaran
ρυтяσ✨
Alhamdulillah.... SAH
betul maz'Bima, walaupun seorang lelaki perdana masalah MP tapi kaum lelaki pasti tau tata cara'y🤭🤭🤭🤭walaupun perjaka tidak menjamin dia lelaki polos... iya kaaaan🤣🤣🤣✌✌✌
Ernalita Sitompul
Bima pasti sdh nggak sabaar😄
Ernalita Sitompul
Bima pasti sdh nggak sabaar😄
🥑⃟ᄂ⃟ᙚ🍁Rahma❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Nah pinter ini Bima🤭
🥑⃟ᄂ⃟ᙚ🍁Rahma❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Alhamdulillah akhirnya sah ini pengantin barunya
🥑⃟ᄂ⃟ᙚ🍁Rahma❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
typo kah itu kak
🥑⃟ᄂ⃟ᙚ🍁Rahma❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Cecil ngomong apa sih bikin kepo saja
Dest Cookies
alhamdulillah.. akhirnya sah... tp aku masih penasaran.. apa sih yg diomongin cecil??

.
sryharty
otw saaaaaahh
Esther Lestari
Arini pusing takut gak kebagian harta mendiang suaminya.
Untung Bayu kali ini waras, gak nurutin apa mau nya Arini.

Cecil mau menyampaikan apa ya ke Citra
🥑⃟ᄂ⃟ᙚ🍁Rahma❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Wah ada apa ini. Kira-kira Cecil mau kasih kabar apa ya
🥑⃟ᄂ⃟ᙚ🍁Rahma❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Sokoor Arini, sekarang anakmu sendiri menolak usul kamu
Sunaryati
Syukur Bayu kali ini tidak mengikuti kemauan ibunya. Sudah jelas di sini Arini ingin menguasai harta mendiang suaminya, hany untuknya Bayu dan Laras, padahal Bayu itu tidak berhak. Lalu menganggap Citra seperti dirinya.
Menjelang pernikahan Bima dan Citra, emak penasaran dan drg- degan apa yang akan dikatakan Cecil pada Citra
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ¢ᖱ'D⃤ ̐🍻
jangan aneh2 ya Cecil.gak lucu kalau tiba2 semua yang di rencanakan berantakan.jangan jadi Arini jilid 2
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ¢ᖱ'D⃤ ̐🍻
udah tua bukannya sadar malah makin2 Arini.di skak mat sama anak sendiri 😂
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ¢ᖱ'D⃤ ̐🍻
jahat banget sih .padahal Citra gak pernah nyakitin Arini atau menjelek-jelekkan Arini.
Dest Cookies
duh... mam zha.. bikin penasaran.. ada apa nih ??? jgn diprank yah... ini udah menuju halal lho..
ρυтяσ✨
respon Bayu bikin bu'Arini kaget... tidak biasa'y dia yang selalu nurut sekarang sudah tidak mau di setir lagi sama ibu'y, bagus Laras.. jangan mau lah 1 tujuan dengan ma" u yang toxic 😂🤭
ρυтяσ✨
ada apa ya???kedatangan Cecil bikin deg"n aja ini... semoga hanya firasat Citra saja ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!