Larasati , seorang gadis desa yang lugu dan sederhana, harus menghadapi takdir pahit ketika sepupunya, Gea, kabur di hari pernikahannya dengan seorang pria kaya bernama Nathan karena hamil dengan lelaki lain.
Orang tua Gea, yang merasa posisi perusahaan mereka terancam bangkrut jika pernikahan ini sampai gagal dan membuat keluarga Pratama malu, memaksa Laras, keponakannya untuk menggantikan posisi Gea sebagai pengantin.
Nathan, yang merasa tertipu dan marah, terpaksa menerima pernikahan itu demi menjaga nama baik keluarganya, meskipun hatinya dipenuhi kebencian pada Laras yang dianggap sebagai biak kerok yang menyebabkan Gea kabur di hari pernikahan mereka.
Intrik dan persaingan dalam perebutan kekuasaan di keluarga Pratama menyeret Laras kedalam pusaran kekacauan yang tiada henti.
Akankah Laras bisa menanggung semua ini?
Menjalani pernikahan tanpa cinta dengan suami yang hatinya masih terpatri nama orang lain?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon julieta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CURIGA
“APA! MENJADI RESEPSIONIS!”, teriak Silvy syok.
Dia sama sekali tak menyangka jika Willy akan memberinya pekerjaan sebagai resepsionis yang baginya memiliki posisi sangat rendah di perusahaan, setingkat satu level lebih tinggi dari office boy dan office girl. Hal itu tentu saja membuat wanita muda yang sudah terbiasa dimanja itu merasa tidak nyaman.
“Jika kamu tidak senang maka kamu bisa pergi, perusahaan juga tak membutuhkanmu. Itu pesan yang tuan Pratama ketiga tinggalkan untuk anda”.
Begitu kata-kata itu diucapkan oleh manager HRD yang ditemuinya, Silvy yang tak memiliki kesempatan lain pun hanya bisa mengertakkan giginya dengan marah dan berat hati terpaksa menerima pengaturan yang dibuat oleh Willy untuknya.
Dengan wajah muram dia berdiri di tempatnya, membuat rekannya yang bertugas dengannya merasa sedikit takut karena tahu jika wanita muda itu tuan ketiga Pratama yang membawa masuk jadi tak berani menyinggungnya.
Silvy yang tengah mengerucutkan bibirnya seketika berbinar cerah ketika melihat Andrew datang.
“Apakah ini cara tuan Willy memberiku peluang untuk bertemu Nathan?”.
Setelah memikirkan jika apa yang dia pikirkan benar maka kekesalan dalam hati Silvy pun dengan cepat menghilang.
Iapun segera berdiri dan merapikan pakaian serta rambutnya kemudian tersenyum ramah menyambut kedatangan asisten pribadi direktur utama mereka tersebut.
“Selamat pagi tuan Andrew”, sapa Silvy dengan suara yang sudah dia rubah menjadi sedikit genit dan centil.
Melihat wajah yang familiar dihadapannya, Andrew terkejut dalam hati karena tak menyangka jika ada gadis yang memiliki wajah sama dengan mendiang Chelsy.
Jika saja Andrew tak tahu bagaimana Chelsy meninggal dan dikremasi seperti permintaan terakhirnya sebelum mati, mungkin dia akan mengira gadis didepannya adalah teman kecil tuan mudanya.
Untungnya Andrew sudah terbiasa menghadapi kondisi seperti ini sehingga meski dia terkejut tapi ekpresi wajahnya tetap datar dan dingin.
Tanpa perlu memberi jawaban, asisten pribadi Nathan itu pun segera berlalu, mengabaikan Selvy yang masih berusaha untuk mengajaknya berbicara.
Rekan kerja Selvy pun melihat tingkah polanya segera membuat gossip di grup kantor yang mengatakan jika pegawai baru yang dibawa masuk oleh tuan ketiga Pratama itu tengah mengejar Andrew.
Begitu berita itu diposting, beraneka ragam pendapat muncul dan membuat grup chat kantor yang tentunya tanpa pimpinan disana, ramai.
Banyak orang menduga mungkin alasan Selvy mendekati Andrew karena Nathan, karena sudah banyak orang yang melakukan hal itu sehingga apa yang gadis itu lakukan tak asing lagi bagi mereka.
Wajah Selvy yang semua orang anggap biasa tentu saja menjadi gunjingan semua orang karena dianggap terlalu percaya diri dan merasa paling cantik padahal wajahnya hanya rata-rata saja.
Selvy tak tahu jika sebenarnya Nathan bukanlah menganggap Chelsy cantik sehingga jatuh hati kepadanya.
Bahkan perkiraannya yang menganggap Chelsy sebagai cinta pertama Nathan, seperti anggapan semua orang selama ini juga salah karena Nathan hanya menganggap Chelsy sebagai kakak perempuan yang harus dia jaga dan lindungi sehingga ketika Chelsy diculik karena dirinya dan meninggal dalam pelukannya setelah berhasil diselamatkan dari penculik yang menyiksanya dengan kejam, membuat kondisi mentalnya pun mulai terganggu karena ia amat terguncang oleh kejadian tersebut.
Kondisi inilah yang awalnya memicu penyakit mental yang Nathan alami. Pada awalnya penyakit itu tak terlalu parah dan hanya akan kambuh mendekati peringatan hari kematian Chelsy.
Tapi, kondisi mental itu semakin parah ketika dia menjalin hubungan dengan Gea. Meski pada awalnya dia dekat dengan Gea karena menganggap wanita itu mirip dengan Chelsy dari perilaku dan sifatnya, tapi rasa yang dialaminya sedikit berbeda dari rasa yang pernah dia rasakan terhadap Chelsy.
Ada raca cemburu dan tak senang ketika Gea dekat dengan pria lain yang kemudian menimbulkan jiwa possesif dalam dirinya dimana hal itu tak pernah terjadi ketika dia tengah bersama Chelsy dulu.
Tapi semua itu tak Gea ketahui dan hanya Andrew, sang asisten pribadi saja yang tahu cerita sebenarnya.
Bahkan keluarga Nathan sendiri saja masih mengira jika Chelsy adalah cinta pertama Nathan setelah melihat bagaimana terpukulnya Nathan setelah kematian tragis Chelsy.
Andrew yang sudah tiba di lantai lima belas segera menghubungi detektiv langganan Nathan untuk mencari informasi mengenai Selvy yang dianggapnya sedikit mencurigakan.
Wajahnya yang menyerupai Chelsy dan tingkah lakunya yang sok dekat sok akrab dengannya, membuat alaram bahaya dalam diri Andrew berbunyi nyaring dan mengingatkannya untuk mulai waspada.
Sementara itu di front office lantai bawah, setelah bertemu dengan Andrew, meski ditanggapi dengan dingin tapi perasaan jengkel karena hanya ditemptakan sebagai resepsionis dan bukan staf kantor seperti harapannya, lenyap seketika ketika dia mengetahui kenapa Willy menaruhnya di posisi ini.
Berjaga didepan membuatnya leluasa untuk melihat dan mengetahui siapa saja yang datang ke perusahaan, termasuk Nathan sehingga peluangnya untuk bertegur sapa dengan pimpinan perusahaan Pratama itupun terbuka lebar.
Selain mengetahui siapa saja yang datang ke perusahaan dan apa kepentingan mereka, dia juga bisa mengetahui siapa saja orang yang mencari Nathan dan keperluan mereka karena posisinya yang bertugas sebagai penerima awal sebelum disambungkan kedalam memungkinkan untuk mendapatkan informasi tersebut sehingga dia bisa dengan mudah untuk memblokir orang-orang yang tak diinginkan untuk menghubungi Nathan, termasuk Laras.
Menyadari pentingnya posisi yang dia perankan ini, senyum lebar pun muncul diwajah Silvy, membuat Amanda, rekan kerjanya bergidik ngeri karena mengira dia gila atau kesurupan karena sejak tadi senyum-senyum sendiri tanpa sebab.
Silvy yang larut dalam lamunannya tak menghiraukan apa yang orang lain pikirkan tentangnya. Karena suasana hatinya cukup bagus maka setiap tamu yang datang berkunjung ke perusahaan dilayaninya dengan baik.
Hal ini membuat salah satu orang yang Willy tugaskan untuk mengawasi Silvy dalam diam merasa cukup lega karena wanita muda tak membuat ulah dihari pertamanya bekerja.
Willy memberi posisi resepsionis untuk Silvy bukan tanpa sebab. Selain memiliki resiko yang kecil dibandingkan jika wanita muda itu dia masukkan menjadi staf dan mengacaukan urusan intern perusahaan, maka posisinya dikeluarga Pratama akan semakin terancam, ia berharap Silvy bisa memberitahukan berbagai informasi penting mengenai tamu dan orang-orang yang ingin bertemu dengan Nathan baik itu secara langsung atau melalui telepon karena semua informasi pertama harus melalui bagian resepsionis dulu baru kemudian disalurkan ke dalam.
Merasa jika apa yang dilakukannya sangat tepat membuat Willy sedikit lengah dan tak menyadari jika Andrew kini sudah mengetahui hubungannya dengan Silvy dari cctv kantor sehari sebelum wanita muda itu masuk menjadi bagian dari karyawan perusahaan.
Nathan yang baru saja melihat rekaman cctv yang Andrew kirimkan, rahangnya mengeras menahan amarah.
“Paman ketiga tampaknya belum jera juga hingga membuat skema licik seperti ini untuk menjatuhkanku”, guman Nathan geram.
Sama seperti Andrew, jika tak melihat sendiri bagaimana Chelsy meninggal didalam pelukannya dan jasadnya dikremasi, mungkin Nathan akan terkecoh dan masuk kedalam jebakan yang dia curigai sengaja disiapkan oleh Willy untuk menjegalnya agar posisi pewaris keluarga Pratama yang akan dilangsungkan tiga hari kedepan, batal dia dapatkan.
Karena Willy sudah bergerak lebih dulu maka Nathan pun tak akan segan untuk bertindak. Apalagi kini dia akan memiliki anak. Meski dia masih belum tahu apakah Laras mau melahirkan anak itu atau tidak, setidaknya ia sekarang memiliki tanggung jawab lebih sehingga Nathan pun akan bertindak tegas terhadap siapapun yang berniat untuk menjegal jalannya menjadi pewaris utama keluarga Pratama dan tak lagi perduli akan hubungan darah, seperti pelatihan yang telah diterimanya selama ini dari keluarga intinya.
thanks teh 💪😍
thanks teh
😍💪