harap bijak memilih bacaan.
Di jadikan babu oleh sang bibik, di bully oleh warga desa sebab bau badannya.
Ia begitu patuh, namun berkahir di jual oleh Bibiknya pada Tuan Mafia kejam yang menjadikannya budak nafsu menggunakan status istri yang di sembunyikan dari dunia.
ikuti ceritanya disini!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon liyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 20.Ada celah.
Shara sangat yakin kalau yang bersama Anggi adalah Hazard. "Apa mereka menikah? kalau iya, kenapa mereka menyembunyikannya, bukannya bagus kalau Bunda dan ayah tahu Hazard menikah, dengan begitu pernikahan di batalkan? pasti ada alasan kenapa Hazard tidak terus terang padaku," batin Shara.
"Memangnya kenapa kak?"tanya Zuma.
"engg, enggak kok, nggak papa, kayaknya tadi kaka lihat hantu mirip kamu, ihh serem, mau ke kamar dulu,"pamit Shara sambil bergidik ngeri.
Zuma tentunya merasa heran, tapi ia tak ambil pusing dan langsung kekamarnya saat menguap.
"Ck, gini banget jadi anak pungut," gumam Zuma menggeleng pelan.
Shara ternyata tak langsung ke kamar nya, ia malah pergi ke kamar satunya."dia masih bangun nggak ya,Jangan-jangan udah tidur,"Shara terlihat ragu untuk mengetuk pintu.
"Kayaknya udah tidur deh,"gumam Shara, Shara berbalik, matanya membulat tubuhnya terasa di tarik dari belakang.
Shara mendongak melihat wajah Gadi, pipinya merah, jantungnya berdetak kencang, senyum di bibirnya mengembang." Gadi, aku pikir kamu udah tidur,"Shara memeluk tubuh pria itu.
"Belum."
"Karena dengar suara desahan yah?" Shara mendongak, melihat wajah Gadi yang memerah.
"Gadi."
"hmm."
"kenapa kita juga nggak coba,kan kita–"
Gadi menaruh jarinya di bibir Shara. "Mereka sudah menikah, bedakan dengan kita yang belum, lagi pula waktu masih banyak untuk melakukan itu."
Shara tersipu malu, bahkan Ia begitu di hargai oleh pria itu, tak ingin menyentuhnya sebelum di halalkan. "Gadi, kita nikah lari aja yuk,aku nggak papa kok hidup sembunyi terus,"kata Shara sambil mengerucutkan bibirnya.
"Tapi anak-anak kita nanti pasti ingin melihat dunia luar Shara, kamu tenang saja,Tuan Hazard telah memberikan saya izin untuk bersama kamu," Gadi memeluk erat tubuh wanita itu, Shara tak Henti-hentinya tersenyum.
Shara mendongak, Gadi menunduk menyelipkan anak rambut Shara di balik telinga, senyuman Shara sungguh menular padanya.
Gadi menyatukan keningnya dengan Shara."Kenapa terus tersenyum hmm."
Shara terkekeh."kamu juga kenapa tersenyum."
Giliran Gadi yang tertawa pelan,Shara baru kali ini melihat pria itu tertawa lepas. Shara mengelus pipi Gadi. "Kalau kayak gini, kamu ganteng banget,pakai banget tahu nggak, tapi senyumnya sama aku aja yah, jangan sama yang lain."
"Tergantung."
Alis Shara menukik tajam, ia mengendurkan pelukannya tapi Gadi semakin menekan ia maju.
"Maksudnya," ketus Shara.
"Tergantung kita berjodoh atau tidak."
"Kita harus berjodoh dong, masa nggak, kamu nggak mau jadi suami aku?"cecar Shara.
"Nggak gitu Shara, dengerin dulu–"
Shara melepaskan paksa pelukan mereka, dan akan pergi tapi tangan Gadi dengan cepat menarik lengan Shara, membuat Shara menabrak tubuhnya.
"Dengerin dulu," Shara langsung membuang muka, bibirnya manyun ke depan, pipinya menggembung saking kesalnya.
"Takdir Tuhan kan, nggak ada yang tahu,ra."
"Harusnya kamu tantang dong takdir Tuhan, supaya bisa berjodoh sama aku,laki itu begitu, kamu lembek ah, males deh sama kamu," ketus Shara.
"Emang saya kelihatan lembek?"
"Tahu ah, ngantuk," Shara langsung pergi meninggalkan Gadi yang terlihat kalut.
Gadi bingung mau mengejar juga sepertinya percuma, apalagi jam sudah menunjukkan 2 pagi.
*******
pagi-pagi sekali Hazard membawa Anggi mandi air panas. "kamu suka?" tanya Hazard.
"hmm."
"Kamu kenapa diam aja, kamu nggak suka sama yang saya lakukan kemarin malam," Hazard menengok ke samping wajah Anggi yang bersandar di dadanya.
"Tumben sekali Tuan bertanya, seperti bukan tuan."
Hazard menelan lidahnya ke pipi. "umm ya, ini bukan saya."
Setelah selesai Anggi langsung keluar tanpa pamit pada Hazard.
Hazard benar-benar bingung, kenapa sikap Anggi seperti itu.
Tepat saat Anggi baru di meja makan, ternyata Shara sudah disana sambil makan buah.
Shara yang melihatnya menyapa nya begitu ramah."Hai pengantin baru, semalam tidurnya enak banget yah."
Wajah Anggi merah sempurna Ia duduk sambil menahan gugup."Memangnya kedengeran yah?"tanya Anggi pelan.
"humm, kedengaran sampai lorong."
Anggi langsung cegukan dan tangan Zuma terlihat menawarkan air.
"Terima kasih."
Hazard memicingkan mata dari jauh, langsung duduk di tengah Zuma dan Anggi.
Shara menaikkan satu alisnya. "Zuma, kamu kemarin gacor banget sih, sampai bikin Anggi teriak gitu sampai jam 3 pagi, kasihan loh, dia nggak puas tidur karena kamu."
Zuma terkekeh, ia melirik Hazard yang diam saja seperti tak melakukan apapun.
"Memangnya kak Shara dengar sampai lorong, maklum kak, Zuma capek, tapi, pas lihat Anggi," Zuma melirik Hazard yang terlihat menahan emosi, lalu beralih ke arah Anggi. "Rasanya pengen di sentuh terus sama dia,biar lelahnya hilang," Zuma menaik turunkan alisnya, tangannya siap menggapai tangan Anggi.
Mata Hazard ikut mengekori tangan Zuma yang mendekati tangan istrinya.
Shara sendiri menahan tawa melihat kejahilan Zuma.
"Jangan sok romantis disini, makan,"ujar Hazard dingin.
Ucapan Hazard menghentikan aksi Zuma. "Tapi nggak papalah kak, sama istri sendiri juga," tangan Zuma lanjut akan meraih tangan Anggi.
Saat tinggal sedikit lagi, Zuma membulatkan mata saat Hazard akan menancapkan pisau di lengannya dengan cepat Zuma menarik tangannya dan menggeser kursinya.
"Buset, serem banget nih orang, emang kenapa sih, dia, kan, istri saya kak."
Shara sangat ingin tertawa, tapi Ia harus menahannya, Ia harus membuat Hazard mengakui Anggi.
"Hazard, kenapa kamu kayak gitu, emang kenapa kalau mereka romantis di meja makan, dari pada di kasur, lebih baik disini kan, ya kan?" tanya Shara meminta persetujuan Zuma yang langsung mengangguk cepat.
"Iya nih, heran deh, punya kakak gengsian banget, Anggi, sini duduk dekat Mas, jangan dekat-dekat sama dia."
Tatapan Hazard langsung menusuk mata Zuma.
Shara berdiri."Anggi, sana kamu duduk dekat suami kamu, biar aku duduk sama tunangan aku."
Anggi terlihat bingung, apalagi melihat tatapan Hazard seperti melarang dirinya untuk pindah.
"Anggi, sana,"kata Shara lagi.
"Sayang sini,"seloroh Zuma.
Hazard menatap tajam Zuma, yang malah tersenyum.
Anggi langsung berdiri, tapi tangannya di tarik oleh Hazard.
"Hazard, kamu ngapain sih larang Anggi sama suaminya," ketus Shara.
"dia duduk disini, kamu duduk ke tempat kamu tadi," kata Hazard dingin.
Shara memicing kan matanya."Emangnya kenapa kalau aku duduk di situ, Anggi, sana sama suami kamu!"
Anggi akan berdiri, tapi di tahan lagi oleh Hazard.
"Hazard kamu itu cuman kakak iparnya, kamu nggak boleh kayak gitu sama adik ipar kamu,"kata Shara lagi.
Anggi menatap tajam Hazard,ia tak ingin mengalami masalah lagi, apalagi kalau mertuanya tahu, bisa kacau semuanya.
"Hazard kamu itu siapanya sih!" teriak Shara.
"Saya suaminya!"
Shara tersenyum dalam hati, sedangkan Zuma sudah menampilkan wajah kaget.
"Hazard!"
Semua perhatian langsung tertuju pada orang tua hazard.
Ya ampun, gimana nih nasib Hazard sama Anggi nanti?
Oh ya siapa disini yang baper lihat adegan Shara sama Gadi, atau Hazard sama Anggi?
kalian tim yang mana gays.
oh ya aku lagi bikin target.
5 orang kasih bintang.
10 like.
5 komen bilang update lagi.
10 bab siap di update. aku tunggu sampai sore, eh, tergantung kalau cepat aku bakalan langsung Up 10 bab nya😍