NovelToon NovelToon
Ainomaru

Ainomaru

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / Berbaikan
Popularitas:902
Nilai: 5
Nama Author: Jauhadi

"Arina Andrews!" Panggil seorang guru saat Arin hendak berlalu.

Arin lalu berbalik dan mendapati jika orang yang memanggil dirinya adalah sang guru. Orang yang membuat dirinya merasa hidup. Namun Arin terkejut saat mengetahui gurunya hendak menikah. Baginya Ibu Sarah adalah ibu baginya.

"Ibu guru tidak akan melupakan sayakan ?" Tanya Arin...

Ibu Sarah hanya terdiam, dia lalu mengelus kepala anak muridnya itu..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jauhadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Bab 5

"Tion, aku rasa kau tidak harus selalu bersamaku. Bagaimanapun juga kau adalah penerus bisnis ayahmu." Ujar Alexa khawatir. Dia tahu betul bagaimana karir sanga pacar dahulu, Tion adalah pebisnis muda yang handal, sementara sekarang hanya menjadi detektif dengan gaji yang jauh lebih kecil dari pada saat dirinya menjabat sebagai CEO.

"Kenapa sayang? Apa kamu tidak mencintai aku lagi kalau aku di dekatmu? " Balas Tion sambil mengecup leher Alexa.

Di mobil mereka mengobrol, sambil berpegangan tangan. Alexa hanya khawatir jika Tion bersamanya akan menghambat karir Tion. Meski begitu trkat Tion sudah bulat. Selama Alexa menjadi polisi di defisi anti kriminal, di saat itu juga Tion bersumpah untuk menjaganya.

Alexa merasa tidak perlu selalu di jaga, justru menurut Alexa yang seharusnya di jaga adalah Tion sendiri, sebab Tion adalah anak atasannya sekaligus penerus bisnis keluarga Andrews.

Sementara itu di saat Tion, dan Alexa sibuk di lokasi syuting, Arina sedang sibuk juga di sekolah.

"Arina, tungguin." Ujar Rania Putri yang merupakan sahabat baik Arina. Arina dan Rania keduanya adalah siswi pintar di sekolah. Sarah bahkan sangat bangga dengan prestasi belajar mereka. Arina, dan Rania akan mengikuti olimpiade tingkat nasional. Di kehidupan sebelumnya Arina melewatkan kesempatan untuk olimpiade tingkat nasional ini, dia sudah tiada saat itu.

Arina mengembuskan napas dengan agak kasar. Dia merasa ini adalah tantangan lain di hidupnya. Sementara itu dia ingin tahu apa yang kakaknya lakukan, dia lalu mengirim pesan pada kakaknya.

Tak lama kemudian Tion membalas pesan Arina. "Aku sedang di set film, mau lihat? " Ujar Tion di dalam pesan singkat miliknya. Arina lalu tertarik untuk melihat, tak di sangka Alexa membutuhkan pemeran pengganti, sosok Arina Andrews yang hampir mirip dengan pemerannya membuat dia ingin menjadikan Arina aktris pengganti.

Arina setuju tanpa pikir panjang, lagi pula hanya sebentar. Tion memperhatikan, lalu setelah semuanya selesai mereka pulang. Tion pulang bersama Arina, Alexa yang tahu jika Arina adalah adik pacarnya sama sekali tidak cemburu, bagaimanapun juga mereka adalah kakak beradik.

"Kamu tahu dari mana aku kakakmu?" Tanya Tion di sela-sela mengemudi motornya.

"KTP-mu." Ujar Arina. Tion mengernyit heran, KTP? Sontak saja pemuda itu langsung menghentikan laju motor miliknya.

"Tak.." Bunyi standar motor yang turun membuat Arina ikut turun juga.

"KTP? Kamu pernah lihat KTP asli milikku?" Tanya Tion penuh dengan rasa penasaran.

"Iya pernah, bahkan masih ada padaku." Ujar Arina Andrews pada kakaknya.

"Inikan. Seperti aku sangat lalai kali ini. Untung kau yang menemukannya. Dari KTP saja bagaimana bisa tahu aku kakakmu? Namaku saja kamu tidak tahu." Tanya Tion pada Arina bagaikan menyelidiki tersangka.

"Ayah menulis namamu di surat yang di tinggalkan oleh dia tujuh belas tahun yang lalu, dan lagi kamu selalu menjagaku selama ini, tidak sulit menebak jika itu kamu adalah kakakku." Balas Arina.

Tion hanya menganggukkan kepalanya, dia mengakui kecerdasan Arina Andrews kini. Seorang juara umum berturut-turut di sekolah tentu tidak main-main IQ yang di milikinya. Tion melepaskan jaketnya, memakaikannya pada Arina.

"Mau hujan, dingin juga. " Tukas Tion pada Arina. Mereka lalu melanjutkan perjalanan, dan sampailah mereka di toko buku.

Dan tak di sangka di sana Arina memilih banyak buku, Tion bahkan terkejut dengan jumlah buku yang di beli oleh adiknya. Dia merasa agak menyesal ikut ke toko buku dengan Arina. Tanpa di sangka oleh Arina, toko buku itu adalah milik Tion Andrews kakaknya. Tanpa di suruh pun para karyawan memberikan Arina diskon untuk belanjaannya. Bukan karena mereka melihat Tion, tapi karena mereka melihat member setia mereka, dan melihat buku yang Arina beli.

"Kau yakin bisa membawa semua itu?" Tanya Tion pada Arina.

"Yakin, kan aku udah bawa tas ini." Arina mengeluarkan sebuah Tote bag yang cukup besar. Cukup untuk semua bukunya.

Arina memang suka membaca, bacaannya tidak hanya mencakup bacaan novel, dan komik seperti kebanyakan remaja lainnya, tetapi juga politik, sosiologi, filsafat, dan ilmu pengetahuan lainnya. Selain itu Arina juga kadang membeli buku luar negeri di online shop agar bisa membaca lewat versi bahasa lain.

Uangnya dia dapat dari uang saku bulanan yang di berikan panti asuhan, selain itu Arina juga mengajar les di akhir pekan, sehingga dia tidak kekurangan uang untuk membeli buku yang dia inginkan untuk di beli.

Tion Andrews hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan adiknya. Dia kini merasa motor yang di naikinya terasa berat di bagian belakang, meski tidak seberat beban kurir di Indonesia raya ini.

"Aku rasa kau tidak akan mati kebosanan." Ujar Tion Andrews pada adiknya di sela-sela mengemudi motornya.

Arina hanya nyengir kuda saja. Memang Arina sendiri merasa tidak akan bosan dengan membaca buku. Dia tidak hanya tidak bisa hidup tanpa buku, tapi buku adalah hidupnya. Selain Arina ada satu lagi kutu buku akut yang tidak akan bisa hidup jika tanpa buku, dia adalah Rania Putri yang merupakan sahabat Arina. Baik Rania maupun Arina sama-sama merasa membaca adalah hidup, hidup tanpa membaca seolah bukan hidup namanya.

Saat sampai di panti asuhan nantinya Arina tidak sabar untuk segera membaca buku-buku miliknya dengan Rania. Rania sendiri juga pergi membeli buku hari ini. Hanya saja Rania membelinya di toko buku lain, dia tidak pergi bersama Arina bukan karena harus berpencar, melainkan sebab Arina pergi dengan Tion yang merupakan kakaknya.

Hubungan antara Arina, dan Rania lebih dari sekedar teman atau sahabat, mereka berdua sudah seperti saudara. Dari kecil mereka berdua memang suka sekali membaca, saking sukanya membaca mereka berdua bahkan sampai di berikan ruangan khusus membaca oleh kepala panti asuhan yang merupakan ibu Rania.

Anak-anak lain enggan menginjakkan kaki di ruang buku itu, sekalinya menginjakan kaki ke sana paling-paling hanya mengambil buku cerita, yang bisa di bilang perpustakaan nya panti asuhan, tapi Rania Putri, dan Arina Andrews berbeda. Ruangan itu bagaikan markas kecil mereka.

Kini anak-anak di panti asuhan mulai sedikit demi sedikit keluar dari panti, baik mereka sudah dewasa, maupun sudah di adopsi. Meski begitu Arina yang sejak kecil selalu mencegah dirinya di adopsi pun selalu menjadi teman paling baik bagi Rania. Tidak ada trman lain seperti Arina bagi Rania.

Sementara Arina dengan kehidupan yang tenang, Tion, dan Alexa dengan kehidupan yang penuh tantangan, dan kerahasiaan. Mungkin kehidupan mereka berbanding terbalik, tetapi di situlah letak perbedaan yang tidak bisa di terapkan pada satu sama lain.

1
ℛᵉˣ🍾⃝ɴͩᴀᷞᴜͧғᷠᴀᷧʟ🤎ˢ⍣⃟ₛ🦁
sukses selalu
𝒘𝒂𝒘𝒂¹⁶⁵
sukses uha
↳。˚ 🖇️')auh∆di♪♪⁠┌┘⁠♪: makasih kak wawa
total 1 replies
Raja
/Ok/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!