NovelToon NovelToon
YOUR STEPMOTHER

YOUR STEPMOTHER

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Ibu Tiri
Popularitas:88.3k
Nilai: 5
Nama Author: Reny Rizky Aryati, SE.

Anita tak pernah menyangka bahwa dia akan hidup abadi akibat kutukan dari keluarganya yang tewas karena ulahnya.

Seluruh keluarga Anita tewas oleh pengkhianatan sahabat karibnya bernama Samantha yang menjebak Anita berbuat jahat mengikuti kemauannya.

Selama dua ratus tahun, Anita hidup dalam ketidakpastian yang menyakitkan hatinya, dia kesepian, sendirian, tak punya keluarga lagi namun dia abadi.

Anita bertekad akan mengubah hidupnya menjadi lebih baik jika seandainya Tuhan Yang Maha Esa memberinya sebuah kesempatan baru untuk memulai hidupnya jika dia berkeluarga lagi. Dan Anita berharap Tuhan mempertemukan dia dengan keluarganya di kehidupan baru nantinya.

Mampukah Anita berubah dan menjadi ibu tiri yang baik hati ?

Mari kita ikuti serialnya, ya, pemirsa dan terima kasih telah membaca...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35 BEBAS DARI PENGARUH SAMANTHA BILQIS

Samantha Bilqis, alias Ibu Yeni, terus memanipulasi Azka dan Alana dengan cerita tentang kalung berlian yang dicuri oleh Anita Tumbler. Ia berharap dapat membuat mereka membenci ibu tiri mereka dan membantunya dalam rencananya untuk menghancurkan Anita Tumbler.

Azka dan Alana terlihat ragu-ragu dan tidak yakin tentang apa yang mereka dengar. Mereka tidak tahu apa yang harus dipercaya dan apa yang tidak.

"Apa yang bisa kami lakukan, Bu?" tanya Azka dengan suara yang lembut.

Samantha Bilqis tersenyum dalam hati. Ia telah berhasil membuat Azka dan Alana mempertanyakan ibu tiri mereka.

"Aku ingin kalian membantu aku mencari tahu kebenaran tentang kalung berlian itu," kata Samantha Bilqis dengan nada yang serius. "Aku yakin bahwa ibu kalian menyimpannya di suatu tempat, dan aku butuh bantuan kalian untuk menemukannya."

Azka dan Alana saling menatap, tidak yakin tentang apa yang harus dilakukan. Apakah mereka harus membantu Samantha Bilqis, atau apakah mereka harus mempercayai ibu tiri mereka. Mereka tidak tahu apa yang harus dipilih...

Samantha Bilqis meminta Azka dan Alana untuk merahasiakan pertemuan mereka dari Anita Tumbler. Ia tahu bahwa jika Anita Tumbler mengetahui tentang rencana Samantha Bilqis, maka rencananya akan gagal.

"Jangan katakan apa-apa tentang ini kepada ibu kalian," kata Samantha Bilqis dengan nada yang serius. "Aku tidak ingin ibu kalian mengetahui tentang rencana kita."

Azka dan Alana saling menatap, tidak yakin tentang apa yang harus dilakukan. Tapi Samantha Bilqis tidak menunggu jawaban mereka. Ia langsung mengeluarkan dua pil kecil dari tasnya dan memberikannya kepada Azka dan Alana.

"Ambil ini," kata Samantha Bilqis dengan nada yang lembut. "Ini akan membuat kalian merasa lebih baik."

Azka dan Alana ragu-ragu sejenak, tapi kemudian mereka memasukkan pil itu ke dalam mulut mereka dan menelannya. Samantha Bilqis tersenyum dalam hati, tahu bahwa pil itu akan mulai bekerja segera.

Pil itu adalah obat pengendalian pikiran yang kuat, dan Samantha Bilqis telah memberikannya kepada Azka dan Alana untuk membuatnya lebih patuh terhadap perintahnya. Dengan demikian, Samantha Bilqis dapat mengendalikan pikiran dan tindakan Azka dan Alana, membuatnya lebih mudah untuk melaksanakan rencananya.

Azka dan Alana tidak menyadari apa yang sedang terjadi pada mereka. Mereka hanya merasa sedikit lelah dan mengantuk, lalu mereka tidak ingat apa-apa lagi...

Setelah Azka dan Alana meminum pil pengendalian pikiran, mereka menjadi lebih patuh dan tidak memiliki kemauan sendiri. Samantha Bilqis dapat mengendalikan pikiran dan tindakan mereka dengan mudah.

Samantha Bilqis tersenyum puas ketika melihat Azka dan Alana yang sekarang menjadi patuh dan tidak memiliki kemauan sendiri. Ia tahu bahwa rencananya akan berhasil dengan baik sekarang.

"Baiklah, anak-anak," kata Samantha Bilqis dengan nada yang lembut. "Aku ingin kalian melakukan sesuatu untukku. Aku ingin kalian mengumpulkan informasi tentang ibu kalian, Anita Tumbler. Cari tahu apa yang dia lakukan setiap hari, siapa yang dia temui, dan apa yang dia rencanakan."

Azka dan Alana mengangguk secara serentak, tanpa menunjukkan ekspresi apa pun. Mereka kemudian berangkat untuk melakukan tugas yang diberikan oleh Samantha Bilqis.

Samantha Bilqis tersenyum dalam hati, tahu bahwa rencananya akan berhasil dengan baik. Ia akan menggunakan Azka dan Alana untuk mengumpulkan informasi tentang Anita Tumbler, dan kemudian ia akan menggunakan informasi itu untuk menghancurkan Anita Tumbler.

Sementara itu, Anita Tumbler tidak menyadari apa yang sedang terjadi. Ia sibuk dengan pekerjaannya dan tidak memiliki petunjuk bahwa Samantha Bilqis sedang merencanakan sesuatu yang buruk terhadapnya.

Azka dan Alana menemukan sesuatu yang tidak terduga. Mereka menemukan dokumen yang berisi informasi tentang Samantha Bilqis, dan apa yang mereka temukan membuat mereka ragu-ragu tentang apa yang sedang terjadi...

Azka dan Alana merasa kaget dan bingung setelah menemukan dokumen itu. Mereka tidak tahu apa yang harus dipercaya lagi. Apakah mereka harus terus mempercayai Samantha Bilqis, ataukah mereka harus mencari tahu lebih banyak tentang masa lalu Samantha Bilqis?

Mereka memutuskan untuk melakukan investigasi lebih lanjut, mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan Samantha Bilqis dan apa motifnya yang sebenarnya. Mereka mulai mencari informasi tentang Samantha Bilqis, mencari tahu siapa dia sebenarnya dan apa yang dia inginkan.

Sementara itu, Samantha Bilqis tidak menyadari bahwa Azka dan Alana telah menemukan dokumen itu. Dia masih berpikir bahwa mereka masih berada di bawah kontrolnya, dan bahwa rencananya akan berhasil dengan baik.

Tapi, Azka dan Alana sekarang memiliki rencana lain. Mereka akan pura-pura masih berada di bawah kontrol Samantha Bilqis, sambil mencari tahu lebih banyak tentang dia dan mencari cara untuk menghentikannya...

Azka dan Alana masih berada di bawah pengaruh pil pengendali pikiran, melakukan apa yang diperintahkan oleh Samantha Bilqis tanpa dapat mengontrol diri sendiri. Mereka menjadi seperti robot yang patuh, tanpa kesadaran atau keinginan sendiri.

Samantha Bilqis semakin yakin bahwa rencananya akan berhasil, karena Azka dan Alana tidak menunjukkan tanda-tanda perlawanan. Dia terus memerintahkan mereka untuk melakukan tugas-tugas yang semakin berbahaya, dan Azka dan Alana melakukannya tanpa ragu-ragu.

Tapi, apakah ada kemungkinan bahwa Azka dan Alana masih memiliki sedikit kesadaran di dalam diri mereka? Apakah mereka dapat menemukan cara untuk melawan pengaruh pil pengendali pikiran dan menghentikan Samantha Bilqis?

Azka dan Alana masih terjebak dalam pengaruh pil pengendali pikiran, melakukan apa yang diperintahkan oleh Samantha Bilqis. Tapi, di dalam hati mereka, masih ada sedikit kesadaran yang mencoba untuk melawan.

Samantha Bilqis semakin dekat untuk mencapai tujuannya, tapi apakah ada kemungkinan bahwa Azka dan Alana dapat bebas dari pengaruh pil dan menghentikan Samantha Bilqis?

Tiba-tiba, pintu ruangan tempat Azka dan Alana berada terbuka, dan seorang pria misterius masuk. Dia memiliki mata yang tajam dan wajah yang tegas. Dia melihat Azka dan Alana dengan mata yang penuh dengan kekhawatiran.

"Azka, Alana, apa yang terjadi pada kalian?" dia bertanya dengan suara yang lembut.

Azka dan Alana tidak menjawab, karena mereka masih berada di bawah pengaruh pil pengendali pikiran. Tapi, pria misterius itu tidak menyerah. Dia mendekati mereka dan memeriksa mata mereka.

"Pil pengendali pikiran," dia bergumam. "Kita harus segera mengeluarkan ini dari tubuh kalian."

Pria misterius itu segera mengeluarkan sebuah alat kecil dari saku celananya dan mulai memeriksa Azka dan Alana. Setelah beberapa saat, dia menemukan sebuah chip kecil yang tertanam di dalam gelang tangan Azka dan Alana.

"Ini adalah alat pengirim sinyal yang mengontrol pikiran kalian," dia menjelaskan. "Kita harus segera menghancurkan chip ini agar kalian bisa bebas dari pengaruh pil."

Dengan hati-hati, pria misterius itu mengeluarkan sebuah alat kecil lagi dan menghancurkan chip tersebut. Setelah beberapa saat, Azka dan Alana mulai menunjukkan tanda-tanda kesadaran.

"Apa... apa yang terjadi?" Azka bertanya dengan suara yang lemah.

"Kalian telah berada di bawah pengaruh pil pengendali pikiran," pria misterius itu menjelaskan. "Tapi kalian sekarang sudah aman. Aku adalah teman kalian."

1
Diandra Gautama
ih thor ngeri amat
Larasati John
cakap dah
Larasati John
jadi kisah petualangan ini
Larasati John
sedih juga nih ceritanya
tina
wow... gak bisa dibayangkan deh nih novel kalau di filmkan...👍
tina
keren nih awal ceritanya 👍
Patricia Vernanda
kakek nih jeli juga ya ternyata 🤭
Patricia Vernanda
akhirnya
Patricia Vernanda
srem juga tinggal di kota mati
Patricia Vernanda
saya sih penasaran dengan hewannya darimana dia muncul
Patricia Vernanda
ternyata anita tuh tajir juga ya 🤭
Patricia Vernanda
serem juga tinggal di gedung tua yak
Patricia Vernanda
monyet bukn nih primata
Patricia Vernanda
jadi teringat apa ya
Patricia Vernanda
🤭
Patricia Vernanda
nyaris sja mrreka nih 🤭
Patricia Vernanda
akhirnya Anita bisa bersama mereka lagi meski beda situasi tapi setidaknya Anita dapat bertemu orang2 yang mirip dengan mendiang keluarganya
Patricia Vernanda
up thor 💪
sky 15
gak deh untuk kesekian kalinya
sky 15
Yailah, dah dikutuk ngapai nolong orang yang ngutuk kamu Anita...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!