Selby dan Bagas saling mencintai dalam diam. Saat Bagas menyatakan cinta Selby menolak karena berpikir mereka saudara sedarah.
Padahal mereka bukan sedarah. Akankah hal itu bisa terungkap?
Akankah ibu dari Bagas mengungkap rahasia yang selama ini dia simpan rapat?
Dapatkah Bagas dan Selby bersatu.(Disarankan baca lebih dulu novel Benih Kakak Iparku.)
Baca kisah mereka hanya di Mangatoon/Noveltoon.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon miss ning, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
Seharian ini Lili terus mengikuti Bagas diam-diam. Mencari waktu yang tepat untuk melancarkan aksinya. Jika dia tidak bisa memilki Bagas maka tidak ada wanita lain yang boleh memiliki Bagas.
“Keluar sekarang Lili.”
Bagas menyadari ada seseorang yang mengikutinya. Siluet tubuh yang ia lihat seperti Lili. Dan benar saja itu adalah Lili. Mau apa wanita itu mengikutinya?
“Bagas.”
Pria itu menatap Lili tidak suka. Ia benci wanita seperti Lili.
“Katakan.”
Lili mengepalkan tangan meremas celananya sendiri. Wanita itu tidak menyangka Bagas menyadari kehadirannya. Padahal ia sudah berhati-hati dan menjaga jarak.
“Aku mencintaimu Bagas. Tapi kenapa kau memilih Selby? Tidak bisakah kau memilihku? Aku akan memberikan segalanya untukmu. Asal kau mau menikah denganku apapun yang kau mau pasti aku berikan.”
“Aku tidak mencintaimu. Aku mencintai Selby. Tidak ada wanita lain yang aku cintai selain Selby. Aku tidak butuh apapun selain Selby. Asal kau tahu segalanya bagiku adalah Selby. Aku tidak butuh apapun selain Selby. Jadi lupakan keinginanmu. Lupakan aku dan hiduplah lebih baik. Kita tidak berjodoh. Carilah lelaki lain yang mencintaimu.”
Bagas langsung menolak Lili. Wanita itu tidak terima.
“Jika kau tidak mau menikahiku bisakah aku jadi simpananmu. Aku janji akan merahasiakan ini dari Selby.”
Wanita gila.
Sudah ditolak masih aja ngotot.
Lili tidak menyerah. Ia terus membujuk Bagas agar pria itu mau menerimanya. Mau itu jadi istri atau simpanan ia tidak peduli. Yang penting Bagas bisa dia miliki.
Bagas menggeleng. Sepertinya tidak ada gunanya bicara baik-baik dengan Lili. Wanita itu tidak bisa dinasehati baik-baik. Lili terus terobsesi dengan ambisinya untuk memiliki Bagas.
“Aku hanya ingin Selby. Tidak ada wanita lain. Tidak ada simpanan, gundik, ani-ani atau sejenisnya. Wanitaku satu hanya Selby. Kau paham. Hanya Selby. Satu, tidak ada yang lain.” tegas Bagas.
Diam sejenak. Beberapa detik berlalu Bagas kembali bicara.
“Pergilah aku tidak ingin melihatmu disekitarku lagi. Jangan pernah muncul di hadapanku lagi.”
Setelah mengatakan itu Bagas berbalik. Ia melangkah pergi. Lili tidak terima. Lagi-lagi ditolak oleh Bagas.
Lili marah.
Lili kesal.
Lalu dengan cepat ia mengambil sebilah pisau yang sebelumnya ia simpan di dalam tas. Lili akan membunuh Bagas. Jika Lili tidak dapat memiliki Bagas di dunia ini maka ia akan memiliki Bagas di neraka nanti.
“Mati kau Bagas.”
Lili mengangkat pisau. Ia akan menusuk Bagas dari belakang. Beberapa centi lagi mata pisau menyentuh tubuh Bagas. Seseorang menarik pria itu. Lili yang hendak menusuk jatuh tersungkur ke lantai.
Gagal.
Yeah aksinya berhasil digagalkan oleh orang lain.
“Bagas kau tidak apa-apa?” tanya Selby yang terlihat khawatir.
Selby yang merasa tidak tenang memutuskan untuk mengakhiri kerjanya. Hatinya gelisah. Ia tidak tahu kenapa perasaannya tidak tenang. Terus memikirkan Bagas. Ia takut terjadi sesuatu dengan pria itu.
Dan benar saja saat sampai di parkiran ia melihat Lili hendak menusuk Bagas.
Tidak
Pisau itu tidak boleh menusuk Bagas. Lusa mereka akan menikah. Selby tidak akan membiarkan pernikahannya batal ataupun ditunda. Ia berlari secepat mungkin. Dan langsung menarik tubuh Bagas.
“Aku baik-baik saja.”
Selby dan Bagas langsung menatap tajam Lili yang masih terduduk di lantai. Selby mengisyaratkan anak buahnya yang tersembunyi untuk keluar.
“Bawa wanita ini ke kantor polisi.”
“Tidak.” Lili menggeleng. Ia tidak ingin masuk penjara.
Wanita itu merangkak ke arah Bagas. Menyentuh kedua kaki pria itu. Memohon ampun atas apa yang baru saja ia lakukan.
“Bagas, tolong maafkan aku. Aku tidak ingin masuk penjara. Tolong jangan biarkan mereka membawaku.”
Bagas mundur dua langkah. Menatap Lili dengan tajam. “Kau harus mempertanggungjawabkan perbuatanmu.”
Tidak.
Lili menggeleng beberapa kali. Ia tidak mau masuk penjara. Lalu wanita itu memohon pengampunan di kaki Selby.
“Selby tolong jangan biarkan mereka membawaku. Aku janji tidak akan melakukan hal bodoh lagi. Aku tidak mau dipenjara.”
“Sebelum bertindak seharusnya kau berpikir.”
“Iya Selby. Maaf. Aku khilaf. Tolong maafkan aku. Aku janji tidak akan mengganggu kalian lagi.”
Selby menatap Bagas. Meminta pendapat pria itu. Kesempatan itu digunakan Lili untuk mengambil pisau lagi dan kali ini ia mengarahkan pada Selby.
“Mati kau. Dasar jalang.”
Lili berdiri mengarahkan pisau ke dada Selby. Bagas yang melihat itu langsung reflek menendang perut Lili hingga wanita itu kembali tersungkur ke lantai.
“Ahhh.” Lili memegangi perutnya. Ia kesakitan.
“Tolong. Sa-kit.”
Bagas dan Selby masih diam. Lili sudah kesakitan. Darah keluar dari sela-sela pahanya. Darah apa itu? Kenapa Lili begitu kesakitan dengan perutnya.
Bagas dan Selby langsung membawa Lili ke rumah sakit terdekat. Sehingga wanita itu langsung ditangani oleh pihak medis disana.
**
Sementara di belahan dunia lain.
Dalton berkunjung ke sebuah rumah yang sudah lama tidak ia kunjungi. Disana ia bertemu dengan Jason. Saudara kembar Jessi. Lelaki yang menurutnya sangat mirip dengan Bagas.
“Hallo, sahabatku.”
“Kehadiranmu tidak disambut disini.”
Tertawa.
Dalton tidak marah ataupun tersinggung dengan ucapan Jason. Lelaki itu masih marah dengannya. Adik Jason yang merupakan kekasih Dalton meninggal karena melindunginya. Dan sejak saat itu hubungan keduanya menjadi tidak baik. Dalton mengerti pria itu membiarkan Jason membencinya.
“Aku hanya penasaran.”
Jason memicingkan mata. Menatap Dalton dengan tajam. Apa maksud ucapan Dalton?
“Saat di Indonesia aku bertemu dengan seorang pemuda yang sangat mirip denganmu. Aku rasa dia anak Jessi dengan orang Indonesia. Meskipun blesteran tapi aku bisa melihat wajah anak itu terlalu mirip denganmu. Karena itu aku ambilkan sehelai rambutnya agar kau bisa melakukan test DNA.”
Dalton mengambil rokok yang tergeletak di atas meja. Lalu mengambil sebatang untuk ia nyalakan dan hisap.
“Aku tahu ucapan saja tidak cukup karena itu aku memberikan ini sebagai bukti. Terserah kau lakukan tes atau tidak yang penting aku sudah memberitahumu.”
“Oh ya, orang tua anak itu sudah meninggal. Mungkin Jessi dan suaminya sudah meninggal karena itu ia tidak pernah kembali ke Italia.” Sambung Dalton.
“Satu lagi, Lusa anak itu akan menikah dengan putri angkatku. Jika kau ingin ikut masih ada kursi kosong di pesawatku.”
Setelah mengatakan itu Dalton pergi. Saat sampai di depan pintu suara Jason menghentikan langkahnya.
“Kenapa kau tidak menikah?Dia sudah meninggal. Carilah penggantinya.”
Dalton tersenyum.
Bagaimana mungkin ia bisa mencari pengganti jika hatinya saja sudah mati. Ia tidak ingin menyakiti hati wanita lain hanya demi pelambiasan. Ia tidak bisa mencintai wanita lain. Ia juga tidak ingin mencari pengganti. Biarlah dia seperti ini. Dia akan menebus kesalahannya dengan hidup sendiri. Hati dan cintanya sudah hilang sejak kekasihnya meninggal saat tertembak dulu
wah dalton akhirnya muncul ayo bikin bsyu menyesal dan malu
duh kemana si dalton ko GK muncul