Leira Anggara sang pemimpin dunia gelap bawah tanah terpaksa harus menjadi pengantin pengganti adik kembarnya demi menuntut balas pada kekasih pria yang di jodohkan dengannya. Ia terus mengumpulkan bukti kejahatan Flomy yang telah membayar orang untuk memperkosa adik kembarnya yang bernama Leika hingga Leika memilih untuk bunuh diri. Sampai ia mendapatkan bukti, ia menghukum Flomy dan mengirimnya ke penjara.
Namun dalam mencari bukti tersebut, Leira mengalami banyak kesulitan karena Bima Putra sang suami sangat mencintai dan mempercayai Flomy. Apapun yang ia lakukan selalu di tentang oleh suaminya sendiri. Hingga pada akhirnya Leira harus menjauhkan keduanya dengan membuat Bima jatuh cinta padanya.
Bagaimana kehidupan Leira dan Bima setelah itu? Apakah Leira memilih pergi dan melanjutkan kehidupan yang sebenarnya atau ia memilih melanjutkan hidup bersama Bima?
Yuk dukung kisahnya mau sad ending atau happy ending tergantung suport dari readers ya. Terima kasih..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon swetti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MENGURUT JEJAK
" Gimana?" Tanya Leira kepada ketiga anak buahnya di bawah sana yang sedang menggali makam Leika.
" Tidak ada nona."
Deg...
Jantung Leira terasa berhenti berdetak.
" Tidak mungkin." Ucap Leira menggelengkan kepalanya. " Ini tidak mungkin, coba kalian gali lebih dalam lagi!" Ujar Leira.
" Sudah nona, sepertinya makam ini sudah pernah di gali karena sudah tidak sesuai tatanan sebelumnya."
Tubuh Leira terhuyung, Felix segera menangkapnya.
" Kenapa ini bisa terjadi Felix?" Ucap Leira lirih.
" Sorry, gue sampai kecolongan masalah ini. Gue pikir orang yang sudah meninggal tidak bisa hidup lagi." Ucap Felix. " Tapi percayalah! Waktu itu kami sudah memakamkan jasad Leika dengan benar. Dan kalau di lihat dari dalamnya makam, gue rasa nggak mungkin teriakan Leika terdengar dari luar. Apa mungkin ada yang sengaja menyabotase makam Leika?" Ujar Felix.
Leira menatap Felix, " Bisa jadi." Sahut Leira. " Selidiki sekarang, apa di sini ada makam baru atau tidak. Jika ada, coba bongkar makamnya siapa tahu jasad Leika di pindah ke sana." Titah Leira.
" Baik nona." Sahut anak buah Leira.
" Tapi Fel, wajah itu memang milik Leika. Tapi postur tubuhnya memang sedikit berbeda." Ujar Leira.
" Kalau wajah bisa saja dia operasi plastik. Tapi siapa sebenarnya dia? Apa dia wanita yang di kirim oleh Flomy?" Ujar Felix menatap Leira.
" Mungkin, karena yang selalu mengincar Bima cuma dia. Tapi apa mungkin? Flomy ada bersama kita, mana mungkin dia bisa berhubungan dengan orang luar." Sahut Leira.
" Lebih baik kita selidiki dulu masalah itu." Ujar Felix.
" Oke." Sahut Leira.
Setelah itu mereka mencari makam baru yang ada di pemakaman itu, namun mereka tidak menemukannya. Makam yang paling baru yaitu makam Leika.
" Ya Tuhan, apa dia benar benar Aka? Apa aku sudah mencurigai saudaraku sendiri?" Gumam Leira merasa bersalah.
" Jangan terbawa perasaan dulu, semua ini belum jelas. Mereka bilang pak Arif juru kunci di sini kan?" Leira menganggukkan kepala.
" Kita cari tahu dulu dari warga sekitar sini. Siapa tahu mereka bohong." Ujar Felix.
" Kalau begitu kita langsung samperin warga saja." Ujar Leira.
Mereka berdua menuju ke pemukiman yang paling dekat dengan pemakaman tersebut. Tanpa mereka sadari, seseorang sedang mengawasi mereka sedari tadi.
" Kalian tidak akan menemukan bukti apapun." Gumamnya.
**
Leira dan Felix kembali ke markas dengan tangan kosong. Mereka tidak menemukan kejanggalan apa apa. Bahkan keterangan dari para warga yang dekat dengan pemakaman membuat Leira semakin tak berkutik. Rupanya memang benar, wanita itu memang Leika yang hidup kembali ketika sudah di kuburkan.
" Minum dulu." Felix memberikan sebotol air mineral kepada Leira yang saat ini duduk di sofa.
" Thank's." Leira segera menenggak air itu.
" Apa rencana elo ke depannya?" Tanya Felix.
" Flomy." Gumam Leira begitu mengingat nama satu orang itu.
" Ya, gue mau ketemu Flomy. Gue bakal interogasi dia sampai di ngaku yang sebenarnya. Gue yakin, wanita mirip Leika itu ada hubungannya dengan Flomy." Imbuh Leira.
" Lalu bagaimana jika dia memang Leika yang asli?"
Deg...
Pertanyaan Felix membuat Leira sedikit ketakutan.
" Gu.. Gue tidak tahu." Ucap Leira lesu. Ia kembali duduk di sofa.
" Apa elo udah jatuh cinta sama Bima? Makanya elo begitu berat meninggalkannya?" Selidik Felix. Ia harus menyiapkan mental yang kuat untuk menerima jawaban dari Leira.
" Sepertinya begitu."
Cesss...
Ada sesuatu yang terasa begitu menyayat hati Felix saat ini. Leira benar benar tidak pernah menganggapnya ada. Felix berusaha mengatur nafas menahan rasa kecewa.
" Gue akan bantu elo. Mari kita temui Flomy! Siapa tahu kita bisa dapat petunjuk dari sana. Gue harap wanita itu bukan nona Leika yang asli." Ucap Felix.
" Kenapa gue seperti ini? Bukan kah seharusnya gue senang kalau saudara gue baik-baik saja? Lalu kenapa gue malah nggak percaya kalau dia masih hidup. Kenapa gue ngerasa posisi gue bakal terancam dengan kehadirannya? Bukan kah memang dari awal Aka yang mau menikahi Bima? Sebenarnya ada apa dengan hatiku Felix? Please jelasin sama gue! Gue nggak ngerti sama perasaan gue sendiri." Ujar Leira.
" Itu artinya elo memang jatuh cinta kepada Bima. Makanya elo ngerasa nggak rela bakal kehilangan dia." Sahut Felix.
" Benarkah ini perasaan cinta?" Tanya Leira menatap Felix.
" Gue rasa begitu." Sahut Felix.
Leira mencoba mengatur nafasnya. Entah mengapa mendengar penjelasan dari Felix membuat hatinya berdebar.
" Ayo kita temui Flomy!" Ajak Leira.
Keduanya beranjak, namun sebelum mereka melangkah pergi, ponsel Felix berdering tanda panggilan masuk.
" Siapa?" Tanya Leira.
" Bondan." Sahut Felix mengangkat telepon dari Bondan.
" Halo Ndan, ada apa? Apa elo menemukan informasi yang penting?" Tanya Felix.
" ......... "
" Apa?????"
TBC...