NovelToon NovelToon
Rerindang Dan Mira

Rerindang Dan Mira

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Romansa Fantasi / Fantasi Wanita / Fantasi / Romansa
Popularitas:481
Nilai: 5
Nama Author: Chiknuggies

Mira akhirnya harus kembali ke desa setelah kehilangan pekerjaannya di kota.

Kepulangan itu bukan karena keinginan, melainkan keterpaksaan yang lahir dari keadaan.

Rumah yang dulu ia tinggalkan masih sama, orang tuanya tetap setia dengan rutinitas sederhana.

sementara ia datang membawa beban kegagalan dan kegelisahan yang sulit ia sembunyikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chiknuggies, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 15 Bintang seperti Gula di atas Roti Panas

Hari ini, sepulang berladang. Aku memutuskan untuk tinggal lebih lama, demi bisa menikmati suasana di sekitar ladang. Rasa lelah setelah seharian bekerja membuat keringat jadi penyejuk ketika angin berhembus.

Setiap hari kesini hanya untuk bekerja, membuat aku lupa kalau pemandangan di desa bisa seindah ini.

Langit kemerahan, daun-daun yang menunduk malu, aroma hamparan cabai yang mulai berbuah, seolah tidak akan membiarkanku cepat pergi.

Aku sadari kini, perbedaan kontras antara kota dengan desa tempatku tinggal.

Tidak ada semrawut kabel yang malang-melintang, apalagi suara bising kendaraan bermotor. Yang ada hanyalah sepi juga lampu jalan berwarna kuning yang kerap kali diramaikan oleh serangga malam.

Bapak sudah pulang lebih dulu, meninggalkan aku duduk sendirian bersama termos berisi teh pahit sisa tadi siang.

Tidak apa, aku memang sedang ingin begini, sendirian tanpa ada seribu gangguan.

Sedikit masih mengingat tentang Rerindang dan pak Wiryo tempo hari.

Aku lihat bukit, kini sudah tidak lagi mekar dan memancarkan aroma manis, bukit tampak seolah kehilangan pucuk terindahnya. Membuat awan dan langit menjadi terlihat jelas dari tempat aku duduk sekarang.

Kehilangan, rupanya bisa sangat terasa, ya?

Maksudku, ... Apa cinta jangan sampai terlambat, demi mencegah kehilangan.

Aku menggeleng pelan. Belum sanggup menerima kenyataan bahwa memilih seseorang berarti siap kehilangan suatu hari nanti.

Langit sudah semakin gelap ketika aku duduk di pematang, memandangi bukit yang kini tampak… kosong.

Kini bukan kosong dalam arti sepi, tapi kosong seperti seseorang yang baru saja kehilangan sesuatu yang sangat dicintainya.

Rerindang sudah tidak ada di sana.

Hanya tanah yang sedikit lebih terang warnanya, begitu juga langit luas yang telanjang.

Aneh, tapi bukit itu terlihat lebih jujur sekarang. Tidak ada lagi yang disembunyikan di balik bayangan besar. Tidak ada lagi tempat untuk bersembunyi.

Aku meneguk teh pahit yang sudah dingin. Rasanya tetap sama, tapi ada sesuatu yang berubah di dalam diriku.

Mungkin… Mungkin aku juga harus belajar begitu.

Tidak bersembunyi. Tidak menunggu sampai terlambat. Tidak menunda sampai sesuatu hilang dulu, baru aku berani bicara.

Aku memejamkan mata sebentar, menghirup dalam-dalam udara lembab dan membiarkan semuanya masuk ke dalam dada.

Dan ketika aku membuka mata, aku melihat seseorang berdiri di ujung pematang. Siluetnya samar, tapi aku tahu siapa itu, dari cara ia berdiri.

Raka.

Untuk pertama kalinya hari ini, dadaku terasa sedikit lebih ringan. Raka melangkah pelan di atas pematang, sandalnya menimbulkan suara lembut yang berpadu dengan dengung serangga malam.

Ia berhenti sejenak di sampingku, ikut menatap sebentar ke arah bukit yang kini kosong tanpa Rerindang. Wajahnya tampak tenang, tapi ada sesuatu di matanya seperti sebuah rencana yang ia simpan.

"Masih betah di sini?" katanya pelan.

Aku tersenyum tipis. "Lagi nggak pengen pulang cepat, Ka."

Ia duduk di sampingku, menjaga jarak yang sopan. Beberapa detik kami hanya diam, membiarkan angin malam lewat di antara kami.

Lalu Raka menarik napas, suaranya terdengar hati-hati, tapi juga penuh keyakinan. "Aku mau bikin wine." katanya tiba-tiba.

Aku menoleh, sedikit terkejut. "Wine?"

Raka mengangguk. "Iya. Aku mulai sekarang, supaya nanti... pas festival akhir tahun, umurnya cukup matang."

Aku terdiam, menatapnya lama. Kata-katanya terasa sederhana, tapi ada sesuatu yang lebih dalam di baliknya.

"Kenapa harus wine?" tanyaku akhirnya.

Ia menatap bukit yang gelap, lalu kembali menatapku. "Karena festival tahun ini… adalah yang pertama tanpa Rerindang."

Tatapannya seolah menatap jauh ke ujung langit. "Aku pikir, kita butuh sesuatu yang baru. Sesuatu yang bisa jadi simbol. Wine itu lahir dari waktu, dari kesabaran. Dari menunggu dengan percaya."

Ia tersenyum kecil, agak malu. "Aku mau… saat kita merayakan festival, ada rasa manis yang lahir dari kehilangan." lanjutnya.

Aku menunduk, merasakan teh pahit di tanganku yang sekarang terasa berbeda. Pahit yang menggigit, tapi kini ada bayangan manis yang menuntun ke ujung tahun.

"Wine buatanmu… emang bakal manis?" tanyaku, mencoba terdengar ringan.

Raka tertawa kecil. "Gak tahu juga. Mungkin agak masam."

Aku ikut tertawa pelan, angin malam masih berembus pelan, membawa aroma tanah basah dan sisa-sisa wangi cabai yang belum sepenuhnya matang.

Di kejauhan, lampu jalan menyala redup, dan suara jangkrik mulai terdengar lebih jelas.

Kata-katanya tentang wine masih bergema di kepalaku. Tentang waktu, tentang kesabaran, tentang rasa manis yang lahir dari kehilangan.

Aku juga ingin membuat sesuatu.

Entah apa.

Bukan untuk menggantikan Rerindang, bukan untuk menutupi ruang kosong yang ia tinggalkan. Tapi untuk menandai bahwa aku masih di sini. Bahwa aku juga bisa tumbuh, meski pelan, meski belum tahu arahnya.

Sesuatu yang bisa aku rawat, seperti Raka merawat anggurnya.

Aku menatap langit yang mulai dipenuhi bintang. Bukit itu tampak jujur dalam kekosongannya. Dan aku… aku ingin belajar dari kejujuran itu.

Belajar untuk tidak bersembunyi.

Belajar untuk tidak menunggu sampai semuanya hilang dulu, baru aku berani bicara.

Aku belum tahu apa yang akan aku buat. Tapi malam ini, di pematang yang sepi, aku tahu satu hal, aku ingin mulai.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!