"mbak Reina!! I Love you!!".
"belajar yang bener!! nggak usah cinta-cintaan!! lagian kamu itu calon adik ipar ku!! jadi berhenti menggangu ku!!".
"nggak peduli!! yang penting I love you mbak Gemoy!!".
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma rain, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ide Gila
Semua keadaan sudah kembali baik. Reina sudah pulang ke rumah orang tua nya dan juga masalah pria bernama Anderson Crooner itu pun tidak muncul lagi di Indonesia.
Hari ini Erlangga duduk di atap sekolah bersama Desta. Pemuda itu sedang duduk termenung sambil menatap langit siang. Sekarang dia tidak pergi makan siang bersama Reina lagi. Biasa nya di jam segini dia sudah sibuk mengantarkan makanan untuk sang kekasih.
Sekarang Reina sudah tidak bekerja di perusahaan milik Arga, wanita itu kini sudah pindah menjadi sekretaris Reino.
Jadi agak sulit bagi Erlangga untuk menemui nya. Berhadapan dengan Arga lebih gampang di bandingkan berhadapan dengan Reino. Pernah sekali Erlangga pergi mengantarkan makan siang untuk Reina namun terhalang oleh senyum sinis Reino.
Dan Reino juga mengatakan jika diri nya mengabaikan sekolah hanya untuk percintaan. Dan kembali menantang diri nya.
"lihat lah.. Untuk sekolah saja kau sering bolos apa lagi untuk mencari nafkah bagi Reina dan calon keluarga mu nanti nya apa kau juga akan bolos?. Cinta memang perlu dalam kehidupan rumah tangga tapi tanpa tanggung jawab yang besar semua akan berakhir sia-sia".
Begitu lah yang di ucapkan oleh Reino saat dia ingin mengajak Reina makan siang bersama. Tak sampai di sana terkadang Reino sengaja mengajak Reina makan siang sebelum Erlangga datang.
Dan hal itu lah yang membuat Erlangga kesal. Namun tidak bisa berbuat apa-apa karena Reina belum menjadi milik nya seutuhnya.
Padahal Reino tidak tau jika Erlangga lah yang menyelamatkan adik nya dan juga menghancurkan kerajaan bisnis milik Anderson Crooner. Semua itu masih belum sampai di telinga Reino. Padahal kejadian itu sudah berlalu 2 minggu.
"woy!! horor banget lu!!".
Desta menepuk pundak Erlangga agar sahabat nya ini tersadar dari lamunan nya. Tatapan kosong yang di lihat Desta di wajah Erlangga membuat pemuda itu sedikit takut jika teman nya ini kesurupan. Padahal tatapan memang kosong tapi pikiran nya entah melayang kemana-mana.
Tidak pernah Erlangga melamun seperti ini. Jadi kejadian ini cukup membuat Desta penasaran.
"Erlangga!!!! Woyyy!! Sadar nggak lu!!".
Kembali Desta mencoba untuk mengembalikan kesadaran Erlangga. Hingga teriakan pemuda itu mengganggu Erlangga yang memang sedang banyak pikiran.
"hais!! Berhenti berteriak!! Suara lu buat gue sakit telinga!!". Kesal Erlangga yang kemudian terlentang namun masih serius menatap langit siang yang cukup cerah.
"gue hanya penasaran kenapa lu melamun seperti ini? Kalo lu ada masalah ceritakan saja pada sahabat lu ini!! Mana tau gue bisa bantu". Ucap Desta yang juga melihat ke arah langit yang sama dengan Erlangga.
"gue hanya mikir. Hari kelulusan kok lama banget. Nggak bisa apa seminggu lagi gue lulus. Kan bisa langsung nikahin Reina".
Desta menghelakan nafas nya pelan. Ternyata lamunan Erlangga tadi tak jauh-jauh dari mbak Gemoy kesayangan nya itu.
"bro.. Lu kan pinter nih. Kenapa nggak langsung minta ujian. Lebih cepat ujian bukan nya lebih cepat lu lulus dari sekolah ini".
Mendengar ucapan dari Desta membuat Erlangga kembali duduk dengan semangat. Saran sahabat nya ini cukup masuk akal. Jalan nya untuk bersama Reina juga bisa terbuka lebar dan cepat.
Senyuman Erlangga kini menghiasi wajah nya. Ide brilian dari Desta seperti angin segar yang selama ini dia tunggu.
"iya juga ya!! Kenapa gue nggak nggak kepikiran ya. Secara untuk menghadapi ujian itu cukup mudah. Gue bahkan selalu dapat nilai sempurna untuk semua mata pelajaran".
"nah.. Baru sadar lu??. Setelah lu lulus kan langsung tunjukkan pada Hulk jika lu mampu. Lu langsung lanjutin kuliah sambil kerja. Lagian duit lu juga udah terkumpul banyak dari penjualan data pribadi punya si Anderson". Jelas Desta lagi yang memberikan secercah harapan pada Erlangga untuk meluluhkan hati Reino.
"tapi gue mau nikah sama Reina secepatnya. Dari janji yang udah gue buat sama Hulk". ucap Erlangga lagi dengan nada lemah dan lesu.
Erlangga sadar untuk membuktikan pada Reino jika dirinya mampu masih banyak proses.
"hais anak ini.. Kalo Hulk masih belum puas dengan pembuktian lu maka mau tak mau lu harus menghamili Reina. Agar Reino tidak bisa berbuat apapun!!".
Ide gila dari Desta yang satu ini malah membuat Erlangga memelototi pemuda itu. Menghamili Reina mungkin dia akan letakan pada langkah terakhir nya jika semua usaha nya tidak berhasil mendapatkan restu dari Reino.
"gila lu.. Setelah itu bukan cuma Reino yang tidak merestui hubungan gue sama Reina kedua orang tua nya pasti akan marah besar sama gue dan pasti bokap nyokap gue bakal murka sama gue!!. Nggak .. Cara itu terlalu beresiko. Gue mau menikahi Reina secara baik-baik".
"jika kau tidak mau kau bisa mengikuti jejak Hulk dan mbak Lena".
Seketika terlihat Erlangga mengerutkan kening nya. Jejak apa yang di pilih Reino dan juga Lena?. Erlangga cukup penasaran dengan apa yang di katakan oleh sahabat nya ini.
"apa maksud mu??". Tanya Erlangga yang kini mengambil satu botol minuman bersoda yang sejak tadi berada di sisi kiri nya.
Desta tersenyum misterius dengan pertanyaan dari Erlangga. Lalu pemuda itu menaik-turunkan alis nya sambil tersenyum.
"aku dengar dari Darren, jika Reino tidak tahan ingin bercocok tanam dengan mbak Lena maka nya dia memajukan bulan pernikahan mereka".
Seketika Erlangga terkejut mendengar ucapan tersebut. Pemuda itu hampir saja tersedak air soda dari minuman nya. Ternyata Reino dan Lena si pasangan mesum itu sedang membuat gebrakan baru. Pantas saja pernikahan tersebut di majukan jadi minggu depan ternyata alasan nya ini.
"dan kedua pihak keluarga mengijinkan??".
"ya tentu saja dari pada mereka malah menanam benih terlebih dahulu maka nya keluarga mereka mengijinkan".
Erlangga mencebik kesal mendengar semua itu. Reino ternyata lebih mesum dan kekanak-kanakan dari pada diri nya. Itu pun Reino selalu saja marah jika Erlangga ingin bermesraan dengan Reina. Untung saja Lena seorang anak tunggal, jika wanita itu punya abang pasti Reino akan bernasib sama dengan nya.
"alasan yang konyol!!". Kesal Erlangga saat kembali mengingat kemesuman pasangan tersebut.
"yah.. Alasan yang konyol tapi itu berhasil kan".
Kembali Erlangga memikirkan apa yang di ucapkan Desta tadi.
"yah.. lu benar juga Des. Yang terpenting saat ini adalah gue harus ikut ujian akhir sekolah dalam bulan ini dan lulus dengan nilai sempurna. Lagi pula uang gue udah terkumpul cukup untuk membuat pesta pernikahan impian Reina". Ujar Erlangga yang kembali menatap langit siang.
"nah gitu dong!! Kalo lu perlu solusi bang Desta bisa membantu nya!!". Desta merasa bangga dengan ide-ide yang menurut nya cemerlang yang dia berikan pada Erlangga. Walaupun itu termasuk ide yang konyol maupun ekstrim.
"ah satu lagi. ada hal yang pengen gue tanya kan sama lu Lang".
"apa itu?".
"lu nggak khawatir kalo Cecilia ganggu hubungan lu sama mbak Reina??".
Pertanyaan Desta kali ini membuat Erlangga menoleh ke arah nya.
"nggak khawatir. Karna jika dia berani mengganggu Reina lagi maka gue nggak segan-segan menghancurkan nya!!. Siapapun itu yang menggangu Reina berarti harus berhadapan sama gue mau perempuan ataupun laki-laki!!".
Desta menghelakan nafas nya pelan. Lalu menepuk pundak sahabat nya itu.
"yah Lang.. Gue salut dengan kebucinan lu".
laki laki cap kadal