NovelToon NovelToon
Selingkuhan CEO

Selingkuhan CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia / Aliansi Pernikahan / Persaingan Mafia
Popularitas:742
Nilai: 5
Nama Author: Sabana01

Natalie terpaksa bekerja pada Ares demi memenuhi kebutuhan ekonominya, termasuk bekerja di club malam dan kemudian menjadi asisten pribadinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sabana01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29: Godaan Umpan dan Api Cemburu

​Pukul 17:00 Sore: Gudang Galangan Kapal Danube

​Gudang Galangan Kapal Tua: Panggung Pertukaran Berisiko Tinggi

​Pukul lima sore, sinar matahari yang keemasan dan samar-samar mencoba menembus kaca-kaca jendela yang kotor dan berdebu di gudang galangan kapal tua Danube. Natalie melangkah masuk, meninggalkan keramaian kota di belakangnya. Suasana itu segera menyergapnya—dingin, lembab, dan bising. Suara derit mesin derek yang berkarat, gemuruh air sungai yang suram di luar dermaga, dan bau tajam minyak, karat, serta lumpur, menciptakan latar yang sempurna untuk pertemuan yang penuh risiko ini.

​Natalie, mengenakan jaket yang tidak modis, berusaha keras untuk tampak biasa. Namun, di bawah kain tebal itu, ia menyembunyikan pistol kecil dan, yang lebih penting, drive kosong yang berisi tracker khusus. Langkahnya mantap, tetapi ia merasakan setiap saraf di tubuhnya tegang. Ia sendirian, sesuai protokol, sebuah umpan yang dirancang untuk menarik perhatian—dan informasi.

​Perwakilan Petrov, seorang pria muda Italia bernama Marco Rossi, sudah menunggunya di dekat tumpukan rantai kapal yang massif. Marco adalah seorang negosiator yang terkenal lancar, terlalu percaya diri, dan memiliki senyum yang menawan—senyum predator yang tahu kekuatannya. Pria itu adalah tipe yang dengan mudah bisa memikat Natalie muda, Natalie yang masih mencari validasi di klub Eclipse bertahun-tahun yang lalu. Sekarang, Natalie yang dihadapinya adalah seorang profesional yang kebal pesona.

​"Nona Natalie. Suatu kehormatan," sapa Marco, suaranya licin seperti sutra. Dia meraih tangan Natalie, dan alih-alih hanya bersalaman, dia mengangkatnya ke bibir untuk menciumnya. Itu adalah tindakan yang kuno dan terlalu berani. Matanya, saat menilai tubuh Natalie, menunjukkan keterusterangan yang mengganggu, melewati batas antara kekaguman dan kepemilikan. "Anda jauh lebih menakjubkan dari foto-foto yang bocor itu. Ares adalah pria yang sangat beruntung."

​Natalie menarik tangannya kembali dengan gerakan yang nyaris tak terlihat tetapi tegas. "Ares tahu cara memilih asetnya," balas Natalie, suaranya datar dan profesional, membiarkan asumsi Marco bahwa ia hanyalah aset Ares. "Mari kita selesaikan ini, Marco. Kami tidak punya waktu untuk basa-basi."

​Konflik Cemburu: Api di Dalam Van Pengawasan

​150 meter jauhnya, tersembunyi dengan cerdik di antara kontainer pengiriman yang tingginya menjulang, sebuah van pengawasan menjadi pusat ketegangan yang sama besarnya. Di dalamnya, Ares dan Rook memantau pertemuan itu melalui lensa tele-zoom dan mikrofon super-sensitif.

​Ares melihat dengan jelas adegan cium tangan itu, melihat bagaimana Marco memandang Natalie. Ia merasakan gejolak amarah yang mendidih. Ia melihat Natalie harus memaksakan dirinya untuk tersenyum, menahan pesonanya agar Marco merasa nyaman—semua demi membuat Marco lengah.

​"Sial," desis Ares, mencengkeram tepi monitor, buku-buku jarinya memutih. "Jauhkan dia darinya."

​"Tuan, itu bagian dari rencana," peringatan Rook, suaranya tenang, tetapi matanya menunjukkan kekhawatiran yang mendalam terhadap emosi Ares yang melonjak. "Nona Natalie harus memancingnya. Untuk mendapatkan drive itu, dia perlu memenangkan kepercayaannya sebentar."

​Saat mereka berbicara, Natalie terlihat harus tertawa pada lelucon yang dilontarkan Marco, memiringkan kepalanya dengan sikap yang dibuat-buat terbuka, sedikit lebih genit dari yang seharusnya diperlukan. Ares bisa merasakan api cemburu yang membakar. Itu adalah campuran yang kompleks: bukan hanya possessiveness bawaan yang ia miliki terhadap wanita yang ia cintai, tetapi juga ketakutan mendalam bahwa Natalie akan menemukan kembali kesenangan, kebebasan, atau kekuatan dalam interaksi bebas ini—pengingat akan kehidupan liar dan berbahaya yang ia paksa Natalie tinggalkan.

​"Dia sudah di luar batas," geram Ares, menekan mikrofon yang memungkinkannya berbicara ke earpiece Natalie. "Suruh dia segera berikan drive itu dan mundur. Misi selesai."

​Pelanggaran Jarak dan Kehancuran Janji

​Natalie, yang sadar betul akan kemarahan diam Ares yang mungkin bergejolak di van, tahu bahwa ia harus bertindak cepat. Setiap detik yang ia habiskan untuk pura-pura merayu adalah sebuah siksaan bagi dirinya dan, ia tahu, bagi Ares. Namun, dia memiliki tugas—dia harus mendapatkan drive USB milik Marco untuk menanam tracker di dalamnya.

​"Aku tidak bisa memberikan drive itu sampai aku melihat uangnya," kata Natalie, tersenyum menggoda, sebuah senyum yang terasa seperti asam di lidahnya sendiri. "Aturan lama, Marco. Tidak ada yang gratis."

​Marco tersenyum licik. "Uang tunai tidak dibawa olehku. Itu terlalu berisiko. Tapi kami akan menukar drive ini dengan milikmu. Buktikan bahwa kau punya data yang nyata."

​Saat Marco mengeluarkan drive USB-nya (yang merupakan target utama Natalie untuk menanam tracker), dia sengaja memegang tangan Natalie lebih lama dari yang diperlukan—menjadi jelas bahwa kontak fisik itu adalah bagian dari kesepakatan baginya.

​Di van, Ares melihat interaksi itu. Cemburu dan ketakutan menguasai logikanya. Rook benar—dia tidak bisa mengambil risiko itu. Ia melihat tangannya yang gemetar di atas joystick drone pengawasan. Dia melanggar aturan yang baru ia buat beberapa jam sebelumnya—aturan tentang rasa hormat dan otonomi Natalie.

​"Rook, aktifkan noise jammer di earpiece Natalie selama lima detik. Aku akan memberinya instruksi," perintah Ares, suaranya serak dan tegang.

​"Tuan, itu melanggar otonominya. Nona Natalie akan tahu Anda memblokir Rook dan mengambil kendali!" protes Rook, matanya membelalak karena terkejut. "Itu akan merusak kepercayaan!"

​"Lakukan saja!" raung Ares, tidak bisa lagi menahan dorongan untuk mengendalikan situasi dan melindungi Natalie. Logika telah dikalahkan oleh emosi.

​Rook, terpaksa, mengaktifkan jammer. Suara di e-piece Natalie tiba-tiba terputus, digantikan oleh dengungan statis yang tajam.

​"Natalie, tinggalkan drive-nya! Keluar sekarang! Ulangi, keluar!" perintah Ares melalui saluran cadangan yang hanya bisa didengar olehnya—sebuah perintah yang diselimuti oleh kepanikan dan dominasi.

​Natalie, yang baru saja berhasil meraih drive Marco dan dengan cepat menanam tracker mini, tiba-tiba mendengar instruksi Ares yang tidak terduga dan marah. Wajahnya langsung tegang. Dia tahu apa yang baru saja terjadi. Dia tahu Ares telah melanggar janji mereka, melanggar batas yang sudah mereka sepakati. Namun, secara profesional, ia sudah berhasil.

​"Aku punya drive itu," bisik Natalie, kembali ke saluran normal saat jammer dinonaktifkan. "Aku sudah menanam tracker. Aku keluar."

​Natalie berbalik dan pergi, meninggalkan Marco yang tampak bingung dan sedikit tersinggung oleh penarikan dirinya yang tiba-tiba. Dia selamat, misi selesai, tetapi di dalam hatinya, dia merasakan kemarahan yang membara pada Ares. Dia akan membuat Ares membayar untuk pelanggaran kontrol yang nyaris merusak misi dan, yang lebih buruk, menghancurkan janji yang rapuh di antara mereka. Pertemuan di gudang itu mungkin telah berakhir, tetapi perang di antara mereka baru saja dimulai.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!