NovelToon NovelToon
Ibu Susu Sambung

Ibu Susu Sambung

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Ibu susu / Balas Dendam
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: phoebeee

Luna Amara Kaito adalah wanita cantik yang hidupnya hancur karena dosa masa lalu kakaknya. Karena kesalahan itu, ia dipaksa menikah dengan Galen Arlan Wilson, pria tampan namun berhati dingin dari keluarga yang menuntut balas. Bagi keluarga Wilson, pernikahan itu bukan cinta, melainkan hukuman.

Galen yang memiliki pesona luar biasa tapi penuh amarah memperlakukan Luna dengan kejam. Ia memaksa Luna menjadi ibu susu sambung bagi bayi mungilnya meski Luna belum pernah melahirkan.

Namun segalanya berubah pada suatu malam ketika Galen merenggut kehormatan Luna. Sejak malam itu, Luna hidup dalam ketakutan. Ia takut hamil, takut masa depan, dan takut pada suaminya sendiri.

Hingga suatu keajaiban datang, membawa kebenaran yang selama ini tersembunyi. Luna akhirnya mengetahui bahwa perbuatan kakaknya jauh lebih kejam dari yang ia bayangkan. Dan satu fakta mengejutkan, bayi yang selama ini ia rawat ternyata anak kandung Kakanya.

Apakah itu anak kandung Galen juga? akankah luluh pada Luna?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon phoebeee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perempuan Misterius

Gean Dean Wilson

Jantung Luna berdetak cepat saat membaca nama itu. Nama yang selalu dipertanyakan, jadi dialah Kakak Galen?

Tempat makam Kakak Lila dengan makam Gean terbilang berjarak jauh. Namun masih dalam satu kawasan.

“Apa dia Ayah Regan?” tanya Luna menoleh ke arah Gean yang sekarang berjongkok, lebih menghargai makam Kakaknya.

Berbeda ketika saat di makam Kak Lila.

“Hemm. Dia adalah Ayah Regan” jawab Galen dengan datar menatap lurus ke arah nisan.

Luna tertegun.

Jadi benar Galen bukan Ayah Regan? Jadi semua sikap canggung Galen kepada Regan itu karena Galen memang bukan Ayah Regan.

“Lalu Ibunya adalah Kakaku?” tanya Luna sekali lagi.

Galen menarik napas panjang kemudian menganggukan kepalanya menjawab pertanyaan Luna.

“Apa sudah puas menjawab semua pertanyaanmu?” tanya Galen dengan

sarkas. Terlihat lelah dengan semua ini.

Jujur ini kembali membuka luka lamanya, sudah lama ia tidak berkunjung ke makam sini.

Makam ini terawat pasti Mama sering ke sini, melihat masih ada bunga baru yang selalu Mama siapkan. Bunga kesukaan Mama.

Galen tersenyum lirih.

“Belum” jawab Luna dengan cepat dan singkat.

Ia menatap dalam nisan di depannya. Nama bagian Wilson ada di sana, nama keluarga Regan dan Galen namun saat melihat tahun meninggalnya membuatnya berkerut bingung.

2 tahun lalu

Lebih dahulu sebelum Kak Lila meninggal.

“Dia meninggal karena apa?” tanya Luna

Galen terdiam, ingatanya seolah dipaksa ditarik ke masa lalu. Masa dimana semua kebahagiaanya direnggut dengan cepat.

“Kecelakaan” singkat Galen

Dahi Luna berkerut bingung, jadi mereka sama sama kecelakaan namun berbeda tahun?

Ia ingin bertanya lebih namun Ia tahu jawaban Galen sudah pasti tidak memuaskan. Ia akan selalu jawab singkat.

“Kecelakaan itu dilaporkan sebagai kasus perencanaan pembunuhan”

Luna mendongak melihat ke arah Galen yang fokus ke arah baru nisan nama Gean. Galen menjawab seolah bisa mendengar isi hati Luna.

“Kasus perencanaan pembunuhan?” beo Luna terbelalak.

Kasihan sekali Regan harus kehilangan Ayahnya karena seseorang berencana membunuhnya.

“Apa pembunuhnya sudah ditangkap?” tanya Luna kepada Galen

Galen mendongak melihat ke arah Luna. Tatapanya tak terbaca, menahan sesuatu di dalam hatinya.

Ia menggelengkan kepalanya menjawab, “Tidak. Ia berhasil kabur dan sudah mati karena kecelakaan”

Luna menutup mulutnya terkejut dan tidak percaya. Kasihan sekali Gean tidak mendapatkan keadilan.

“Kasihan juga pada Regan” lirih Luna.

“Untuk apa?” tanya Galen cepat

Luna berkerut bingung dengan jawaban Galen. “Tentu saja, Ia harus kehilangan Ayahnya karena kasus pembunuhan dan Ibunya juga meninggal karena kecelakaan” lirih Luna

Galen terdiam kemudian terkekeh pelan membuat Luna menatap Galen bingung.

Kenapa kekehan Galen itu terasa menegangkan.

Sangat tidak menyenangkan untuk di dengar, seolah meremehkan.

“Mereka juga tidak sepeduli itu” balas Galen dengan singkat

“Maksudmu?” tanya Luna dengan bingung.

“Mereka semua egois, termasuk dengan Mama. Menjadikan Regan sebagai raja pion mereka. Sangat menyedihkan” kekeh remeh Galen

Luna berkerut bingung dengan ucapan Galen. Kenapa Galen mengatakan hal itu? Ia menyebutkan dirinya juga pion dan dia juga pion?

Jadi kita bertiga adalah pion?

“Betul, kita bertiga adalah pion mainan mereka. Jangan terlihat bingung, tidak perlu cari tahu, kamu terlalu dini untuk ikut campur-”

“Pergilah selagi sebelum semuanya mulai. Jangan berusaha selamatkan siapapun” ucap Galen dengan datar.

“Karena kamu tidak akan pernah keluar karena itu” lanjut Galen

Semua terasa abu-abu bagi Luna. Kenapa Galen mengatakan hal itu.

“Ayo, pulang. Kemas semua barangmu dan pergilah” ucap Galen menarik tangan Luna.

Luna berdiri saat tarikan pelan Galen menariknya. Ia melihat Galen dari belakang dengan penuh keterdiaman dan pertanyaan.

Apa maksud dari Galen? Kenapa tubuh tegak itu terasa rapuh oleh dirinya?

“Ayo” titah Galen tanpa menoleh ke belakang.

Luna mengikuti langkah Galen dari belakang dengan penuh diam dan pikiran. Kenapa Ia tidak ingin meninggalkan Galen dan kenapa Ia ingin menyelamatkan Galen?

Kenapa Ia melihat Galen berada dalam badai yang besar?

Kenapa ia ingin bersama Galen?

Langkah kaki mereka semakin jauh namun perasaan aneh timbul dalam diri Luna. Ia menoleh ke belakang, mengabaikan Galen yang terus berjalan menuju keluar.

Seorang wanita dengan pakaian hitam tertutup semua?

Berjalan mendekat menuju makam

Kakak Galen?

Gean?

Siapa dia?

Kenapa postur tubuh wanita itu seolah familiar. Ia seolah mengenalinya namun ia tidak tahu siapa. Luna berjalan cepat menuju Galen dan manarik tanganya.

“Kenap-” ucapan Galen tertahan saat Luna menutup mulut pria itu.

Wanita itu menariknya ke belakang membuat Galen bingung. Wajah panik Luna membuat Galen berkerut bingung.

“Itu siapa?” tunjuk Luna

Galen mengikuti tunjuk Luna, dahinya berkerut bingung, tatapan tajamnya berusaha identifikasi siapa yang ditunjuk Luna.

Terlihat seperti Ia kenal.

Wanita itu meletakkan bunga, Ia menunduk memeluk nisan Gean dan menangis. Badanya gemetar seirama dengan isakanya.

“Kamu kenal?” tanya Luna menoleh ke Galen.

Trakk

Galen terbelalak, ia langsung menarik Luna menuju pohon beringin besar yang ada disamping mereka dan bersembunyi di sana.

“Akh sakit”

Galen menutup mulut Luna agar tidak bersuara. Untuk agar tidak ketahuan Ia berhimpitan dengan Luna menahan napas agar tenang. Matanya berusaha mengintai, melihat wanita di makam Gean itu.

Wanita itu curiga, ia berdiri melihat sekitar membuat jantung Gean semakin berdegup kencang.

Ia mengintai dibalik barang pohon, berusaha menyembunyikan dirinya dan Luna. Untung saja wanita itu menghentikan langkahnya saat mendekat karena suara notif dari handphonenya.

Siapa dia?

Kenapa postur tubuhnya familiar

Galen berusaha tenang, matanya melirik sedikit ke arah Luna yang juga sama gugup. Luna berusaha menahan detak jantungnya saat mereka terlalu dekat untuk saling hadap-hadapan apalagi dengan wajah Galen yang terlihat menegangkan

Terlihat sangat tampan.

Wanita itu mengangkat telepon. Selendang penutup rambut dan wajahnya sedikit terbuka membuat Galen langsung terbelalak.

"Halo"

Bagaimana bisa?

1
OneFold
mana kelanjutannya thor? lumutan ini nungguin dr 2025
Mecca Delsa
Up banyak dong thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!