NovelToon NovelToon
Upstage My Heart

Upstage My Heart

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Teen / Romansa / Showbiz / Slice of Life / Cintapertama
Popularitas:489
Nilai: 5
Nama Author: meongming

Kisah Lyla, seorang make-up artist muda yang menjalin hubungan diam-diam dengan Noah, aktor teater berbakat. Ketika Noah direkrut oleh agensi besar dan menjadi aktor profesional, mereka terpaksa berpisah dengan janji manis untuk bertemu kembali. Namun, penantian Lyla berubah menjadi luka Noah menghilang tanpa kabar. Bertahun-tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka lagi. Lyla yang telah meninggalkan mimpinya sebagai make-up artist, justru terseret kembali ke dunia itu dunia tempat Noah berada.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meongming, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35 : Berlibur bersama teman

Hari libur semester baru saja dimulai, dan langit cerah sekali, menyelimuti taman bermain dengan sinar hangat. Lyla berdiri di depan gerbang, memeluk tas kecilnya erat-erat sambil melirik ke arah jalan, menunggu dua temannya yang belum datang.

“Kenapa mereka selalu terlambat sih…” gumamnya pelan.

Tak lama kemudian, Wendy muncul dengan topi besar dan kacamata hitam seperti turis asing. “Lylaaa! Maaf lama, aku ganti baju tiga kali!”

Nomi datang menyusul sambil membawa minuman dingin di tangan. “Dia ganti baju tiga kali tapi tetep milih baju yang pertama.”

“Diam kamu!” seru Wendy kesal, membuat Lyla tertawa.

Begitu mereka masuk, suasana taman bermain langsung membuat mata Lyla berbinar — warna-warni balon, aroma popcorn, suara tawa anak-anak… semuanya terasa menyenangkan.

“Ayo naik bianglala dulu!” kata Nomi antusias.

“Terserah,” jawab Wendy, pura-pura malas, tapi wajahnya juga kelihatan senang.

Lyla ikut tertawa kecil. Entah kenapa, hatinya terasa hangat; sepertinya hari ini akan menjadi hari yang istimewa. Mereka pun memutuskan naik bianglala lebih dulu. Begitu kabin perlahan bergerak ke atas, Nomi langsung menjerit kecil.

“Kenapa rasanya tinggi banget sih! Aku nyerah, aku nyerah!”

Wendy menatap datar sambil ngemil permen kapas. “Kita baru naik dua meter, Nomi.”

Lyla ngakak, memegangi perutnya. “Nomi, kamu yang ngajak naik loh!”

Nomi menggenggam tangan Lyla erat-erat. “Kalau aku jatuh, kamu tangkap aku ya!”

Lyla cuma tertawa makin keras sampai matanya berair. Begitu kabin mencapai puncak, angin bertiup pelan. Dari atas, taman bermain terlihat kecil, lampu-lampunya berkilau di bawah sinar pagi.

Lyla menatap pemandangan itu, hatinya tiba-tiba terasa damai. “Indah banget ya…” bisiknya.

Nomi yang mulai tenang ikut tersenyum.

Wendy diam-diam mengeluarkan ponselnya. “Ayo foto dulu. Cepat , pose lucu!”

Klik!

Tiga wajah itu terekam dalam satu foto penuh tawa. Dan di dalam hati Lyla, ia sempat berpikir… Andai Noah juga ada di sini, setelah puas berkeliling taman bermain, mereka memutuskan mencoba satu wahana terakhir sebelum pulang — Rumah Hantu.

“Yang terakhir ini aja yuk, biar seru!” kata Nomi antusias.

“Tapi aku nggak suka yang begini-beginian,” keluh Wendy sambil memeluk tasnya.

“Ah, cuma dekorasi doang, santai aja,” jawab Nomi sambil menarik tangan Wendy masuk lebih dulu. Lyla ikut di belakang, sedikit gugup.

Begitu pintu ditutup dan suasana gelap, suara rantai dan langkah kaki berat mulai terdengar. Sesuatu tiba-tiba melompat dari balik tirai—

“AAAAAA!!”

Teriakan mereka bertiga menggema bersamaan. Wendy langsung lari duluan, Nomi ikut kabur sambil menjerit, dan Lyla menutup mata sambil tertawa ketakutan, setengah ditarik, setengah berlari keluar, begitu pintu keluar terbuka, mereka terengah-engah di luar, rambut sedikit berantakan.

“Aku benci banget! Ini liburan harusnya menyenangkan, bukan ketemu hantu!!” Wendy mengomel sambil menunjuk Nomi.

Nomi yang masih tertawa memegangi perut. “Ya ampun, mukamu tadi lucu banget! Aku hampir jatuh gara-gara kamu lari duluan!”

“Sudah aku bilang kan, lebih baik ke laut!” Wendy bersungut-sungut.

“Ya terus kalau di laut, kamu takut ubur-ubur lagi!” balas Nomi cepat.

Wendy memutar mata. “Itu beda! Ubur-ubur nyata, bukan hantu!”

Lyla menatap keduanya sambil menahan tawa, lalu akhirnya ikut tertawa kecil.

“Sudah-sudah… kalian berdua ini kayak anak kecil,” katanya lembut.

Namun tawa mereka akhirnya pecah bersamaan, membuat suasana sore itu kembali hangat dan ceria. Di bangku panjang dekat air mancur, ketiganya duduk menikmati minuman dingin setelah seharian bermain. Angin sore berhembus lembut, membawa aroma manis dari kedai waffle di seberang jalan.

Tiba-tiba Wendy menyenggol bahu Nomi pelan. “Eh, liat deh…” bisiknya sambil mencondongkan tubuh sedikit.

Beberapa anak cowok seusia mereka baru saja lewat—tertawa, menggantung jaket di bahu, dan terlihat keren dengan gaya santai mereka yang sedikit berantakan.

Wendy menatap mereka sambil berdeham kecil. “Banyak banget yang ganteng yaa~” bisiknya.

Nomi langsung mencibir. “Norak banget, liat cowok aja heboh.”

“Tapi kan emang ganteng!” balas Wendy tak mau kalah.

“Yaudah, sana kenalan,” sahut Nomi santai sambil menyeruput minumannya.

“Memangnya aku cewek apaan, disuruh kenalan duluan?” Wendy manyun, tapi pipinya merah sendiri.

Beberapa detik hening… lalu Wendy bersandar ke kursi dan berkata pelan, “Tapi ya, kalau dipikir-pikir, aku tuh selama ini sibuk belajar terus. Punya pacar kayaknya seru, ya?”

Nomi menatap langit dan mendesah. “Mulai lagi deh dia.”

Lyla hanya tersenyum kecil, pandangannya kosong menatap air mancur yang memantulkan cahaya sore , punya pacar memang menyenangkan… tapi kalau jauh… Hatinya menghangat, lalu perlahan terasa sedikit berat. Ia menunduk, menggenggam gelas minumannya lebih erat.

**

Malamnya Lyla berbaring di tempat tidurnya sambil menatap layar ponsel. Grup kecil mereka ramai—Wendy baru saja membanjiri chat dengan foto-foto dari taman bermain tadi siang. Namun anehnya, semua foto yang dikirim... cuma yang wajah Wendy kelihatan bagus.

“Kenapa foto aku jelek semua sih?!” protes Nomi di chat.

Wendy membalas cepat dengan stiker kucing yang tertawa ngakak. “Biar adil, Nom. Kamu cantik kok—di hatiku,” tulisnya.

Nomi membalas dengan emoji marah bertubi-tubi, membuat Lyla menutup mulutnya menahan tawa. Perlahan, tawanya mereda. Ia lalu membuka ruang chat lain—pesan terakhir dari Noah.

Masih belum ada pesan baru. Lyla menggigit bibir pelan. Ia ingin mengirim sesuatu, tapi jari-jarinya berhenti di atas keyboard. Akhirnya ia menyerah, menutup chat itu, dan membuka akun media sosial Noah.

Hanya ada satu foto.

Foto ruangan teater sekolah, diambil setahun lalu. Tidak ada yang baru. Lyla menatap layar itu cukup lama, sebelum akhirnya berbisik pelan,

“...kamu lagi apa, Noah?”

**

Keesokan harinya, Lyla keluar kamar. Udara pagi terasa ringan dan tenang—tidak ada jadwal, ujian, atau alarm yang memaksa bangun cepat Ia duduk di meja makan bersama ibunya. Ayah sudah berangkat lebih dulu, jadi hanya mereka berdua. Di meja, tersaji roti panggang, selai stroberi, dan segelas susu hangat yang mengepul perlahan, menambah kehangatan pagi itu.

“Gimana kemarin liburan bareng temen-temen ?” tanya ibunya sambil tersenyum.

“Lumayan, seru bu ” jawab Lyla pelan.

Ibunya tekekeh " Seperti kamu nggak bersemangat"

" Nggak ko bu, hehe kemarin seru banget" balasnya cepat.

Ibu tersenyum" Kamu mau ikut ibu pergi belanja?"

" Mau!!" Serunya. Lyla tersenyum kecil, lalu menggigit rotinya.

Hari itu mereka memutuskan untuk ke pusat perbelanjaan—belanja kebutuhan rumah sekaligus jalan-jalan kecil. Sepanjang perjalanan, Lyla melihat banyak anak sekolah yang jalan-jalan, pasangan muda, dan keluarga lain yang juga menikmati awal liburan.

Tapi entah kenapa... di tengah semua keramaian itu, Lyla merasa ada ruang kosong kecil di dadanya. Setiap kali melihat sesuatu yang mengingatkan pada Noah—seperti poster iklan teater, atau boneka di etalase—hatinya refleks tergerak.

Ia tersenyum tipis, lalu menatap keluar jendela mobil. “Liburan pertama tanpa pesan dari kamu...” gumamnya pelan.

1
StellaY
semangat terus thor💪
meongming: yesss💪💪
total 1 replies
StellaY
uwu banget😍😍
meongming: seneng ada yang suka 🤩 makasih dukungan mu
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!