NovelToon NovelToon
Asmara, Dibalik Kokpit

Asmara, Dibalik Kokpit

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Percintaan Konglomerat
Popularitas:12.9k
Nilai: 5
Nama Author: Fauzi rema

Ini adalah kisah tentang Asmara, seorang pramugari berusia 25 tahun yang meniti karirnya di atas awan, tiga tahun Asmara menjalin hubungan dengan Devanka, staf bandara yang karirnya menjejak bumi. Cinta mereka yang awalnya bagai melodi indah di terminal kedatangan kini hancur oleh perbedaan keyakinan dan restu orang tua Devanka yang tak kunjung datang. dan ketika Devanka lebih memilih dengan keputusan orangtuanya, Asmara harus merelakannya, dua tahun ia berjuang melupakan seorang Devanka, melepaskannya demi kedamaian hatinya, sampai pada akhirnya seseorang muncul sebagai pilot yang baru saja bergabung. Ryan Pratama seorang pilot muda tampan tapi berwajah dingin tak bersahabat.
banyak momen tak sengaja yang membuat Ryan menatap Asmara lebih lama..dan untuk pertama kali dalam hidupnya setelah sembuh dari rasa trauma, Ryan menaruh hati pada Asmara..tapi tak semudah itu untuk Ryan mendapatkan Asmara, akankan pada akhirnya mereka akan jatuh cinta ?

selamat membaca...semoga kalian suka yaa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fauzi rema, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Beberapa hari setelah kembali ke Jakarta…

Pagi itu, matahari menembus kaca apartemen Ryan, menimbulkan pantulan hangat di ruang tamu yang modern namun tetap terasa nyaman bagi Asmara. Ia baru saja bangun dan keluar dari kamar, ia masih mengenakan oversized shirt milik Ryan yang selalu membuatnya merasa dipeluk.

Ryan sedang di dapur, membuat kopi sambil memutar playlist lembut. Tanpa menoleh, ia tersenyum saat mendengar langkah kaki Asmara mendekat.

“Pagi, sayang,” ucapnya pelan.

Asmara berhenti sejenak. Kata sayang itu… sampai sekarang masih bikin jantungnya berdebar. Tapi ia tidak menolak, malah tersenyum kecil sebelum duduk di stool dapur.

“Apa kamu selalu bangun sepagi ini dan langsung datang kesini?” tanyanya, menguap kecil.

Ryan meletakkan mug panas di depannya. “Kalau ada kamu? Iya. Soalnya pengen lihat kamu bangun tidur setiap hari.”

Asmara menunduk, pipinya memanas.

Namun setelah beberapa detik, ia mengangkat wajahnya, lebih berani.

“Ry…”

“Hm?”

“Kalau hubungan kita sudah resmi sekarang… apa semua orang di perusahaanmu tahu?”

Ryan mengangguk singkat. “Sebagian. Kenapa?”

Asmara menggigit bibir, ia terlihat ragu. “Aku cuma takut… mereka menganggap aku… memanfaatkan kamu.”

Ryan meraih kursi di sebelahnya dan duduk lebih dekat.

“Kalau ada yang bilang begitu,” katanya pelan namun tegas, “aku yang akan berdiri paling depan dan bilang ke mereka kalau aku yang mengejar kamu.”

Asmara memejamkan mata sejenak, meresapi kata-kata itu. Ryan menyentuh dagunya lembut.

“Dengar ya. Kamu selalu merasa bukan siapa-siapa? Padahal kamu itu wanita yang aku pilih. Yang membuat aku jatuh cinta. Dan itu cukup.”

Asmara membuka mata perlahan. Ada kilau bening di ujung matanya, tapi ia tersenyum kecil.

“Aku… senang dengar itu,” bisiknya.

Ryan mengusap rambutnya. “Hari ini sebelum kita ke bandara, aku mau ajak kamu kerumah Mami dulu. Ada yang ingin aku perkenalkan.”

Asmara langsung menatap. “Siapa?”

Ryan mengangkat alis, dengan tatapan nakal. “Dewan direksi.”

Asmara terbelalak. “RYAN!”

Ryan terkekeh keras.

“Aku bercanda…” Lalu ia menatap Asmara tepat di mata. “Tapi serius, ada satu orang yang ingin aku beri tahu dulu sebelum orang lain.”

“Siapa?” tanya Asmara lebih pelan.

Ryan berdiri lalu mencondongkan tubuh untuk mengecup kening Asmara.

“Orang yang paling berjasa buat hidup aku.”

Asmara berkedip bingung.

Namun setelah itu, Ryan mengulurkan tangan padanya.

“Ayo. Kita temui Mami and Daddy.”

Asmara membeku.

“Dad-Daddy kamu?”

Ryan tersenyum lembut namun meyakinkan.

“Kamu siap?”

Asmara menelan ludah, tapi perlahan meraih tangan Ryan.

“…Kalau kamu di sebelahku… aku siap.”

Ryan menggenggam jemarinya erat, seolah tak akan melepaskan.

“Good. Karena aku ingin Daddy tahu… bahwa kamu adalah wanita yang akan aku jaga, aku pilih, dan aku cintai.”

Beberapa menit kemudian, Asmara keluar dari kamar dengan langkah perlahan. Rambutnya diikat rapi, makeup natural, dan seragam pramugarinya membuatnya terlihat profesional, dewasa, sekaligus… mempesona. Ryan yang sedang menunggu di ruang tamu sempat terdiam selama dua detik.

“Wow.”

Hanya itu yang keluar dari mulutnya.

Asmara mengerjap sekaligus gugup.

“Jangan lihat aku begitu. Aku jadi… malu.”

Ryan bangkit dan menghampirinya. “Aku cuma heran… gimana caranya setiap hari kamu makin cantik.”

Asmara mencubit lengan Ryan pelan. “Jangan bercanda. Kita harus cepat, kan? Kamu bilang Daddymu sudah menunggu di rumah Mami Rosa.”

Ryan menurunkan wajahnya, memberi kecupan di dahi Asmara.

“Tenang. Daddy orangnya sabar dan hangat. Kamu bakal suka.”

Asmara menarik napas panjang. “Aku masih deg-degan, tapi… Aku oke.”

Mereka pun berangkat.

Di dalam mobil menuju rumah Mami Rosa

Asmara duduk tegap, memegangi tas kecilnya erat.

“Ryan… apa Daddy kamu tahu aku masih tinggal di apartemen kamu?”

“Iya tau,” jawab Ryan tanpa beban.

Asmara memandangnya dengan kaget.

“Tau ?! Lalu beliau bilang apa?”

“Daddy cuma bilang, no problem..emang harusnya kamu diapartemen itu.”

Asmara langsung menutup wajahnya dengan tangan. “Ya Tuhan… Malunya aku—”

Ryan tertawa kecil, memegang lutut Asmara yang tegang.

“Relax. Daddy cuma senang akhirnya aku serius sama seseorang.”

Asmara tidak yakin harus tersenyum atau makin deg-degan.

Setelah menempuh perjalanan yang tidak terlalu lama. Mereka akhirnya sampai.

Rumah keluarga itu tampak hangat seperti biasa, dengan taman kecil dan wangi bunga yang tertiup angin. Mobil berhenti, dan Ryan turun, lalu membukakan pintu untuk Asmara.

“Ready?” tanya Ryan pelan.

Asmara mengangguk ragu. “Semoga seragam ini nggak bikin aku terlihat terlalu… formal.”

Ryan tersenyum lembut.

“Buat aku, kamu selalu terlihat perfect.”

Asmara baru mau membalas kalimat itu ketika pintu rumah terbuka.

Daddy Ryan berdiri di sana.

Carlos Pratama pria paruh baya berdarah campuran indonesia-china itu tampak masih gagah dari usianya, ia masih sangat terawat, meski rambutnya sedikit beruban tapi elegan, kulit sawo matang, rahang tegas, dan aura wibawa khas pengusaha besar. tatapannya tajam tapi hangat.

Mami Rosa hanya senyum-senyum berdiri di belakang suaminya.

“Ryan,” sapa Daddy dengan suara berat namun ramah. Lalu, matanya beralih pada Asmara.

Ia tersenyum pada Asmara.

“So, you are Asmara?”

Nada suaranya berat, namun penuh ketertarikan.

Asmara mengangguk cepat. “Iya, Om. Saya Asmara.”

Carlos mengangguk-angguk seperti sedang menilai sesuatu, lalu berkata lagi:

“Call me Daddy, saja, You're my son's girlfriend, right?.”

Ryan terbatuk pelan mendengar itu, tapi tak menyela.

Asmara tersenyum tipis. “Baik, Daddy.”

Di ruang tamu ,Asmara duduk dengan posisi sopan, kedua tangannya berada di atas pangkuan. Ryan duduk di sampingnya, sementara Carlos dan Mami Rossa duduk di sofa seberang mereka.

Carlos mencondongkan tubuh sedikit.

“Ryan told me banyak hal tentang kamu. He said kamu itu… ‘strong but gentle’. Betul begitu?”

Asmara langsung menatap Ryan dengan mata membesar.

Ryan memalingkan wajah, berpura-pura membaca majalah di meja. “Daddy, jangan percaya semuanya. Daddy itu suka lebay.”

Carlos tertawa keras.

“Oh no, he was serious. Very serious. That’s why I wanted to meet you.”

Asmara menelan ludah, malu campur bangga.

“Saya… hanya berusaha melakukan yang terbaik, Daddy.”

Carlos mengangguk.

“Good. Itu sifat paling penting. Talent bisa dilatih, skill bisa dipelajari. Character? Itu datang dari hati.”

Asmara terharu mendengarnya.

Mami Rosa ikut menimpali.

“Daddy itu selalu strict soal karakter, Mara. Kalau dia sudah suka seseorang, itu tandanya kamu lolos.”

Carlos mengangguk mantap.

“Yes. I like this girl. She has honest eyes.”

Asmara memandangnya tak percaya.

Dalam hatinya, ia bertanya-tanya: Benarkah ia sehebat itu di mata keluarga Ryan?

Carlos kembali membuka percakapan.

“Ryan bilang kamu mau terbang ke Surabaya setelah ini?”

“Iya,” jawab Asmara lembut. “Saya ada flight siang.”

Carlos menatap Ryan dan mengangkat alis.

“And you’re letting her go alone?”

Ryan mendengus. “Daddy, she’s working. Masa aku larang?”

Carlos tersenyum puas.

“Good answer. Support your woman, but don’t cage her. I like that.”

Asmara semakin salah tingkah.

Kemudian Carlos berdiri, menghampiri Asmara, dan menepuk lembut bahunya.

“Asmara, I hope we can have more time to talk next time. Ryan is difficult to impress… tapi kamu bisa.”

“Nggak, Dad, bukan begitu—” Ryan berusaha menyela, tapi Carlos mengangkat tangan seolah berkata stop talking.

Asmara tersenyum kecil. “Terima kasih, Daddy. Saya senang bisa bertemu Daddy.”

Carlos membalas senyum itu.

“Have a safe flight, sweetheart.”

Wajah Asmara memerah lagi.

Ryan langsung berdiri. “Daddy, jangan bikin dia makin nervous.”

Carlos hanya tertawa.

“I can see why you love her.”

Asmara hampir menjatuhkan tasnya mendengar kalimat itu.

...🍒...

...🍒...

...🍒...

...Bersambung......

1
Siti Naimah
Clarissa betul2 perempuan stress 🤣
Ika Yeni
kak ceritaa nya bagusss, + bonus visual jugaa , semangat up nyaa kak😍
Yenova Kudus
karyamu bagus kak ..lanjut ya.....
Priyatin
👍
mamah fitri
jalan ceritanya mudah dimengerti dan feel good aja membaca karya ini
mamah fitri
maafkan baca ini pake nabung bab.. tp krn baru tau judulnya dan ternyata isinya sebagus itu .. semangat terus author 😍😍😍
Marini Suhendar
Ekhem.....
Siti Naimah
semoga lancar hubungan Ryan dan asmara
Siti Naimah
mantab banget visual nya.sesuai dengan isi cerita nya 😄
Siti Naimah
asmara..kamu jangan terlalu keras kepala deh.ingat keselamatanmu itu Ter ancam banyak yg ngincar dan gak suka denganmu.walopun sebenarnya kamu gak salah apa2...ingat juga orang tuamu juga gak peduli sama kamu gitu lho ..
Siti Naimah
oh ternyata asmara dulunya teman masa kecil Ryan ta?wah kenangannya masih ada Ryan simpan.jika kayak gini keadaan nya masihkah asmara tidak mau menerima Ryan?🤣
Siti Naimah
devanka betul2 telah kehilangan akal sehat.dia lupa namanya area bandara jelas lengkap alat keamanan nya.misal cctv...
Siti Naimah
walah...kok jadi pada gak suka ya sama hubungan Ryan dan asmara?
kan sama2 masih singgel?moga2 aja yg pada ngiri akan dapat balesan
Siti Naimah
mula2 hanya pura2...semoga berkembang jadi betulan 😄
Siti Naimah
gak kebayang..betapa tersiksanya hati Ryan menghadapi situasi seperti itu..
Siti Naimah
kenapa sih Ryan kok mau menjadikan asmara pacar pura2...mbok betulan gitu lho🤭
Siti Naimah
pikirkan baik2 Asmara.. kesempatan gak datang duakali
Siti Naimah
jadi ruwet gitu ya...perkara yang dihadapi asmara? padahal dia gak salah apa2...ini semua ulah devanka
mantan kekasihnya yg masih Ter obsesi sama Asmara
Siti Naimah
bagus..asmara punya prinsip hidup yg kuat.berusaha untuk tidak mengulang kepahitan yang sama
Siti Naimah
menyimak dulu...kelihatannya bakal seru nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!