NovelToon NovelToon
Princess In The Novel

Princess In The Novel

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / TimeTravel / Misteri / Isekai / Chicklit
Popularitas:744.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Elhery_

Sanaya Oktavia Pradifta terlahir di keluarga Pradifta. Mempunyai papa, mama, dan seorang adik tiri perempuan. Hari-harinya dipenuhi luka dan tangisan oleh keluarganya. Hingga suatu hari saat dirinya tertabrak mobil dan meninggal ia malah terbangun dengan situasi, kondisi, dan dunia yang berbeda.

Yah dirinya TERJEBAK DI DUNIA NOVEL yang pernah ia baca di kamar lama mamanya. Dan bagaimana caranya ia menghindari ending tragis di novel ini?

Tapi dibalik itu semua Sanaya akan mengetahui siapa jati dirinya yang sebenarnya. Semua rahasia didunia novel ini akan terungkap serta kedatangan dirinya yang dinantikan oleh bangsa fairy.

Penasaran? Yuk buruan baca ceritanya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elhery_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35. Aku Ingin Egois Sekali Saja

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun. Tak terasa 9 tahun sudah berlalu selama Sanaya terjebak di dunia Novel. Roselie tidak menyangka ia sudah bertahan hidup selama 9 tahun lamanya di dunia ini.

Selama 9 tahun ini hidupnya yang dulu selalu diikuti oleh kesedihan dan tangisan kini berubah. Hari-harinya ia lewati dengan senyum dan tawa kebahagiaan. Bersama keluarga barunya ia merasa hidupnya sudah lengkap sekarang. Ia mempunyai seorang papa yang begitu menyayangi dan selalu menuruti semua permintaannya. Dan ia mempunyai kedua kakak laki-laki yang sangat menyayangi dan melindunginya.

Raja Edward tidak pernah berubah walaupun sudah 9 tahun. Sifatnya masih tetap sama seperti dulu. Ia tetap seorang raja yang dingin, kejam, angkuh, pemberani, dan kuat. Hanya satu yang berubah darinya. Raja Edward semakin bersikap posesif pada Roselie. Walaupun sekarang Roselie sudah berumur 15 tahun, ia selalu menganggap Roselie masih anak kecil yang berumur 6 tahun. Anak yang berani, polos, pintar, keras kepala dan sedikit ceroboh, itulah yang selalu ia lihat dimatanya saat melihat Roselie.

Edgar juga tetap sama, orang yang dingin dan kejam pada semua orang. Posisinya sebagai pangeran mahkota yang akan menjadi raja Ainsley membuatnya dididik untuk menjadi pemberani, kuat, dan bertanggung jawab atas kerajaannya. Tapi sifat menjaga dan melindungi Roselie layaknya sebuah permata berharga tidak pernah lepas dari dirinya. Ia tetaplah seorang kakak yang selalu berusaha melindungi adik kecilnya.

Sementara Aland sifatnya yang dulu dan sekarang sudah sedikit berubah. Tentunya itu adalah perubahan yang baik. Aland sekarang semakin tangkas dan mulai berani bertanggung jawab. Sifatnya yang mudah marah atau tempramental pada orang lain juga mulai bisa ia kontrol. Ia tidak pernah menunjukkan sifat buruknya itu pada Roselie setelah kejadian ia yang mencekik leher Bella. Baginya sekarang Roselie adalah prioritasnya.

Kembali lagi ke kehidupan Roselie. Sekarang Roselie sudah menganggap Raja Edward adalah papanya. Tidak lagi mengucapkan kata dia untuk raja Edward dalam hatinya. Kehidupannya sebagai putri yang terbuang kini sudah berubah menjadi putri kesayangan.

"Berhenti melamun terus Roselie!" Tegur Raja Edward saat melihat Roselie melamun di kamarnya.

Suara raja Edward membuat Roselie tersadar dari lamunannya. Roselie tersenyum ke arah raja Edward.

"Maaf pa."

"Papa ingin mengatakan sesuatu padamu." Ujar raja Edward pada Roselie. Ingin mengatakan tujuannya datang ke kamar Roselie.

"Mengatakan apa?" Tanya Roselie.

"Selama tiga hari papa akan pergi ke kerajan Oxley. Ada urusan kerajaan yang perlu papa selesaikan." Jawab raja Edward menjelaskan. Ini adalah urusan kerajaan yang harus diselesaikan antar raja. Jadi ia tidak bisa menolak untuk datang secara langsung.

Tapi ia takut Roselie akan merasa sedih jika tidak ada dirinya di istana ini.

Alis Roselie bertaut mendengar jawaban papanya. Kerajaan Oxley? Ah itu adalah kerajaan angin di wilayah barat daya. Dalam cerita, kerajaan Ainsley memiliki perseteruan dengan kerajaan Oxley. Perseteruan itu berlanjut hingga kedua kerajaan itu memutuskan untuk perang. Konflik awal dua kerajaan itu sebenarnya adalah ulah dari duke Heration yang membuat kesalahpahaman antar dua kerajaan itu. Dan sekarang raja Edward mengatakan ingin pergi ke kerajaan Oxley karena urusan kerajaan.

Apa mungkin konflik dua kerajaan itu akan dimulai? Ah tapi itu tidak mungkin. Duke Heration sudah mati karena kejahatannya. Jadi tidak mungkin ada konflik antar dua kerajaan itu.

"Ada urusan kerajaan apa sampai papa harus datang secara langsung?" Tanya Roselie penasaran.

"Kerajaan kita akan melakukan kerjasama dengan kerajaan Oxley jadi papa harus datang langsung." Jawab raja Edward.

Roselie membulatkan mulutnya mendengar jawaban itu.

Raja Edward mengelus kepala Roselie dengan lembut. "Kau tidak papa kan jika tidak ada papa di istana ini?" Tanya raja Edward cemas dan khawatir.

"Tidak papa, Roselie akan baik-baik saja di istana. Ada kak Edgar dan kak Aland yang akan menjaga Roselie. Jadi papa tidak perlu khawatir." Roselie tersenyum untuk menyakinkan ia akan baik-baik saja.

"Tapi bagaimana jika kau tidur sendirian malam ini? Kau kan tidak bisa tidur kalau tidak ada papa disamping mu."

Astaga! Roselie rasanya ingin menenggelamkan dirinya sekarang. Roselie malu mengakui bahwa hingga diusianya yang 15 tahun, ia kadang-kadang tidur dengan papanya. Tidak! Bukan dia yang minta tidur bersama tapi, raja Edward! Hanya karena ia tidur sedikit larut malam raja Edward berpikir ia sulit untuk tidur. Padahal itu memang jadwal tidurnya sewaktu di dunianya dulu.

"Kenapa kau diam? Benarkan kau tidak bisa tidur sebelum papa peluk?"

Ah! Bisakah raja Edward tidak menanyakan hal itu lagi?!

"Tentu saja Roselie bisa. Roselie sudah besar, umur Roselie sudah 15 tahun pa." Keluh Roselie dengan wajah malu saat raja Edward menanyakan hal memalukan itu lagi.

"Benarkah? Biasanya........."

Secepat kilat Roselie memeluk tubuh raja Edward lalu mengecup pipi kanannya.

"Jaga diri papa baik-baik disana. Roselie akan merindukan papa." Ujar Roselie tersenyum lembut, mengalihkan pembicaraan yang lama-lama aku membuat dirinya malu.

Raja Edward semakin tidak ingin pergi melihat wajah putrinya itu. Bagaimana bisa ia meninggalkan putri imutnya ini di istana. Walaupun sudah ada prajurit dan pengawal yang akan mengawasi Roselie, ia masih tetap khawatir.

"Papa juga akan merindukan mu. Jaga dirimu baik-baik selama papa tidak ada di istana. Ingat! Jangan membuat masalah lagi!" Ucap raja Edward mengingatkan Roselie. Sudah menjadi rahasia umum bagi raja Edward, Edgar,dan Aland bahwa Roselie selalu mencari masalah.

Ingat kah kalian seberapa banyak masalah yang ditimbulkan Roselie saat kecil dulu?

Roselie cemberut, "Iya, Roselie tidak membuat masalah lagi."

"Anak pintar, jaga dirimu baik-baik." Raja Edward mengecup pipi Roselie lalu keluar dari kamar.

.....................

Di lorong istana, Edgar berjalan ke arah kamar Roselie. Setelah selesai mengerjakan tugasnya ia langsung bergegas menemui adik kecilnya. Di depan sudah ada Aland yang baru keluar dari kamar Roselie.

"Kau tau dimana Roselie?" Tanya Aland setelah menutup pintu kamar Roselie. Ia baru saja dari kamar Roselie dan tidak menemukan Roselie di kamarnya.

"Aku baru ingin menemuinya." Jawab Aland.

Edgar dan Aland menyusuri lorong istana ke taman. Hanya ada tiga tempat di istana ini yang menjadi tempat favorit Roselie, taman belakang istana, taman besar istana, dan kebun apel yang dihadiahkan oleh raja Edward 5 tahun yang lalu pada Roselie.

"Aku akan mencari Roselie di taman belakang." Ujar Aland berbalik ingin pergi.

"Aku habis dari sana tapi Roselie tidak ada disana." Tukas Edgar menghentikan langkah Aland.

"Pohon apel di kebun sudah berbuah pasti Roselie disana sedang memetik apel. Aku akan menemuinya disana." Ujar Edgar tapi langkahnya berhenti setelah mendengar ucapan Aland.

"Aku juga habis dari sana tapi Roselie juga tidak ada disana." Tukas Aland mendengus.

"Kalau begitu........"

"Taman depan istana!" Ucap Aland cepat.

Mereka berdua pergi ke taman depan istana. Taman itu adalah taman yang paling besar di istana ini. Luas dan juga cantik. Tidak heran kenapa Roselie lebih suka menghabiskan waktunya disana.

Iris mata Edgar melihat siluet seorang gadis perempuan yang sedang bermain ayunan. Gadis itu menghadap kedepan berlawanan dengan Edgar dan Aland. Wajahnya tidak kelihatan tapi Edgar tau itu adalah Roselie.

Di ayunan, Roselie sedang mengayunkan ayunan yang baru dibuatnya. Ia menikmati suasana sore hari di taman ini. Udaranya begitu segar dan pemandangan disini juga mendukung suasana hatinya.

"Roselie."

Panggilan seseorang dari arah belakang membuat Roselie menoleh ke belakang. Di belakangnya ada Edgar dan Aland.

"Lain kali jika kau ingin pergi kau harus memberitahu seseorang dulu. Kau bisa tiba-tiba diculik nantik." Omel Edgar berdiri di samping Roselie.

Roselie memutar bola matanya jengah. " Aku bukan anak kecil lagi," Ketusnya kesal karena selalu diperlakukan seperti anak kecil.

"Tidak anak kecil yang masih sering tidur dengan papanya." Ledek Aland ingin membuat adiknya kesal.

"KAKAK!" Kesal Roselie pada Aland. Sudah dua orang yang meledeknya hari ini. Pertama raja Edward dan sekarang Aland. Jika sekali lagi ia mendengar seseorang mengatakan hal itu maka ia tidak akan segan-segan memukul orang itu.

"Kenapa? Benarkan yang aku katakan?" Tanya Aland semakin menyudutkan Roselie. Membuat adiknya kesal sudah menjadi hobinya sejak 9 tahun ini.

"Bukan aku yang minta ditemani tidur tapi papa sendiri yang memaksa. Lagipula itu tidak sering hanya kadang-kadang saja." Bela Roselie tidak ingin semakin dipojokkan.

Aland tersenyum melihat adiknya sudah kesal. Ia semakin gencar menggoda adiknya.

"Bagaimana jika semua orang tau kalau seorang putri Roselie ternyata masih tidur ditemani oleh papanya. Padahal umurnya sudah beranjak dewasa." Aland menggoda Roselie lagi.

"Kak Edgar." Rengek Roselie pada Edgar yang daritadi hanya diam saat ia digoda oleh Aland.

"Jangan terus membalas ucapannya Roselie, kalau tidak dia akan semakin menggoda mu." Ujar Edgar.

Roselie cemberut, kakaknya itu tidak membelanya malah menasihatinya.

"Tapi kak........." Ucapan Roselie terpotong oleh kalimat Edgar selanjutnya.

"Lagipula yang dikatakan Aland benar. Tidur masih ditemani papa."

"KAKAK!" Teriak Roselie menjerit kesal. Ia akan melakukan apa yang dikatakannya tadi. Jika ada orang yang berani meledeknya lagi maka orang itu harus dipukul oleh tangannya.

Roselie turun dari ayunan dan menghampiri Edgar yang tertawa setelah mengucapkan kalimat tadi.

PUK

PUK

PUK

PUK

PUK

Edgar terkejut mendapati dirinya dipukul-pukul oleh Roselie. Tubuhnya menjadi sasaran kemarahan adik kecilnya. Pukulan-pukulan terus dilayangkan oleh Roselie dengan kuat.

"Kakak jahat!"

"Kakak harus merasakan kemarahan Roselie!"

"Rasakan ini!"

"Kakak jahat!"

Roselie terus memukul Edgar tanpa ampun. Sebenarnya pukulan Roselie tidak berarti apapun pada tubuh Edgar. Ia malah merasa Roselie tidak seperti sedang memukulnya. Tidak ada rasa sakit ditubuhnya. Tapi ia membiarkan Roselie terus memukulnya. Wajah Roselie yang kesal karena ucapannya tadi terlihat sangat menggemaskan dimata Edgar juga Aland.

Setelah puas memukul kakaknya Roselie berhenti karena kelelahan. Bukannya tubuh Edgar yang merasa sakit tapi malah tangannya yang merasa sakit.

Tubuh kak Edgar terbuat dari apa sih? Kenapa aku seperti memukul baja saja? Hiks.... tanganku jadi sakit.

"Tangan Roselie sakit." Adu Roselie menunjuk kedua tangannya yang memerah akibat memukul tubuh sekeras baja Edgar.

Mendengar aduan Roselie, Edgar dan Aland segera mendekat dan melihat tangan Roselie yang memerah.

"Ck, seharusnya kau jangan memukul ku terlalu keras." Ujar Edgar mengomel sambil meniup tangan kiri Roselie.

"Jangan melukai tangan mu untuk melukai seseorang Roselie. Cukup katakan pada ku orangnya maka aku yang akan melukai orang itu." Ujar Aland khawatir sambil meniup tangan kanan Roselie.

Lihat lah semua perlakuan dan kata-kata itu. Bagaimana Roselie bisa marah jika mereka berdua memperlakukannya seperti ini?! Perlakuan dan semua kata-kata manis itu berhasil membuatnya merasa menjadi orang yang paling bahagia dimuka bumi ini.

Terkadang Roselie merasa sedih jika suatu saat nanti mereka berdua akan bertemu dengan Aurora, si tokoh utama wanita. Ia tidak bisa membayangkan semua perhatian, kasih sayang, dan perlakuan mereka berdua selama ini bukan lagi diberikan padanya tapi pada Aurora. Membayangkan hal itu terjadi membuat Roselie takut jika hal itu akan menjadi kenyataan.

Bolehkah ia egois untuk kali ini saja? Ia ingin semua perhatian, kasih sayang, dan perlakuan ini hanya diberikan padanya saja. Tapi akankah keegoisannya itu terwujud? Ah Roselie merasa seperti tokoh antagonis dalam novel yang ingin mendapatkan perhatian dari dua tokoh ini. Roselie merasa dirinya sama dengan tokoh putri Roselie yang egois karena menginginkan kasih sayang dari tiga tokoh cerita ini.

Mungkin inilah yang dirasakan oleh putri Roselie yang asli. Merasa egois dan menginginkan segala hal menjadi miliknya. Karena tidak pernah mendapat perhatian dari keluarganya membuatnya melakukan segala cara agar keluarnya bisa memandangnya sebagai seorang keluarganya juga.

"Apa masih sakit? Ayo kita datangi tabib istana. Dia pasti punya ramuan untuk menghilangkan rasa sakit ini."

Suara Aland membuyarkan lamunannya. Roselie menggelengkan kepala menolak. Ini hanya sakit biasa tidak perlu sampai memanggil tabib.

"Kenapa tidak mau? Tangan mu masih merah. Aku akan memanggilkan tabib istana kemari." Ujar Edgar masih khawatir pada telapak tangan Roselie yang masih memerah.

Roselie menahan tangan Edgar yang ingin pergi. Ia menarik tangan itu dan meraih tangan Aland. Lalu ia kembali duduk di ayunan.

"Sakitnya sudah hilang karena obat dari kak Edgar dan kak Aland."

Roselie memegang dua tali ayunan dengan erat.

"Ayo dorong ayunannya, Roselie ingin menghabiskan waktu bersama kak Edgar dan Aland." Ujar Roselie tersenyum lembut ke arah kedua kakaknya.

Edgar dan Aland tersenyum. Tanpa mengatakan apa-apa mereka meraih dua tali ayunan masing-masing lalu mendorongnya.

Sore itu mereka bertiga menghabiskan waktu luang bersama. Edgar dan Aland mengayun ayunan Roselie dan Roselie yang tertawa bahagia membuat kenangan ini tidak akan pernah hilang di memori mereka.

Dan terakhir mereka melihat matahari terbenam dengan indahnya. Cahaya orange matahari terbenam menjadi saksi kebahagiaan ketiga saudara itu.

Layaknya matahari terbenam yang terlihat indah walau sesaat. Apakah kebahagiaan mereka juga akan bertahan sesaat?

.

.

.

.

.

.

.

Gimana sama part kali ini???? Sudah bisa menghilangkan kerinduan dan kekesalan kalian selama author nggak update? Semoga part ini menghilangkan kerinduan kalian dengan Roselie, raja Edward, Edgar dan Aland ya 😄

Seperti yang author bilang di balasan komen yang lalu kalau author bikin alurnya maju cepat sampai berhenti di umur Roselie yang udah dewasa. [kalau dunia kita nyebutnya masa remaja ya, beda sama dunia ini yang umur segitu udah dibilang dewasa]

Kalian udah ketemu sama Roselie dan ketiga sosok pelindungnya. Masih ada pangeran Felix nih yang belum nampak batang hidungnya. Selain pangeran Felix ada lagi tokoh-tokoh baru yang akan muncul untuk mengungkapkan satu per satu misteri dalam cerita ini.

Pengen tau kelanjutannya? Vote yang banyak dan komen yang banyak juga ya para reader's author 💕

See u 💙💙💙

1
Hasmawati Bayzit
dikit dikit nangis terlalu lebay
sahabat pena
part awal byk taburan bawang bombay😭😭😭😭😭
Hikam Sairi
baca
Cahayani
hai kak makasih udah menghibur kami, smoga kakaknya sehat selalu dan sukses kedepannya ❤️❤️
Narimah Ahmad
klu udah keputusan mu ya terserah cuma doa ain aja semoga tetap semangat 💪💪💪 dn sukses selalu 😘
Narimah Ahmad
ya emang sayang tapi klu udah buat keputusannya Thor semoga sukses dn Mandiri kedepan lgi
Narimah Ahmad
kenapa part yg ini ku baca psedih bangat 😭😭😭😭😭jadi nangis lagi ni
Narimah Ahmad
seru 👍👍👍
Narimah Ahmad
sedih bangatt 😭😭😭😭😭
Narimah Ahmad
mula aje aku udah nangis ni sedih bangat 😭😭😭
Wanda Wanda i
kasihan...
Siti Nurain
👍👍👍
Siti Nurain
💖💖💖💖
Nuzlie🎭eiLzun
lanjut upnya thorrr... ♥️💜♥️❤️❤️
Nuzlie🎭eiLzun
ga pa pa kok thor.. bukan karya ini aja malahan ada author lain yang karyanya lebih banyak kosong dan lebih pendek dari ini jadi teruskan berkarya.. fighting thorr💪💪
Ida Blado
masa ratu peri jahat,, ,apa apaan loe thor,bikin karakter seorang peri sosok yg jahat.merusak identitas kisah peri saja
v
ceritanya bagus bgt😍😘🙂
Depong
lgi3
Fina Tanjung
semoga cerita ini bisa berlanjut
Fina Tanjung
kakak ceritanya lanjutin dong....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!