Hukum tidak berpihak pada Anggita, jadi aku yang akan jadi hukumnya. Satu misi yang menjadi tujuanku hancurkan Arvin Teriaz. Aku Nabila Azzahra, topengku sekretaris, senjataku kode. Rencana sempurna begitu sempurna sampai Galen Teriaz, dokter yang membenci darahnya sendiri, mengulurkan tangan dalam misiku.
Apakah misi mereka berhasil dalam, menghancurkan seorang Arvin Teriaz ?
Baca selengkapnya !
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indah Mayaddah f, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11 Untuk Anggita
3 Bulan Kemudian, Gedung Yayasan "Untuk Anggita", Jakarta Selatan pukul 08.00 pagi. Tenda putih sudah di pasang rapi, 200 kursi sudah berjejer, balon warna pastel yang menambah keindahan, dan tak lupa papan nama besar : "YAYASAN UNTUK ANGGITA. Para wartawan udah nunggu dari jam 7. Donatur, psikolog, perwakilan Komnas PA, anak-anak panti, semua datang. Di balik panggung, Galen mondar-mandir dengan mengenakan jas biru navy. Keringat di pelipis menetes, Nabila yang melihat itu nyodorin air putih.
"Tarik napas, jangan nervouse kan kamu yang bikin semua ini" Ucap Nabila memberikan ketenangan
Galen menarik nafas pelan
"Takut ngomongnya belepotan" Jawab Galen
"Enggak akan, kamu pasti akan bicara dari hati" Ujar Nabila
Di ruang sebelah, Anggita duduk depan kaca menggunakan dress putih selutut, rambut dikuncir 2 dan di tangan masih genggam Alkitab kecil.
"Dek, mau lipstik pink ya?" Tanya Makeup artis
"Nggak usah, aku takut" Jawab Anggita geleng pelan
Tak lama Nabila masuk lalu berjongkok di depan Anggita
"Nggak usah takut, kamu nggak pidato. Kamu cuma potong pita sama ngomong 2 kalimat, aku ada di sebelah kamu terus" Ujar Nabila membuat Anggita angguk
"Kak Galen mana?" Tanya Anggita sambil mencari sosok Galen
"Ada di luar, dia deg-degan nunggu kamu" Jawab Nabila terkekeh membuat ANggita ikut terkekeh juga
*****
Jam 09.00 acara di buka oleh MC
"Selamat datang di launching Yayasan Untuk Anggita!" Ucap MC
Tepuk tangan serta sambutan pertama dari Ketua Komnas Perlindungan Anak dan Katua Komnas Perlinduangan Wanita
"Ini yayasan pertama yang didirikan langsung oleh keluarga korban, membuat saya salut"
Sambutan kedua dari donatur
"Kami titip 50 anak pertama di sini"
"Dan sekarang, sambutan dari pendiri yayasan, Bapak Galen Wijaya." Ujar MC
Galen jalan ke podium, kakinya gemetar. Dia lihat ke bawah dan melihat Nabila senyum di sebelahnya Anggita duduk di kursi VIP baris pertama.
"Beberapa bulan, sahabat saya Anggita hilang" Ucap Galen
Suasana menjadi hening.
"Saya cari, saya marah sama Tuhan, saya dendam sama manusia" Lanjut Galen
Dia berhenti smabil menahan air matanya …
"3 bulan lalu kami temukan dia rusak, takut akan suara, takut akan gelap, takut sama orang" Ucap Galen sambil nengok ke Anggita dengan matanya berkaca.
"Tapi Tuhan kirim orang-orang baik, dokter, psikolog,tetangga, dan sahabatnya yang selalu menemani saya" Lanjut Galen
Nabila pegang dadanya …
"Tujuan yayasan ini cuma satu, biar nggak ada lagi anak yang tidur sambil ketakutan, biar nggak ada lagi nama 'Anggita' yang lain" Ucap Nabila sambil nunjuk spanduk.
"Di sini ada ruang konseling gratis, ada sekolah paket, ada dapur umum, ada tempat tidur grati untuk siapa saja" Lanjut Nabila
"Karena kami percaya, Luka bisa sembuh kalau ada yang mau nemenin" Tambah Nabila
Tepuk tangan paling lama hari itu, ada yang nangis.
Pukul 09.30 acara potong pita, Nabila gandeng tangan Anggita ke depan. Gunting pita warna biru udah disiapin.
"Dan sekarang, yang akan potong pita, adik kita, Anggita Larasati" Ucap MC membuat Anggita maju 10 langkah tapi membuat jantungnya berdetak kenceng
Galen bisik dari belakang:
"Pelan-pelan, kakak ada di sisi kamu" Ucap Galen
SRET…
Pitanya putus dan balon dilepas, Anggita kaget sama suara tepuk tangan. Dia ingin lari, namun Nabila langsung peluk dari samping.
"Kamu hebat." Ucap Nabila
"Dek, mau ngomong 2 kalimat aja?" Tanya MC
Anggita melirik Galen, dan di balas angguk oleh Galen
"Bisa" Ucap Galen sambil tersenyum
Anggita pegang mic, tangannya gemetar.
"Halo... nama aku Anggita" Ucap Anggita
Dia diem sambil menarik nafas
"Dulu aku pikir Tuhan udah lupa sama aku, ternyata enggak. Dia kirim Kak Galen sama Bila buat jemput aku pulang" Lanjut Anggita dan suasana enjadi sunyi
"Makasih ya udah percaya aku bisa sembuh, aku juga mau bantu anak-anak lain sembuh" Lanjut Anggita
Tak lama terdengar tepuk tangan dari para tamu undangan …
"Kuat ya dek!" Ucap Galen dan Anggita langsung lari peluk Galen, nangis di bahusudah dianggap kakaknya.
"Udah. Kamu udah paling berani" Tambah Galen
Jam 11.00 - Tur GedungSetelah acara, mereka ajak tamu keliling.
Lantai 1: Ruang bermain. Ayunan. Buku. Papan gambar.
Lantai 2: 10 kamar. Tiap kamar 4 tempat tidur. Seprai warna cerah.
Lantai 3: Ruang konseling + kelas. Seorang ibu bawa anaknya.
"Pak, anak saya bisa masuk?" Tanya Salah satu tamu undangan
"Bisa bu, besok langsung daftar gratis semua" Jawab Galen
Anggita diajak Nabila ke dapur, dia diajarin masak mie buat 20 anak.
"Bil, kalau aku masak, berarti aku berguna ya?" Tanya Anggita
"Kamu udah berguna dari pertama kamu mau hidup, Git" Jawab Nabila