NovelToon NovelToon
Gadis Mungil (Menikah)

Gadis Mungil (Menikah)

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:5.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Motifasi_senja

Kelanjutan dari Gadis Mungil (I Love You)

Beralih dari kerumitan di masa lalu, setelah terpuruknya keluarga Agus, kini Mona harus menghadapi kehidupan baru. kehidupan setelah lulus SMA, bersiap untuk menikah dan apa yang akan di lakukan setelah menikah.

Mona dan Arga, masih saling mencintai dengan cara mereka masing-masing. pertengkaran, kenyolan seperti biasanya.


jika ada kesalahan nama tokoh maupun tempat, mohon di mengerti.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Motifasi_senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35. Tamparan

Mau tak mau, dengan keterpaksaan, akhirnya Jade memberanikan diri untuk kembali menemui Gracia Aura. Sebagai tubuh utama untuk membalaskan dendam, tentu apapun yang Jade lakukan perlu di ketahui oleh Aura. Tak terkecuali dengan pelaksanaan pernikahan Arga.

Jika biasanya, Jade menjenguk Aura di senja hari, kini Jade memilih datang di siang hari. Setidaknya waktu untuk mengobrol lebih panjang.

“Aku ingin bertemu Nona Gracia,” ucap Jade pada penjaga. Jade langsung di persilahkan masuk.

Ternyata, di ruangan besuk sudah ada ibu dan adik Aura. Setelah membungkuk dan melempar senyum, Jade ikut bergabung.

“Itu Jade, yang baru saja aku ceritakan,” ucap Aura pada ibunya. Sepertinya sebelum Jade ke sini, mereka sedang membicarakannya.

“Halo Bibi, Aku Jade.” Sebelum duduk, Jade menyalami Widya terlebih dahulu.

“Silahkan duduk...,” balas Widya. Jade duduk di samping Tika.

“Ada apa kau datang kemari lagi?” tanya Aura pada Jade.

Jade mendehem, mempersiapkan untuk berbicara. “Arga akan menikah besok lusa.” Cepat dan tanpa jeda.

“Apa?!!” Aura ternganga. Kedua tangan di atas meja sudah mengepal kuat.

“Sudah ku duga,” celetuk Widya. Aura langsung bergeser menatap ibunya.

“Apa maksud ibu?” tanya Aura.

“Sebenarnya, ibu dan Tika datang kemari karena ingin membicarakan hal ini denganmu. Berita pernikahan itu sudah ramai di perbincangkan di luar sana. “Widya menatap wajah Aura yang semakin terlihat pias. “Ibu kira itu hanya gosip. Jadi memang benar?” pertanyaan itu di tunjukkan untuk Jade. Jade mengangguk.

“Ya. Aku dengar sendiri dari mulut ibunya dan juga Dion.” Jade menjawab dengan mantap.

Langsung terdengar hembusan napas kasar dari mulut Aura. “Baru saja kita akan memulai, tapi kenapa secepat ini mereka menikah?” Aura geram sendiri.

Widya yang tak tahu apa-apa hanya diam. Sebelumnya, dia juga sudah diperingati untuk tak banyak bertanya soal rencana Aura dan Jade. Aura hanya berpesan pada ibunya untuk tetap menjalani hidup seperti biasa tanpa perlu ikut campur. Karena apa? Tentu saja karena Aura tak mau Ibu dan Adiknya mendapatkan masalah.

Sebelum melanjutkan pembicaraan dengan Jade, terlebih dahulu Aura meminta ibu dan adiknya untuk bergegas beranjak dari tempat ini. Seperti yang Aura katakan, untuk ibu dan adiknya lebih baik tak perlu ikut campur.

“Bagaimana perkembanganmu mendekati keluarga Arga?” tanya Aura.

“Aku sudah mendekati ibunya. Jujur saja awalnya aku merasa yakin bahwa ibu Arga akan sedikit menyukaiku, tapi setelah aku menjelaskan bahwa aku partner kerja Arga, entah kenapa aku merasa ada rasa ketidaksukaan beliau denganku,” ungkap Jade sesuai yang di rasakan ketika bercengkerama dengan Santi kala itu di butik.

Sekali lagi, Aura membuang napas. Menyenderkan punggungnya pada dinding kursi. Menekan jidatnya yang terasa pening. “Aku sudah perkiraan soal itu, makanya aku mau lebih jeli lagi untuk mencari cara mendekati keluarga itu.” Jade maju lagi, menyilangkan kedua tangan di atas meja.

“Sampai saat ini, bahkan aku sendiri masih bingung cara memasuki kehidupan keluarga itu.”

Apa maksudnya? Kalau dia sendiri saja bingung, untuk apa memintaku masuk ke dalam hidup keluarga itu? Jade menggerutu di dalam hati.

Jade pada akhirnya ikut mendesah. “Lalu, aku harus bagaimana?” tanya Jade.

Aura mendaratkan jemari di dagu dengan mengusapnya. Ia nampak berpikir. “Intinya jangan terlalu berlebihan saat mendekati keluarga itu. Selumrahnya saja. Kau paham maksudku kan?”

Jade mendengung. Detik kemudian, barulah dia mengangguk.

“Bu, sepertinya Kak Cia merahasiakan sesuatu dari kita?” Tika bertanya. Kini keduanya sedang dalam perjalanan pulang.

Widya yang sedang fokus menyetir, menjawab sekenanya. “Memang, tapi kita tidak usah ikut campur. Lebih baik kita menikmati hidup ini. Itu yang Cia katakan pada ibu,” ungkap Widya pada putrinya.

Usai jawaban dari ibunya, Tika sudah tak lagi berbicara. Ia fokus menatap jalanan yang di penuhi dengan pedagang kaki lima. Hingga tak sengaja, dua bola matanya menangkap sosok perempuan yang sedang berdiri di salah satu penjual sop buah.

“Ibu, ibu!!” Tika memanggil ibunya sambil mengguncang lengan yang sedang mengatur kemudi.

“Apa sih?!” hardik Widya mencoba mengibaskan tangan Tika.

“Itu lihat! Bukankah itu Mona?” Tika berucap dengan sangat antusias ke arah sosok gadis yang sedang mengantri dengan pembeli lain.

Karena mobilnya sejalan dengan arah di mana Mona tengah berdiri, Widya langsung melajukan mobilnya dan menepi tak jauh dari Mona. Mona tak sadar dengan kedatangan mereka.

Tika yang sudah gemas melihat Mona, dengan cepat menarik lengan itu dan menjauh sedikit dari keramaian.

“Eh!!” pekik Mona karena terkejut. Namun, rasa terkejutnya itu berubah menjadi rasa was-was karena dengan kasar, Tika menariknya terus menjauh dengan di ikuti ibunya di belakang.

“Lepaskan aku!” teriak Mona. Mona ingin berteriak lagi, tapi mulutnya sudah lebih cepat di sumpal dengan pelototan dari Tika dan Widya.

“Berani kau berteriak, aku lempar kau ke jalan raya!” ancam Widya dengan tatapan membunuh.

“Heh Mona!” Tika menarik rambut Mona hingga kepalanya mendongak.

“Lepaskan!!” Mona berontak, tapi kali ini Widya ikut memegangi.

“Biarkan kami menyiksamu sedikit saja.” Seringaian langsung muncul di wajah Widya.

Di seberang sana, tak jauh dari tempat Mona sedang berdiri bersama dua orang yang tidak waras ini, Arga tengah kebingungan mencari Mona.

“Ibu, Di mana Mona?” Arga terlihat celingukan mencari sosok Mona di dalam butik.

Sambil melayani pelanggan, Santi menoleh sebentar ke arah Arga. “Tadi dia pamit sebentar keluar. Katanya mau beli sop buah,” jawab Santi lalu kembali lagi pada pelanggannya.

“Tentu saja, untuk dirimu, aku akan memberikan diskon,” ujar Santi hingga membuat pelanggan setianya itu tersenyum sumringah.

Sementara Arga, ia sudah keluar dari butik untuk mencari sosok Mona.

Arga berjalan maju ke jalanan, menyusuri setiap penjual kaki lima sambil sesekali mendengus karena tak kunjung menemukan Mona. “Kenapa juga Mona harus membeli makanan di pinggir jalan! Tidak sehat!” Arga masih menggerutu.

PLAK!! Satu tamparan melayang di pipi kanan Mona. Dua wanita yang sama sekali tak punya hati itu, hanya menyeringai melihat Mona yang sudah berkaca-kaca.

“Dengar! Itu tamparan karena kau membuat Cia mendekam di penjara!” sembur Widya.

“Dan ini, untuk ayahku!” Tika sudah mengangkat tangannya tinggi-tinggi dan siap untuk melayangkan satu tamparan lagi.

“Apa-apaan kalian?!!” Arga spontan mendorong kedua wanita itu hingga terjungkal. Arga tak peduli jika mereka kesakitan.

Dengan cepat, Arga meraih pundak Mona lalu merangkulnya dengan erat. “Kau tak apa?” tanya Arga. Meskipun terasa sakit dan perih, tapi Mona memilih menggeleng.

Dan di hadapan Arga, masih dengan wajah tanpa dosa, Widya dan Tika sudah berdiri. “Kenapa kau mendorong kami, ha?!” Widya sudah melotot.

Arga berdecak dengan julingan mata. “Dasar tidak waras!! Sekali lagi aku lihat kalian menyakiti Mona, aku tak segan-segan menjebloskan kalian ke dalam penjara menyusul Agus dan Aura!!” ancam Arga. Nyali mereka pun langsung ciut.

Dengan masih dengan rada geram, terpaksa Widya dan Tika pergi meninggalkan Arga dan Mona. Setidaknya menampar Mona, sudah termasuk melampiaskan emosinya selama ini.

“Kau sungguh tak apa?” Arga menunduk, menangkup kedua pipi Mona. Mona menggeleng sambil menahan perih di pipi.

Mungkin Arga tahu ada warna merah di pipi Mona, tapi Arga tak langsung bertanya. Takutnya Mona akan menangis.

***

1
Qaisaa Nazarudin
Dasar Jalang,Kasih aja ke Dion,Kan dia suka cewek dewasa gak peduli kalo sudah bolong, Untung aja Arga gak mau dan tetap membatasi diri nya dari cewek kek gini..
Qaisaa Nazarudin
Ini jih sahabat paling Lucknut menjebak kawan ke kancah gak bener..
Qaisaa Nazarudin
Mending bawah umur,masih polos,Dari yg udah atas umur,atas bawah bolong..
Ilham Dwi Putra
Luar biasa
Indra Lesmana
bagus
Dhamayanthie Akbar
Kecewa
CUKUP T∆U $∆J∆
namanya Mona panggilannya oon😂😂
CUKUP T∆U $∆J∆
perasaan Meri dehhh🤔🤔knp jd Mira😂
CUKUP T∆U $∆J∆
sama2 bodoh yg akur ya😄😄
CANTIKA
minum kopi pahit yg panas biar seger😂😂
CANTIKA
judulnya gadis bodoh menikah ya Thor😂
maulana syarofa
perusahannya kan banyak, knp hadiahny g mobil?
Wahida Arfiani Smb
ending ta egk enak
egk thu sapa yg kirim fito mona ama varel ke hp arga.
Ros Mailis
Arga" seorang ceo kok jadi bodoh karna cinta dan perarturan yg dia buat sendiri wkwkwk
Ros Mailis
itu bodoh kok kewatan ya 😂😂😂😂
AL Vinoor
kalau hidup cuma makan tidur seharian,itu bukan cuma bodoh,tapi pemalas,karakter Mona ini kaya nya manusia yg betul betul takberguna ya Thor.
Pipitabc Rachma
lanjut donk...
Dyah Shinta
Hahahahahaaa... kasihan ayam gorengnya....
Dyah Shinta
Lha emang Mona dianggap masih anak2 atau bego sih... kapan dia mau dewasanya... Di season 1 dia dibilang cuma bodoh di MTK.
Mestinya ya paling engga dia bisalah menelaah situasi, mengerti masalah dalam keluarga... Duh author... please deh...
Dyah Shinta
Author ... di bab 'malas meladeni' Tora udah kasih tau ke Arga bahwa Jade itu mantan pacarnya 2 bulan waktu dia ke Amerika. Masak di part ini kudu kaget lagi tuh Arga...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!