NovelToon NovelToon
Kembar Tiga Sang CEO Dingin

Kembar Tiga Sang CEO Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Anak Kembar / Lari Saat Hamil / CEO / Romansa
Popularitas:44.1k
Nilai: 5
Nama Author: Muhamad Julianto

Alya Renatha tak pernah menyangka akan diceraikan oleh Leonhart Varellion, CEO dingin dari Leonhart Corporation yang menikahinya tanpa cinta. Saat ia pergi dari hidup pria itu, Alya tidak tahu bahwa dirinya sedang mengandung anak kembar tiga.

Bertahun-tahun berlalu. Alya kembali ke kota itu bersama ketiga putranya. Tanpa sengaja, mereka bertemu dengan Leon di sebuah lobi hotel.

“Om, mau nggak jadi Papa kami?” tanya ketiga bocah itu serempak—membuat Leonhart Varellion terpaku dengan tatapan datar, karena wajah mereka mirip dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhamad Julianto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari H

"Aku minta kalian memperlakukan kami dengan baik dan jangan sampai menyakiti anak-anakku," ucap Alya.

Rafael tersenyum. "Tentu saja kami akan memperlakukan kalian dengan baik. Ya sudah jika kamu bingung, kami akan berikan sesuai keinginan kami."

"Terima kasih, Pak Rafael," ucap Alya.

"Panggil aku Papa! Aku lebih suka dipanggil itu."

"Baik, Pah."

Setelah acara selesai, Alya memutuskan kembali ke kosnya untuk mengurus kepindahan barang-barangnya seperti pakaian serta barang penting lainnya.

Sesampainya di sana, ia berpamitan dengan ibu kos juga dan meminta maaf karena ia di sini tidak sampai satu bulan.

Ibu kos memaklumi, ia memeluk Alya dengan erat dan meminta Alya untuk terus bahagia.

Selepas itu, Alya menaruh semua mainan si kembar ke kardus dan melihat gadjet pemberian Agra. Alya langsung membuangnya, ia curiga semua gadjet itu memberikan pengaruh buruk kepada anak-anaknya.

Alya berpikir sejenak, ia kembali ke Jakarta untuk secara tidak langsung untuk mengantar anak-anaknya kepada Leon, tapi tak apalah karena semoga ini yang terbaik untuk kehidupan mereka selanjutnya.

***

Hari pernikahan pun tiba.

Hari yang cerah menjadi saksi bisu kisah Alya dan Leon. Bunga-bunga mekar berwarna-warni menghiasi lorong gereja yang akan mereka lalui.

Di penghujung lorong, Leon sudah berdiri dengan gagahnya. Jas hitamnya tampak sempurna, melengkapi senyuman yang tak pernah lepas dari wajahnya setiap kali matanya mencari sosok Alya.

Pintu besar gereja terbuka. Alya muncul di baliknya, tangannya tergenggam erat oleh Farad, Fared dan Farid.

Masing-masing dari mereka mengenalkan setelan kecil yang sama dengan Daddy nya, tampak serasi dan menggemaskan berbeda dengan Daddy nya wajah nya tegas.

Langkah mereka pelan, terukur, penuh dengan kebahagiaan yang terpancar dari wajah mereka yang polos.

"Lihat, Papa!" seru Farid seraya menunjuk ke arah Leon dengan jari kecilnya.

Leon melambaikan tangan, matanya berkaca-kaca.

Dia berusaha keras untuk menahan rasa haru yang menggebu-gebu.

“Mama cantik ya?" bisik Fared dengan rasa kagum yang terlihat jelas di matanya.

"Sangat cantik," sahut Farad.

Alya hanya bisa tersenyum lebar, menggenggam tangan ketiga anaknya lebih erat.

Setiap langkah mereka membawanya semakin dekat dengan masa depan yang sudah lama mereka impikan bersama.

"Leon, kamu siap?" tanya Alya dengan suara bergetar saat mereka akhirnya tiba di altar.

"Lebih dari siap," jawab Leon, matanya tidak lepas dari Alya.

Leon mengulurkan tangan dan dengan lembut menarik tangan Alya untuk melepaskan genggaman tangan anak-anak mereka.

Farad , Fared dan Farid tampak antusias.

Mereka berdiri tepat di samping Leon, mata mereka berbinar menatap kedua orang tua mereka.

Penghulu yang memimpin upacara membuka bukunya, namun sebelum memulai, Farid yang biasanya paling pendiam, tiba-tiba berkata dengan suara lirih.

"Papa, Mama, aku senang kita semua jadi keluarga beneran hari ini."

Suara kecil itu cukup untuk membuat beberapa tamu mencapai tisu, tersentuh oleh kepolosan dan kejujuran anak kecil.

Leon menunduk, memberi Farid pelukan kecil.

"Kita sudah jadi keluarga, Farid. Hari ini hanya membuatnya resmi," jawabnya.

Penghulu tersenyum melihat keakraban mereka sebelum akhirnya memulai upacara dengan suara yang hangat.

"Kita berkumpul di sini hari ini untuk menyaksikan dan merayakan persatuan dua hati."

Sementara Penghulu berbicara, Alya dan Leon saling berpegangan tangan, sering-sering memberi senyum ke arah anak-anak mereka yang kini duduk di barisan pertama, ditemani oleh keluarga terdekat.

Farad, Fared dan Farid sesekali melambai kecil, seraya sesekali saling berbisik dan tertawa pelan.

Ketika tiba saatnya bertukar janji, Leon mengambil napas, matanya tidak lepas dari Alya.

"Aku berjanji untuk selalu ada untukmu, di hari baik dan buruk, dalam kesedihan dan kebahagiaan.

Untuk membimbing keluarga kita dengan cinta dan kekuatan, selama aku masih bernapas.

Alya mengusap air mata yang mulai jatuh, tersenyum lebar.

"Dan aku berjanji untuk menjadi pendampingmu, mendukungmu, dan mencintaimu, dengan segala kekurangan dan kelebihanku, untuk menciptakan rumah yang penuh cinta bagi kita dan anak-anak kita."

Tepuk tangan bergemuruh saat mereka berpelukan, ciuman singkat mereka disambut dengan sorakan bahagia dari semua yang hadir.

"Bolehkah kami sekarang memperkenalkan kepada anda," penghulu itu berkata dengan suara yang penuh kegembiraan, "pasangan suami istri baru, Mr.Leon dan Mrs. Alya!"

Tamu yang hadir langsung bertepuk tangan meriah, Leon dan Alya juga berciuman di depan mereka semua.

Setelah itu mereka menuju ke gedung resepsi yang tak jauh dari sana. Saat rombongan pengantin tiba, Alya dan Leon serta ketiga anak mereka disambut dengan karpet merah yang mengarah ke pintu masuk yang besar, di mana tamu-tamu sudah mulai berkumpul bahkan para wartawan sudah tiba untuk meliput pernikahan besar kali ini.

Ketika Alya memasuki ruangan utama, matanya tertumbuk pada sebuah mobil mewah yang dipajang tidak jauh dari panggung utama. Di sampingnya, terdapat sebuah kertas besar yang tampak seperti sertifikat, diterangi oleh sorot lampu yang membuatnya tampak penting.

Rasa ingin tahu mengalahkan rasa lelahnya, dan dengan langkah gembira, Alya mendekati untuk membaca apa yang tertulis.

"Untuk Farad, Fared, dan Farid, sebagai simbol kasih dan komitmen kami, kami memberikan 5% saham di perusahaan kami. Semoga ini menjadi langkah awal bagi masa depan yang cerah bagi kalian bertiga," Alya membaca tulisan itu dengan suara yang cukup keras untuk Leon mendengarnya.

Leon yang baru saja selesai berbicara dengan beberapa tamu, segera menghampiri Alya mengamati ekspresi terkejut dan sedikit bingung di wajahnya.

"Apa kamu suka kejutan ini?" tanya Leon.

"Leon, kenapa kamu tidak memberitahuku?" tanya Alya.

"Sayang, ini adalah bagian dari maharku untukmu. Aku ingin pastikan bahwa tidak hanya kita, tapi anak-anak kita juga memiliki nasa depan yang aman. Aku sudah merencanakannya dengan penasihat keuangan dan hukum, dan mereka sepakat ini

adalah langkah terbaik."

"Bukankah ini berlebihan?" tanya Alya.

"Kenapa berlebihan? Kalian sekarang lrioritasku dan satu lagi, ini mahar spesial dariku," jawab Leon sambil menyerahkan sebuah kunci rumah.

"Apa ini?"

"Rumah atas namamu. Saat kita nikah dulu aku tidak memberikanmu apa-apa. Jadi biarkan sekarang aku memperbaiki semua kesalahanku di masa lalu."

Air mata Alya mengalir, ia memeluk Leon dengan erat, apa ini hanya mimpi saja? Pria yang dulu membuat hari-harinya seperti neraka, sekarang malah meratukan nya.

"Ayo kita kasih tahu si kembar! Setidaknya mereka harus tahu hal ini," ucap Leon.

Alya melepaskan pelukannya dan tersenyum kecil.

Mereka menghampiri Farad, Fared, dan Farid, yang langsung berlari menyambut kedua orang tuanya dengan pelukan.

"Kita punya kabar baik untuk kalian," kata Alya sambil berjongkok agar setinggi anak-anaknya.

"Apa itu, Mama?" tanya Fared dengan rasa ingin tahu yang khas anak-anak.

"Kalian semua sekarang adalah pemegang saham di perusahaan Papa! Itu berarti kalian punya bagian kecil dari perusahaan, dan ketika kalian besar, kalian bisa membantu mengelolanya jika kalian mau," jelas Leon dengan gaya bercerita yang membuat anak-anaknya terpaku.

"Mengelola perusahaan?" tanya Farad sambil mengernyitkan dahi.

"Benar, jika sudah besar nanti kalian akan jadi bos," ucap Leon.

"Wah... keren! Aku suka! Aku suka!" teriak Fared sambil menggoyangkan pinggulnya kanan dan kiri.

Mereka tertawa bersama-sama, sementara Alya masih tidak menyangka dengan apa yang terjadi hari ini.

Ketika orkestra mulai memainkan melodi lembut dan romantis, Leon mengulurkan tangannya kepada Alya.

Dengan senyum lebar yang menghiasi wajahnya, ia berkata, "Bolehkah aku mengajakmu berdansa, Nyonya Leon?"

Alya tersenyum dan meletakkan tangannya di tangan Leon, merasakan ledakan kehangatan melalui sentuhannya.

"Tentu saja, Tuan Leon," jawabnya, nada suaranya bermain-main.

Mereka berdua melangkah ke tengah lantai dansa yang sudah dikelilingi oleh tamu yang membentuk lingkaran, mata mereka tertuju pada pasangan baru ini.

Lampu-lampu gantung menyorot ke lantai dansa memberi efek berkilau pada gaun pengantin Alya yang memantulkan cahaya setiap kali ia berputar.

Leon memegang Alya dengan lembut namun mantap mengikuti setiap langkah dan putaran dengan sempurna, matanya tidak pernah lepas dari Leon.

"Aku baru pertama kali ini melihatmu tersenyum seperti ini," ucap Leon.

"Ya, ini semua karena mu."

Seiring mereka terus berdansa, tamu-tamu di sekitar mereka mulai bergabung di lantai dansa.

Farad, Fared dan Farid, yang telah selesai dengan makanan mereka, juga merasa tergoda untuk bergabung.

Mereka menarik teman-teman kecil mereka ke lantai dansa, tertawa dan berlari-lari kecil di antara kaki orang dewasa.

"Woi lihat, aku bisa goyang," ucap Fared.

Farad, dan Farid tidak mau kalah, orang yang ada di sekitarnya merasa terhibur dengan tingkah lucu mereka.

"Aku mau goyang dombret," ucap Fared dengan nada excited.

Entah siapa yang mengajari membuat Leon tercengang melihat tingkah anaknya.

"Ah, sepertinya mereka lihat di hape," ucap Alya sambil terus berdansa.

"Sangat diluar dugaan," jawab Leon masih menatap mereka dengan heran.

Saat bersamaan Farad tidak sengaja menyenggol perempuan yang seperti seumurannya, dia memakai gaun princess dan air yang berada di tangannya menumpahi gaunnya.

"Aduh..." ucap perempuan itu.

"Maaf," ucap Farad.

"'Aluna, kamu tak apa?" tanya seseorang yang sepertinya pengasuhnya.

"Baju princessku kotor," ucap sambil Aluna menangis.

Aluna dibawa pengasuhnya pergi dari lantai dansa, mata Farad masih memandanginya.

Farad lekas berlari mengejar, tapi Aluna sudah tidak ada di selkitar sana.

"Duh... harusnya aku minta maaf sama dia," gumam Farad.

"Farad, ngapain sih?" tanya Farid berlari mendekat.

"Aku baru saja lihat peri cantik dan aku nggak sengaja menabraknya dan membuat bajunya kotor," ucap Farad.

"Ah udahlah... kita lomba lari yuk! Siapa yang cepat duluan sampai di atas sana, maka jadi pemenangnya," ucap Farid.

Ketika lagu berakhir, tamu-tamu bertepuk tangan, beberapa bersiul dan bersorak untuk pasangan itu.

Leon mengambil kesempatan itu untuk mencium Alya sekali lagi, sebuah ciuman yang penuh kasih yang disambut dengan sorakan lebih meriah dari kerumunan.

"Ihhhh... orang besar gak malu ya ciuman begitu," ucap Farid merasa aneh.

Sementara Farad masih melihat-lihat di sekelilingnya seolah mencari anak kecil seumurannya tadi, tapi nihil.

"Hah... dia udah pergi."

Saat bersamaan Rafael datang membawakan tiga gelas es krim untuk cucu-cucunya.

"Kalian makan dulu ini!" ucap Rafael.

"Wah.... makasih, Opa! Opa baik deh, jangan mati dulu, ya!" jawab Fared sambil menerima gelas berisi es krim itu.

Sementara itu Rafael menelan ludahnya kasar. "Sungguh sangat mirip dengan Leon kecil."

1
Piyah
lanjur ga pake lama
Lian_06: Ditunggu aja update nya 😉
total 1 replies
Erna Wati
nah gitu dung anak2 KLO kayak gini kn enak. kalian hrus bisa lindungin mama dan adik2 .
Erna Wati
hadeh mulai deh Rafael 🙄 KLO cemburu. bilang dung .
Erna Wati
smga anak2 sadar. apa Farid sama Fared GK sadar ya tidak ada org tua. yg tidak sayang sama anak nya. ingat mama mu yg brjuang mlahirkan bertaruh nyawa membesarkan kmu Fared farid.kasih ibu panjang masa . buat Leon sama Rafael usir iblis arga
Lian_06: Iya bener banget tuh, semoga si Triplets bisa ngertiin orang tuanya 😔
total 1 replies
Piyah
lanjut ga pake lama
Lian_06: ok, tungguin update berikutnya ya😉
total 1 replies
Erna Wati
kasian dela
Lian_06: Iya , dapet masalah mulu😔
total 1 replies
Lian_06
Mana nih yang udah baca sampe bab ini🤭😄
Piyah
dah lah rafel kawinin dela aja biar seru punya bayi lagi saingan sm leon
Lian_06: Iya bener banget, biar makin ramai nanti apartemen Rafael sama Leon🤭😉
total 1 replies
Erna Wati
thor kurg banyak up nya kok up nya sedikit skrg 🙏
Lian_06: sebentar ya lagi banyak hal yang terjadi di dunia author, tapi besok akan double up kok😉
total 1 replies
Piyah
da kawinin aja jngn pura2 rahel, biar punya bayi lg
Lian_06: Tau nih si Rafael pura pura tapi mau😄🤭
total 1 replies
Erna Wati
jgn terlalu membenci Dela. Rafael Ter bucin loh, KRNA cinta sama benci itu beda tipis loh😘
Lian_06: sebenarnya Rafael sudah bucin itu, cuma gengsi nya aja tinggi, bikin gregetan liat nya😄🤭
total 1 replies
Erna Wati
Halah awas bucin tar
Lian_06: Ouh Pastinya sih🤭
total 1 replies
Piyah
kawinin aja si dela biar saingan sm leon punya bayi
Lian_06: Pengen nya begitu, tapi Opa Rafael sih yang menentukan😔
total 1 replies
Erna Wati
kurang up nya thor kok baru 1 aja . udah aku tungguin dari tadi pagi
Lian_06: Sabar ya Kak, ini lagi berusaha update rutin setidaknya setiap hari ada bab baru. 😄
total 1 replies
Erna Wati
sweet Rafael munafik bilang aja suka sama Dela. gpp kok yg pnting Dela baik . biar tau rasa mantan istri mu yg GK tau diri itu😘
Lian_06: bener banget tuh, biar mantan istrinya kebakaran jenggot😡 pasti seru 😉😄
total 1 replies
Erna Wati
cie Rafael sama Dela uhuuy
Lian_06: Ciee , Yang Salting nih😄
total 1 replies
Piyah
lanjut
Piyah
lanjutkan
Lian_06: Siap Kak, Pantengin terus aja kak cerita nya🤭😉
total 1 replies
Erna Wati
smga thor bisa up yg banyak ya
Lian_06: Tenang aja , Author bakal up tiap hari . yang pantengin terus cerita ini ya. dijamin seru banget drama triplet nya😄🤭
total 1 replies
Ita Xiaomi
😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!