REVISI...!!
Ketika ketiadaanku menjadi angin segar untuk mu maka aku bersedia pergi dari sisi kehidupanmu.
Dan
Ada cerita yang sejak detik itu harus berubah menjadi kenangan.
Nama nya Azura, wanita ini terpaksa menikah dengan laki-laki yang bernama Elvan. Elvan berjanji akan membiayai semua biaya perawatan ibu Azura selama dia menjadi istri nya.
Laki-laki yang awal nya di kenal sangat baik oleh Azura ternyata seorang yang kejam. Wanita ini memutuskan untuk pergi di saat diri nya tahu bahwa Elvan dan ketiga sahabat nya hanya menjadikan nya seorang wanita taruhan.
Jangan Lupa Like Rate Coment And Vote.
Selamat membaca😊😊
Follow👇🏻
IG:Riani.Vii
FB:Ni R
Tw:Ni R
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ni R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35.Elvan Liburan
"Apa yang ingin kau bicarakan Daff?" tanya Anya.
"Aku ingin menyerah," ucap nya lirih.
"Menyerah atas apa?" tanya Anya tidak mengerti.
"Aku sudah lelah mengejar cinta Azura, dia tak sedikit pun membuka hati nya untuk ku." ujar Daffa.
Anya menghela nafas, "Dia pernah terluka, tak mudah bagi nya untuk memulai cerita baru."
"Entahlah, mulai saat ini aku akan menganggap nya sebagai teman saja."
Anya tersenyum, "Apakah aku ada kesempatan untuk mendapatkan cinta mu?" batin Anya.
"Apa kau tidak apa-apa keluar lama-lama?" tanya Daffa.
"Tidak, Azura tahu jika aku pergi bersama mu."
Banyak yang mereka ceritakan, hingga menjelang senja Daffa barulah mengantar Anya untuk pulang.
Sesampai nya di ruko, Anya langsung masuk ke dalam kamar nya sebelum menemui Rastra yang sudah ia rindukan sejak tadi.
"Cie.....cie...." ledek Azura.
"Apaan sih," balas Anya malu-malu "Gimana keadaan Rastra?" tanya Anya mengalihkan pembicaraan.
"Udah gak rewel, sejak pulang dari rumah sakit Rastra udah mau makan lagi."
"Syukurlah kalau gitu." ucap Anya lega.
Di rumah Elvan, pria itu sedang sibuk berkemas pakaian, membuat Viska dan Vilna penasaran kepada kakak nya itu.
"Kakak mau kemana?" tanya Vilna.
"Liburan, kata Erkan kakak butuh liburan." jelas Elvan.
"Benar kata kak Erkan, kakak butuh liburan." sambung Viska.
"kakak liburan kemana? luar negeri?" tanya Vilna lagi.
"Gak, kakak ingin suasana lokal aja negara kita kan banyak tempat wisata yang gak kalah ama luar."
"Ya udah, yang penting kakak hati-hati jaga kesehatan dan jangan lupa oleh-oleh." ujar Viska.
"Kalian juga kuliah yang benar." ujar Elvan.
Viska dan Vilna senang saat melihat kakak nya tertawa, karena sejak kepergian Azura, pria itu menjadi pria yang pendiam dan sibuk akan pekerjaan nya.
Sepanjang penerbangan, Elvan kembali menerawang wajah istri nya yang tak pernah ia lihat sejak dua tahun yang lalu itu. Sorot mata menatap keluar jendela pesawat dengan hamparan awan putih.
Tak berapa lama Elvan tiba di kota Y, kota dengan keramah tambahan warga nya. Elvan menyewa hotel di pusat kota, pria itu sangat takjub ketika melihat gunung menjulang tinggi.
"Jika di gunung itu ada kau, aku rela mendaki demi kata maaf mu." ucap Elvan lirih.
Elvan menatap senja jingga dari balkon kamar hotel, pria itu menikmati semilir angin senja yang menusuk kulit memberi ketenangan.
"Entah kenapa aku merasa nyaman di kota ini." ujar Elvan.
Senja jingga mulai berganti hitam pekat yang di terangi lampu-lampu dari segala penjuru kota. Elvan kemudian memutuskan untuk pergi berjalan-jalan sebentar ke tempat yang sangat terkenal itu. Sangat ramai, Elvan mencoba mengicipi jajan tradisional yang di jual di sepanjang jalan, pria itu cukup menikmati suasana malam ini.
Di lain tempat, Azura memegang dada nya yang tak sakit namun terus saja berdebar-debar. Raut wajah bingung nampak jelas terlihat.
"Kau kenapa Zura?" tanya Anya.
"Entahlah, tiba-tiba dada ku berdebar-debar."
"Apa kau sakit?" tanya Anya khawatir.
"Tidak, aku baik-baik saja." ujar Azura.
"Lalu kenapa dada mu berdebar?"
"Aku tidak tahu, semoga saja ini bukan pertanda buruk." ujar Azura gelisah.
"Sudahlah, sebaik nya kau tidur, kau butuh istirahat dan aku akan kembali ke kamar ku."
Anya kemudian kembali ke kamar nya, setelah itu Azura mulai merebahkan diri di samping Rastra yang sudah tidur dengan lelap nya. Cukup lama Azura bergulat dengan hati nya, wanita itu akhirnya tidur dengan memeluk anak semata wayang nya.