NovelToon NovelToon
Cinta Bukan Sedarah

Cinta Bukan Sedarah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama
Popularitas:15.8k
Nilai: 5
Nama Author: miss ning

Selby dan Bagas saling mencintai dalam diam. Saat Bagas menyatakan cinta Selby menolak karena berpikir mereka saudara sedarah.

Padahal mereka bukan sedarah. Akankah hal itu bisa terungkap?

Akankah ibu dari Bagas mengungkap rahasia yang selama ini dia simpan rapat?

Dapatkah Bagas dan Selby bersatu.(Disarankan baca lebih dulu novel Benih Kakak Iparku.)

Baca kisah mereka hanya di Mangatoon/Noveltoon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon miss ning, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

“Bos itu orangnya.”

Seorang lelaki bertato hampir di seluruh tangan itu melihat ke arah yang ditunjuk oleh anak buahnya. Ia lalu mencocokan wajah wanita yang menjadi targetnya dengan foto yang dikirim oleh Lili. Setelah cocok pria itu pun memberi perintah kepada seluruh anak buahnya.

“Bersiap.”

“Baik bos.”

Lili membaca pesan singkat yang dikirim oleh Bagas beberapa menit yang lalu. Lelaki itu tidak dapat menjemput karena ada rapat mendadak yang tidak bisa diwakilkan. Selby mengerti dan dia tidak mempermasalahkan itu. Toh dia masih bisa pulang dengan taksi atau diantar oleh sopir operasional kantor.

Selby berdiri di depan perusahaan. Dia menunggu driver yang akan mengantarnya pulang. Sebuah mobil Van putih masuk. Selby memicingkan mata. Ia baru pertama kali melihat mobil tersebut di sekitar perusahaannya.

Sial

Selby telat lari. Penjahat itu langsung membiusnya dengan obat semprot yang mereka bawa sebelumnya. Beberapa detik setelah terkena semprotan Selby lemas. Kurang dari satu menit ia pun pingsan. Sebelum pingsan ia sempat mengirim sinyal SOS dari jam tangan yang ia kenakan.

Sinyal diterima.

Pertanda bos mereka dalam bahaya.

“Lacak posisinya. Jangan sampai kita kehilangan jejak. Jika itu terjadi nyawa kalian sudah tidak ada gunanya.”

Beberapa orang bergerak cepat. Mereka semua mengambil senjata. Satu orang lagi mengambil mobil. Membawa mereka untuk menyelamatkan tuan mereka.

“Bos, sinyalnya mengarah ke pinggiran kota. Di sebuah rumah tua yang sudah kosong dan terbengkalai.”

“Cepat temukan mereka. Jangan sampai terlambat.”

“Baik bos.”

Kendaraan melaju dengan cepat. Tidak peduli dengan umpatan pengendara lain yang terkejut karena salip menyalip yang mereka lakukan. Fokus mereka adalah keselamatan Selby. Itu yang utama dan paling penting.

Persetan dengan pengendara lain.

Selby perlahan mulai sadar. Ia mendengar percakapan para penculik. Dengan mata yang masih terpejam ia bisa mendengar dengan jelas mereka disuruh oleh seseorang. Tetapi belum jelas siapa? Orang itu hanya menyebutnya nona.

“Nona?”

Sepertinya dia masih muda dan belum menikah. Karena itu disebut nona. Dia tidak memiliki masalah dengan siapapun. Tapi sebentar? Nona? Oh Selby tahu siapa dalang dibalik ini semua.

“Bos, dia mulus dan cantik.”

“Benar-benar rezeki nomplok.”

“Bahkan ia lebih cantik dari nona. Aku tidak sabar menikmatinya bos. Pasti lezat dan menggigit.” Salah satu penculik mengeluarkan air liurnya melihat kemolekan dan kecantikan Selby.

“Akan aku congkel mata orang ini nanti.” Kesal Selby dalam hati.

Selby direbahkan di sebuah ranjang yang sudah usang. Tetapi alasnya baru. Tangannya diikat. Penculik tua beruban dengan perut sedikit buncit mendekati Selby dengan tatapan mesum. Ia tidak sabar. Ia tidak tahan. Rasanya ingin sekali menikmati tubuh Selby.

“Jangan sentuh aku pria tua sialan.”

Selby membuka mata. Ia tidak terima pipinya disentuh oleh tangan kotor para penculik itu.

“Kau sudah bangun cantik?”

“Jangan pernah menyentuhku atau kupatahkan tanganmu nanti.”

“Jangan galak-galak manis. Jangankan pipimu tubuhmu juga pasti akan aku sentuh dengan senang hati”

Cuih

Selby meludahi wajah pria itu.

Marah.

Plak

Satu tamparan mendarat di pipi Selby. Rasanya perih. Pipi yang tadinya putih langsung berubah merah karena tamparan pria itu.

“Kau akan menyesal.”

Tertawa

Penculik itu tertawa kencang. Suaranya menggema di setiap sudut rumah.

Menyesal?

Siapa yang berani membuat dirinya menyesal? Dia adalah penjahat nomer satu di kota. Tidak ada yang berani melawannya. Lalu siapa gadis ini? Berani-beraninya meludahinya.

“Sebelum kau membuatku menyesal aku akan lebih dulu membuat kau menyesal nona.”

“Jangan mimpi.”

“Siapa kau berani sombong di hadapanku.”

Cih

Selby berdecih. Lalu tersenyum mengejek. Senyum itu membuat anak buah Santoso melongo. Selama ini tidak ada seorang pun yang berani dengan bosnya. Dari mana gadis yang mereka culik memiliki keberanian besar menghina bosnya.

“Kau ingin tahu siapa aku?”

“Kau hanya gadis ingusan. Aku tidak mengenalmu. Kau hanya perusak hubungan orang. Siapa yang peduli itu?”

Oh

Selby mengerti sekarang. Pasti dia dalang dibalik penculikan ini. Tidak salah lagi. Hanya dia yang punya alasan untuk melakukan ini.

Penculik bernama Santoso berjalan ke sisi bawah Selby. Ia mulai mengangkat tangan. Membuka sepatu Selby satu per satu. Lalu mulai menyentuh telapak kaki gadis itu. Perlahan dengan pelan-pelan tangannya mulai naik.

“Singkirkan tangan kotormu itu.”

“Semakin kau melawan. Semakin aku tertantang nona.”

Bugh

Kaki Selby yang tidak terikat menendang dada Santoso. Pria tua itu terpental mundur beberapa langkah ke belakang.

Sial

Brengsek

“Berani sekali kau menendangku.”

Santoso berdiri dengan marah. Wajahnya kesal. Dia akan memberi pelajaran kepada Selby.

“Masuuuuukkkkkk.” Teriak Selby.

Pintu di buka dengan paksa. Semua langsung mengelilingi tempat itu. Masing-masing memegang senjata. Sebuah pistol yang siap melepaskan peluru jika tuannya memberi perintah.

“Tu-tuan Marco.” Gagap Santoso.

Dia tidak menyangka akan bertemu dengan pemimpin gangster bawah tanah. Pemimpin yang ditakuti oleh semua dunia gelap. Tidak ada yang berani dengannya. Backingan dia tidak main-main. Seorang mafia dari Italia yang tidak pernah menunjukkan wajahnya. Tetapi kekuatan dan kekuasaannya luar biasa nyata.

Bugh

Pukulan mendarat di perut Santoso. Pria itu tidak membalas. Lebih baik babak belur daripada harus mati mengenaskan di tangan tuan Marco.

“Lepaskan dia.”

“Cepat lepaskan.”

Anak buah Santoso melepaskan ikatan Selby. Gadis itu lalu duduk di pinggiran ranjang. Tangannya mengisyaratkan meminta sesuatu. Anak buah Marco paham. Lalu ia memberikan pistolnya kepada Selby. Gadis itu bermain-main dengan senjata itu. Membuat Santoso dan anak buahnya meneguk ludahnya dengan kasar.

“Ma-maaf nona. Kami tidak tahu siapa nona sebenarnya.”

Tanpa pikir Panjang Santoso langsung berlutut memohon ampun kepada Selby.

“Tampar dia 10 kali.”

Marco memberi isyarat pada anak buahnya untuk melaksanakan tugas itu. Santoso menerima tamparan demi tamparan. Hingga kedua sudut bibirnya mengeluarkan darah.

Selby berjalan mendekat. Ia lalu menodongkan pistolnya tepat di kepala Santoso.

“Nona, nona tolong ampuni aku. Kami salah tidak mengenalmu. Kami berjanji tidak akan mengganggumu lagi. Kami akan pergi dari kota ini. Kami tidak berani nona. Tolong ampuni kami.” Mohon Santoso dengan sungguh-sungguh.

Bodoh

Sungguh bodoh jika berurusan dengan Marco. Cari mati namanya. Seharusnya ia menyelidiki dulu siapa gadis yang dia culik.

Ah sial.

Mampus dia sekarang.

Hidupnya diambang kematian. Ia berharap Selby mau mengampuninya kali ini.

“Siapa dalang di balik ini?”

“Lili. Anak tuan Toni. Dia salah satu pengusaha terkaya di kota ini.”

“Berapa dia membayar mu?”

“Satu Milyar tetapi ia baru memberi kami 100 juta sisanya akan dia kasih setelah tugas kami selesai.”

“Apa perintahnya?”

“Kami diminta menculik nona lalu buat hidup dan nama baik nona hancur.”

Selby manggut-manggut. Ia tersenyum. Jika itu yang diinginkan Lili maka ia akan mengabulkan dengan senang hati.

“Lakukan perintah itu untuk Lili sendiri. Rekam lalu kirim padaku. Sisa uangnya aku yang transfer nanti.”

“Ba-baik nona. Kami akan melakukan sesuai perintah.”

“Marco, bayar mereka setelah urusan itu selesai.”

“Baik bos.”

"Patahkan tangannya setelah tugas itu selesai karena dia berani menamparku tadi " bisik Selby pada Marco.

"Baik bos."

Bos.

Apa? Gadis kecil itu bosnya Marco. Astaga Santoso hampir tidak percaya. Gengster bawah tanah takut dengan anak ingusan.

Ah sudahlah

Yang penting hidupnya kini selamat. Ia akan melakukan tugas itu dengan baik. Sebab nyawa mereka taruhannya.

“Lakukan tugas kalian dengan baik jika kalian masih ingin nyawa kalian selamat.”

Santoso dan anak buahnya mengerti.Mereka pun bersiap melaksanakan tugas itu.

1
Irna Elvianti
semoga kena karma macam Selly si penyu
𝕊𝕚𝕥𝕚 𝕄𝕒𝕣𝕚𝕪𝕒𝕥𝕦𝕟
semoga kenak penyakit kamu bayu
💘💘@Reen@💘💘
Rajin2 up thor../Rose//Rose//Rose/
Irna Elvianti
kapan tobatnya si penyu ini sih😬
ˢ⍣⃟ₛ 𝐀⃝🥀J💜⃞⃟𝓛§𝆺𝅥⃝©Adinѕ⍣⃝✰
dasar bodoh bayu dan sangat yakin hidupmu akan terjamin karena sudah punya 30% saham Trison, apakah Selby begitu bodoh liat saja nanti.

wah dalton akhirnya muncul ayo bikin bsyu menyesal dan malu
Ani Basiati
kau yang akan menyesal bayu
Yulia
lagian Selby anak d luar nikah ,,yg harus nikahin wali hakim bukan bapak biologis nya
Ani Basiati
lanjut thor
ˢ⍣⃟ₛ 𝐀⃝🥀J💜⃞⃟𝓛§𝆺𝅥⃝©Adinѕ⍣⃝✰
jangan mau Selby,masih ada wali hakim yg bisa nikahkan kamu.
duh kemana si dalton ko GK muncul
ˢ⍣⃟ₛ 𝐀⃝🥀J💜⃞⃟𝓛§𝆺𝅥⃝©Adinѕ⍣⃝✰: kalo bisa up lagi
total 2 replies
Ani Basiati
lanjut thor
Yulia
semangat othor 💪
Anonymous
👌
Ani Basiati
lanjut thor
Yulia
Lily pasti lg hamidun🤭
ˢ⍣⃟ₛ 𝐀⃝🥀J💜⃞⃟𝓛§𝆺𝅥⃝©Adinѕ⍣⃝✰
bahkan dalton yg bukan ayah kandungnya begitu sayang pada Selby dia memberikan kasih sayang yg tulus walaupun dia tau dia bukan ayh kandungnya.
Ani Basiati
lanjut thor
𝕊𝕚𝕥𝕚 𝕄𝕒𝕣𝕚𝕪𝕒𝕥𝕦𝕟
keren bagas
Ani Basiati
vidio lili kasih ke bayu biar sadar suapa lili sbnrnya
Yulia
Bayu kapan tobatnya 🙄
𝕊𝕚𝕥𝕚 𝕄𝕒𝕣𝕚𝕪𝕒𝕥𝕦𝕟
semoga hamil.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!