NovelToon NovelToon
Love

Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:529.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Isuthy

Tentang cinta dan rasa, tentang pengorbanan dan perjuangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isuthy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 35 - Perjuangan

Tumpukan piring kotor yang meninggi tak membuat nyali Meera ciut. Dia tak ingin berdiam diri saja, membiarkan salah satu rekan kerjanya berkutat sendiri di sana.

" Tak apa Meera, ini sudah tugasku. "

Zora teman seperjuangan Meera menolak secara halus bantuan Meera. Dia tahu Meera sedang hamil, mengingat pekerjaan Meera yang begitu sibuk, tak tega baginya menerima bantuan itu.

Zora memang dikhususkan oleh Bu Dina sebagai penanggung jawab menjaga kebersihan dapur berikut perabotannya.

Sedangkan Meera lebih ditugaskan di bagian depan. Menjaga kebersihan meja, lantai dan melayani pesanan bersama beberapa rekan lainnya.

" Tak apa Zora. Lagipula pekerjaan di depan sudah hampir beres. " Meera langsung bergerak membantu Zora membersihkan sebagian piring kotor yang masih menumpuk itu.

" Aku tidak ingin pulang sendirian. Sereeemmm gangnya ... " Canda Meera.

Zora tertawa mendengarnya.

Kebetulan mereka satu kamar sewaan sekarang. Demi mengatur pengeluaran uang agar lebih hemat. Selain itu, tinggal bersama lebih hangat serasa memiliki keluarga.

Interaksi itu membuktikan. Meera tak sendiri dalam perjuangannya. Pahit getirnya kehidupan dia jalani dengan hati sabar dan terbuka. Menjadi lemah bukan berarti menutup diri untuk menolong sesama. Selama kita mampu melakukannya, kenapa tidak ?

" Besok libur, Meera. Apa kau memiliki rencana ? " Tanya Zora disela-sela kesibukannya.

" Emh. Kau bisa mengantarku ? Aku- ingin membeli perlengkapan si kecil. Sekedar melihat-lihat dulu. " Jawab Meera. Dia masih belum tahu seluk beluk kota ini. Dan butuh seorang teman untuk mengantarnya pergi ke tempat yang dia inginkan.

" Siaappp ... !! " Zora terlihat antusias dan semangat. Semenjak tinggal satu atap, mereka lebih klop dan akrab. Senasib sepenanggungan.

Merekapun kembali melanjutkan pekerjaan mereka.

Walau pun Meera hamil tanpa seorang suami dan bahkan hidup sendiri, rekan-rekan kerjanya di restoran cukup mengerti dan bersikap baik padanya. Walau tak dipungkiri cibiran kerap terdengar berselentingan di telinganya.

Sikap Meera yang baik, yang kerap membantu kesibukan rekan kerjanya menarik simpati mereka. Prasangka buruk perlahan sirna, berganti prihatin dengan kehidupan Meera yang cukup menyedihkan.

Hidup sebatang kara, tanpa memiliki orang tua dan sanak saudara, dan kini harus hamil tanpa ada lelaki yang bertanggung jawab mendampinginya. Siapa lagi yang akan tega menambah beban hidupnya. Menghakimi seolah mereka yang paling benar, syukurlah mereka sudah bisa menerima Meera menjadi bagian kecil dari keluarga karyawan restoran itu.

.

.

.

" Kemarin, itu temanmu ? " Zora bertanya pada Meera. Kini mereka telah pulang dari restoran. Berjalan perlahan menyusuri gang sempit menuju tempat tinggal sewaan mereka. Yang tidak jauh dari tempat mereka bekerja.

" Emh. " Meera mengangguk pelan.

" Aku lihat, kau langsung masuk ke dalam. Tanpa memberikan dia kesempatan untuk mengobrol. "

Kemarin, Zora sempat melihat kedatangan Joice, tatkala mengambil piring kotor dari meja pelanggan yang sudah pulang.

" Kau memiliki masalah dengannya ? Aku lihat dia bukan orang biasa. " Lanjut Zora bertanya.

Meera mendadak mengingat Joice yang slalu berpenampilan wah. Dengan make up lengkap bak artis ternama, dan pakaian bermerk yang menempel di tubuhnya.

" Dia sahabat lamaku. Karena sesuatu hal, kami berpisah. Aku- tidak ingin bertemu dengannya. Terasa masih sulit, itu saja. " Jawab Meera jujur sembari terus berjalan.

Perbuatan Adam yang masih merupakan saudara Joice begitu membekas dalam hidupnya. Meera masih bertanda tanya, apakah Joice ikut terlibat. Dia ingin bertanya, namun dia tahan sekuat tenaga. Tak ingin sakit lebih sangat, tatkala mengetahui sebuah fakta, bahwa sahabatnya ternyata terlibat dalam kehancuran hidupnya.

Jujur, Meera sangat berharap Joice tidak terlibat, itu saja. Namun, sungguh dia tidak sanggup untuk bertanya. Biarlah menjadi tanda tanya saja, walaupun begitu besar di otak fikirannya.

" Emh ... " Komentar Zora.

Tanpa terasa mereka telah sampai di depan tempat tinggal mereka.

" Ayo, masuk ! " Ajak Meera ceria, semangat empat lima. Dia rindu berleye dan berleha. Setelah seharian, menghabiskan waktu untuk bekerja.

" Ahh ... enaknya ... " Meera langsung masuk ke kamar dan merebahkan dirinya di tempat tidur tipisnya. Meluruskan kakinya yang pegal bersandar di bantal yang menumpuk cukup tinggi, sembari mengusap perutnya. Memejamkan matanya sejenak, tak terasa air mata menetes di pipinya.

Zora yang satu kamar dengan Meera bisa melihat jelas hal itu. Kehidupan Zora juga pahit, menyedihkan, namun melihat kehidupan Meera yang getir membuat dia bersyukur.

Dia sadar, di atas langit masih ada langit. Dan di bawah bumi, masih ada tanah. Bagaimana pun menyedihkannya kehidupan kita, ternyata masih banyak yang lebih pedih dari kita. Kali ini, satu kamar dengannya, fikir Zora.

Mereka tinggal dalam satu rumah sewaan berukuran kecil. Satu ruangan tamu multifungsi, satu buah kamar, dan satu dapur plus kamar mandi.

Mereka hidup berdua menjalani pahit getirnya kehidupan. Berjuang bersama mengais rupiah. Meera bersyukur dipertemukan dengan mereka. Bu Dian dan Zora, belum lagi rekan kerja lainnya yang cukup baik dan pengertian. Hatinya sedikit lega, dia tidak lagi sendiri di dunia ini.

Walaupun nyatanya, wajah Lucas, masih terlihat jelas menari-nari di benak fikirannya. Tak seperti Vano, yang perlahan berkabut, seiring dengan waktu kian memudar seiring rasa benci dan kecewa yang muncul di hatinya. Entah, mungkin bawaan jabang bayi.

.

.

.

💫 Bersambung ... 💫

Jangan lupa like dan rate ...

1
Y/N
y
bunga cinta
good
azzahra
izin tinggalin jejak thor
Santi Rizal
akhirnya Meera bersatu dengan Lucas
Santi Rizal
Ameera terlalu egois...
Santi Rizal
aku juga pusing Thor... ngebayangin nya
Santi Rizal
semoga Meera dan bayi nya baik baik saja
Santi Rizal
sweet Lucas
Santi Rizal
di ulang
Santi Rizal
aaaa banyak amat Thor
Santi Rizal
semoga Lucas dan Meera bahagia
Santi Rizal
semoga Ameera dipertemukan dengan Lucas...dan berjodoh
Santi Rizal
mirisnya nasib Ameera
RinNi
arseli dan allesa novelnya judulnya apa ya tor🙏
Julia sari Lubis
dari puluhan cerita yg aku baca inilah cerita yg paling banyak flashback nya..
Sushie Ajjah
🥺🥺🥺😭😭😭😭 kasihan meera merasa ngak ada yang sayang... nyesek bacanya
Ida Wahyuni
ngk tau kenapa...aq sudah baca novel ini sampai 5X berulang" tapi tetap tidak bosan sama sekali. novel mu bagus bgt thooor👍👍👍👍
sunguh kereeen daaah😎
Isu💟THY: Hatur Nuhun 😍😍😍
total 1 replies
Firiani Fitri
bikin sesak
Mayang
ssk bgt dd q td thor..kirain bner lucas koma...eee ternytz cm tdur.huuuh author bkin gemeees....
Hasmiati Hasmi
😢😢😢😢
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!