NovelToon NovelToon
Janji Om Jangan Ngomong

Janji Om Jangan Ngomong

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Beda Usia / Pelakor / Kehidupan di Sekolah/Kampus
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sisi Ryri

Terdesak masalah hidup, Rina Amelia terpaksa menjadi wanita simpanan Adrian Wibawa—tanpa sadar bahwa pria itu adalah suami dari Profesor Eliza, dosen paling ditakutinya. Merasa dibohongi, Rina ingin mengakhiri hubungan terlarang itu, namun rayuan dan janji manis Adrian berhasil meluluhkannya.

Kini ia terjebak di antara dua dunia yang berbahaya: kekasih rahasia sang pengusaha, sekaligus mahasiswi yang nasibnya ada di tangan istrinya sendiri. Mampukah Rina bertahan di tengah jerat kebohongan ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sisi Ryri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kembalinya Senyuman Ibu

“Jangan, Eliza. Apa jadinya Rina tanpa aku?” bisik Adrian yang tak bisa berbuat apa-apa setelah keputusan istri sahnya itu.

“Peduli setan!” teriak Eliza dari ambang pintu. “Sekarang tau rasa kau Adrian.”

“Hah! Rina!” tangis Adrian pecah seperti ABG yang dipaksa putus oleh ibunya.

Selama semalaman dia terus menangis membayangkan kisah cintanya itu. Meski dia sempat lama tak mengirim kabar pada Rina tapi rasanya tak rela kalau sampai gadis yang dia perawani di ruang VIP 7 itu harus jadi milik orang lain.

Dia benar-benar tak percaya rencana pertemuannya dengan simpanannya di Bandung yang begitu rapi dibuat masih saja bocor ke tangan Eliza yang terkenal killer. Entah berapa banyak mata-mata istrinya bertebaran di muka bumi ini hingga gerak geriknya selalu terbaca radar.

Saat di Jakarta Adrian harus menanggung kemarahan Eliza, di Bandung Rina kembali sibuk dengan bisnis barunya.

Dengan mata penuh semangat, dia mulai mempersiapkan dapur di dalam apartemen agar saat orderan mulai datang dia tidak keteteran.

Ketika tangannya sibuk mencatat stok barangnya yang dia beli sesaat setelah kepulangan Adrian, tiba-tiba…

Kring!

Mata Rina bergeser ke layar ponselnya.

Rumah Sakit.

Tangan Rina meraih ponsel lalu menjawabnya. “Halo.”

“Kak, ini saya Wati. Saya perawat di Rumah Sakit Sentra Kramat Jakarta. Saya mau menginformasikan kalau Ibu Tina sudah dipindahkan ke ruang perawatan biasa,” ucap perawat di seberang telepon.

“Apa? Ibu sudah membaik?”

“Benar, Ibu Tina sudah bisa rawat jalan.”

“Syukurlah. Kalau begitu siang ini juga saya ke sana.”

Rina bangkit dari tempat duduknya lalu melangkah ke kamar. “Syukurlah. Ibu, aku datang.”

Tanpa menunggu lagi, Rina bergegas menuju Jalan Cihampelas tempat beberapa pool travel berada. Dia memesan travel yang bisa mengantarnya di jam itu juga agar bisa segera menjemput sang ibu.

Perjalanan menuju Jakarta sore itu terasa syahdu karena sepanjang jalan mobil yang membawanya ditemani hujan gerimis membuat senyum Rina semakin lebar.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 3 jam, Rina akhirnya sampai di Rumah Sakit Sentra Kramat Jakarta.

“Ibu,” sapa Rina pada wanita paruh baya yang berbaring di atas tempat tidur dengan tangan yang masih terinfus. Wajah sang ibu sudah jauh lebih cerah ketimbang saat pertama kali masuk rumah sakit. “Ibu sudah sadar.”

“Ya, udah,” jawab Ibu dengan suara yang lemah. “Maaf Ibu sudah merepotkanmu, Nak.”

“Ibu, jangan begitu. Asal Ibu sehat, aku sudah sangat bersyukur.”

“Tapi…,” Ibu melirik wajah Rina yang lelah. “Kenapa kamu terlihat begitu lelah? Eh, apa saja yang Ibu lewatkan selama sakit?”

“Ibu, sekarang anakmu sudah jadi sarjana.”

“Syukurlah.” Ibu meneteskan air mata bahagianya. “Terus, apa lagi yang Ibu lewatkan?”

Rina tersenyum simpul lalu meraih jemari wanita yang melahirkannya itu. “Sekarang anakmu tinggal di Bandung, Bu.”

“Bandung?” Kening Tina berkerut dalam. “Kenapa di Bandung? Bukannya cita-citamu selama ini kerja di corporate di Jakarta?”

Rina terdiam sesaat lalu mendehem untuk mengatur nafasnya. Tentu dia tidak mungkin menceritakan soal sisi hidupnya bersama Adrian yang membiayai hidupnya sampai hari ini.

“Ibu, aku rasa kerja di corporate enggak cocok buat wanita lincah sepertiku. Di Bandung banyak mahasiswa yang senang jajan, jadinya aku sewa apartemen di sana dan buat bisnis roti dan camilan.”

“Kue?” Tina semakin bingung dengan pilihan putrinya. “Sejak kapan kamu senang bikin kue?”

“Ibu, semua orang punya kesempatan untuk mencoba, kan?”

“Hah! Ya sudahlah, Ibu nggak mungkin larang-larang kamu. Selama kamu suka, jalani aja. Tapi apa berarti setelah ini kita akan tinggal di Bandung?”

“Ya, kita akan tinggal di sana sementara waktu. Nanti kalau aku sudah punya cukup uang untuk kembali ke Jakarta, kita balik ke sini kok, Bu.”

Senyum Ibu mengembang. Dia merasa putrinya yang dia tinggalkan beberapa saat karena sakit kini telah jauh lebih dewasa.

Malam itu juga Rina membayar sisa biaya perawatan ibunya dengan uang saldo rekeningnya dan membawa ibunya ke Bandung.

Sesampainya di Bandung, Ibu merasa sangat senang karena keramahan orang-orang di kota ini.

“Wah, pilihanmu tepat sekali tinggal di Bandung, Nak,” puji Ibu lalu melangkah masuk ke dalam apartemen. “Kota ini sejuk, orang-orangnya ramah. Pantas saja kamu memilih kota ini.”

“Iya, Bu.”

Kring!

Tiba-tiba Adrian menghubunginya dan dengan jelas layar ponsel gadis cantik itu menampilkan tertulis ‘Cintaku’.

“Sebentar Ibu,” Rina buru-buru menjauh dari ibunya untuk menjawab panggilan dari Adrian tapi ibu sudah terlanjur tau nama yang keluar di layar sehingga rasa kepo mulai menggerogoti kepala Tina.

“Siapa, Rin?” tanya Ibu sambil tersenyum.

“Itu,” Rina menatap ibunya yang sudah bisa membaca isi kepalanya.

“Pacarmu? Kok gak dikenalin ke ibu?”

“Oh, itu….” Rina menelan anak katanya.

Ibu tersenyum senang kemudian melanjutkan ucapannya. “Jadi itu alasan kamu pindah ke Bandung?”

1
Raudhatul Zannah
Rina Jangan sampai ketahuan ya kamu..
Cilia
Waduh, gimana tuh kalau ketauan si Rina??
mbak Shaka
mati aja
mbak Shaka
awal ceritanya bikin kasihan sama prof Eliza tp ternyata justru prof Eliza menunjukkan taringnya dia tidak lemah
Raudhatul Zannah
waduh jebakan..
Cilia
Sugar daddy ternyata si adrian wkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!