NovelToon NovelToon
Kesempatan Kedua

Kesempatan Kedua

Status: tamat
Genre:Cinta setelah menikah / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:108.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Miss Yune

"Lebih baik, kau mati saja!"

Ucapan Bram membuat Cassandra membeku. Dia tidak menyangka sang suami dapat mengeluarkan pernyataan yang menyakiti hatinya. Memang kesalahannya memaksakan kehendak dalam perjodohan mereka hingga keduanya terjebak dalam pernikahan ini. Akan tetapi, dia pikir dapat meraih cinta Bramastya.

Namun, semua hanya khayalan dari Cassandra Bram tidak pernah menginginkannya, dia hanya menyukai Raina.

Hingga, keinginan Bram menjadi kenyataan. Cassandra mengalami kecelakaan hingga dinyatakan meninggal dunia.

"Tidak! Kalian bohong! Dia tidak mungkin mati!"

Apakah yang terjadi selanjutnya? Akankah Bram mendapatkan kesempatan kedua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Yune, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35. Epilog

Jakarta, Indonesia – Tiga Tahun Setelah Pembebasan

Udara dingin menyusup lewat celah jendela kamar sempit itu. Dindingnya lembap, sebagian mulai berjamur, dan tirai yang menggantung tampak usang. Di atas ranjang single yang hanya dilapisi selimut tipis, seorang perempuan duduk bersandar—tatapannya kosong, menggantung pada langit-langit yang retak.

Raina.

Bukan lagi Raina yang dulu angkuh, elegan, dan penuh percaya diri. Rambut panjangnya kini digerai sembarangan, kulitnya pucat, dan pipinya tirus karena makan tak teratur. Ia tinggal sendiri di rumah kecil peninggalan orang tuanya—yang kini sudah tiada.

Perempuan itu telah kehilangan kepercayaan dirinya semenjak keluarga Bram menjebloskannya ke penjara. Tidak ada yang menjenguknya sama sekali ketika dia terpuruk. Ayah dan Ibunya tidak mempedulikannya sama sekali.

Ayahnya meninggal dunia enam bulan setelah ia ditahan, akibat serangan jantung mendadak. Ibunya menyusul setahun kemudian, diduga depresi berat dan tak kuat menanggung malu atas perbuatan anak satu-satunya.

Raina tak menghadiri pemakaman mereka. Tak ada yang datang menjenguk, dan tak ada yang mau memberi kabar. Hidupnya kini benar-benar sepi. Bahkan, kandungannya tidak dapat dia pertahankan. Anak yang jelas dia tahu siapa ayahnya.

Ia bekerja sebagai kasir di sebuah toko kelontong kecil. Penghasilannya tak cukup untuk hidup layak, tapi ia sudah tidak peduli. Di malam hari, ia menghabiskan waktu menatap layar ponsel murahnya—mencoba mencari tahu kabar tentang Bram dan Cassie. Namun keduanya seakan menghilang dari dunia.

Tak ada berita. Tak ada jejak digital.

Raina meremas selimutnya. “Mereka sembunyi... atau sengaja menghilang agar aku tak bisa menemukan mereka?”

Pikiran itu terus mengusik. Dendam dalam dirinya belum padam, hanya terpendam dalam diam. Ia tak bisa menerima bahwa Cassie dan Bram bisa bahagia, sementara hidupnya runtuh. Ia kehilangan segalanya: cinta, kehormatan, keluarga... dan masa depan.

Tapi Raina belum menyerah.

"Kalau suatu hari mereka kembali... aku akan tahu."

"Aku akan membuat mereka merasakan luka yang kutanggung bertahun-tahun ini."

***

New York, AS – Tujuh Belas Tahun Kemudian

Di sudut kamar penuh cahaya, seorang gadis muda berdiri di depan cermin tinggi. Gaun satin warna hijau zaitun membalut tubuhnya yang semampai, rambut panjangnya tergerai dengan gelombang lembut, dan sepasang mata kecokelatan yang bersinar memandang pantulan dirinya dengan percaya diri.

Elira Nathania Nugroho.

Dia bukan lagi gadis kecil yang merengek ingin digendong ayahnya. Kini, Elira adalah seorang mahasiswi berprestasi di jurusan Antropologi dan Hubungan Internasional, Harvard University. Wajahnya sering muncul di seminar akademik dan forum budaya global. Tapi malam ini berbeda. Ia bukan pembicara, bukan peneliti muda—melainkan wanita yang akan membuat keputusan besar untuk hidupnya sendiri.

Cassie masuk ke kamar, memandangi putrinya dengan mata berkaca. Tidak ingin berpisah dari sang putri. Kehidupan mereka sudah aman di sini. Jauh dari seseorang yang mungkin sudah keluar lama dari hotel prodeo.

“Kamu... mirip sekali dengan Papa-mu waktu muda. Sorot matamu itu.”

Elira tersenyum dan memeluk ibunya. Wanita yang selalu menjadi panutannya selama ini.

“Ma, aku udah pikirkan ini baik-baik. Aku akan ke Indonesia. Mungkin tiga bulan, mungkin lebih.”

Cassie terdiam. “Apa kamu yakin?”

“Ya. Aku ingin mengenal tempat kelahiranmu. Rumahmu. Aku ingin menulis riset tentang identitas dan memori keluarga. Mungkin, kalau takdir mengizinkan, aku ingin bertemu dengan seseorang dari masa lalu kalian.”

Cassie menarik napas pelan. “Kamu tidak akan menemukan semuanya menyenangkan, sayang. Tidak semua cerita dari masa lalu itu indah. Aku tidak berharap kamu menemukan apa pun."

“Aku tahu.” Elira menatap mata ibunya. “Tapi masa lalu itu tetap bagian dari kita. Aku tidak ingin menulis hidupku dengan mengabaikan halaman pertama.”

Esok paginya, Bram mencium kening putrinya sebelum berangkat ke Indonesia. Mereka sudah membicarakan ini semua, Elira pun akan dijaga oleh keluarga mereka yang ada di Indonesia.

“Berhati-hatilah. Apa pun yang terjadi, tolong beritahukan pada kamu."

Elira menggenggam tangan ayahnya sejenak. “Aku akan baik-baik saja. Aku akan ceritakan semua pada Ayah.”

Pesawat itu pun lepas landas, meninggalkan langit New York yang biru terang menuju Timur—menuju tanah kelahiran yang penuh cerita.

"Aku berharap wanita itu tidak mengganggu ketenangan hidup kita lagi," ucap Cassie.

"Tentu saja, Sayang. Dia tidak akan pernah mengganggu kita," balas Bram menggenggam tangan Cassie.

***

Jakarta, Indonesia

Raina membuka pintu rumahnya pelan saat mendengar suara langkah kaki melintasi gang kecil di depan rumah. Ia menoleh, tapi tak ada siapa-siapa. Hanya angin sore dan bayang pohon di tembok.

Tapi dadanya berdebar aneh.

Entah mengapa sore itu terasa berbeda. Seperti ada getaran tak kasat mata yang perlahan menarik takdir mendekat—seperti debur ombak sebelum badai.

Di ujung jalan yang sama...

Sebuah mobil hitam berhenti perlahan. Elira turun, mengenakan blouse putih dan celana panjang krem. Ia menatap gang sempit di hadapannya, lalu memandangi map kecil berisi alamat yang ia cari—alamat rumah yang sudah lusuh fotonya, namun menyimpan misteri yang akan dia pecahkan.

Ia melangkah dengan hati-hati.

"Wellcome, home!"

*** TAMAT ***

Terima kasih telah mengikuti kisah Bram dan Cassie. Terima kasih untuk dukungan kalian selama ini. Untuk misteri yang belum terungkap akan aku jelaskan di novel berikutnya ya.

1
Ari Sawitri
ya kamu juga jangan kasih dia akses donk. blokir tuh nomor Mak Lampir itu. 😡😡😡 heran skrg bs bilang spt ini kmrn kmrn otak kamu kemana 🤨
ayu cantik
suka
Siti Maulidah
ceritanya menarik
vely
hahahahahaha kasian banget sih kamu bram, lihat tu istrimu sekarang anemia ehh salah yang bener amnesia /Tongue/
vely
itu mungkin bram
Anre1201
buat Cassie, coba jadi perempuan tegas sedikit demi anakmu. kamu tuh wanita Dari keluarga kaya, jadi tidak usah takut susah. tanpa suami pun kamu bisa membesarkan anak kamu !!!!!
beri kan penjelasan ke Bram untuk bisa menyelesaikan masa lalu nya baru datang lagi, jangan biar kan masalah belum selesai tapi sudah bersama, walaupun demi anak tapi itu bukan solusi. kamu harus cari kebahagiaan kamu, kamu harus belajar mencintai diri kamu, belajar untuk menerima orang-orang baru, belajar untuk menumbuhkan rasa percaya dalam diri sendiri agar hidup mu bisa tenang dan anak mu lahir dengan rasa Cinta.
Anre1201
Cassie terlalu lemah Karna cinta, ga bisa tegas, Dari awal sudah terlihat karakternya. watak dia lembut tapi Bucin kalau soal Cinta hingga tidak punya prinsip. makanya selalu kalah karena Bodoh, tolol dan Goblok sudah bikin rasional kalah Dari akal sehat 😤
Anre1201
lelah??? ya cerai Begooooooo 😤
ini cerita nya bijimana sihhhh.. Katanya masih terikat pernikahan tapi ga ada solusi nya. kalau memang ingin pisah bukan cerai ya ngomong di awal.. minta ketenangan diri buat masing-masing pihak, agar ada Jalan keluar terbaik untuk bisa menyelesaikan masalah yg ada, jadi ketika balikan, masing-masing sudah selesai dengan masa lalu nya dan siap menjalani pernikahan dengan pondasi yg lebih kuat agar tidak melakukan kesalahan tolol lagi 😤
Anre1201
cerita yg bullet, sama-sama orang kaya tapi ga bisa cari bukti soal sepele seperti ini. Cassie juga ga tegas, kalau memang sudah selingkuh ngapain di kasih kesempatan 🥱 apalagi selingkuh itu penyakit yg susah diobatin, walaupun balik lagi, tetap saja, kepercayaan sudah hilang dan akan jadi duri dalam daging.
apalagi Dari awal pernikahan sudah tidak sehat Karna terpaksa + tidak ada Cinta yang tulus Dari kedua belah pihak.. jadi pernikahan nya tidak ada pondasi yang kuat.. makanya terjadi perselingkuhan 🙄
Anre1201
Dari sini bisa di lihat.. Bucin memang bikin manusia jadi Bego, tolol + goblok !!!!!!!karena tidak bisa membedakan antara Cinta, pengkhianatan, kesetiaan, ketulusan, kepercayaan dan harga diri !!!!!!
tris tanto
weh cpt bgt udh diindo
tris tanto
kn udh dikasih tau kok bhnya tehenyyaakkkk ,kaget doong
tris tanto
masih dibahas lg,kn dibb depan udh dibhs knp jd muter2
tris tanto
lidahnya keluarrr,,,melet dong ,gk sampe otakku mbayangke,,
Sri Mugianti
sebenarnya yg jadi adeknya itu si Cassie atau Jessi
tini_evel
cassie ini kakak atau adik sih.. awal dibilang kakak tp ada juga dibilang adik..
Agus Andryani
iya mmang dr awal sdh bungung
ichapurie
ini gimana sih, diawal katanya cuma anggep raina adek, terus bab berikutnya bilang cuma ciuman, bab berikutnya lagi bilang nginep di villa berdua tapi pisah kamar, eh bab berikutnya bilang pernah ngehabisin malam bersama , yg bener gmna sih thor kok beda2 tiap bab
Tira Aneri
suukaaa
rarr
thor aku mampir sini dlu, smbil nunggu update terbaru "satu malam bersama ceo" laura adenya liam🤭
Miss Yune: Dah update kak. cusss mampir ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!