NovelToon NovelToon
Di Balik Tawa Ibu Mertua

Di Balik Tawa Ibu Mertua

Status: tamat
Genre:Cinta Lansia / Identitas Tersembunyi / Keluarga / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Konflik etika / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:440.1k
Nilai: 5
Nama Author: Uul Dheaven

Arumi tidak menyangka. Jika tawa Ibu mertua nya selama ini, hanya lah untuk menutupi lu-ka yang ada di dalam diri nya. Ibu mertua yang begitu baik, ternyata selama ini hidup tersik-sa di rumah nya. Beliau bukan hanya di sik-sa oleh kakak ipar nya Arumi. Tapi juga Abang ipar nya. Mereka berdua, benar-benar manusia yang tak punya hati.

Sanggup kah Ibu mertua nya Arumi bertahan dengan kelakuan anak dan menantunya? Atau, apakah Arumi bisa membawa Ibu mertuanya pergi dari neraka itu?

Ayo temukan jawaban nya langsung! Baca nya jangan lompat-lompat, ya. Biar author semangat nulis nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uul Dheaven, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Hari itu, Arumi, dan kedua orang yang sangat ia cintai pergi ke acara yang diadakan oleh Laras. Arumi sudah tahu jika Laras berada di desa yang sama dengan nya.

Memang suatu kebetulan. Karena Laras dan Arumi tidak pernah bercerita selama ini. Papa dan Mama nya Laras tidak mengizinkan orang tahu jika Pak Amin mengenal mereka.

Ya. Berbeda dengan orang tua nya Arumi. Orang tua nya Laras sedikit sombong dan selalu mengejar harta dunia.

Beruntung Laras di asuh oleh seorang pengasuh yang mengerti agama. Sehingga ia bisa menjadi seperti saat itu.

"Apakabar Ibu hamil?" Tanya Laras saat itu.

"Alhamdulillah baik. Terima kasih ya, Laras udah ngundang aku."

"Loh, apaan sih kamu ini, Arumi. Pake acara terima kasih segala."

"Beneran loh. Aku lagi ngidam makan rame-rame gini sama anak yatim." Ucap Arumi sambil berbisik.

"Ya kalau gitu, kamu buat juga dong."

"Hmm,, aku pengen buat. Tapi nanti, pas tujuh bulanan."

"Kenapa gitu?"

"Ya pengen aja."

"Aneh kamu ini. Tapi yasudah lah. Nggak apa. Bumil mah bebas mau kayak mana."

Mereka berdua pun tertawa setelah mengatakan hal itu. Tidak lama kemudian, Bu Aminah dan juga Romi pun menghampiri.

"Laras, ini Suami dan Ibu mertua ku yang paling baik sedunia." Ucap Arumi.

"Kamu ini ada-ada saja, Arumi. Nak Laras, terima kasih sudah mengundang kami semua."

"Iya, Bu. Keluarga Arumi keluarga ku juga. Ayo masuk dulu, nikmati apa yang ada, ya."

Mereka pun masuk dan duduk di halaman rumah Pak Amin. Walaupun rumah itu sederhana, namun halaman nya tampak luas.

"Laras, gimana nasib pernikahan mu?" Tanya Arumi sedikit mendekat kan tubuh nya.

"Nggak jadi. Bisa di batalkan dan aku masih gadis di KTP."

"Ah, kamu bisa aja. Trus, kok malah tiba-tiba nyasar di desa ini?"

"Enak aja nyasar. Aku memang udah lebih dulu datang ke desa ini. Jauh, sebelum kamu menikah dengan suami kamu itu. Eh, tapi ngomong-ngomong, suami kamu kok mirip seseorang deh."

"Jangan mulai ya, Laras. Kita itu udah temenan lama. Karena patah hati, jangan sampe kamu jadi pelakor."

"Eh, bumil sa-dis amat. Gini-gini aku masih normal."

"Trus, pelakor itu nggak normal?"

"Jelas dong. Mana ada perempuan normal yang mau sama suami orang. Pasti mata nya minus atau isi dalam o-tak nya sudah berkurang setengah nya."

"Bu dokter kalau bicara emang kadang selalu benar."

"Udah deh. Jangan bawa-bawa profesi. Nggak ada yang tahu pekerjaan rahasia aku."

Dan lagi, mereka tertawa bersama. Romi melihat sang Istri yang begitu bahagia saat bersama sahabatnya.

Syukurlah Arumi bisa bahagia selama tinggal di desa. Dan Romi berharap, masa lalu nya tidak lagi menghantui.

Tidak lama setelah mereka berbincang, rombongan anak yatim pun tiba. Bu Aminah sangat terkejut saat melihat Dika yang menjadi supir mobil tersebut.

Bu Aminah hanya menatap nya tanpa mengatakan apapun. Sedangkan Dika, ia pun sama sekali tidak tahu jika ada Ibu dan adik-adiknya ada di sana.

Dika begitu sabar mengatur anak-anak itu. Ia pun sesekali tersenyum dan membetulkan letak peci yang ada di atas kepala salah satu

Bahkan ada satu anak kecil yang masih ingin di gendong oleh Dika. Pemandangan itu, membuat Bu Aminah berkaca-kaca.

Seperti itulah Dika sebelum mengenal Ayu. Baik, sopan, santun dan tak pernah kasar. Namun semua nya berubah ketika Ayu datang ke kehidupan nya.

"Bang Dika, semua anak-anak sudah hadir?"

"Sudah, dik Laras. Semua nya sudah ada di sini."

"Hmm,, tidak ada yang ketinggalan, kan?"

Laras terus mengajak Dika berbicara, padahal jelas ia tahu jika anak-anak itu sudah ada di sana semua nya.

Laras bahkan berbicara sambil mengayunkan tangan nya, dan sesekali menarik ujung jilbab lebar nya.

Dika sama sekali tak mengerti. Namun, berbeda dengan Arumi yang langsung tahu jika teman nya itu telah jatuh cinta dengan Abang ipar nya.

"Tidak ada. Mereka semua sudah di absen."

"Baiklah. Ayo duduk dulu anak-anak."

Dika pun mengatur tempat duduk anak-anak itu dengan baik. Ia sama sekali tidak tahu jika sejak tadi Ibu dan saudara nya sedang melihat diri nya.

"Bu, kayak lihat Bang Dika beberapa tahun yang lalu, ya. Sebelum kenal nenek sihir."

"Hus! Apaan sih Bang Romi. Arumi lagi hamil. Nggak boleh bicara yang macam-macam."

"Ya. Maaf deh. Tapi, emang seperti itu kenyataannya."

"Jangan-jangan Ayu ambil jalan pintas lagi." Celetuk Arumi.

"Sudah. Jangan ngomong yang aneh-aneh. Kalian berdua ini ada-ada saja."

Arumi dan Romi hanya terkikik geli karena hal itu. Mereka terkadang memang suka sekali menggoda Bu Aminah.

"Arumi, ayo. Aku mau kenal kan kamu sama seseorang." Ucap Laras.

Arumi langsung tahu kemana arah pembicaraan itu. Ia pun mengajak Ibu nya sekalian.

"Bang Dika," Panggil Laras.

"Iya, Dik Laras." Dika yang sibuk membantu Pak Amin pun menoleh. Ia langsung terkejut dengan siapa yang ada di samping Laras.

"Ibu. Arumi. Kalian ada di sini?"

"Loh, kalian saling kenal? Ibu?"

Laras sama sekali tidak menyangka akan seperti itu. Selama ini, ia tidak tahu jika Dika adalah Abang Ipar nya Arumi.

Laras tahu tentang cerita Dika. Begitu pula dengan cerita Arumi. Namun, ia tidak pernah tahu cerita lengkap nya. Pak Amin tidak mengatakan siapa keluarga dari Dika.

"Bang Dika adalah Abang Ipar ku."

Laras langsung terdiam. Entah mengapa tiba-tiba saja ia tidak nafsu lagi untuk berbicara.

Tadi nya ia begitu bersemangat untuk memperkenalkan Dika pada Arumi. Akan tetapi, setelah ia tahu siapa Dika, ia jadi lemah seketika.

Arumi memang pernah bercerita tentang Abang Ipar nya yang ja-hat itu. Dan Laras pun ikut membenci laki-laki itu. Tak ia duga, saat ini mereka semua malah di pertemukan. Sungguh takdir yang begitu konyol.

"Arumi, aku ke dapur dulu sebentar. Kalian silahkan berbincang dulu." Laras langsung pergi. Dan Arumi tahu itu.

Saat Laras sudah pergi. Baru lah mereka leluasa dalam berbicara.

"Bu, apa kabar? Apa Ibu sehat?"

"Tentu saja Ibu sehat. Arumi dan Romi memperlakukan Ibu dengan baik."

"Alhamdulillah kalau gitu. Apa Ibu sudah makan? Biar Dika ambilkan."

"Tidak perlu. Arumi dan Romi sudah menyiapkan semua nya. Kamu tidak perlu repot-repot." Ucap Bu Aminah yang akan beranjak dari sana.

"Bu, apa tidak ada maaf bagi Dika? Dika sedang berusaha untuk mengambil rumah itu kembali. Bu, apapun akan Dika lakukan asal Ibu memaafkan Dika."

Bu Aminah langsung pergi dan tidak menoleh lagi ke belakang. Sebenarnya, ia ingin sekali memeluk anak kaki nya itu. Namun, biar lah Dika benar-benar menyesali semua nya. Dan Bu Aminah, selalu mendoakan yang terbaik untuk Anak sulung nya itu.

1
dnr
ada ya org kya dika sma ayu
Violet
Mauuuu... pny ibu mertua sprti Ibu Aminah tuh rasanya disayang2 tiap saat 🥰 Benar2 Ibu keluarga cemara. Keluarga no 1 tp itupun balik lg ke pribadi masing2 mau jd pribadi yg lbh baik lg atau makin terjerumus penyakit hati.
Terima kasih utk karyanya Kak 🙏🏻💐
Sehat2 slalu & semangat utk karya terbarunya 💪🏼🤗
kalea rizuky
bner mertua oon
kalea rizuky
mertua oon ikut anak mu yg baik bodoh amat soal kenangan wong suami mu uda mati apaan ya yg mau di kenang dripada nyesekk
Anonymous
biar ibu mertuanya sadar kl anaknya tdk bisa sipercaya
Budy Firmansyah
hahaa😄😄😄😄😄...baru kali ini baca nivel bisa ketawa lepas......anjay...makanann basi buat ayam
..tololl😄😄
Fitri Zamzam
dari cerita ini kita bisa melihat hukum tabur tuai itu nyata adanya. dan ketika uang dan kekuasaan digunakan dengan bijak dan benar maka semua kebaikan akan tumbuh sekalipun itu dilingkungan orang2 jahat😊
Nur Lela
luar biasa
fitriani
wkwkkwkwwkk berasa udah menang eh tawnya malah zonk🤣🤣🤣
fitriani
gitu lah manusia giliran susah minta bantuan malah marah2
fitriani
untung romi datang tepat waktu
fitriani
hadeh akhirnya si kampret yg terobsesi sama arumi nongol😏😏😏
fitriani
oalah ternyata bapaknya darma beli kucing dalam karung toh🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
fitriani
dahlah pasti setelah ini emaknya darma tantrum dan terjadinya perang dunia🤣🤣🤣🤣🤣🤣
fitriani
astaga bnr2 kacau balau keluarga si darma ini.... emaknya kebangetan sombong.... si darma gila.... bapaknya cari bini baru saking muaknya sama emaknya darna.... dahlah hancur lebur aja sekalian semuanya kl perlu sebentar lagi emaknya darma juga ikutan gila aja biar makin seru🤭🤭🤭🤭
fitriani
nah kan akhirnya emaknya si darma jadi jandes gara2 kesombongannya itu
fitriani
y Allah ngerinya gara2 pada mau semuanya dgn cara instant jadinya mati dan jadi pembunuh..... ayu yg ingin hidup enak malah mati d tangan darma dan darma yg terobsesi sama laras dan pakai jalan pintas malah jadi pembunuh
fitriani
nah bnr itu kata bapaknya darma sekalian aja tuh cariin juga bwt dy biar adil🤭🤭🤭🤭🤭
fitriani
dan ini adalah awal neraka bwt sinta
fitriani
ngeri bgt sama pelet2 dan hal2 mistis gitu percaya gak percaya tapi nyata
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!