Tiara Putri harus membesarkan keponakannya yang bernama Bintang, karena kakaknya -Rani- yang merupakan ibu kandung Bintang, telah meninggal. Tiara sangat menyayangi Bintang hingga rela bekerja siang dan malam demi bisa mencukupi kebutuhan anak sambungnya itu. Namun tiba-tiba muncul seorang lelaki bernama Troy Richard Kardinal yang mengaku sebagai mantan pacar Rani dan ayah biologis Bintang. Dia menginginkan Bintang dan akan merebutnya dari Tiara.
Akhirnya demi bisa terus bersama Bintang, Tiara terpaksa menikahi Troy.
Bagaimanakah lika liku kehidupan pernikahan pasangan tanpa cinta itu? akankah cinta tumbuh di antara keduanya suatu saat nanti? yuk, ikuti ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tami chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lina berulah.
Troy bersidekap di kursi kebesarannya. Dia berpikir keras sambil memutar-mutar kursinya.
Kemarin dia sudah melihat rumah yang ditunjukkan Okta. Rumahnya cukup besar, dengan empat kamar dan satu kamar pembantu, ada halaman luas di belakang rumahnya, sedang bagian depan rumah hanya di hiasi taman kecil tepat di samping carport.
Troy menyukainya, rumah itu sangat sesuai dengan ekspektasinya. Nyaman, tenang dan luas, cocok untuk Bintang. Dan yang paling penting jauh dari jalan raya sehingga tidak terlalu bising.
Tanpa berpikir panjang, Troy langsung membelinya saat itu juga. Semua berkas-berkas sudah di bereskan oleh Okta, Troy tinggal membeli perabotan untuk mengisi rumah impiannya itu.
Tok. Tok. Tok.
"Masuk," ucap Troy sambil melirik pintu ruang kerjanya. Dia bertanya-tanya, siapa gerangan yang datang? Okta tak biasanya mengetuk pintu, jadi bisa di pastikan yang masuk ini bukanlah Okta.
"Permisi..." seorang perempuan dengan rambut keriting sebahu, melangkah masuk perlahan sambil tersenyum cerah pada Troy.
Dia mengenakan rok mini warna hitam dan sepatu high heels yang tidak terlalu tinggi.
Karyawan bagian mana dia? kok bisa masuk ke ruang CEO? memangnya sudah buat janji? karena tidak semua karyawan bisa keluar masuk ke ruang CEO kecuali Okta dan orang-orang yang sudah membuat janji sebelumnya.
Tapi tunggu, perempuan itu masuk sambil menarik kereta berisi alat-alat kebersihan, "Lu, OG?" tanya Troy.
"Iya Pak, Saya menggantikan Tia yang sedang cuti," jawab si OG sambil kembali tersenyum, senyum yang terlalu di buat-buat.
"Nama Saya Lina," ucapnya sambil mengulurkan tangan ingin bersalaman dengan Troy.
Troy hanya mengangguk sambil mengalihkan pandangannya ke laptop.
"Lain kali, kalau mau membersihkan ruangan ini, pagi-pagi! sebelum Saya datang!" ucap Troy tanpa melihat orang yang dia ajak bicara.
"Baik Pak, maaf, karena penugasan Saya mendadak. Soalnya Tia juga mengabari cutinya mendadak. Jadi semua shift kacau," jawab Lina sambil membungkukkan badannya.
Troy menghela napas, karyawan-karyawan perusahaannya makin ke sini makin ke sana! masa ada OG memakai seragam semaunya, nggak ada yang menasehati. Masa Iya, Troy yang seorang CEO harus mengurus masalah sepele seperti ini!
"Uhuk! uhuk!" Troy sedikit terbatuk karena debu-debu yang berterbangan.
"Ck! ada-ada saja!" kesalnya sambil bangkit dari duduknya. Lalu dia berjalan keluar dari ruangannya dan menuju ruang kerja Okta yang ada di sebelahnya.
Troy membuka pintu ruang kerja Okta dengan kakinya, lalu berjalan masuk tanpa rasa bersalah walaupun telah membuat Okta melonjak kaget.
"Soal*n! gue kira ada gempa!" kesal Okta.
Troy berjalan mendekati Okta, lalu duduk di meja kerja asistennya itu.
"Ngapain, Lu?!" kesal Okta karena pantat bosnya ini sudah menutupi berkas-berkas yang sedang dia koreksi.
"Ruangan gue penuh debu!" gerutu Troy.
"Sambungin telepon ke HRD!" ucap Troy sambil mengambil gagang telpon yang berada di atas meja kerja Okta.
Walaupun merasa bingung. Okta mulai memencet nomer ekstensi HRD di pesawat teleponnya. .
"Selamat pagi, HRD Ri-,"
"Siapa yang mengatur urusan Office girl?" sambar Troy dengan cepat, tak mau berlama-lama mendengarkan basa-basi dari staff HRD itu.
"Yang mengatur pembagian shift dan area untuk OG adalah Pak Angga. Apakah ada yang bisa Saya bantu?"
"Sambungkan ke Angga!"
"Maaf, ini Pak Okta?"
"Gue, Troy!" kesal Troy.
"Oh, maaf Pak. Baik Pak, segera saya sambungkan dengan Pak Angga."
Bunyi melodi menggema saat Troy menunggu telponnya tersambung, membuat Troy semakin kesal.
"Ha-halo... selamat Pagi, Pak Troy..." Sapa suara seorang lelaki dari seberang telepon.
"Halo, Lu yang ngatur OG?"
"Iya, Pak. Ada yang bisa Saya bantu?"
"Kenapa OG yang biasa bersihin ruangan gue di ganti?" ketus Troy.
"Maaf Pak, Tia yang biasa membersihkan ruangan Pak Troy, sedang cuti. Tiga hari."
"Tiga hari?!" kaget Troy, bukankah dia sudah bilang pada Tia agar cuti selama seminggu? kenapa malah cuma tiga hari!
"Iya Pak, sebenarnya Tia minta cuti satu minggu tapi tidak Saya ijinkan, karena dia masih karyawan baru, makanya Sa-"
"Siapa kamu berani mengatur cutinya Tia!" Sambar Troy kesal.
Okta spontan mengambil gagang telpon yang di pegang Troy dan mulai berbicara di telpon menggantikan bosnya yang gampang tersulut emosi.
"Halo, Pak Angga, ini Okta."
"Begini, Pak. Untuk karyawan yang bernama Tia, beri dia ijin cuti satu minggu dan untuk penggantinya, tolong di beri tahu untuk membersihkan ruangan Tuan Troy lebih pagi, karena Tuan Troy tidak tahan dengan debu!" ucap Okta sambil melirik sinis pada Troy yang masih memasang muka kesal.
"Satu lagi!" sela Troy.
"Sebentar, ada pesan dari Tuan Troy..."
Troy merebut gagang telpon dari Okta lalu menempelkannya di telinga, "Peringatkan pada karyawan yang tidak mau mematuhi aturan, untuk resign dan angkat kaki dari perusahaan!"
Pak Angga terdiam, "ba-baik..." jawabnya bingung.
"Lu lihat seragam OG yang masuk ruangan gue! kalau Lu nggak bisa ngatur karyawan Lu, Siap-siap gue SP!"
'Brak!' dengan kasar Troy membanting gagang telpon ke tempatnya.
"Kenapa si lu, Troy? galak amat pagi-pagi?"
Troy hanya diam. Dia juga bingung kenapa dia begitu marah? tapi entah kenapa kelakuan OG yang masuk ke ruangannya sangat keterlaluan. Dia pikir dengan berpakaian seksi seperti itu, seorang CEO seperti Troy bisa tergoda? rendah sekali Troy di mata karyawannya! memangnya Troy lelaki gampangan dan mau dengan siapa saja! OG tidak tau diri, tidak sadar diri dengan statusnya!
"Kalau ada karyawan di sini, yang tidak sadar diri! tidak sadar posisinya! lalu bertindak murahan untuk menarik perhatianku, bakal langsung gue pecat! tidak punya attitude!" kesal Troy.
.
"Lina mana?" tiba-tiba Pak Angga masuk ke pantry dan celingukan mencari Lina.
"Lina? kan lagi bersih-bersih di ruangan CEO," jawab Tuti santai sambil menyeruput kopinya. Tugas paginya sudah selesai, jadi Tuti bersantai sejenak sambil meminum kopi di pantry.
"Hufft!" Angga meremas remas tangannya sendiri sambil berjalan mondar-mandir di dekat Tuti.
"Kenapa sih, Pak? tegang amat?" tanya Tuti ikut bingung.
"Tadi Pak Troy menelpon ku, bayangkan, CEO kita menelpon ku langsung!" terang Angga sambil menatap Tuti.
"Dia bilang bakal SP aku, kalau aku nggak bisa mengatur karyawan OG! ini gara-gara seragam!" geram Angga.
Tepat saat Angga sedang galau, pintu pantry terbuka dan masuklah Lina dengan wajah ceria.
"Eh, ada Pak Angga?" sapanya ceria.
"Lu, ya!" Angga langsung menghardik Lina.
"Lu ngemis-ngemis minta di pindah ke ruangan CEO! sudah gue turutin, tapi kenapa ceroboh, Lina!"
"Kenapa? Saya salah apa?"
"Baju Lu tuh yang salah!" kesal Angga.
"Lu tuh OG! ngapain pake rok mini sama high heels! gue udah bilang dari kemarin, jangan seenaknya ganti seragam! gue jadi kena semprot kan!" kesal Angga.
"Kalau Lu nggak mau nurut juga, besok lu nggak usah ngerjain ruangan CEO!"
"Jangan, Pak. Oke. Besok Saya ganti dengan seragam OG, saya. Janji! asal selama tiga hari ini, Saya aja ya, yang ngerjain ruangannya Pak Troy."
"Awas kalau besok gue lihat lu masih pake baju kayak gini! baju lu tuh kekecilan juga! ganti!"
"Siap! tenang saja besok Saya ganti semuanya."
"Oh iya, Tia cutinya di perpanjang seminggu," lanjut Angga. Dan langsung di sambar dengan sebutan bahagia oleh Lina.
"Kenapa Tia cuti sampai seminggu, Pak?" tanya Tuti yang khawatir.
"Nggak tau, dia nggak bilang," jawab Angga sambil berlalu meninggalkan ruang pantry.
"Apa jangan-jangan ada masalah lagi dengan anaknya..." gumam Tuti.
"Eh? Tia sudah punya anak?" kaget Lina sambil tersenyum penuh makna.
#bersambung.
#ayo dukung author dengan klik like, komen dan vote ya... 🥰🥰
dan untuk keluarga Tiroy semoga bahagia selalu dan punya anak yg banyak biar rumah kalian rame 🥰🥰🥰
Happy Ending ya author.. ♥️♥️♥️♥️♥️
Makasiii.. 😘😘😘😘😘
♥️♥️♥️♥️♥️