NovelToon NovelToon
MULAN, JIWA YANG TERLAHIR KEMBALI

MULAN, JIWA YANG TERLAHIR KEMBALI

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Time Travel / Anak Genius / Mengubah Takdir / Fantasi Wanita / Menjadi Pengusaha / Tamat
Popularitas:184.6k
Nilai: 5
Nama Author: indah_sakabian

CERITA FIKSI

*****

Mulan Benji, seorang wanita dewasa berusia 28 tahun, yang berprofesi sebagai agen intelejen swasta.
Tiba-tiba kehilangan kesadaran, ketika sedang menjalankan misi sebagai sugar baby.

Ketika membuka matanya kembali, Mulan tidak tau harus menangis atau tertawa.
Karena jiwanya kini telah berada di tubuh seorang gadis berusia 18 tahun.

Yang ternyata sedang 'HAMIL'.

Apa yang akan di lakukan Mulan, dengan makhluk sebesar 'kacang polong' yang ada di dalam perutnya????

Yuk ikuti kisah Mulan...!!

*****

(ASLI) Karya @indah_sakabian, hanya di Noveltoon.
[Penulis sudah berusaha keras menuangkan imajinasinya menjadi sebuah tulisan.
Maaf bila nanti ada kesamaan nama tokoh, atau nama suatu tempat yang di gunakan dalam cerita ini.🙏]

Mohon dukungannya ya, kakak pembaca sekalian.😊🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indah_sakabian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35. Dibawa Ambulan

"Dasar, wanita tua bebal." ucap Mulan dengan seringai di bibirnya.

Saat ini Mulan tengah menatap layar monitor, yang memperlihatkan nyonya Abraham.

Sepertinya nyonya Abraham tidak main-main dengan ucapannya. Dia benar-benar menunggu, duduk bersandar tepat di samping pintu gerbang rumah Mulan. Tanpa ada niatan untuk meninggalkan tempat itu.

Pak Deri sudah berkali-kali membujuk dan meminta, agar nyonya Abraham pulang saja. Tapi nyonya Abraham tidak mau mendengarkan.

"Akhirnya..." ucap pak Deri lega, saat melihat Nyonya Abraham meninggalkan tempat itu.

"Loh.. Kok...." tapi sepertinya pak Deri harus kecewa, karena tidak sampai satu jam nyonya Abraham kembali lagi ke tempat duduknya semula. Mungkin dia hanya pergi untuk mencari toilet umum.

Saat siang hari, di mana matahari sedang terik-teriknya, nyonya Abraham semakin terlihat kuyu. Tapi dia tetap mempertahankan posisi duduknya.

Pak Deri yang tidak tega melihatnya, mencoba menawarkan, bahkan membawakan makanan dan minuman untuk nyonya Abraham. Tapi nyonya Abraham enggan menerimanya. Entah terbuat dari apa, isi kepala wanita tua itu.

Atau mungkin seharusnya, nyonya Abraham mengganti pakaiannya yang sedikit lusuh. Supaya lebih mendukung perannya, sebagai pengemis.

Di kebun belakang, Han kecil sedang duduk di kursi malas, di bawah pohon mangga. Di sampingnya ada paman Doni, yang sibuk mengotak-atik pohon bonsainya.

"Mama tidak akan membiarkan orang itu masuk." ucap Han kecil dengan mata terpejam.

"Crash"

"Lampir...nenek lampir." ucap Doni, sambil memangkas batang bonsai yang tidak memenuhi standard keindahan, menurutnya.

Jika di lihat dengan mata telanjang, hanya ada mereka berdua yang sedang bercakap-cakap. Tapi di mata Doni dan Han kecil, di sana ada tambahan empat sosok lagi. Seorang wanita dewasa, dan tiga anak kecil.

Dua anak perempuan dan satu anak laki-laki itu, selalu memanggil Han kecil 'kakak' 'kakak' 'kakak'.

Awalnya Han kecil merasa takut dan terganggu dengan kehadiran ketiga anak kecil itu. Karena mereka sering tiba-tiba muncul, bahkan mengikuti di belakangnya, seperti penjaga bayanan. Tapi lama kelamaan, dia mulai terbiasa dan sering menganggap keberadaan mereka tidak berarti.

Han kecil juga melihat wanita cantik, yang sering muncul di sekitar Mulan. Wanita itu, akan menatap Mulan dengan tatapan sendu penuh kesedihanan, penyesalan, dan permohonan.

Namun akhir-akhir ini, wanita itu lebih sering muncul di sekitarnya.

Mungkin jika Han kecil bisa menggambar sketsa wajah sosok wanita cantik itu, kemudian memberikan kepada mamanya. Mulan akan langsung mengenalinya.

Di tempat lain, tuan Abraham di Landa kepanikan. Karena pagi tadi tuan Abraham meninggalkan rumah untuk mengurus beberapa urusan. Ketika pulang di siang hari, dia tidak menemukan istrinya di rumah.

Awalnya tuan Abraham mengira istrinya sedang arisan, atau bertemu dengan teman-temannya. Tapi sampai sore menjelang, nyonya Abraham tidak pulang-pulang. Bahkan Hp nya juga tidak bisa di hubungi.

"Bagaimana, sudah menemukan keberadaan mamimu?" tanya tuan Abraham pada Malik, melalui sambungan telepon.

"Mami di sana." terdengar suara Malik dengan nada dingin bercampur kesal.

Tuan Abraham menghela nafas lega bercampur tak berdaya.

"Baiklah. Papi akan ke sana juga." ucap tuan Abraham sebelum mematikan sambungan telepon.

Setelah itu, beliau meminta sopir keluarganya menyiapkan mobil. Untuk menjemput nyonya Abraham, yang kini bertingkah seperti anak kecil.

Di sisi nyonya Abraham, dia terus menatap rumah di dalam sana dengan mata kuyunya.

"Aku harus bertahan, supaya bisa di izinkan masuk ke dalam rumah itu." ucap nyonya Abraham lemah namun penuh tekad. Namun sedetik kemudian, dia pingsan.

"Waduh.." pak Deri langsung berjingkat saat melihat nyonya Abraham tumbang.

"Nono, no... tolongin nyonya itu dulu, sana." ucap pak Deri, pada pak Nono. Satpam yang akan berganti sif dengan pak Deri.

"Iya iya." pak Nono langsung sigap berlari ke arah nyonya Abraham.

Selagi pak Nono mengangkat nyonya Abraham, pak Deri menghubungi orang rumah. Untuk memberikan informasi, sekaligus meminta saran dari nyonya rumah.

"Sebentar lagi ambulan datang." ucap Mulan dengan santainya. Kemudian kembali, menemani Han kecil belajar.

Benar saja, ambulan benar-benar datang sebelum bi Ratih menyampaikan pesan kepada pak Deri.

Karena sedari awal Mulan sudah memperhatikan keadaan wanita tua itu. Jadi untuk berjaga-jaga dan menghindari situasi buruk, Mulan sudah lebih dulu menghubungi ambulan.

Tadinya Mulan ingin memanggil mobil pemadam kebakaran, untuk mengusir nyonya Abraham. Tapi di urungkan, karena tidak ingin wanita itu tiba-tiba mat* di lingkungan tempat tinggalnya.

Dan akhirnya, nyonya Abraham di larikan ke rumah sakit. Karena kelelahan, dehidrasi, dan tidak tahan terkena sengatan sinar matahari.

"Aku bilang juga apa. mamaku itu baik." ucap Han kecil bangga, setelah mendengar suara sirine ambulan menjauh dari depan rumahnya.

"Apa yang kamu bicarakan?" tanya Mulan yang samar-samar mendengar ucapan Han kecil.

"Hehe,,,, bukan apa-apa mah." ucap Han kecil dengan malu-malu.

Mulan menatap Han kecil dengan tatapan penuh kasih sayang.

"Mama yang terbaik." ucap Han kecil lagi, karena melihat mamanya masih diam menatapnya.

"Tentu saja. Apa Han kecil baru menyadarinya?" tanya Mulan, dengan nada menggoda Han kecil.

Han kecil memutar kedua bola matanya, ketika mendengar ucapan mamanya yang sangat percaya diri.

"Tidak. Aku sudah menyadarinya sejak aku lahir." akhirnya Han kecil menjawab, kemudian menjulurkan lidahnya main-main.

"Maaf nona." Bi Ratih kembali mendatangi Mulan, dengan wajah sedikit cemas.

"Ada apa bi?" tanya Mulan tanpa beban.

"Di depan ada dua orang pria dari keluarga Abraham. Mereka mencari nyonya yang tadi pingsan." ucap bi Ratih dengan penuh pertimbangan.

"Berikan alamat rumah sakitnya, bi." jawab Mulan yang tidak ingin ambil pusing.

"Sudah non. Tapi mereka ingin bertemu dengan nona, terlebih dulu." lanjut bi Ratih dengan tenang.

"Sama seperti sebelumnya. Bilang saya tidak ingin di ganggu, dan tidak menerima tamu." ucap Mulan, kemudian meminta bi Ratih segera menyampaikan pesannya kepada satpam bagian depan.

"Baik non." ucap bi Ratih. Kemudian segera menghubungi bagian satpam.

Setelah mendengar jawaban, kalau Mulan tidak ingin menemui mereka. Malik menatap rumah di dalam sana, dengan tatapan yang sulit di artikan. Seakan akan bisa melihat Mulan yang ada di dalamnya.

Kemudian dia masuk kedalam mobil, bersiap meninggalkan tempat itu. Menuju rumah sakit tempat nyonya Abraham di rawat.

"Lain kali aku pastikan bisa masuk, dan menemuimu di dalam sana." ucap Malik dengan kilatan penuh ketegasan.

Baru kali ini Malik benar-benar merasa tertantang, dan harus berjuang untuk mendapatkan sesuatu.

Di dalam rumah, Mulan masih bersikap tenang dan santai. Seperti tidak pernah ada yang terjadi, sebelumnya.

Han kecil menatap mama ya, kemudian melirik sekilas ke udara kosong di sebelahnya. Seakan memberikan jawaban tanpa perlu mengeluarkan suara.

Terimakasih untuk dukungan, dan hadiah-hadiahnya, kak.

Mumpung libur panjang,, ayo mudik mudik dulu kak...

1
Kustri
mehong'a sewa motor🙄
ngomong"..... siapa gerangan bp si kacang polong🤭
apa g mau tanggungjwb
bikin'a ama sugar dady di LN, hamil di Indonesia🤔🤣
Kustri
hah! lengkap sdh penderitaan'a
kira" dmn orgtua mulan ini, yok lanjut aja💪
Aisyah Suyuti
menarik
Nana Niez
harusnya othot ttp selesaikn SMP bab 80,,krn biar detail ceritanya
Nana Niez
🤣🤣🤣🤣🤣🤣krn tuannya siluman kambing🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Nana Niez
mulai seru nih
Nana Niez
hajar mulan,, bikin babak belur,, tapi mbayangin wajah leo,, jadi g tega🤣🤣🤣🤣🤣
Nana Niez
awal yg bagus
Pandagabut🐼
keren lho Thor,
lebih semangat lagi yaaa
Pandagabut🐼
Luar biasa
aphrodite
Mulan Benji gak akan repot mikirin..beda hal dg Mulan Guanlin pasti mudah luluh..dia kan orangnya baiiik banget entah beg*
aphrodite
udah ngerasa kena karma..baru nyadar dan mau minta maaf..tapi sukur kalo sadar beneran mah daripada tidak sama sekali
aphrodite
ini kutukan untuk keluarga sombong terlalu bangga dg kekayaan dan kekuasaannya ..selalu meremehkan orang2 kalangan bawah
aphrodite
roh Mulan asli..kenapa mau apa?..mau bilang supaya maafin..nanti dulu..lihat perjuangan mereka dulu untuk dapat maaf
aphrodite
bagus ...kasih pelajaran dulu lah..langsung di maafin mah keenakan
aphrodite
😂😂😂😂😂😂😂semoga Han kecil jenius tidak mudah terpedaya biarkan mereka menyesal seumur hidupnya karena kelakuan sombong mereka
aphrodite
bagus hajar👊👊👊💪
aphrodite
an***g kabeh keluarga Malik..hancurkan saja
aphrodite
yang dulu gak diterima..yg dulu di caci maki...dih sekarang apa ?? nyesel ..cih
aphrodite
takut di jadiin tumbal y😂😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!