Hanya karena jatuh miskin, pertunangannya dibatalkan dan nama baik orang tuanya dihina di depan mata. Zhao Gou tidak lagi sudi menunduk. Di malam yang gelap, ia lenyap meninggalkan desa pengasingan, melangkah masuk ke Lembah Kematian yang ditakuti para kultivator. Tempat di mana warisan kuno dan ilmu terlarang menunggunya.
Ketika ia kembali dengan topeng misterius dan pedang berdarah, dunia persilatan terperanjat—siapakah sosok mengerikan yang siap meratakan klan-klan besar ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LanzT0k3, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Darah Naga yang Mengguncang Kota
Atmosfer di dalam aula Paviliun Lelang Mustika masih diliputi ketegangan tinggi usai perebutan Pil Pembuka Meridian yang sangat gila. Para penonton di lantai dasar masih berbisik-bisik, sibuk meraba-raba identitas sosok misterius bertopeng di Kamar VIP Nomor Tiga yang tanpa ragu merobek kesombongan Klan Xie dengan nominal lima ribu batu spirit menengah.
Di dalam Kamar Nomor Sembilan, atmosfer terasa sangat mencekam. Xie Lin duduk tersandar di kursi mewahnya dengan napas berat dan wajah muram. Kipas giok di tangannya telah patah menjadi dua akibat cengkeraman amarahnya yang tak terbendung. Sementara itu, Xie Yanfeng tetap berdiri di dekat jendela, tatapannya tak pernah lepas dari bayangan samar di Kamar Nomor Tiga. Ada gelombang kegelisahan aneh yang perlahan menjalar di relung hatinya—sebuah naluri yang memberitahunya bahwa keberadaan orang bertopeng itu bukan sekadar kebetulan semata.
Bum
Dentangan gong perunggu kembali bergema, memotong kebisingan di aula. Juru Lelang Meiru melangkah maju ke tengah panggung utama. Kali ini, ekspresi wajah cantiknya tidak lagi sekadar tersenyum profesional, melainkan memancarkan binar kegembiraan dan rasa hormat yang amat sangat mendalam.
Di belakang Meiru, dua orang tetua berzirah pelindung dari Paviliun Lelang membawa sebuah wadah giok hitam berlapis sembilan segel pelindung. Dua tetua tersebut memiliki kultivasi tingkat Foundation Establishment tahap akhir, namun cara mereka memegang wadah itu begitu hati-hati, seolah-olah barang di dalam wadah tersebut sanggup meledakkan seluruh bangunan jika tersenggol sedikit saja.
"Hadirin sekalian," suara Meiru bergetar halus, merindingkan bulu kuduk para penonton. "Lelang akbar malam ini akan ditutup oleh sebuah benda pusaka yang sangat langka! Benda ini bukan dibuat oleh alkemis ternama, melainkan karunia murni dari alam kuno yang keberadaannya dicatat dalam sejarah legenda puluhan ribu tahun lalu!"
Meiru perlahan mengulurkan tangannya, membuka segel pertama pada wadah giok hitam tersebut.
Srettt
Begitu penutup giok terbuka seujung jari, sebuah pendaran cahaya merah keemasan mendadak meledak keluar dari wadah tersebut! Hawa panas yang sangat pekat bercampur dengan tekanan aura dominasi kuno menyapu seluruh aula lelang dalam sekejap mata!
Para kultivator di lantai dasar yang memiliki kultivasi di bawah tingkat Qi Refining tahap ketujuh mendadak sesak napas. Beberapa di antaranya bahkan jatuh terduduk dengan wajah pucat pasi, merasakan ketakutan naluriah bagaikan seekor domba yang berhadapan langsung dengan pemangsa puncak.
"Ini... hawa membunuh apa ini?!"
"Aura binatang kuno! Astaga, energi darah ini begitu padat hingga sanggup memicu gejolak pada meridianku!"
Teriakan kaget saling bersahutan di seluruh sudut ruangan. Di lantai tiga, pintu-pintu Kamar VIP yang tadinya tertutup rapat mendadak terbuka lebar. Para tetua klan besar dan pejabat kota yang sejak tadi bersembunyi kini berdiri di pinggir balkon dengan mata terbelalak lebar, menatap lurus ke arah panggung dengan raut wajah serakah yang tak tertahankan.
"Benda ini," Meiru melanjutkan, suaranya kini lantang menggelegar, "adalah setetes Darah Esensi Binatang Kuno! Seseorang yang meminumnya atau menggunakannya untuk pemurnian tubuh akan memiliki struktur tulang bagaikan baja abadi dan melipatgandakan kekuatan fisik mereka hingga sepuluh kali lipat! Benda ini adalah harta karun tanpa tanding untuk memperkuat fondasi kultivasi!"
Di dalam Kamar Nomor Sembilan, Xie Lin yang tadinya tertunduk lesu mendadak melompat berdiri dari kursinya. Matanya memerah, menatap cairan merah bercahaya di panggung itu dengan napas memburu.
"Darah Esensi Kuno?!" pekik Xie Lin dengan suara bergetar gila. "Jika... jika aku bisa mendapatkan darah ini dan menyatukannya ke dalam tubuhku sebelum seleksi Sekte Awan Langit, jangankan menjadi murid inti, aku bahkan bisa dilirik langsung oleh Tetua Agung sekte!"
Xie Yanfeng juga ikut terkesiap. Tatapannya melekat erat pada wadah giok tersebut. Keberadaan darah esensi ini jauh lebih berharga seratus kali lipat dibandingkan Pil Pembuka Meridian yang gagal mereka dapatkan tadi!
"Harga pembukaan untuk Darah Esensi Kuno ini," teriak Meiru dengan senyuman meledak, "dibuka dari angka dua ribu batu spirit menengah! Penawaran dimulai dari sekarang!"
"Tiga ribu batu spirit menengah!" seorang tetua klan Kota Awan Biru langsung berteriak dari balkon lantai dua.
"Empat ribu!"
"Lima ribu!"
Harga melambung tinggi dalam hitungan detik. Seluruh klan besar yang menahan diri sejak awal kini mengeluarkan seluruh tabungan batu spirit mereka demi memperebutkan harta karun legendaris ini. Panggung lelang berubah menjadi medan perang tanpa darah yang sangat ganas.
"Delapan ribu batu spirit menengah!" berteriak Xie Lin dengan leher menegang, urat-urat di wajahnya menonjol tajam. "Klan Xie menawar delapan ribu!"
Angka fantastis itu seketika membungkam beberapa tetua klan di lantai dua. Delapan ribu batu spirit menengah adalah jumlah yang sanggup menguras separuh dari dana cadangan klan mana pun di kota ini.
"Delapan ribu seratus," tawar seorang pimpinan asosiasi pedagang dengan gigi tergeret.
"Sepuluh ribu!" teriak Xie Lin kembali, benar-benar kalap dan tidak peduli lagi pada konsekuensi. Ia berbalik menatap Xie Yanfeng dengan mata membara. "Yanfeng! Gunakan Surat Kredit Emas milik klanmu! Kita harus mendapatkan darah ini bagaimanapun caranya! Jika darah ini jatuh ke tangan klan lain, posisi Klan Xie di kota ini akan terancam!"
Xie Yanfeng menimbang sejenak, lalu mengangguk mantap. Keberadaan Darah Esensi Kuno ini memang terlalu bernilai untuk dilepaskan begitu saja. Ia melangkah ke depan balkon, memancarkan aura anggunnya. "Klan Xie menambahkan lima ratus batu spirit kualitas tinggi !"
Satu batu spirit kualitas tinggi setara dengan seratus batu spirit kualitas menengah. Penawaran dari Xie Yanfeng setara dengan lima belas ribu batu spirit menengah!
Seluruh aula lelang mendadak sunyi senyap. Tidak ada satu pun klan yang mampu melampaui nominal gila tersebut. Xie Lin tertawa terbahak-bahak, dadanya busung oleh rasa bangga yang luar biasa. Ia menatap ke arah Kamar VIP Nomor Tiga di lantai atas dengan tatapan menantang dan penuh kemenangan.
Ayo tawar lagi kalau kau berani, Keparat bertopeng! Klan Xie punya modal yang tidak akan pernah bisa kau bayangkan ! batin Xie Lin penuh dendam.
Di dalam Kamar VIP Nomor Tiga, Zhao Gou memperhatikan adegan tersebut dari balik kaca dengan senyuman yang sangat dingin.
Master Gu yang berdiri di sampingnya menyapu keringat dingin di dahinya. "Tuan Xiao... harga penawaran dari Klan Xie sudah mencapai lima ratus batu spirit tinggi! Ini adalah angka tertinggi dalam sejarah lelang kota kita!"
"Lima ratus batu spirit tinggi ya..." bisik Zhao Gou pelan, memutar-mutar cangkir tehnya.
Ia tahu betul, lima ratus batu spirit tinggi akan benar-benar menguras seluruh dana kas dan cadangan keuangan Klan Xie hingga ke titik kritis. Mereka terpaksa menjual beberapa aset atau berutang demi membayar jumlah sebesar itu. Dan yang paling manis dari semua ini adalah: seluruh harta yang dikuras dari Klan Xie itu akan masuk secara utuh ke dalam kantongnya sendiri!
Klan Xie rela mengemis dan menguras seluruh kekayaan mereka demi membeli setetes darah yang sejatinya berasal dari tubuh Zhao Gou—pemuda yang beberapa hari lalu mereka hina sebagai anjing kurap di dalam lumpur!
"Satu... dua... tiga!" Meiru menepuk palu perunggunya tiga kali dengan gemetar. "Selamat kepada Klan Xie! Darah Esensi Kuno resmi menjadi milik Anda dengan harga lima ratus batu spirit kualitas tinggi!"
Sorak-sorai meledak di seluruh aula !
Di Kamar Nomor Sembilan, Xie Lin tertawa puas sambil menjatuhkan tubuhnya kembali ke kursi, merasa telah menjadi pemenang utama malam ini. Sementara Xie Yanfeng menghela napas lega, memandangi wadah giok di panggung yang sebentar lagi akan diserahterimakan kepada mereka.
Namun, di atas sana, Zhao Gou perlahan berdiri dari kursinya. Ia merapikan jubah hitamnya dan menyesuaikan letak topeng kain yang menutupi separuh wajahnya.
"Master Gu," ujar Zhao Gou, suaranya terdengar begitu berat dan pekat akan aura dominasi. "Potong komisi Paviliun Lelang seperti biasa. Serahkan sisanya dalam bentuk batu spirit kualitas tinggi dan batu spirit menengah ke kantong spasialku."
"Baik, Tuan Xiao! Segera kami laksanakan!" Master Gu membungkuk sangat dalam, menyerahkan sebuah kantong spasial berwarna emas yang memancarkan energi berlimpah.
Zhao Gou menerima kantong spasial itu, menggantungkannya di dalam lipatan jubah hitamnya. Di dalamnya kini tersimpan kekayaan yang sanggup membeli separuh Kota Awan Biru—kekayaan yang ia dapatkan dari memeras klan musuhnya sendiri.
Ia melangkah keluar dari kamar VIP, menyusuri lorong belakang yang sepi menuju pintu keluar khusus Paviliun Lelang. Namun, saat langkah kakinya baru saja menginjak gang sempit beratap di luar bangunan, tiga bayangan hitam melompat turun dari atas atap rumah secara mendadak!
Srettt
Tiga bilah pedang berkilat tajam memotong kegelapan malam, menghadang jalan keluar Zhao Gou!
Tiga pria berjubah serba hitam dengan topeng kain melangkah maju dari bayang-bayang. Dari aura yang terpancar dari tubuh mereka, ketiganya adalah ahli kultivasi tahap Qi Refining tingkat puncak yang sengaja disiapkan untuk melakukan penyergapan.
"Bocah bertopeng," salah satu pria berjubah hitam melangkah maju, memutar pedangnya dengan kekehan dingin. "Kau begitu berani pamer kekayaan dan mempermalukan Tuan Muda Xie Lin di aula lelang. Tuan kami mengirim salam... dan meminta nyawamu beserta kantong spasial di pinggangmu itu sebagai ganti rugi!"
Zhao Gou menghentikan langkahnya. Di balik topeng hitamnya, mata berwarna ungu keemasan itu sama sekali tidak menunjukkan rasa takut sedikit pun. Sebaliknya, kilatan kebuasan yang sangat murni perlahan-lahan menyala dari balik manik matanya.
"Klan Xie memang tidak pernah berubah," bisik Zhao Gou, suaranya bergetar oleh aura naga yang mengerikan. "Selalu mengandalkan cara-cara licik di balik kegelapan."
Ia mengulurkan tangan kanannya perlahan, membuat tiga pembunuh bayaran itu tertawa meremehkan. Namun, tawa mereka terhenti seketika saat udara di dalam gang sempit itu mendadak menjadi dingin membekukan, dan bunyi derakan tulang raksasa bergema langsung dari dalam tubuh Zhao Gou!
jgn ada campuran kata sombong...
"jika aq menjadi penerus sekte, kdepannya musuh²ku akan menargetkan kalian, dan aq tidak ingin hal itu'terjadi"... gitu aja udh ngeh....
klo g mati... cerita ini akan terus berulang² layaknya sinetron...
sedang othor perbaiki bab ini
selamat membaca 🥳🥳
ini wajib djelaskan...
apakah darah naganya bisa mendeteksi racun skecil apapun...??
ttp semangt...💪💪💪
dikotori oleh keserakahan klan...
pada ahirnya, yg terjadi KORBAN PERASAAN.🤣🤣🤣
disaat seseorg kesusahan, terjepit...
jgn pojokkan dia.
krna ktika dia bangkit .. semua sdh terlambat.
adu taktik...bikan tiktok...