NovelToon NovelToon
Mendadak Jadi Simpanan Tuan Douglas

Mendadak Jadi Simpanan Tuan Douglas

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Obsesi / Transmigrasi
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

WARNING!! HANYA UNTUK DEWASA!!

Cecilia tidak menyangka, baru saja pindah jiwa ke tubuh wanita lain malah terjebak jadi simpanan Tuan Douglas yang dingin.

Cecilia pun berpikir untuk bisa kabur dari jeratan Tuan Douglas, semakin Cecilia menjauh maka semakin kuat juga Tuan Douglas ingin memilikinya.

"Kau hanya milikku sayang, sampai kapanpun akan tetap menjadi milik ku!" Douglas

"Enak saja! Lebih baik aku mati saja daripada jadi simpanan!" Cecilia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keguguran!

Tengah malam itu juga, suasana mansion yang tadinya tenang berubah mencekam. Douglas bertindak cepat, tanpa membuang waktu sedetik pun, ia menyelimuti tubuh lemas Cecilia dengan sehelai kemeja miliknya secara sembarangan karena tidak ada pakaian lain di kamar itu, lalu menggendongnya menuju mobil dan melesat kencang menuju rumah sakit terdekat.

​Sesampainya di IGD, tim dokter dan perawat langsung bergerak cepat menangani Cecilia. Mereka memberikan pertolongan pertama guna menghentikan pendarahan hebat yang terus keluar dari tubuh gadis itu. Namun, situasi sempat menjadi sangat dramatis dan menegangkan ketika pendarahan tersebut tidak kunjung berhenti, membuat para tenaga medis panik luar biasa. Berkat kerja keras dan penanganan intensif, akhirnya pendarahan itu berhasil dihentikan.

​Setelah kondisi Cecilia dinyatakan stabil di ruang penanganan, sang dokter kepala menemui Douglas di luar ruangan untuk menjelaskan situasi sebenarnya.

​"Tuan Essen, pendarahan hebat tadi terjadi karena Nona Cecilia baru saja mengalami keguguran," ucap dokter itu dengan nada hati-hati, menelan ludah kering karena takut.

​Dokter dan staf rumah sakit sebenarnya sangat tahu penyebab utama di balik keguguran itu, aktivitas seksual yang terlalu ekstrem dan kasar. Namun, mengingat Douglas adalah pria paling berkuasa di kota ini, mereka tidak bernyali besar untuk mengeluarkan fakta bahwa sang CEO sendiri adalah pembunuh tak langsung dari janin tersebut. Mereka memilih jalur aman dengan beralasan bahwa pasien terlalu banyak beraktivitas fisik yang berat.

​Douglas terdiam kaku. Di dalam ruangan VIP yang megah dan beraroma obat antiseptik, Cecilia tampak terbaring tak berdaya. Matanya tertutup rapat, selang infus menancap di punggung tangan kanannya, dan sekantung darah segar mengalir perlahan menggantikan cairan tubuhnya yang hilang. Wajahnya sepucat mayat hidup, begitu pula dengan bibirnya yang kering, seolah menegaskan bahwa gadis itu sedang berada di ambang batas kesadarannya.

​Douglas melangkah mendekat, duduk di kursi samping ranjang, dan menatap lurus ke arah perut rata Cecilia yang tertutup selimut cukup lama.

"​Kata dokter, usia kehamilan itu sudah memasuki bulan ketiga." batin Douglas bergeming.

​Itu berarti, saat Cecilia kabur dari mansion tempo hari, wanita itu sebenarnya sudah mengandung. Tapi, mengapa Cecilia tidak pernah mengatakan apa-apa padanya? Apakah itu alasan utama mengapa gadis itu nekat melarikan diri dari mansion? Karena ia hamil?.

​Douglas langsung menepis pemikiran itu. Rasanya tidak mungkin, sebab selama mereka bersama, Cecilia tidak pernah sekalipun menyinggung masalah kehamilan. Gadis itu murni hanya ingin kabur dan menjauh darinya.

​Kendati demikian, gelombang amarah mendadak melonjak tajam di dalam dada Douglas.

"​Berani sekali jalang itu mengandung anakku?!" geram Douglas dalam hati dengan rahang mengeras.

"Wanita murahan sepertinya tidak pantas mengandung keturunanku! Satu-satunya wanita yang layak mengandung anakku hanyalah Adara!"

​Douglas bertekad, begitu Cecilia sadar nanti, ia akan menginterogasi gadis itu habis-habisan.

​Keesokan paginya, matahari pagi menyusup malu-malu lewat tirai jendela rumah sakit. Cecilia perlahan membuka kelopak matanya yang terasa sangat berat. Sekujur tubuhnya terasa remuk redam, terutama rasa nyeri yang teramat tajam dan ngilu menghujam di bagian perut bawahnya.

​Ia sama sekali tidak tahu bahwa malam tadi, dokter telah melakukan tindakan kuretase untuk membersihkan dan mengeluarkan sisa jaringan janin yang belum sempat berbentuk sempurna dari rahimnya.

​Cecilia melirik ke arah samping dengan gerakan lemah. Ia terkejut bukan main saat mendapati interior ruangan yang serba putih dan bau obat yang menyengat, serta jarum infus yang menancap di tangannya.

​Dengan meringis menahan sakit, Cecilia mencoba bangun perlahan untuk duduk bersandar. Namun, gerakan kecil itu justru memicu gelombang nyeri hebat di perutnya, membuat air matanya nyaris menetes.

​Tepat pada detik itu, pintu kamar terbuka, memperlihatkan Douglas yang melangkah masuk.

​Mata mereka langsung saling beradu pandang. Tanpa berkata sepatah kata pun, Douglas langsung menoleh ke arah dinding dan menekan tombol darurat untuk memanggil perawat dan dokter agar segera datang memeriksa pasien.

​Tidak butuh waktu lama, seorang dokter paruh baya dan seorang perawat muda masuk tergesa-gesa. Mereka memeriksa kondisi tanda-tanda vital Cecilia dengan cekatan.

​"Kondisi pasien sudah mulai stabil," ujar sang dokter setelah selesai memeriksa.

"Ia hanya butuh waktu istirahat total untuk memulihkan kembali kondisi fisik dan mentalnya."

​Setelah dokter dan perawat itu meninggalkan ruangan, suasana kembali berubah tegang. Douglas melangkah mendekati ranjang, menatap tajam Cecilia dengan sorot mata menghunus.

​"Berani sekali kamu menyembunyikan ini dariku, Cecilia!" bentak Douglas dingin, langsung pada intinya.

"Berani sekali kamu mengandung anakku!"

​Mendengar bentakan itu, Cecilia membelalakkan matanya kaget. Ia menunduk, menatap perutnya sendiri yang terasa sangat ngilu.

"​Mengandung...?" batin Cecilia bingung setengah mati.

​Ia mendadak teringat sesuatu. Setelah berpindah ke tubuh ini, ia memang belum pernah mengalami siklus menstruasi bulanan artinya, ia memang benar-benar sedang mengandung tanpa ia sadari sebelumnya!.

​Sebelum Cecilia sempat memproses keterkejutannya, Douglas kembali melontarkan kalimat-kalimat beracun yang menyayat hati.

​"Tapi tenang saja, kamu sudah keguguran semalam," ucap Douglas tanpa filter, suaranya terdengar begitu kejam dan merendahkan.

"Dan itu adalah hal terbaik! Karena wanita kotor dan murahan sepertimu tidak pernah pantas mengandung penerus keluarga Essen. Rahimmu terlalu kotor! Wanita yang pantas mengandung anakku hanyalah Adara, tunanganku, bukan pelacur sepertimu!"

​Mendengar kata keguguran yang meluncur begitu enteng dari bibir pria itu, seketika pertahanan Cecilia runtuh. Tanpa ia sadari, air mata hangat mengalir deras membasahi pipinya.

​Bukan karena ia tersinggung oleh hinaan tajam Douglas, melainkan karena kata keguguran itu sendiri. Jadi... ia baru saja kehilangan bayinya? Makhluk kecil yang bahkan belum sempat ia ketahui keberadaannya, kini telah tiada akibat kebiadaban pria di hadapannya?.

​Cecilia terdiam seribu bahasa. Ia menatap lama ke arah perut datarnya dengan tatapan hampa yang teramat menyayat hati. Ada sensasi ngilu dan rasa kehilangan yang teramat asing dan menyesakkan menghantam rongga dadanya.

​Perlahan, Cecilia mengangkat wajahnya, menatap Douglas dengan sorot mata yang dipenuhi luka mendalam, sebuah tatapan rapuh dan terluka yang mampu membuat Douglas mendadak tertegun di tempatnya. Sepanjang hidupnya, Douglas tidak pernah sekalipun mendapatkan tatapan setulus dan seputus asa itu dari siapa pun, kecuali dari Cecilia detik ini.

​Dengan suara bergetar hebat dan serak karena tangisan, Cecilia membuka suara.

​"Aku... aku juga bersyukur keguguran, Douglas," bisik Cecilia lirih, menatap tepat di dalam manik mata biru pria itu.

"Anak itu... dia pasti akan sangat menderita jika harus terlahir dan memiliki ayah sekejam dan sebinatang kamu. Dan asal kamu tahu, aku juga tidak pernah berniat sedikit pun untuk mengandung anak dari pria sepertimu!"

​Cecilia tersenyum getir, air matanya semakin deras tumpah. "Kamu benar... rahimku memang terlalu murahan untuk mengandung anakmu. Puas?!"

​Meskipun isi hati dan ucapannya saling berlawanan, di mana jauh di lubuk hatinya ia merasa hancur karena kehilangan sang buah hati, Cecilia sengaja mengucapkan kata-kata itu untuk melawan ego pria di depannya.

​"Dan satu hal lagi," lanjut Cecilia dengan suara parau penuh kebencian.

"Lepaskan aku. Lepaskan aku dari sangkar neraka ini. Aku berjanji tidak akan pernah mengganggu hubunganmu dengan Adara, dan aku akan pergi jauh sejauh-jauhnya dari hidupmu!"

​Mendengar permintaan agar dirinya dilepaskan, seketika amarah Douglas tersulut hingga ke ubun-ubun. Sifat posesif dan arogan dalam diri sang CEO langsung meledak.

​Bruk!

​Douglas menerjang maju, mencengkeram kedua bahu Cecilia dengan sangat kuat hingga gadis itu meringis kesakitan.

​"Jangan pernah bermimpi, Cecilia!" bentak Douglas dengan suara menggelegar penuh amarah yang menakutkan.

"Sampai kapan pun, kamu adalah milikku! Kamu akan tetap berada di bawah kendaliku sampai aku merasa bosan! Dan nanti, kalau hari di mana aku bosan itu tiba... aku sendiri yang akan membuang mu ke jalanan seperti sampah!"

​Mendengar ancaman keji itu, pertahanan Cecilia benar-benar hancur total. Ia merasa dunianya runtuh seketika.

​"Lepaskan aku...! Hiks... kumohon, lepaskan aku, Douglas! Jahat sekali kamu...!" jerit Cecilia histeris, menangis meraung-raung sambil memukul-mukul dada Douglas, memohon belas kasihan yang mustahil didapatkan dari pria itu.

​Namun, Douglas sama sekali tidak bergeming. Dengan wajah dingin tanpa ekspresi, pria itu menepis tangan Cecilia, melepaskan cengkeramannya, lalu berbalik badan melangkah keluar kamar rumah sakit.

​Meninggalkan Cecilia seorang diri di atas ranjang putih dengan tangisan pilu yang menyayat hati, meratapi hancurnya tubuh, jiwa, dan masa depannya di dunia asing ini.

Bersambung...

Anjirr... Jahat banget mulut Douglas, orang lagi berduka pake ngomong begitu, bagusnya kita kasih karma apa buat Douglas guys?😭 Kok author ragu ya buat lanjutin?🥺🥹 Ehh... Tapi kayaknya part kedepannya gada lagi deh adegan sedih-sedih begini, selamat membaca.🥰

1
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
Potatoes 🥔
Clingy banget 😒
Potatoes 🥔
Makanya, komunikasi yang bener😒
partini
mau kabur kemana mending ga usah lah nanti ketemu lagi percuma aja
Mia Camelia
seneng nya ngliat mereka berdua akur2 jom and jerry🤣🤣🤣🤣
Mia Camelia
coba dari dulu doghlas bersikap manja ky bgini, pasti cecil gk bakal kabur🤣🤣🤣
Mia Camelia
waduh jangan2 doughlas udah berubah nih jadi greenflag🤔🤔🤔
ati2 cecil🤭🤭🤭
Mia Camelia
akhir nya cecilia udah semangat lgi🤭🤭🤭
ati2 doughlas klo cecilia kabur🤣🤣🤣🤣
Mita Paramita
douglas terlalu kejam
Mia Camelia
kalo sama2 susah berkomunikasi ky gini, kasian cecilia nya😔😔😔
thor plis kasih doughlas pelajaran dong,jdi gemes nih🤣🤣🤣🤣
It's me Ri🥕: Tentunya kita kasih pelajaran, cuma kan ga mungkin langsung masuk kesitu kak, bentar lagi konflik kok dan Douglas nyesel😁 Ditunggu yaaa
total 1 replies
partini
kaya rollercoaster mereka berdua
mungkin methong kedua kali cil baru bebas
Alissia
awas nanti cilcila hamil🤭🤭😖😖
Alissia: hamil thor tapi sama Dougles di paksa anu anu sampek keguguran cilcilanya😢😢
total 2 replies
Alissia
kok gak peka sih Dougles tak getok palamu🤭🤭
Alissia
apa Douglas punya ke pribadian ganda 🤔🤔🤭🤭
Alissia
bayi tuanya mimik cucu 🤣🤣
Alissia
kayaknya Douglas udah jatuh cinta sama Ciilcila tapi gengsi mau menggungkapkan🤭🤭
Alissia
awas bucin Douglas🤭🤭🤭
Dewi Anggraeni
Lanjutttt
Dewi Anggraeni
lanjut
Dewi Anggraeni
lanjutttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!