Kim Ana pergi ke sebuah Club karna merasa patah hati sudah di khianati oleh pacar dan sahabatnya hingga membuat dia depresi dan memutuskan untuk minum.
Karna Ana mabuk,Sarah Fang memutuskan untuk memesan kamar untuk sahabatnya karna dirinya harus ke rumah sakit dan tidak tega untuk meninggalkan sahabatnya sendirian.
Malam itu,menjadi malam yang panjang untuk Ana.ketika bangun sudah mendapati dirinya tidak mengenakan pakaiannya.
Ana pun menikah dengan Pria yang sudah mengambil kesuciannya.
Siapa sangka bahwa itu adalah permulaan untuk kehidupan Ana yang akan membawanya kepada kebahagian yang tiada batas.
Arian Li pewaris keluarga Li sekaligus Ketua Mafia yang di takuti di Negara itu.
Pertama kali pulang kembali ke negaranya
Setelah sekian lama,Arian harus menikah dengan wanita yang sudah ia ambil sesuciannya dan Wanita itu juga mengira kalau dirinya seorang pelayan.
Bagaimanakah Cara Arian memberi tahukan Pada Ana bahwa dirinya adalah seorang tuan muda..?
penasaran .....???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KUNJUNGAN MERTUA
Ana membuka pintu dan melihat siapa yang datang,ternyata adalah orang tuanya.
"Halo sayang"sapa Liyana pada Ana yang terdiam sejenak kemudian memeluk sang ibu.
"Ibu,Ana kangen"ucap Ana sambil mempererat pelukannya.
Young dan Liyana saling menatap,kemudian tersenyum karna sikap Ana yang seperti anak kecil.
"kamu ini kayak anak kecil aja,padahal udah punya suami juga."ucap Liyana membuat Ana tersenyum.
"Ana kangen banget sama Ibu dan Ayah"ucap Ana dengan senyum di bibirnya.
"Ay......"ucap Young yang terpotong karna Arian yang datang dari dapur dengan segelas susu di tangannya.
"Sayang ini susunya di minum du....lu"ucap Arian yang terkejut mendapati mertuanya berada di apartemennya.
"Ayah,ibu,Kapan datang...?"ucap Arian pada Young dan Liyana saat sudah berada di hadapan mereka.
"Baru aja"ucap Young yang hanya di balas anggukan oleh Arian.
"Kok ayah sama ibu ngga di suruh masuk sih, sayang"ucap Arian membuat Ana tersadar kalau mereka masih di depan pintu.
"Hihi,lupa"ucap Ana mempersilahkan Ayah dan ibunya untuk masuk dan duduk di sofa.
Young dan Arian duduk di sofa tunggal sedang Ana dan Liyana duduk di sofa panjang.
"Ayah dan Ibu mau minum apa,biar Arian buatin"ucap Arian membuat Liyana menatapnya.
"Ngga usah Arian,Biar ibu buat sendiri aja.kamu istirahat Aja,pasti kamu lelah kan pulang dari kerja."ucap Liyana mencoba menghentikan Arian yang ingin berdiri dan berniat ke dapur untuk membuatkan mereka Air panas.
"Ngga apa2 kok Bu,biar Arian aja."ucap Arian berjalan ke dapur dan berhenti,kemudian berbalik dan kembali bertanya.
"Teh atau kopi ayah,Ibu."ucap Arian sedikit teriak.
"Teh buat Ibu dan kopi buat Ayah"sahut Ana membuat Ayah dan Ibunya membulatkan mata tidak menyangka putrinya bisa memerintah suaminya sendiri.
Arian mengangguk kemudian menuju dapur.
Liyana menjewer telinga Ana,membuat Ana sedikit mengaduh.
"Aduh...aduh....aduh,ibuuu.kenapaTelinga Ana sih jewer sih Bu"ucap Ana saat Liyana melepaskan tangannya dari telinya Ana.
"Kamu ngga boleh kayak gitu Ana,Dia itu suami kamu loh.Bukannya kamu yang pergi buatin Air panas buat Ayah sama Ibu,malah biarin suami kamu."ucap Liyana sedikit mengajari Anaknya.
"kalau Ana yang pergi,pasti kak Arian bakal ngelarang Ana"ucap Ana membuat Liyana dan Young saling memandang satu sama lain.
"Kenapa dia ngelarang kamu,itu kan sudah kewajiban kamu sayang"ucap Liyana membuat Ana mengangguk.
"Memang Bu,Tapi dia takut kalau sampai terjadi sesuatu sama Ana dan juga bayi Ana"ucap Ana Segera menutup mulutnya,Liyana dan Young terkejut bukan main mereka saling berpandangan.
"Bayi..."ucap Liyana dan Young bersamaan.
'Astaga,mulut bodoh'ucap Ana dalam hati merutuki kebodohannya.
Saat Liyana dan Young ingin melemparkan pertanyaan kepada Ana,Arian datang denga membawa nampan yang berisi secangkir kopi dan Teh.
Arian meletakkan nampan yang berisi teh dan kopi di atas meja,Saat Arian mengangkat kepalanya dua pasang mata memerhatikannya dengan pandangan pemuh tanda tanya.
"Arian,kau tidak menyembunyikan sesuatu kaaaaan"ucap Young menatap Arian dengan tatapan intimidasi.
Arian yang di tanya seperti itu,memgernyitkan alisnya dan kemudian memandang Ana yang belum melepaskan tangannya dari mulutnya.
"Ana berkata kalau kau melarang dia untuk mengerjakan hal2 yang dapat membuat dia lelah,karna kau takut jika terjadi sesuatu pada dirinya dan bayinya,apa maksudnya itu Arian."ucap Liyana membuat Arian menelan salivanya.
Arian baru sadar,ternyata ibu mertuanya lebih menyeramkan dari pada Ayah mertuanya.Arian menghembuskan nafasnya,kemudian duduk di sofa tunggal tempat dia duduk tadi.
"Begini Ayah,Ibu"ucap Arian membuat Kedua mertuanya itu menatapnya menanti jawaban.
"Sebenarnya Ana sedang hamil"ucap Arian lagi membuat Young dan Liyana membulatkan matanya tidak menyangka.
"Aku ingin memberi tahukan hal ini pada kalian,tapi saat hal itu sudah pasti"ucap Arian membuat Young mengernyitkan alisnya.
"apa maksudmu,ketika hal itu sudah pasti...?"ucap Young membuat Arian menatapnya.
"Maksudku adalah,Dokter mengatakan kalau Ana sedang hamil anak kembar,tapi itu baru prediksinya untuk memastikannya,Usia kandungan Ana harus berusia 12 minggu untuk mengetahuinya."ucap Arian membuat suasana hening seketika dan...
"Selamat Sayang,Kamu akan jadi ibu"ucap Liyana dengan sangat gembira.
Young berdiri dan mendekati Arian,membuat Arian mendongakkan kepalanya dan menatap sang mertua yang seperti ingin memakannya.
"Berdiri Arian"ucap Young dan Arian pun berdiri dan sekarang,Young dan Arian berhadapan.
"Selamat Nak,selamat Aku sangat senang"ucap Young tiba2 memeluk Arian, membuat Arian Kaget karna di peluk tiba2 oleh sang mertua.
"Akhirnya,aku akan jadi seorang kakek,"ucap Young saat sudah melepas pelukannya pada Arian.
Liyana mengangguk menanggapi perkataan suaminya itu.
"Aku akan jadi Nenek,"ucap Liyana masih memeluk putrinya.
Arian dan Ana saling bertatapan Seakan saling bertanya satu sama lain lewat tatapan mereka.
"Apa ayah dan Ibu tidak marah"ucap Ana membuat Liyana dan Young menatapnya dengan tatapan bingung.
Young dan Liyana saling bertatap dan.
"Hahaha"tawa Young dan Liyana.
"kamu ini gimana sih sayang,masa Ibu mau marah sama kamu hanya karna kamu dan Arian mau merahasiakan kabar baik seperti ini"ucap Liyana sambil mengelus kepala Ana.
"Maafkan kami,Arian.Kemarilah"ucap Liyana memanggil Arian untuk mendekat.
"Terima kasih,karna sudah menjaga Ana"ucap Liyana saat Arian sudah berada di hadapannya dan duduk di samping Ana.
Arian tersenyum mendengar perkataan mertuanya itu.
"Ibu tidak perlu berterima kasih,karna menjaga Ana adalah kewajibanku"ucap Arian sambil tersenyum membuat Ana yang mendengarnya jadi tersipu malu.
Young dan Liyana sangat bahagia,karna putri mereka menikah dengan orang yang benar.
"Oh iya sayang,kamu tau tidak.Dulu ayahmu juga sama seperti suamimu loh."ucap Liyana membuat Ana penasaran.
"maksud Ibu apa..?"ucap Ana yang begitu penasaran.
"Dulu saat Ibu lagi hamil kamu,Ayah kamu itu ngga mau kalau ibu kerja.Dia bahkan minta sama Ibu buat diam aja di tempat tidur biar semua di urus sama pembantu"ucap Liyana sedikit tersenyum mengingat tingkah laku suaminya saat dirinya mengandung Ana.
"benarkah..?"ucap Ana semakin penasaran.
"Sayang,sudahlah jangan mengungkit masa lalu lagi"ucap Young yang tidak ingin aibnya terbongkar di hadapan putri dan menantunya.
"Iya sayang,kamu tau yang paling lucu itu,saat Ibu minta di masakin semur ayam,tapi ibu maunya Ayah kamu yang masakin,bukan yang di beli"ucap Liyana membuat Young menutup wajahnya dengan tangannya.
"Terus Bu..?"ucap Ana semakin Kepo sedang Arian,jangan di tanya lagi.Arian pun ikut mendengarkan dengan seksama.
Liyana pun menceritakan masa lalunya saat dirinya mengandung Ana.
Flashback On
"Kamu diam aja di kamar oke,biar semua pekerjaan rumah pembantu yang kerjain.aku ngga mau kamu dan bayi kita sampai kenapa2"ucap Young pada Liyana yang sama sekali tidak mau mendengar perkataannya.
"Tapi sayang..."ucap Liyana yang terpotong karna Young sudah berbicara.
"Pokoknya tidak,kamu mau apa biar aku yang ambilin"ucap Young membuat Liyana hanya bisa pasrah terhadap suami yang overprotektif.
"Aku mau baca majalah"ucap Liyana dan dengan segera Young mengambil majalah yang berada di atas meja di dalam kamar mereka.
Liyana mengambil majalah yang di berikan oleh Young dan membacanya,sedang Young mengambil laptopnya dan mengerjakan urusan kantornya.
30 menit membaca majalah membuat Liyana bosan dan sedikit lapar.Liyana menatap Young yang begitu fokus pada laptonya di kursi.
"Sayang.."ucap Liyana membuat Young yang sedari tadi fokus pada laptop sekarang menatapnya.
"Iya,mau sesuatu..?"ucap Young mendekat pada Liyana yang bersandar pada kepala ranjang.
"Aku mau makan semur Ayam"ucap Liyana singkat dan jelas.
"Oke,sebentar aku pe...."ucap Young yang terpotong karna Liyana mulai berbicara.
"Aku ngga mau yang di beli,aku maunya kamu yang buatin buat aku"ucap Liyana membuat Young membulatkan matanya dan menunjuk dirinya sendiri.
"Aku...,kamu yakin sayang.kan kamu tau kalau aku itu...."ucap Young yang lagi2 di potong oleh Liyana.
"Ngga mau dengar bantahan"ucap Liyana membuat Young hanya pasrah.
"iya2,aku buatin sekarang"ucap Young kemudian berbalik dan turun ke dapur untuk membuatkan istrinya semur ayam.
Sudah 30 menit Liyana menunggu,tapi Young belum juga datang membawakannya semur ayam padahal dirinya sudah benar2 lapar.
Tampa mau menunggu lagi,Liyana pun turun dari ranjang dan menuju pintu.
Liyana menuruni anak tangga dan bergegas ke dapur,betapa terkejutnya Liyana saat melihat dapur yang sudah seperti kapal pecah,semuanya berantakan,bahkan lantai sudah penuh dengan panci yang berserakan.
Liyana yang melihat hal itu,Seperti ingin teriak.
"Sayang,kamu lagi ngapain..?"ucap Liyana membuat Young yang sedari tadi memotong Ayam dan belum kelar sampai sekarang.
"bikinin kamu semur ayam"ucap Young membuat Liyana mematung.
"Sudah pesan aja,ngga perlu kamu bikin lagi,"ucap Liyana sambil memijat keningnya yang sedikit nyut2.
Young yang mendengar hal itu segera membuka celemeknya dan mencuci tangannya dan meminta pembantu untuk membersihkan dapur yang sudah dia buat berantakan.
Young menelfon salah satu restoran ternama dan meminta mereka untuk segera mengantarkan semur ayam ke kediamannya.
'Aku tidak akan pernah lagi menyuruh Young untuk memasak,karna bisa2 rumah ini akan meledak'ucap Liyana dalam hati berjanji bahwa ini terakhir kalinya dia meminta suaminya untuk memasak.
Flashback off
-
-
-
-
-
HAPPY READING SEMOGA SUKA
JANGAN LUPA LIKENYA
kmrin ini kubaca pas tahun 2020
skrang udh 2022🤣🤣
tgu lah pembalasan utk mu Kevin cs
Kimso : kak Rafael
Arian : Kau MAU SAJA DI SESATKAN OLEH SETAN ITU