Sekuel Novel Cincin yang Tertinggal
Kisah seorang laki-laki yang mengejar cinta wanita berhijab namun tak pernah berbalas. Hanya karena sesuatu yang terjadi akhirnya laki-laki itu mau menikahi wanita tersebut walaupun terpaksa.
Menikah dengan orang yang sangat dicintai adalah
impiannya namun menjadi pengantin pengganti bukanlah keinginannya.
Akankah rumah tangganya langgeng?
Yuk ikuti kisah mereka yang seru, menarik dan inspiratif hanya di Bukan Aku yang Kau Cinta.
Like, komeng and subcribe Terima kasih💕
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FR Nursy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 35 Kejutan Emak
Kasdun membantingkan tubuhnya di spring bad, kakinya menjuntai ke bawah, seraya menatap langit-langit. Hatinya terasa sangat lelah dan sakit setelah pertemuan dengan papanya Keira. Matanya terpejam. Haruskah menghentikan sesuatu yang diperjuangkan selama ini? Reward yang diberikan pak Aiman melalui amplop putih saja masih menyisakan teka-teki yang belum bisa ia temukan keberadaannya.
Huft
"Aku yakin ada sesuatu di dalam amplop itu. Jangan-jangan isinya cek sebagai persyaratan agar aku menjauhi anaknya. Cintaku tidak bisa dibeli dengan apapun, pak Aiman." Kasdun bermonolog, seraya tertawa hambar, lalu menyugar rambutnya memikirkan amplop yang hilang.
"Duuun kamu di dalam, nak!" Suara Emak dari luar kamar membuyarkan lamunan Kasdun.
"Iya Mak masuk saja tidak dikunci!"
Emak membuka pintu kamar Kasdun. Penampilannya sungguh berbeda. Emak terlihat lebih cantik dengan Gamis syar'i yang ia kenakan. Emak memang awet muda padahal tidak ada perawatan khusus untuk memanjakan tubuhnya yang ramping. Wajar saja orang yang belum mengenal emaknya banyak yang mengira emak adalah kekasih Kasdun.
"Cantik sekali Mak!" Kasdun sampai pangling dibuatnya.
"Kamu baru nyadar kalau Emakmu cantik? Sekarang cepat kamu berpakaian rapi, temani Emak ke butik. Ada peresmian butik siang ini. Tidak pake lama, Emak tunggu di luar!" Emak langsung ke luar kamar begitu mendapatkan telepon dari seseorang.
Kasdun hanya bergeming melihat kesibukan emaknya yang tidak biasa. Selang beberapa menit Kasdun bergegas begitu suara Emaknya melengking memanggil namanya.
Kasdun keluar dengan mengenakan kemeja berlengan panjang yang ia lipat sampai ke siku. Emak memperhatikan penampilan anaknya.
"Kamu memang ganteng, Dun. Pantas saja Keira begitu mencintaimu."
"Iyaa tapi sayang, Keira sulit kumiliki karena keadaan Kasdun yang pas-pasan."
"Sabar. Anak sabar disayang Emak." Emak menepuk bahunya sambil berlalu dihadapannya.
"Kita naik taksi online aja ya!"
"Emak sekarang kerja di butik?" Tanya Kasdun bingung. Karena selama ini Emak hanya menerima jahitan di rumah saja. Emak hanya desainer rumahan, itu yang Kasdun tahu selama ini. Emak hanya tersenyum sebagai jawaban dari pertanyaan Kasdun.
Ia membukakan pintu mobil, membiarkan Emak masuk mobil terlebih dahulu. Setelah keduanya masuk, mobil pun melesat menuju ke butik. Hanya butuh setengah jam perjalanan yang mereka tempuh
Mobil yang ditumpangi Kasdun berhenti disebuah butik ternama "Dianara Collection" di kota Cilegon. Mereka turun dengan senyuman yang menghiasi wajah mereka.
"Nama butiknya persis nama Emak." Celetuk Kasdun yang ditanggapinya dengan senyuman manis.
"Mak aku terima telepon dulu. Emak masuk duluan aja nanti aku nyusul ke dalam." Ujar Kasdun ketika ponselnya berdering.
Emak berjalan memasuki butik disambut oleh beberapa orang yang memiliki pengaruh di dunia fashion.
Beberapa orang menyalami Emak dengan sumringah. Emak berjalan sendiri untuk melihat beberapa koleksi Dianara.
Ehem
Suara seorang wanita menarik perharian Emak untuk menoleh ke arahnya.
"Kamu?"
"Ternyata istri Kasdun bisa juga datang ke tempat ini. Aku pikir hanya orang-orang penting dari kalangan atas saja yang diundang untuk meresmikan butik ini, ternyata Tante juga diundang ya?"
"Kamu juga di sini, apa kamu juga datang memenuhi undangan?"
"Bukan, aku salah satu staf administrasi di butik ini." Ujarnya bangga.
"Oooh..." Emak tersenyum sambil manggut-manggut seraya memilih baju dan sesekali menempelkan ke badannya.
"Itu harganya lumayan mahal lo, Tan. Aku engga yakin kalau Tante mampu membelinya." Emak hanya tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Tiara ikut memilih gaun syar'i yang modelnya menurutnya sangat cocok untuk wanita yang ia panggil tante tersebut.
"Nah yang ini aja Tante, sepertinya ini cocok buat Tante yang berpenampilan sederhana tapi akan terlihat modis jika Tante memakai gaun ini!"
"Oh ya?"
"Iya Tante. Harganya pun masih terjangkau."
"Bagus, saya pilih ini." Emak mengambil baju pilihan Tiara.
"Kamu sudah lama kerja di sini?"
"Baru beberapa minggu. Kan butik ini masih baru sekarang open house sekaligus peresmiannya."
"Kamu tahu pemiliknya siapa?"
"Pemilik butik ini bunda Dianara katanya sih orangnya cantik, baik, bijaksana."
"Berarti kamu belum pernah bertemu dengan beliau?"
"Belum pernah tapi mau bertemu sebentar lagi, beberapa menit lagi acara dimulai tapi sepertinya beliau belum datang." Tiara memastikan waktu yang semakin lama semakin cepat bergulir.
"Tante lanjut saja pilih gaunnya mumpung lagi diskon. Nanti kalau Tante mau mengikuti acara peresmian ini boleh karena diakhir acara akan ada doorprize. Siapa tahu Tante beruntung!" Tiara melangkahkan kakinya menuju pintu depan.
"Tiara bisa juga ramah." Gumam Emak dalam hati.
Selang beberapa menit tempat yang Emak kunjungi lumayan ramai pengunjung begitupun dengan para tamu undangan turut hadir pada peresmian butik "Dianara Collection" yang kelima. Butik yang terkenal dan tersebar di lima kota besar di Indonesia. Dengan pelayanan yang terbaik terhadap pelanggan dengan menampilkan koleksi-koleksi Dianara yang sangat digemari banyak orang.
Emak mendekat kerumunan banyak orang yang akan menyaksikan acara peresmian butik Dianara Colection. Emak memilih berdiri di samping Tiara.
"Tante sebaiknya Tante berdiri diantara pengunjung yang lainnya karena di sini tempat para karyawan dan staf saja sementara di sebelah kanan sana para pejabat dan tamu undangan jadi Aku harap Tante mengerti." Bisik Tiara ketika menyadari Emak berdiri di sampingnya.
"Ooh jadi ada perbedaan juga ya?"
"Iya biar pemilik butik ini bisa membedakan sekaligus langsung berkenalan dengan kami."
"Oke aku pindah ya!" Emak pindah berada di depan para pengunjung lainnya.
Seorang laki-laki berseragam batik meminta kode pada seorang wanita cantik diantara kerumunan para pengunjung dan mendapat anggukan dari wanita tersebut sehingga acara pun dapat dimulai.
Terdengar seorang pembawa acara membuka acara tersebut. Suara tersebut membuat Kasdun menghentikan pembicaraannya dengan Uqie di telepon, lalu ia mengantongi ponsel di saku celananya.
Kasdun mendekati kerumunan para pengunjung yang antusias ingin melihat dan mengenal desainer favoritnya. Ia berharap bisa menemukan Emaknya di sana. Benar saja Emak berada di posisi depan. Kasdun tidak berniat untuk mendekati Emak cukup ia lihat acara tersebut dari belakang saja.
"Baiklah tidak menunggu waktu lama lagi kita sambut desainer kita Bunda Dianara dan putra tunggalnya Kasdun Zhafran Alghifari untuk maju ke depan."
Deg
Nama itu? Nama yang sudah membuat diri Tiara malu untuk bersanding. Kini terlihat dengan mata kepalanya sendiri tampil dengan gagahnya berjalan menuju podium berada di samping sang Bunda. Sedangkan Bundanya? Selama ini yang ia anggap sebagai istri Kasdun. Bunda Dianara yang baru saja ia rendahkan kemampuan secara finansial. Bunda Dianara yang begitu cantik dan anggun. Bunda Dianara yang hanya tersenyum menanggapi kejulidan Tiara kini berdiri dengan rendah hati di atas podium bersama putranya yang sempat mendampinginya hanya sesaat. Tiara bergeming. Ia malu sangat malu melihat kenyataan tersebut. Ternyata mantan mertuanya pemilik butik tempat ia bekerja. Dan Kasdun ternyata orang terpandang dan memiliki segalanya. Tapi kenapa bisa Kasdun menjadi orang susah, dengan berpura-pura menjadi sopir angkot?
hadeuhh gmn nnti saat si tiara tau blu akhir nya meminang meira yng si tiara tau meira dulu perawat nya blu saat sakit, jg si tiara saat itu udah ada cembokur kan?