Ibunya masuk rumah sakit jiwa
Ayahnya sedari dulu tidak pernah mengakuinya
dan kekasihnya malah berpaling pada Kaka tirinya.
Inilah kisah Naina, gadis sejuta luka tapi tetap tersenyum.
ketika usia Naina berusia 12 tahun, ibunya masuk ke dalam rumah sakit jiwa akibat ulah ayahnya, dia juga dibuang ke panti asuhan.
6 tahun berlalu ayahnya memanggilnya, Dia pikir ayahnya memanggilnya untuk meminta maaf tapi ternyata Naina salah.
ayahnya menyuruh dia datang, meminta dia melepaskan Gerald yang tak lain kekasihnya, yang juga sama-sama berasal dari panti asuhan. ayahnya melakukan ini karena ternyata, Kakak tirinya menyukai kekasihnya. yang paling membuat Naina sesak, ternyata kekasihnya juga menyetujui ucapan ayahnya.
Dan pada akhirnya Naina jatuh di luka paling dalam, tapi tanpa Naina sadari balik luka yang dia derita ada kebaha
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Naina yang berani
3
Awalnya Naina, memang tidak ingin terlalu berani pada Carlos dan tetap ingin menjaga jarak karena tidak ingin merasakan sakit hati lagi. Tapi, entah kenapa pendekatan di antara mereka terjadi begitu saja, terlebih lagi Carlos selalu merespon dengan baik jika Naina ingin dekat padanya.
Dan bisa dibilang Sekarang di mata Carlos Naina tetaplah Naina bukan sebagai mendiang Sandra, lelaki tampan itu benar-benar merasakan kebahagiaan yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya.
Entah Carlos sudah mencintai Naina atau belum, begitupun dengan Naina yang entah mencintai Carlos atau belum, tapi sepertinya keduanya lebih memilih untuk menjalani semuanya seperti air.
Sekarang di mata Naina nama Gerald sudah tersapu begitu saja, dia sudah tidak mempunyai getaran apapun lagi ketika mengingat nama Gerald. Biasanya, jika mengingat nama Gerald dia akan merasa sesak. Tapi, sekarang sangat berbeda.
Naina mengembangkan senyumnya ketika akhirnya pintu gerbang terbuka, muncul mobil Carlos, wanita cantik itu langsung dari duduknya kemudian menunggu Carlos untuk turun dari mobil.
Carlos turun dari mobil, rasa lelah yang dirasakan oleh Carlos hilang begitu saja ketika melihat Naina tersenyum padanya. Sungguh sekarang dunia Carlos seperti berpusat pada Naina dan calon anak-anak mereka, karena rasanya begitu menyenangkan ketika pulang dan ada yang menunggunya. Dia seperti mempunyai rumah yang sebenarnya.
“Kenapa kau menunggu di sini, hmm?” tanya Carlos yang langsung merangkul bahu Naina, hingga Naina langsung tersipu malu.
“Aku ingin makan malam denganmu, Apa kau sudah makan di luar?” tanya Naina lagi.
Carlos menggeleng. ”Ayo kita makan bersama.”
****
Waktu Menunjukkan pukul 09.00 malam, Carlos dan Naina masuk ke dalam kamar mereka, keduanya baru saja menyelesaikan acara makan malam. Setelah masuk ke dalam kamar Naina langsung pergi ke kamar mandi.
Dia memutuskan untuk bersiap, entah kenapa hari ini dia ingin memberikan kejutan untuk Carlos, dengan memberikan apa yang Carlos sukai. Naina melakukan ini karena tadi pagi Carlos memberikan berlian yang sangat indah untuknya.
“Carlos!” panggil Naina ketika sudah keluar dari kamar mandi, hingga Carlos yang sedang memainkan ponsel langsung menoleh.
Mata Carlos membulat ketika melihat Naina memakai gaun tidur yang sangat tipis, di mata Carlos sekarang Naina benar-benar seksi. Sebelum Carlos merespon, Naina sudah terlebih dahulu maju kemudian mendorong tubuh lelaki, dan kali ini Naina yang memulai permainan membuat Carlos benar-benar menggila.
“Kau mau kemana?” tanya Naina ketika Carlos bangkit dari berbaringnya, mereka baru saja selesai bercinta tentu saja percintaan mereka lebih panas dari sebelumnya karena Naina sekarang lebih berani.
Dan Ketika mereka sudah mengatur nafas Carlos malah bangkit dari duduknya membuat Naina langsung bertanya.
“Aku lupa ada pekerjaan yang belum Aku selesaikan, bolehkah aku pergi ke ruang kerjaku sebentar?” tanya Carlos, hingga Naina langsung cemberut.
Carlos kembali membaringkan tubuhnya di ranjang. Kemudian dia mengelus rambut Naina lalu mengecup bibir Naina sekilas. “Sebentar saja oke.”
Karena Carlos begitu manis, akhirnya Naina pun mengijinkan Carlos untuk pergi, setelah itu Carlos mengecup perut Naina sekilas, kemudian bangkit dari berbaringnya lalu turun dari ranjang dan keluar dari kamar.
Ketika Carlos pergi, Naina tersenyum ada kepuasan tersendiri yang dia rasakan ketika dia bisa membuat Carlos seperti barusan. “Tuhan, terimakasih.” Naina bergumam lirih, dia benar-benar bahagia dengan hidupnya sekarang.
Scroll gengs