Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak dan saling menyayang bila ada ruang? Jangan menjadi pelangi dimata orang yang buta warna.
Kisah ini menceritakan tentang kehidupan Keluarga Setelah menikah.
Qisandra dan Qiara adalah dua orang kakak beradik yang memiliki masalah
pernikahan yang berbeda,
Qiara harus menahan pahitnya perselingkuhan suaminya setelah dia keguguran dan tidak kunjung mengandung lagi, ditambah sikap Mertuanya yang galak menbuat dia sangat terpuruk.
Sedangkan Qisandra merupakan adik bungsunya yang menikah pada saat adiknya masih duduk dibangku sekolah kelas 3 SMA karena hamil diluar nikah.
Keduanya menikah dengan pilihan hidup mereka, tapi kenapa bisa tidak bahagi? Dan bagaimana kebahagiaan mereka akan tiba?
Terkadang kebahagian tidak bisa diukur dengan dia pilihan kita atau bukan, terkadang justru yang kita pilihlah yang membuat kita hancur.
Baca Kisahnya, dan Follow aku, jgn lupa Like dan komentanya yah, makasih 🌺🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MartinA Felicia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hidup semakin Pahit
Pagi itu Cuaca di jogja tidak turun hujan seperti hari hari kenarin, Namun langit tanpak tidak biru. Langit sepertinya muram dan mendung, Mungkin sebentar lagi akan turun hujan lagi. Sandra Bangkit dari tidurnya, Seperti biasa dia menyelesaikan satu persatu pekerjaanya. Sejak menikah Sandra sudah mulai membiasakan dirinya dengan aktifitas menjadi ibu rumah tangga . Semuanya dilakukan dengan tangannya sendiri, tidak ada asisten rumah tangga seperti dirumahnya.
“Seandainya saja aku seperti kakak Qiara, hidup dirumah mertuanya yang kaya raya , suami yang baik dan mapan pasti aku tidak akan sesulit sekarang ini” Sandra beberapa kali mulai mengeluh tentang kehidupannya dan mencoba membandingkannya dengan hidup kakak dan temannya.
Sedikit penyesalan menikah muda tanpa menyelesaikan pendidikan bangku terakhir SMA “Aku tidak lulus SMA, bagaimana mungkin aku bisa mencari pekerjaan? aku tidak punya duit lagi untuk membeli bahan makanan .... hanya ada sepuluh ribu sisa uang didompet” Qisandra menutup dompetnya.
Pagi itu perutnya berasa lapar, ada yang menendang dari dalam perut “Nak .... baru kali ini bunda merasakan tendanganmu, sepertinya kamu sudah mulai besar didalam perut bunda.... bunda gak sabar menunggu kelahiranmu nak, supaya hidup bunda gak sepi lagi.... mungkin setelah kamu lahir ayahmu akan semakin mencintai ibu” Qiara tersenyum mengelus perutnya.
Qiara menyiapkan bahan seadanya, sepertinya hari itu dia hanya akan memasak nasi goreng seadanya saja.
“Duit aku cuma sisa segini.... sebaiknya aku hanya masak nasi goreng saja... anakku pasti lapar didalam perut” Gumam Sandra.
Hidup harus terus berjalan meskipun banyak kerikil yang meghantam, Badai yang menerjang bukan penghalang saat seorang ibu mengasihi anaknya apapun akan dia lakukan. Qisandra memperjuangkan kehamilannya meskipun sedikit luka dan penyesalan telah menyelimuti pikiran dan perasaanya.
“Seandainya dulu aku tidak menyerahkan kesucianku pada mas fadly mungkin aku masih duduk dibangku sekolah dan aku masih bahagia dengan teman temanku”
Setelah menyiapkan nasi goreng biasa , Sandra menyantapnya dengan lahap. Sejak Kehamilannya pola makan Sandra emang berubah. Dia mulai menyukai makanan pedas, makanan dengan porsi yang banyak dan beberapa menu lain yang dulunya tidak pernah menggugah selera sandra.
“Dulu aku tidak begitu suka dengan nasi goreng dengan Kecap seperti ini, aku lebih suka nasi goreng hanya menggunakan sambel dan saos tapi sekarang aku sangat menikmatinya” Ujarnya berbicara sendiri.
Sementara Kakak Sandra yang bernama Qiara, Qiara sedang membereskan semua pekerjaan rumah. Pagi pagi dia menyediakan makanan, membersihkan ruangan makan agar mertua dan suaminya nyaman menyantap sarapan yang sudah dihidangkan.
“Enak .....” Seru Ayah mertua sembari menelan butiran makanan yang sudah digigit dan dikunyah.
“Ini seperti makanan yang biasa bibi masak kan yah?” Ujar widya tersenyum.
Mereka tidak mengetahui kalau Selama ini makanan yang mereka masak adalah masakan menantunya sendiri bukan masakan bibi.
“Iya Rasanya pas dan enak, gimana Trian? kamu suka gak masakan istri kamu?” Tanya Ayah mertua Qiara kepada anak semata wayangnya.
Trian terbatuk, dia menghentikan kunyahannya dan meneguk air yang ada dihadapannya
“Biasa aja yah...” Jawabnya
Qiara hanya terdiam, dia tahu suaminya tidak akan pernah memuji masakannya. Dia tahu betul bagaimana sikap suaminya, saat suaminya sudah benar benar membenci seseorang pasti apapun yang dilakukan orang itu tidak akan benar dimatanya. Trian menghabiskan Sarapannnya , Qiara tersenyum melihat suaminya makan dengan lahap.
“Ayah jadi pergi ke surabaya besok?” Tanya Trian
Qiara kaget mendengar pertanyaan suaminya “Kalau ayah mertua pergi, tidak akan ada yang belain dia saat ibu dan suaminya marah... selama ini ayah mertua yang selalu membela aku” Gumam Qiara dalam hati. Qiara menghentikan makannya dan meneguk air putih yang digelas bening.
“Jadi nak... ayah harus urus toko kita karna banyak yang hilang dari toko, ayah harus cek langsung sebelum kita rugi besar” Jawab Ayah mertua .
“Kalau begitu Trian ikut ya yah...”
“Gak nak... kalau kamu ikut dengan ayah kasihan istri kamu, kamu disini saja yah
lagi pula siapa yang akan mengawasi resto dan penginapan kita kalau kamu pergi?” Ujar Ayah lagi
“Benar itu nak.. kamu disini saja urus usaha yang ada disini, seandainya kamu ini bisa memberikan mama cucu pasti dia yang akan meneruskan semua usaha ini... kadang mama pikir pikir untuk apa kita membuat cabang toko di luar kota kalau nanti penerus keluarga kita tidak ada” Widya membuat suasana semakin panas. Widya berusaha mempengaruhi anak dan suaminya.
“Ibu bicara apa sih? Trian dan Qiara juga pasti pengen punya anak tapi kalau Tuhan belum memberi ya mau dikatakan apa lagi, ibu gak usa ngawur begitu ngomongnya. Selagi kita masih sehat dan bisa bekerja gak ada salahnya kan kita mengembangkan usaha kita” Ujar Ayah mertua Qiara
“Ibu... Ayah.... Qiara meminta maaf , sebenarnya dari dulu Qiara ingin menyampaikan ini ke ibu dan ayah tapi kalau ibu dan ayah tidak keberatan” Ujar Qiara
“Apa itu nak?” Tanya ayah mertua dengan sabar dan penuh kasih sayang.
Trian sedikit takut kalau istrinya akan memberitahukan semua yang terjadi kepada ayahnya karna Trian masih memyembunyikan hubungannya dengan cecilia pada ayahnya.
“Bagaimana kalau Kami mengadopsi anak saja? ya mungkin bisa sebagai pancingan untuk punya anak kandung” Tanya Qiara mencoba mengutarakan keinginan nya
Trian sangat terkejut mendengar istrinya berbicara seperti itu tanpa berkompromi dengannya sedangkan widya langsung mengeluarkan suara karna ia tidak setuju dengan pendapat yang dikeluarkan Qiara barusan.
“Tidak...ibu tidak setuju, lagi pula selama ini belum ada anak angkat dalam silsilah keluarga kami. dan itu tidak boleh kalian lakukan” Ujar widya
“Tapi bu apa yang dikatakan Qiara itu ada baiknya juga, lagi pula rumah ini juga sepi kan . mungkin dengan adanya seorang anak dirumah ini bisa membuat rumah ini jadi begitu berwarna lagi” Ujar ayah mertua
“Tidak yah... Qiara bahkan belum berkompromi dengan aku, kami belum membicarakan ini sebelumnya. Dia tidak bisa mengambil keputusan seperti ini, lagi pula aku tidak bermasalah.... aku masih sehat dan bisa memberi keturunan di keluarga ini” Trian mengeluarkan argumennya dengan nada tinggi.
“Baiklah kalau memang kalian belum berdiskusi sebelumnya, kalian bisa memikirkan saran istrimu. nanti apapun keputusan kalian, ayah pasti terima dan setuju” Jawab ayah mertua.
“Bagaimana bisa Qiara memberikan keputusan seperti itu didepan semuanya tanpa memberitahukan aku?” Ujar Trian dalam Hati.
Seperti biasa Rumah kini menjadi sepi setelah suami Qiara pergi ke resto, ibu dan ayah mertuanya pergi ke toko.
“Sekarang sudah tidak ada mbok yang mengerjakan semua pekerjaan ini, aku harus mengerjakan satu persatu”
Qiara mulai membersihkan piring, menyapu, membersihkan semua perabotan rumah dari debu dan mengepel lantai.
“Ternyata capek juga jadi mbok” Gumamnya menarik nafas panjang. Qiara akhirnya selesai membereskan semua pekerjaaan , Jam menujukaan hampir pukul 12 siang. Hampir setengah hari bergelut dengan pekerjaan rumah.
“Akhirnya selesai juga semuanya, waktunya mandi dan bersantai” Qiara membersihkan tubuhnya , ada luka yang tidak dapat diobati ketika suaminya menghina dan mengatakannya bau dapur tadi malam.
Sesampai Diresto, Trian melihat seorang wanita yang sudah tidak asing lagi berada di tempat duduk sebuah meja diresto
“Cecilia? Sayang kamu uda disini pagi pagi seperti ini?” Trian menanyakan dengan raut wajah bahagia karna bisa melihat wanita yang dia cintai di resto.
“Mas aku butuh duit, aku boleh gak minta duit sama kamu. aku ada keperluan mendadak, ayah aku sakit keras” Jawab Cecilia
“Sakit keras dimana? kita sama sama aja ya kesana menjenguknya, aku juga sekalian pengen kenal sama orangtua kamu”
“Jangan mas... Gak apa apa, orangtuaku sakit dikampung . Mereka minta aku kirimkan duit ke mereka. kamu tau sendiri kan kalau sekarang aku sudah tidak kerja jadi aku gak bisa kirimkan uang ke mereka” Jawab cecilia manjah
“Baiklah aku akan transfer, berapa yang diperlukan orangtua kamu sayang?” Tanyanya
“Sepuluh Juta”
Trian langsung mengirimkan uang yang diminta cecilia ke rekening cecilia, Cecilia tersenyum “Gampang banget sih bohongin kamu, ayah aku sudah lama tiada, aku pengen pakai duit kamu buat senang senang. pacaran denganmu sangat membosankan” Gumamnya dalam hati.
Cecilia pandai bersandiwara, cecilia selalu memainkan peran seolah olah dia adalah orang yang paling tidak beruntung didunia ini, rasa kasihan dan iba kini sudah menjadi perasaan cinta dihati Trian.
“Sayang aku harus sgera pulang, karna aku harus menjemput Melody dari rumah ibu pengasuh” Cecilia pamit dan pergi dari restoran.
Cecilia Pergi menuju Salah Satu Rumah yang merupakan Kos kosan, Disana telah berkumpul 3 orang temannya yang menunggunya . Ada dua orang laki laki dan seorang wanita yang sedang menunggu kehadiran cecilia.
“Lama banget sih?” Ujar Eva teman Cecilia
Eva sedang menikmati sebatang rokok, kakinya naik keatas kursi yang ada dikos kosan itu.
“Iya aku baru dapet duitnya” Ujar Cecilia menunjukkan beberapa lembar duit merah
“Mantap kita Pesta” Ujar Agil Laki laki berambut gimbal.
Agil adalah kekasih Eva teman cecilia, Sedangkan Jack adalah teman Agil yang sedang berusaha mendekati Cecilia. Agil berusaha mendekatkan keduanya karna Agil mendapatkan komisi dari Jack.
Jack memandang Cecilia yang sedang meneguk segelas berisi minuman keras,
"Kamu sudah terbiasa minum?" Tanya Jack
Cecilia belum mabuk, dia masih sadar dan mengerti apa yang ditanyakan pria yang baru sebulan dikenalnya.
"Dulu iya, tapi sudah beberapa bulan saya gak minum... kamu sendiri sudah terbiasa minum?" Tanya Cecilia
"Iya Minuman adalah kekasih jiwaku" Tawa Jack.
"Uda uda uda... kalian gak usa banyak cerita gitu, mari kita nikmati pesta kita" Seru Agil.
Mereka menikmati Minuman, kacang, dan beberapa snack. Hingga mereka tidak sadarkan diri dan tertidur dikos kosan Eva.
Trian sedang memeriksa keuangan direstonya, Setiap minggu Trian selalu memeriksa keuangan restoran dan penginapannya. Belakangan ini penginapannya sedang tidak rame,
"Omset restoran sedang buruk dan menurun, untung saja masih ada cafe dan resto yang meningkatkan pemasukan, jadi karyawan masih tetap bisa digaji dari pemasukan, Tidak perlu mengambil tabungan" Ujar Trian memandang pembukuan yang sedang dia hitung.
Seorang ibu Sedang berjalan melewati Restoran Trian, Wanita itu sedang menggenggam tangan seorang anak perempuan sekitar berusia lima tahunan. Anak kecil itu memandang kearah restoran Trian , langkahnya terhenti tanpa mengatakan sepatah katapun.
"Kamu kenapa sayang? yuk mari lanjut jalan, kita akan beli bakso disebelah sana. kamu kenapa berhenti?" Ibu itu terlihat bingung.
Trian tak sengaja menatap gadis kecil itu, baju yang dikenakan gadis itu tidak asing dipandangan Trian "Itu seperti pakaian Melody, dan apa itu melody?" Trian berjalan meninggalkan pembukuan melangkah menuju gadis kecil itu.
Melody tersenyum melihat Trian keluar dari restorannya, "Om Tian" Panggil gadis kecil kepada Trian. Gadis kecil yang belum fasih mengucapkan huruf R kerapkali memanggil sebutan Trian dengan Tian.
Melody berlari kearah Trian, "Eh pantesan aja Melody berhenti dan memandangi resto ini... ternyata ada Om nya" Ujar Ibu Pengasuh. Ibu Pengasuh bernama Wati, wati sudah mengenal Trian saat trian dan cecilia menitipkan Melody dirumahnya.
"Ibu mau kemana dengan Melody?" Tanya Trian
"Kami ingin membeli bakso, bakso didekat rumah tutup jadi kami ke bakso yang berada di simpang jalan.. saya gak tahu kalau nak trian bekerja di sini" Ujar ibu pengasuh.
"Ibu makan bakso disini aja, ini resto aku bu. ibu dan melody boleh makan apa aja dan sepuasnya. mari bu...." Trian mempersilahkan melody dan bu wati masuk kedalam.
Restoran yang saat itu sudah ada pengunjung dan hampir penuh, namun ada beberapa kursi dan meja yang masih kosong.
Trian mempersilahkan mereka duduk dimeja yang sudah dipilihkan Trian, Trian meminta Pelayan perempuan resto melayani Melody dan bu wati.
"Ibu boleh pesan apa aja yah, ibu gak perlu membayar untuk makan disini. tapi kalau boleh tahu cecilia mana? bukankah dua jam yang lalu dia pergi kerumah ibu untuk menjemput melody?" Tanya Trian menatap jam tangan.
"Justru ibu juga bingung kenapa mamanya melody tidak menjemput melody, susu melody juga sudah habis. dan ibunya tidak meninggalkan uang untuk membeli susu. Tadi ibu sudah hubungin telepon ibunya melody tapi yang angkat teleponnya laki laki dan bicaranya ngawur ibu tidak paham, kemudian teleponnya dimatikan" jawab bu wati.
"Laki laki?" Tanya Trian
Trian Penasaran, Trian mencoba menelpon kekasihnya , Telepon Cecilia berdering namun tidak diangkat oleh cecilia. Trian tidak mengetahui bahwa Cecilia sedang tidur dikosan Eva bersama laki laki lain. Trian semakin penasaran dengan perkataan bu wati, dia selalu memikirkan kemana kekasihnya pergi. puluhan kali dia mencoba menelpon cecilia namun tidak ada jawaban. sedangkan Qiara, Qiara masih tetap berusaha merebut Perhatian kekasihnya.
"Sayang... lagi apa?" Tanya Qiara di pesan singkat whatsapp smartphone
Suara Hp Trian berbunyi, Trian tersenyum berharap itu chat dari cecilia, Trian membuka Chat di ponselnya ternyata itu berasal dari istrinya.
"arghhh ngapain sih dia chat aku?" Tanya Trian dalam hati. Trian kesal dan tidak membalas Chat dari Istrinya.
Istrinya tidak patah semangat, dia masih terus optimis dan percaya jika suatu saat suaminya akan kembali lagi kepelukannya.
Qiara membuka beberapa artikel, sebuah artikel bertuliskan sebuah cerita pendek tentang seorang gadis yang berusaha merebut perhatian hati pacarnya selama 30 hari. Qiara semangat membaca artikel itu, dia melihat tips dan cara yang dilakukan wanita didalam cerpen itu.
"Sekarang aku mengerti, ternyata laki laki itu suka wanita yang manja, agresif, gaul dan tidak membosankan seperti yang ada di cerita ini... sekarang aku tahu mengapa suamiku bosan denganku, aku ini terlalu naif dan monoton. aku harus bisa berbuat seperti gadis dalam cerpen ini, buktinya dia bisa merebut perhatian laki laki idolanya dalam 30 hari" Ujar Qiara.
Sekarang Qiara semakin semangat, dia semakin optimis mengejar cinta suaminya. Dia Masuk kedalam kamar memilihkan pakaian yang bagus, menyemprotkan parfum dan wewangian ketubuhnya, mengoleskan lipstik berwarna natural dibibirnya. Dia mengambil sebuah fhoto selfi dan mengirimkannya ke suaminya.
"Miss you" Caption Foto itu.
Trian membuka Pesan chat di hp nya, dia melihat Istrinya mengirimkan sebuah foto.
"Tumben dia mengirim foto" Gumam Trian menutup Ponselnya.
Trian tidak membalas Chat dari istrinya namun istrinya gak pernah berhenti untuk berusaha mengambil hati suaminya. Qiara mengubah sedikit tampilan dan susunan kamar tidurnya, Qiara merubah dekorasi agar Trian semakin betah dikamar.
Dia membuat kamarnya tampil lebih mewah dan sexy dengan nuansa ungu. Karna kata cerita pendek yang baru dibacanya thema ungu dapat membuat sesuatu lebih modern dan sexy termasuk thema kamar.
Kamar dengan nuansa ungu membuat tampilan kamar semakin mewah dan sensasinya keluar.
Sore itu Qiara membereskan pekerjaan dan memasak makan malam , dia mempercepat semua pkerjaannya agar memiliki ksempatan merawat dirinya dan tidak bau . Dia tidak ingin suaminya menghina dia lagi dengan sebutan bau dapur, dia juga ingin suaminya betah berada di kamar.
Qiara Tampak cantik setelah mandi, memakai sebuah pakaian yang sedikit sexy. Dia menggunakan Kimono karna dia segan kepada mertuanya jika harus tampil sexy.
Qiara menunggu kepulangan suaminya, dia gak sabaran menunggu laki laki yang dicintainya pulang.
"aku akan membuat kamu kembali mencintai aku lagi sayang" Gumamnya dalam hati.
Bagaimana kelanjutannya nanti guys ? mohon like dan komentarnya yah
mgkin kamu sibuk tp coba kamu rajin up psti ga kalah sama karya lainnya yg lbh terkenal
aku suka smua cerita dr padamu
asal kamu rajin up
tlg percepat up nya thor
dr smua ceritamu aku suka krn ceritanya sperti nyata
thor baca pesanku plis