Daniella Liontin B.A.Y , terlahir nama seperti itu dan dia tidak tahu arti dari BAY itu , ia dirawat oleh pengasuh ibunya bernama Aisyah dan Parta , sementara ibunya Ella meninggal tak berselang lama setelah bertemu dengan pengasuhnya itu, keduanya sudah dianggap nenek dan engkongnya sendiri.
Engkong Parta meninggal saat Ella masih kecil.
hingga Nenek Aisyah meninggal ia diberi wasiat nenek Aisyah suruh mengambil liontin yg berada di tas milik nenek yg disimpannya di lemari . Di tas tersebut ia juga menemukan kartu nama dan ponsel jadul , dan Ella juga diminta untu mencari orang bernama Budiman sesuai kartu nama yg ditemukan, Fakta mengatakan Budiman adalah seorang pengacara saat diketahui lewat kartu nama di tas nenek Aisyah. namun semuanya buntu , karena nomor ponsel dan alamat yg tertera tidak dapat menemukan orang yg dicarinya . hingga Ella menelpon orang yg sering dihubungi lewat ponsel itu , sedikit demi sedikit terkuak .
dgn kemampuannya meretas , Ella pun mencari tahu semuanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon si ciprut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Alex Curiga Dengan Mamanya ?
Senin pagi waktu sibuk sibuknya orang mempersiapkan diri untuk aktifitas setelah libur akhir pekan . Paman Deni dan keluarga sudah diberitahu kemarin tentang akan ada yg menjemput untuk berangkat ke Anderson corp hari ini .
Ella mengambil Aldo dan Felicia atau Feli untuk mengawal paman Deni dan Aura nantinya. Mereka diambil dari team Black Jaguar . Selain mengawal mereka diminta untuk mengantar setiap ada kegiatan yg berhubungan dengan pekerjaan . Aldo dan Feli sudah disiapkan rumah di sekitar rumah paman Deni. Sehingga Aldo dan Feli tidak perlu repot repot dari markas ke tempat paman Deni.
Mereka berangkat menuju perusahaan Anderson. Alden sudah menyambut di pintu masuk. Alden langsung membawa mereka menuju ruangannya di lantai atas . Beberapa pegawai tampak mengagumi Aura yg terlihat cantik dengan pakaian muslimah nya dan terlihat elegan itu . Alden memandang karyawannya karena hal itu. Alden melirik juga akhirnya ke arah Aura. Jantungnya berdebar karena melihat wajah Aura yg sedang tersenyum tipis dan mengangguk ketika Alden memandangnya. Bertambah berdebar ketika senyuman Aura itu menyapanya. Alden menjadi gugup ketika menatap Aura.
" Ehemm...maaf ruangannya sebelah mana mas Alden...?"Paman Deni tersenyum tipis melihat tingkah Alden yg tertangkap basah mengagumi Aura anak gadisnya itu .
" Ah...maaf itu masih di depan..."Kata Alden yg masih gugup ketika keluar dari lift bersama paman Deni dan Aura.
Mereka melangkah menuju ruangan tempat Alden bekerja . Kemudian mereka duduk di sofa ruangan Alden. Ruangan yg begitu luas. Paman Deni takjub dengan ruangan itu . Aura yg sejak tadi diam dan hanya sesekali melempar senyuman kepada orang yg ditemui pun kini turut mengagumi ruangan ini. Dilihatnya pemandangan kota saat pagi hari melalui kaca jendela ruangan itu.
" Maaf paman , kemarin nona Ella sudah menginformasikan akan hal ini. Untuk saya mungkin tidak bisa sepenuhnya menemani paman. Maka saya akan mengutus salah satu manager yg biasa menangani kerja sama dengan Alexander grup. Nanti tolong dipelajari semua dulu selama beberapa hari. Dan paman ada sesuatu yg ingin ditanyakan silahkan.... "Kata Alden secara detail untuk tugas yg diberikan Ella paman Deni. Dan paman Deni mengangguk memahami. Ketika akan memberikan tugas kepada Aura , Alden nampak gugup ingin mengatakan sesuatu.
" Ceklek.."
Pintu ruangan terbuka dan masuklah Ella yg baru datang itu.
" Pagi...!"Ella menyapa semua yg berada diruangan itu.
" Pagi juga Ella "Paman Deni menyahut sarapan Ella,
" Tugas buat paman sudah kak....? "Tanya Ella yg melihat Alden nampak gugup ketika mau berbicara dengan Aura didepannya. Ella berinisiatif untuk mengajak paman Deni keluar menuju ruangannya. Pertanyaan Ella di jawab anggukan oleh Alden
" Sudah..."Jawab Alden seakan nampak lega dengan kedatangan Ella kali ini.
" kalau sudah paman ikut saya ya , keruangan paman di sebelah ....mari....."Ella langsung mengajak paman Deni keluar dari ruangan Alden.
" Maaf ...saya jadi lupa apa yg mau saya sampaikan tadi..."Kata Alden mengambil nafas dahulu karena gugup berhadapan dengan Aura.
" Baik pak..."Aura sabar untuk menunggu apa yg mau disampaikan oleh Alden calon atasannya itu.
" Kok pak ...saya rasa usiaku belum seperti paman Deni tadi..."Kata Alden untuk mencairkan kegugupannya sehingga membuat alasan yg dibuat buat.
" Memang umur pak Alden berapa...?"Tanya Aura to the point. Karena Aura juga merasa gugup berhadapan dengan pimpinan ganteng dan rupawan ini, apalagi nantinya menjadi atasannya.
" 29 tahun...masih muda kan..?"Jawab Alden sekenanya sambil sedikit melirik wajah ayu didepannya itu.
"Kalau Aura berapa...?"Untuk pertanyaan ini Alden sedikit terbata. Karena Alden merasa sudah melenceng dari sisi pekerjaannya. Namun benar benar hari ini, bertemu dengan Aura menjadi blank, tidak bisa memikir sesuatu dengan jernih.
" 23 tahun.. lalu saya harus memanggil bagaimana....?"Tanya Aura sambil mengernyitkan dahinya itu.
" Saya rasa seperti Ella memanggilku juga boleh , karena kalian sepupu kan ..?"Alden sudah sedikit tenang saat ini , apalagi jika berkaitan dengan Ella dan hal itu di iyakan oleh Aura.
Kemudian Alden menjelaskan tugas Aura secara detail menggantikan Ella untuk sementara waktu. Karena Ella akan fokus mencari bibi Leana saat ini. Aura pun mengangguk mengerti tugas yg akan dia lakukan. Walau Aura belum pernah bekerja di suatu instansi. Namun Aura seringkali membantu ayahnya ketika dirumah , dan itu tak serumit yg ada disini. Aura tetap berusaha memahami pekerjaannya saat ini.
*****
Sementara itu Alex yg tahu bahwa akan ada orang dari Anderson Corp yg bergabung di perusahaannya nampak sedikit curiga. Namun penjelasan dari Adrian tentang bentuk kerja sama dengan Anderson , Alex kemudian memahaminya.
Alex keluar dari ruangan Adrian dan menemui papanya yg sedang berada dikantornya itu. Karena biasanya Jonathan berada di perusahaan Dirgantara grup. Namun kali ini sedang ingin bertemu dengan Alex anaknya untuk membicarakan sesuatu.
" Sudah nak , bertemu dengan Tuan Adrian nya.....?"Tanya Jonathan kepada Alex yg baru masuk ruangan.
" Sudah pa....Anderson mengirim orang untuk bekerja disini sebagai General manager. Khusus menangani di bidang yg berkaitan dengan Anderson selain itu tidak ...."Kata Alex sesuai penjelasan Adrian tadi , diruangan CEO Adrian , Jonathan nampak manggut manggut.
" Siapa orang itu...?"Tanya Jonathan kepada anaknya.
" Deni Wirajaya..."Alex menyampaikan nama yg disebut oleh Adrian tadi. Nama yg sebenarnya sudah di edit oleh Ella kala itu . Jonathan pun manggut manggut dan memang belum mengenal orang itu.
" Apa ada masalah pa...sampai harus ke kantor...? "Kata Alex sedikit curiga dengan papanya ini.
" mamamu semakin aneh. Dulunya sewaktu melahirkan mu, drop dan koma sehingga mengalami amnesia. Namun semakin lama mamamu semakin tidak bisa dikendalikan jika sedang marah. Bahkan seperti orang yg tidak mempunyai penyakit amnesia....? "Jonathan mengeluh mengenai masalah yg dihadapi istrinya itu. Dan Jonathan hanya berfokus bagaimana cara penyembuhannya.
" Makanya pah , maaf Alex jadi jarang pulang karena ini. Karena mama kadang kadang baik , kadang kadang , ya begitu lah. Bahkan Alex sempat curiga bahwa mama tidak mempunyai penyakit itu..."Kata Alex yg memang mencurigai sesuatu terhadap mamanya itu.
" Mama kalau disuruh pindah periksa selalu marah , malah semakin menjadi , katanya dokter itu sudah membuatnya lebih baik..."Jonathan mengatakan keadaan itu dan selalu mengingat ingatnya.
" Yang penting papa saat ini seperti biasa saja dulu pah. Jangan sampai mama curiga kalau kita sedang mencari tahu kebenarannya...!"Perkataan Alex membuat Jonathan manggut manggut .
" hah....andai teman mamamu yg dulu masih ada , mungkin kita bisa cari tahu penyebab semua ini....!"Kata Jonathan mengenal beberapa teman istrinya dahulu.
" Memangnya siapa saja teman mama kala masih muda dulu...?"Tanya Alex yg ingin mengetahui masa lalu mamanya itu.
" Papa hanya mengenal Delia dan Leana , tapi paling akrab dengan Delia. Tapi Delia sudah meninggal kala itu, karena sakit paru paru. Sehabis itu papa tidak tahu lagi..."Kata Jonathan menceritakan sahabat dari istrinya itu.
" Kalau Delia sudah meninggal , berarti masih ada Leana pah. Mungkin kita bisa cari tahu dari dia..."Kata Alex yg antusias ingin bertanya kepada Leana.
" Masalahnya Leana menghilang. Karena Leana juga sedang dicari oleh om Leon saat ini. Entah apa hubungannya antara om Leon dengan Leana. Makanya om Leon mengajak kerjasama agar kita bisa bertukar informasi tentang Leana......"Jawaban dari Jonathan mengingatkan tentang perusahaannya saat ini, dikarenakan oleh adanya kepentingan bersama.
" Jadi begitu , akar dari berdirinya perusahaan Alexander...?"Tanya Alex untuk meyakinkan pendapatnya itu ke papanya Jonathan.
" Apakah mereka saudara pah...di telisik dari nama keduanya....?"Tanya Alex kembali mengingat nama Leon dan Leana.
" Sepertinya bukan , entahlah papa juga tidak berani bertanya secara detail..."Jonathan memberikan alasannya itu ke Alex. Dan akhirnya Jonathan pamit ke anaknya untuk kembali ke perusahaan Dirgantara. Jonathan meninggalkan beberapa pekerjaan. Sementara istri dan adiknya Jonny hanya tahu jika Jonathan hanya bekerja di Dirgantara.
.
.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Surprise banget😄