NovelToon NovelToon
DEAPECTRUM

DEAPECTRUM

Status: tamat
Genre:Persahabatan / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Fantasi Wanita / Mengubah Takdir / Menyembunyikan Identitas / Chicklit / Tamat
Popularitas:31.5k
Nilai: 5
Nama Author: CACING ALASKA

Klay-Bee seorang gadis berusia 10 tahun, harus hidup di sebuah negeri pembuangan di mana semua penjahat dari seluruh negeri dibuang ke tempat itu tanpa pernah diadili.

Dirinya harus rela ditinggal mati oleh nenek yang mengasuhnya—Isbell, dan ia pun kehilangan gadis yang dianggapnya seperti adiknya—Jatnera.

Pertemuannya dengan seorang anak laki-laki menjadi titik awal kehidupannya. Anak laki-laki itu mengatakan kalau dirinya akan mengubah Deapectrum menjadi negeri merdeka. Selain itu anak itu juga yakin jika suatu saat nanti mereka akan bertemu kembali. Hal tersebut yang membuat Klay-Bee terus bertahan hidup sesulit apapun.

Hingga akhirnya Klay-Bee masuk ke sebuah perguruan khusus wanita yang akan membuat dirinya di masa depan harus terikat dengan tempat itu selamanya.

Apakah yang akan terjadi pada hidup Klay-Bee?
Apakah suatu hari dirinya akan bertemu kembali dengan anak laki-laki itu?
Dan apakah Deapectrum akan menjadi negeri merdeka?

Follow IG author ya : @cacing_al.aska

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CACING ALASKA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

034. PASAR GELAP

Seperti yang diucapkan Ian, aku dan Cleve mengikuti Ian ke lubang harta. Dia meminta kami untuk mencari benda-benda yang masih bagus dan mengumpulkannya sesuai dengan jenis benda tersebut.

Aku dan Cleve tanpa bertanya melakukannya namun aku yakin sekali pasti akan ada kawanan penjahat lagi yang akan datang seperti kemarin.

“Akhirnya kalian muncul juga,” ucap Ian membuat aku dan Cleve berhenti dengan kesibukan kami dan melihat ke arahnya yang berada di luar pagar.

Sembilan penjahat datang tanpa senjata dan mengepung kami.

“Kalian ingin uang kan?” Tanya Ian pada para penjahat tersebut.

“Itu benar, berikan kami uang dan kami akan membiarkan kalian mengambil barang-barang di tempat ini,” jawab seorang penjahat yang berkepala botak.

“Kalau begitu aku punya sebuah penawaran untuk kalian,” ujar Ian berjalan mendekati penjahat berkepala botak tersebut. “Berapa banyak jumlah kalian? Pasti lebih dari dua puluh orang kan?”

“Apa yang kau katakan?” Tanya penjahat itu lagi. “Kami tahu kalau kau yang membunuh teman-teman kami kemarin jadi kami meminta pada kalian dengan baik-baik. Jika kalian mengambil barang-barang di lubang harta setidaknya berikan kami uang.”

“Aku harap kau menerima penawaran yang akan aku berikan,” seru Ian berjalan mendekati pria berkepala botak itu dengan santai lalu memegang bahunya. “Aku tahu kau adalah pimpinan dari semua kawanan penjahat di sini. Jika kau ingin uang, bagaimana kalau kau bekerja untukku?”

Aku dan Cleve saling tatap karena semakin tidak mengerti dengan apa yang dilakukan Ian.

“Apa maksudmu bocah?” Geram pria itu dan menyingkirkan tangan Ian yang ada di bahunya. “Kau ingin menjadikan kami budak? Kau sudah bosan hidup ya?”

“Tidak. Bukan begitu, bukannya perbudakan sudah di hapus?” Sanggah Ian. “Aku sudah mencari tempat yang bagus untuk menjual semua barang-barang itu, dan sudah mengaturnya agar kita bisa menggunakan tempatnya. Jika kau ingin uang, bekerjasamalah dengan kami.”

“Aku tidak mengerti dengan yang kau ucapkan, sebaiknya katakan terus terang semuanya tanpa berputar-putar.”

“Aku ingin kau menyuruh anak buahmu untuk berjualan barang-barang dari lubang harta di tempatku. Dan kita akan membagi dua hasilnya. Jadi aku yang menyediakan tempat dan memastikan semuanya aman sedangkan kau yang berjualan. Bagaimana? Ini penawaran yang bagus kan jadi kau tidak perlu membunuh untuk mendapatkan uang. Aku tahu tempat ini sudah tidak pernah didatangi orang jadi kau tidak perlu takut mati kelaparan jika bekerjasama dengan kami.”

“Yang benar saja. Kau menyuruh kami berjualan semua barang-barang itu?”

“Ya itu benar,” jawab Ian. “Tetapi aku tidak akan memaksa jika kau tidak mau. Ayo kita pergi!” Seru Ian pada kami berdua.

“Tunggu dulu!” Seru pria yang adalah pimpinan kawanan penjahat membuat langkah Ian terhenti. “Hasilnya akan dibagi dua?”

Ian mengangguk menjawabnya.

“Apa kau sudah yakin kalau tempat itu aman?” Tanya si kepala botak lagi untuk memastikan.

“Tenang saja, dan tidak perlu khawatir masalah keamanan, serahkan itu padaku. Kau hanya perlu berjualan saja," jawab Ian dengan penuh keyakinan.

“Baiklah,” jawab pria itu. “Kapan kita mulai?”

“Besok aku akan kembali kesini,” jawab Ian tersenyum.

Cleve dan aku hampir tidak percaya dengan ide Ian yang mengajak kerjasama kawanan penjahat. Akan tetapi sepertinya itu adalah ide yang bagus, dengan begitu kami akan memiliki uang untuk kami bertahan hidup sekarang.

“Dari mana kau mendapatkan ide itu?” Tanya Cleve pada Ian ketika kami kembali ke penginapan.

“Setelah melihat lubang harta dan kawanan penjahat kemarin,” jawab Ian yang duduk santai di kursi yang ada di sebelah ranjang yang ditiduri Cleve. Kursi tersebut berada di dekat dengan jendela. “Bagaimana aku pintar, kan?”

“Apa kau yakin tidak masalah dengan tempatnya? Kita tidak memiliki ijin usaha,” ujarku duduk di ranjang satunya yang adalah tempat tidur Ian.

“Tenang saja, kemarin malam aku sudah bertemu dengan kepala prajurit keamanan di tempat itu dan mendapatkan ijinnya dengan syarat memberikan dua puluh persen dari hasil berjualan, jadi kita akan mendapatkan tiga puluh persen. Itu cukup untuk kita bertiga hidup di sini, kan?” Ucap Ian sambil berjalan mendekatiku dan berbaring di ranjang yang aku duduki. “Kita akan menggunakan tempat itu malam hari untuk berjualan agar tidak terlalu mencolok. Aku yakin pasti pasar gelap itu sangat berguna untuk orang-orang buangan di Deapectrum.”

Hampir tiga bulan kami bertiga meninggalkan Pulau Poegriye. Saat ini kami tinggal di sebuah penginapan kecil yang dekat dengan lubang harta.

Selama dua bulan kami mendapatkan uang dari pasar gelap yang dibuat oleh Ian, dan bekerja sama dengan para kawanan penjahat yang menguasai lubang harta.

Pasar gelap itu berlangsung malam hari dan ternyata berjalan dengan baik. Semua orang-orang pembuangan yang bekerja memenuhi kebutuhan mereka, membeli barang-barang dari pasar gelap dengan harga yang murah.

Sebenarnya ide Ian ini sangat bagus karena dengan begitu semua pihak diuntungkan karena adanya pasar gelap itu.

Dan lagi hubungan kami dengan kawanan penjahat menjadi baik. Lebih dari itu, Ian juga mendapatkan kepercayaan dari prajurit keamanan yang bertugas di wilayah berlangsungnya pasar gelap.

Ketika siang hari, kami bertiga membantu para kawanan penjahat mengumpulkan barang-barang di lubang harta. Dan saat malam tiba, kami ke pasar gelap untuk memastikan kegiatan di sana berjalan tanpa kendala.

Siang ini, aku berada di sebuah rumah makan bersama dengan Ian untuk makan siang. Cleve berjanji akan datang untuk makan bersama kami, namun sampai kami selesai makan dia juga belum datang.

Cleve pasti menemui seorang prajurit keamanan yang sudah hampir sebulan ini dikenalnya. Sepertinya Cleve menyukai pria tersebut.

“Sepertinya dia tidak akan datang,” seru Ian meletakan sendok ke atas piring. “Bahkan tadi malam dia tidak kembali, pasti dia bersama pria itu dan mereka bermalam bersama. Ya ampun, Cleve benar-benar membuatku hampir gila.”

“Jangan bicara seperti itu. Sepertinya Cleve benar-benar menyukai Hansly,” ujarku.

“Lihat itu dia,” ucap Ian menatap keluar jendela yang terbuat dari kaca.

Cleve bersama pria bernama Hansly sedang berciuman tanpa memedulikan orang-orang di sekitarnya.

“Yang benar saja, mereka berciuman di jalanan. Tidak seharusnya mereka melakukan itu di tempat umum. Dan aku tidak mengerti kenapa Cleve menyukai pria berambut pirang itu sedangkan dia sangat membenci Tiffany si rambut pirang di perguruan.” Ian terlihat kesal melihat kelakuan Cleve. “Aku beruntung memilikimu juga, Bee.”

Aku tersenyum mendengar ucapan Ian, dan melihat kekesalannya pada Cleve.

“Aku merasa Cleve tidak salah,” ucapku sambil memandangi Cleve dan kekasih barunya bermesraan di luar.

“Dia bermesraan di depan umum dan kau bilang tidak salah?”

“Dia sudah menentukan hidupnya yang baru, dan aku senang Cleve menemukan orang yang mencintainya,” lanjutku sehingga Ian menatapku yang masih memandang keluar jendela. “Bukankah lebih baik kau juga mencari seseorang?” Ucapku dengan pandangan satu arah pada Cleve yang sedang tertawa bahagia.

Tiba-tiba Ian memegang tanganku yang ada di atas meja sehingga membuatku menatapnya.

“Bagaimana denganmu, apa kau sudah menemukannya?” Tanya Ian dan aku menarik tanganku dari tangannya. “Bee, aku tidak pernah tahu apa yang ada di pikiranmu. Tapi aku yakin kalau kau masih memikirkan anak itu kan?” Ian menatap mataku dengan lekat. “Kau memikirkan anak itu setiap saat sampai kau tidak pernah melihatku. Apa aku benar?”

...@cacing_al.aska...

1
💫R𝓮𝓪lme🦋💞
wahh onel mau gak tuh gantiin Ian 🤣🤣
💫R𝓮𝓪lme🦋💞
latihannya serem😅,cleve mau dapat hadiah apa ya
💫R𝓮𝓪lme🦋💞
terus yang udah lulus sisanya pada kemana,,apa kalau yang gak mau jadi pembunuh bakal dibunuh🤔
ᵘᵄᵟᵘᵎᵓᵄᵓ 👒𝓖𝓲𝓷𝓪
sebenernya bukan genre fav aku, tp berhasil buat penasaran. sayang sdh abis padahal msh gantung 😭😭
ᵘᵄᵟᵘᵎᵓᵄᵓ 👒𝓖𝓲𝓷𝓪
kak jangan lama2 ya lanjutannya 😊
💫R𝓮𝓪lme🦋💞
mungkin kamu mau diajarai langsung sama ibu bee
🔚LION 🦁🎶
wadaw udh abs aja dahal pinisirun sm si anak laki-laki
💫R𝓮𝓪lme🦋💞
enak dong cleve gak dihukum
💫R𝓮𝓪lme🦋💞
ternyata masih bisa bertahan kamu bee,,,disitu ada bakso gak bee😅😅🤭
💫R𝓮𝓪lme🦋💞
fokus belajar bee
💫R𝓮𝓪lme🦋💞
semoga kamu berhasil ya bee,jatnera dimana kamu
💫R𝓮𝓪lme🦋💞
kayanya Ian bakalan ada hubungannya sama kehidupan bee🤭
💫R𝓮𝓪lme🦋💞
itu si inem,sama gumi usia berapa sih🤭
💫R𝓮𝓪lme🦋💞
kenapa aku yang deg2an 🤣🤣
💫R𝓮𝓪lme🦋💞
penuh teka teki ya,,,bee sungguh berani
💫R𝓮𝓪lme🦋💞
belum juga nanya udah bilang gak mau Jawab gumi🤣🤣
💫R𝓮𝓪lme🦋💞
astaga Gumi😫🤭sabar Napa nyawa juga belom kumpul
💫R𝓮𝓪lme🦋💞
aku galfok sama panggilan nem🙈😅
💫R𝓮𝓪lme🦋💞
astaga jatnera semoga kamu baik2 aja
💫R𝓮𝓪lme🦋💞
apa akan ada hubungannya nanti bee sama para wanita ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!