Karena kecerobohan seseorang Camelia harus mempertahankan hidupnya dari kejaran para penjahat yang menginginkan sesuatu didalam tubuhnya. Dia tidak sengaja menelan sebuah microchip yang berisikan informasi penting untuk para penjahat kelas kakap di seluruh dunia dan mengancam nyawanya. Melibatkan Sang Putra Mahkota keluarga bangsawan Albarack yang ternyata menjadi pelaku utama atas kecerobohan ini.
Bagaimana hal itu bisa terjadi? Apa yang akan dilakukan sang putra mahkota Albarack pada Camelia?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Defri yantiHermawan17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tiger's Bab 35
Suasana istana Albarack begitu ramai, para pelayan terlihat hilir mudik menyiapkan berbagai macam makanan dan minuman di meja panjang yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Matahari masih berada di sepenggalan tapi suasana meriah malam nanti sudah begitu terasa, terlebih tuan rumah terlihat begitu antusias mempersiapkan semuanya.
Dahliara, sudah berdiri di area itu dengan wajah berbinar cerah. Senyumannya terus saja mengembang saat melihat persiapan acara hampir rampung, tinggal menunggu para tamu kehormatan datang dan semuanya selesai. Ekor matanya menelisik kesetiap sudut area jamuan, acara makan malam yang dia selenggarakan malam ini memang tidak terlalu besar dan mewah, tapi Dahliara jamin akan berkesan untuk semua orang.
"Tuan Putri, Nona Camelia sudah siap!" Seorang pelayan wanita menghampirinya, menundukkan kepala sedikit sebagai tanda penghormatan. Satu alis Dahliara naik, dia menatap pelayan itu dari atas hingga bawah. Ada sesuatu yang menggelitik saat dia melihat pelayan ini, Dahliara baru teringat sesuatu.
"Bagaimana keadaan temanmu itu? Apa dia sudah sadar? Kalau memang dia sudah sadar bawa ke hadapanku!" Setelah mengatakan itu Dahliara berlalu, dia melangkah cepat menuju tempat dimana Camelia berada saat ini. Bibirnya tersenyum samar, Dahliara sudah tidak sabar untuk memperlihatkan Camelia pada semua orang.
Seharian mereka menghabiskan waktu untuk berbelanja serta perawatan tubuh dan wajah. Dahliara dan Shena membawa Camelia berkeliling di pusat perbelanjaan yang ada di Dubai, Burj Khalifah adalah tujuan mereka tadi. Walaupun Camelia tidak banyak bicara dan meminta tapi Dahliara tetap memberikan semua yang dibutuhkan oleh gadis berdarah Indonesia yang sudah dia klaim sebagai anak perempuannya tersebut tanpa izin dari Camelia.
Mereka sampai lupa waktu, bahkan Dahliara tertidur saat pelayan salon memberikan pijatan di punggung serta bahunya, juga kaki dan tangan. Apa ada sesuatu yang terjadi tadi malam pada induk Singa itu? Sepertinya iya, mungkin Bapak Singa habis menerkam nya habis habisan hingga membuat Dahliara tepar di salon kecantikan.
Dan sekarang wanita cantik itu terlihat lebih segar dan bugar dari sebelumnya, dengan langkah lebar dia memasuki istana Albarack kedua kaki berbalut sandal rumahan yang selalu membuatnya nyaman itu memasuki sebuah ruangan yang dijadikan tempat persembunyian Camelia sebelum menemui para tamu gentleman nya nanti.
"Sudah siap?" Suara Dahliara mengejutkan mereka, termasuk Camelia. Gadis yang sudah didandani sedemikian rupa itu terlihat menakjubkan, kedua mata Dahliara berbinar cerah dengan senyuman lebar tanda puas.
"Perfeckto!" Serunya puas.
Camelia yang sedari tadi linglung saat melihat penampilannya di cermin hanya bisa tersenyum kaku. Dia tidak berani menatap wajahnya secara langsung, Camelia merasa itu bukanlah dirinya. Terlebih gaun mahal serta pernak-pernik yang menempel ditubuhnya sekarang bukan barang murahan yang sering dia pakai.
Ini terlalu mendadak untuknya! Tapi mau bagaimana lagi, dirinya pun tidak bisa menolak apa lagi melawan.
Pasrah!
"Persiapkan semuanya dengan baik. Sebentar lagi tamunya akan datang, kamu tunggu disini dulu ya Sayang. Jangan keluar sebelum Mama jemput kamu, oke." Dahliara mengusap pipi kemerahan Camelia, memberikan senyuman lembut yang menandakan semuanya akan baik-baik saja.
"Ya, Ma." Sahutnya pelan. Jujur Camelia belum terbiasa memanggil ibu kandung Tiger ini dengan panggilan Mama. Rasanya ada yang menggelitik didalam hati yang tidak bisa dia ungkapan.
Camelia menatap kepergian Dahliara dengan wajah sendu. Dia tidak tahu harus berbuat apa sekarang, bahkan Camelia sendiri tidak mengetahui siapa pria yang akan wanita cantik itu kenalkan dengannya nanti dan menjadi kandidat pengganti Tiger sebagai orang yang bertanggungjawab serta bisa melindunginya.
Apa ini sudah benar? atau-
Camelia menggeleng, dia terlalu pusing memikirkan hal yang tidak tahu akan berakhir sampai kapan. Jujur dirinya lelah, dia ingin kehidupannya kembali seperti dulu, tapi kapan?
🐞
🐞
🐞
"Gadis yang membawa chip itu ada dalam penjagaan salah satu keluarga bangsawan di Dubai. Aku rasa keluarga itu bukan keluarga sembarangan, saat aku berhasil mengintai merek dari jauh mulai dari pusat perbelanjaan hingga sampai ke kediaman mereka. Penjagaan cukup ketat, kita tidak bisa masuk begitu saja, terlalu beresiko!"
Sekelompok Mafia tengah berdiskusi membahas rencana mereka yang sudah mulai dijalankan. Cukup alot untuk mendapatkan benda berharga tersebut, benda kecil yang di gadang gadang menyimpan banyak peta harta karun yang 99 persen validasinya akurat.
Peta yang akan membawa mereka kedalam tumpukan harta karun, emas batangan, perhiasan kuno, bahkan mungkin banyak batu permata, berlian, juga benda benda lainnya yang akan membuat mereka kaya dalam sekejap saat mendapatkan peta tersebut.
"Tetap awasi, jangan sampai kita terlambat. Aku tidak ingin kelompok lain mendapatkannya terlebih
dahulu!" Suara beratnya terdengar serius dan khawatir. Khawatir bukan pada sang gadis yang menjadi inang sekaligus incarannya, melainkan pada benda berharga yang saat ini tengah menjadi rebutan semua kelompok penjahat di dunia.
Dikediaman Albarack sendiri, saat matahari sudah benar-benar tenggelam suasana terlihat gemerlap. Para penghuninya mulai memasuki area yang dijadikan tempat acara makan malam. Jiddi Elvier datang dengan menggandeng istrinya Yasmine, disusul oleh Lord Erkan dan Sang Permaisuri, begitu juga Tuan Putri Albarack Dahliara serta Lionel, si Singa Tua kesayangannya.
Dibelakang pasangan itu ada seorang remaja pria yang terlihat ogah ogahan mengikuti langkah para sesepuhnya. Sayang Princess Anyelir tidak ada, gadis cantik itu masih berada dikediaman Al-Faruq tapi entah mengapa firasat keluarga ini mengatakan kalau Anyelir akan kembali secepatnya.
"Kita bersiap untuk menyambut kedatangan mereka. Pokoknya harus sebaik mungkin, jangan pernah ada yang menampilkan wajah cemberut apa lagi malas malasan!" Suara Dahliara terdengar memberi intruksi, ekor matanya melirik pada Tiger yang terlihat tidak tertarik tapi terpaksa mengikuti.
"Baiklah, tinggal beberapa detik lagi. Kalian sambut kedua tamu kita aku akan menjemput Camelia dulu!" Dahliara begitu bersemangat, dia mengecup pipi Lionel sebelum pergi meninggalkan keluarganya disana.
Dahliara segera menjemput Camelia yang terlihat mondar-mandir didalam ruangan tempatnya bersembunyi, gadis itu terlihat gelisah. Dia mengigit ujung kukunya, berulang kali melirik kearah pintu dengan perasaan tak menentu.
Sementara di luar, tidak lama setelah kepergian Dahliara dua buah mobil mewah memasuki kediaman Albarack. Mereka disambut oleh beberapa pengawal yang sudah berbaris rapih. Saat kedua pintu mobil itu terbuka, rasa tegang mulai menyelimuti terlebih Tiger. Dia terlihat menatap lurus kearah mobil, tidak ada ekspresi apapun yang ditampilkan tapi bagi yang peka Tiger sedang menahan sesuatu.
Tidak lama keluarlah dua orang pria berpakaian formal, senyuman keduanya mengembang dan saling bertukar tatapan dibalik kaca mata hitam yang mereka gunakan.
Dengan penuh percaya diri keduanya berjalan menuju lokasi acara. Senyuman mereka berdua kian melebar saat melihat keluarga Albarack sudah menyambut dengan raut wajah bervariasi.
"Selamat malam semuanya. Maaf, kami berdua sedikit terlambat, maklum karena ini adalah acara paling spesial jadi kami harus melakukan hal yang spesial juga." Salah satu dari tamu yang mereka tunggu membuka suara saat tiba disana.
Bukan hanya senyuman yang tercipta, tapi juga kerlingan nakal yang diarahkan pada kedua wanita cantik yang masing-masing tengah digandeng oleh pawangnya.
"Kalian? Mau apa kalian kemari?" Kali ini Tiger yang angkat bicara dengan raut wajah yang begitu sangat penasaran.
Dia merangsak maju, menatap kedua tamu kehormatan yang sangat dikenalinya sejak jaman masih ngompol dicelana.
"Whatsapp brother! Tentu saja untuk melamar anak gadis Aunty Liara, buat apa lagi. Tidak mungkin kita berdua datang kemari untuk melamar mu bukan, Sorry man kita masih normal walaupun sering berkelakuan tidak wajar." Pria beranting itu terkekeh pelan, menepuk pundak remaja pria berkacamata yang datang bersamanya.
Membiarkan Tiger menatap horor kearah mereka berdua dengan raut wajah yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.
BERSAMBUNG...
SEE YOU TOMORROW 😘😘😘😘
𝑝𝑎𝑠𝑝𝑒𝑙𝑎𝑗𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑚𝑎𝑡𝑒𝑚𝑎𝑡𝑖𝑘𝑎 𝑑𝑖𝑎 𝑑𝑛𝑔𝑒𝑟𝑖𝑛 𝑔𝑢𝑟𝑢 𝑛𝑔𝑎𝑠𝑖ℎ 𝑝𝑒𝑛𝑗𝑒𝑙𝑎𝑠𝑎𝑛 𝑔𝑎𝑘 𝑠𝑖ℎ....
𝑑𝑖𝑚𝑎𝑛𝑎 𝑚𝑎𝑛𝑎 ℎ𝑎𝑏𝑖𝑠 1 𝑦𝑎 2 𝑙𝑎ℎ 𝑛𝑒 ℎ𝑎𝑏𝑖𝑠 1𝑚𝑎𝑙𝑎ℎ 𝑙𝑎𝑛𝑔𝑠𝑢𝑛𝑔 3 ...
𝑒𝑡𝑑𝑎ℎ 𝑛𝑒 𝑏𝑜𝑐𝑎ℎ 𝑚𝑎𝑐𝑎𝑛 🤣🤣🤣
gimana bisa jadi anak singa 🤣🤣🤣