ALEA ANASTASYA seorang dokter masa depan masuk kedalam dunia yang entah disebut sebagai dimensi lain ,mungkin?
Dia berasal dari masa depan ,Masuk ke tubuh seorang wanita gila dan pembuat Onar di Sebuah Kekaisaran bernama NORBY.
-bagaimana kisah Alea di dunia itu?
-apakah ia akan menemukan cintanya disana?
-Serta bagaimana perjalanan nya sebagai seorang dokter yang tiba di Zaman itu?
CEKIDOT 🤣🤣🤣
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amora lice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 35. JAMESS KRITIS
Di sebuah kamar megah seorang pemuda dg balutan kain memenuhi hampir semua area badan nya,membuat beberapa orang yg melihat nya akan sedikit ngeri.
Begitu pula dg keadaan Sisca sekarang ia sedang menemani sang kakak di istana,ia menatap laki laki yg telah begitu memanjakan nya.
Berbeda di dunianya dulu yg tak memiliki siapapun,tak ada yg perduli padanya makanya ia begitu keras kepala,dan terkesan bar bar. Walaupun sebagai dokter ia seharusnya lembut namun sering kali pasien nya kabur ketika melihat kelakuan nya.
" Papa sama Mama sibuk sayang coba mengerti yah?" , itulah yg sering kali di ucapkan sang Mama saat pulang,tak ayal membuat alea tumbuh menjadi anak yg bar bar dan jg keras kepala.
Setelah menyelimuti James dan memastikan laki laki yg sangat ia sayang ini baik baik saja ia berjalan ke arah pintu menutupnya,ia ingin menghilangkan rasa sesak di hatinya yg timbul akibat mengingat orang tuanya serta keadaan Jamess.
Saat berjalan mengitari Taman,ia melihat seorang pemuda terduduk di atas Bangku taman di bawah pohon,ia bisa melihat jelas mata itu menatap kosong ke arah taman yg begitu mewah dg bunga dan keindahan nya,hanya saja dia ?
Sisca berjalan ke arah taman itu perlahan ,dia terdiam bisa ia lihat laki laki itu sedang menangis di bawah pohon itu,dia terlihat rapuh dan tak berdaya,.
Ia tau pasti laki laki yg tak lai Azran sedang sedih dan terpukul dg kematian Adnan,jg keadaan sang kakak,tp semua itu bukan kesalahan nya tp BANDIT sialan itu.
Ia menarik napas sebentar melangkah ke arahnya,dapat ia lihat Azran menatapnya sebentar dan kemudian mengalihkan wajahnya menghapus air matanya itu.
"Hy" sapa Sisca namun tak di gubris ,Azran memilih menatap ke depan tak ada niat menyapa balik atau meladeni ke datangan nya, namun Sisca paham,rasa sakit ketika di tinggal oleh orang yg paling berharga.
Tidak akan ada yg mengerti walaupun Putra Mahkota adalah laki laki namun ia tetap manusia,manusia yg mampu merasa sedih dan tertekan bila ada yg terluka karenanya.
Tanpa persetujuan Azran Sisca duduk di sampingnya,menatap ke arah bunga itu tanpa bersuara hanya menatap,ia tak punya kata kata untuk menasehati atau sekedar menghibur seseorang jd ia berniat hanya menemani,sebatas itu namun suara serak seorang laki-laki membuat Sisca menatapnya.
"Dia pergi,karna kesalahan ku,karna kebodohanku yg menyuruhnya pergi,harusnya aku yg mati,bukan Dia ." putra mahkota tersenyum kecut.
Dapat ia dengar suara seraknya,guratan rasa bersalah itu ,sangat besar hingga membuat nya juga merasakan hal yg sama,tidak ada lagi laki laki bodoh yg menatap nya dg kaku,hanya ada laki-laki yg begitu kesepian.
" Apa kau tau Azran?," ujar Siska, " Aku jg marah padamu,karna kau menyuruh kakak ku melakukan hal yg membahayakan nyawanya,namun itu semua karna pilihan mereka,mereka sahabatmu dan kematian merupakan urusan dewa manusia tak akan mampu mencegah ataupun melawan takdir nya." .
" Dengan kau melakukan ini apa yg akan kau dapat? sedangkan mereka yg menyebabkan semua ini tertawa dg ketidak berdaya'an mu,karna itu balas mereka semua hum?,hancurkan orang yg telah menyebabkan semua itu, ingat kau harus kuat karna mereka semua membutuhkan mu." .
Mendengar perkataan Sisca membuat Adnan menatapnya,seakan tercerahkan Adnan bertekad dlm hati takan lama balasan itu pasti datang.
Ada teriakan yg membuat mereka kaget ," Tolong Tuan Jamess kritis cepat panggil Tabib moo sekarang !!!" Seseorang berteriak sangat keras membuat beberapa orang berlari ke arahnya .
Begitupun dg Sisca dan jg Azran keduanya pergi menuju ke arah kamar James dg terburu buru.
tp jaman kerajaan dulu emng begitu.
mereka pilih mati dann telantarkan anak anaknya di dunia yg kejam!